The first 200 lines.
Maria!
Ada apa?
Kau tak apa-apa?
Kau tak apa-apa?
Hati-hati. Ayo.
Kau dahulu. Buka pintunya.
Tutup pintunya. Tutup.
Kita harus panggil polisi.
Jangan coba-coba.
Kenapa tidak?
Tak ada yang boleh tahu.
Kebenaran tak bisa terungkap.
PRODUKSI NETFLIX ORIGINAL
...hari Senin membawa miliaran dolar
dana bencana seluruh negara bagian
karena Republik dan Demokrat berselisih di bawah Presiden Trump.
Proposal buku ketiga di enam bulan terakhir.
Sekali lagi, nasibku berada di tangan eksekutif Hollywood berjerawat.
Tulis saja yang kau sukai dan terbitkan independen.
Terdengar mudah, tapi ingat, aku bukan Tom Clancy.
Kedua buku terakhirku...
- Kita tahu yang terjadi. - Benar.
Aku butuh media.
Halo?
Jean, ada apa?
Apa?
- Di mana? - Ada apa, Moe?
Tn. Fausto!
Hei, Tn. Fausto!
- Tn. Fausto. - Ada apa?
- Spanduk lagi. - Juga dari kartel, Pak.
MONARCA CARRANZA BERENGSEK
KAU AKAN MENDERITA! TERTANDA, BAJIO
- Bakar. - Baik, Pak.
Sayang, obatmu.
Minumlah.
Aku ada urusan.
Kau selalu sibuk, Sayang.
Jorge.
Aku mau memberi tahu sesuatu, dengarkan aku.
Aku tak akan membayarmu untuk Jalan Tol Los Zapotes.
Jadi, kau dan burung bangkaimu
bisa enyah saja.
Kenapa kau sangat marah?
Mereka bahkan tak menuntut.
Grafitinya?
Itu sebuah pernyataan.
Itu bodoh, Camila.
Jika mau hukum berubah, masuk jurusan hukum,
alih-alih membuat grafiti.
Baiklah. Kita sudah selesai.
Hasil tak selalu sesuai dengan jalannya.
Kau paham?
Dan kau berutang 200 dolar uang jaminan kepada kami.
- Apa? - Ya.
Itu harga dari "pernyataanmu."
Ayolah.
Moe, kau tak apa?
Ayah?
Jantungnya kambuh?
Entah. Dia tak menjelaskan.
Aku tidak siap untuk ini.
Ini sungguhan?
GRUP MONARCA
Jadi, begini hidup golongan elite.
Jangan merasa nyaman.
Terima kasih aku boleh ikut.
Semua akan baik-baik saja.
Keluarga. Tradisi. Akar budaya.
Itulah nilai-nilai yang dijunjung tinggi Monarca
sejak kali pertama membuat Tequila Herederos.
Tequila lahir dari usaha dan dedikasi
yang telah menjadi kebanggaan nasional.
Seperti Meksiko yang telah berkembang, begitu pula kami.
Kami selalu menemukan jalur-jalur baru untuk mimpi kelas menengah Meksiko.
Kami adalah Monarca.
Kami adalah keluarga.
Kami adalah Meksiko.
Tahun ini, kami merayakan 100 tahun Tequila Herederos.
Mari bersulang untuk 100 tahun lagi.
Dari keluarga kami...
untuk Anda.
Bersulang!
GRUP MONARCA
Bagaimana pendapatmu?
Lumayan.
Katakan yang sebenarnya, Seniman.
Baiklah.
Iklannya membosankan.
Konvensional.
Kuno.
Itu yang disukai ayahku.
Acara pembukaan ini bisa membuat wasirku pecah.
Benarkah?
Ya?
Sedang kuurus.
- Sial. - Apa?
Hari apa ini, Berengsek?
- Hari kau melepas piama? - Bukan, Bodoh.
Ini hari jadi kita.
Astaga.
Ini tahun kedelapan, Andrés. Bisa-bisanya kita lupa.
