The first 200 lines.
Ah-ta!
Ah-ta!
Telepon berdering.
Teleponnya Wen-cheng.
26 OKTOBER 1988 HARI KEMATIAN CHIANG HAN
Kantor Polisi Zhongshan.
- Ayam goreng Taiwan. - Hei.
- Berbagilah denganku. - Kau tidak bekerja sif malam.
Tunggu sebentar.
Ada apa?
Bukan apa-apa.
Kakakku selingkuh dan iparku memergokinya lagi.
Aku kesal sekali.
Dia mulai lagi.
Tak apa.
Makan kudapan ini.
Ini sotong favoritmu.
Aku merepotkanmu dengan laporan malam ini.
Astaga.
Kau