Tunggu sampai aku kembali, lalu kita rayakan.
- Maaf. - Tidak. Salahku.
- Aku berutang hadiah. - Aku mencintaimu.
- Aku mencintaimu. - Ya.
Aku lupa, tapi aku mencintaimu.
Berengsek.
Pak, hadiah untuk anakmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Pak, ayahmu memintaku secara langsung menyampaikan pesan ini.
"Joaquín kecil,
Kau gagal menjalankan perintahku.
Jadi, aku mengurusnya sendiri."
Itu saja, Pak.
Cari tahu keberadaan Laborde.
- Senang berjumpa, Pak Carranza. - Menteri Laborde?
Di ruang rapat, Pak.
Joaquín!
Kebetulan.
Masuklah.
Kami baru membahas keluarga Carranza.
Ya, kudengar ayahku bicara denganmu.
Aku Menteri Perekonomian
dan dia menyuruhku pergi.
Ini usaha terakhir.
Proyek itu dimulai tiga bulan lalu
dan aku belum terima bayaran.
Jangan pura-pura, Jorge.
Kita tahu Presiden mau jalan tol selesai sebelum masa jabatannya habis.
Jadi, jika kau ingin hancurkan ayahku,
lakukan saja.
Tapi jangan hentikan pembangunannya,
karena kau akan menghancurkan bosmu,
bos dia, dan dia.
Jadi, berhentilah marah-marah.
Biarkan aku melakukan tugasku.
Suara untuk partaimu akan naik,
dan kami akan mendapat uang.
Bagaimana?
Tiga hari.
- Tolong pindahkan mobilmu. - Tidak.
Aku akan panggil mobil derek.
Lakukan saja. Mobil ini tetap di sini.
Ayo.
Permisi. Ini SUV milikmu? SIM dan STNK.
Hei, kau tak boleh pergi!
Pablo!
- Keren, Kawan. - Sudah kubilang anjingnya terbang.
- Pablo, turunkan. - Dia baik saja.
- Matikan musiknya! Turunkan dia! - Baiklah.
Kalian, pergi. Pulanglah!
Dia bisa terluka.
Baling-balingnya tumpul.
Bukan itu masalahnya, Pablo.
Marlon adalah bintang,
tapi dia punya perasaan.
Lagipula dia adalah keluarga.
- Ya, seperti Ny. Tomas, Mary, atau Chuy. - Benar.
- Nanti Ayah bilang dia adikku. - Pablo!
Baiklah, maaf.
- Aku menyerah. - Aku juga.
Dengan sikapnya ini, dia tak berhak.
Benar.
- Apa? - Meskipun...
Mungkin itu kesalahan,
dan kita bisa memberinya kesempatan kedua.
Aku tak yakin.
Tunggu, aku akan lebih bertanggung jawab dan bersikap baik.
Apa?
Kartu hitam?
Sungguh?
Tapi jika kau nakal, kartu itu disita!
Tentu. Terima kasih, Bu.
Aku sayang kalian!
- Hei. - Minta maaf pada Marlon.
Maaf, Marlon.
Kapan kali terakhir Ibu kemari?
Saat seusiamu.
PERKEBUNAN MONARCA
- Dah. - Terima kasih.
Ayo.
Benarkah?
Kalau begitu aku pesankan satu meja.
Nanti tagihannya akan dikirim.
Camila!
Cucuku datang! Nanti kuhubungi lagi.
- Sayang. - Hai, Nek.
Halo, Sayang. Sungguh kejutan yang menyenangkan.
- Halo, Bu. - Hi, Sayang.
Kau tampak cantik.
Kau juga. Sangat alami.
Perkebunan ini sangat indah.
Benarkah?
Sayang sekali ibumu baru membawamu sekarang.
Di mana Ayah?
Di ruang bacanya.
Kau masuk dahulu. Aku mau bicara dengan Camila.
Banyak yang harus kita bicarakan.
No comments yet. Be the first to leave one.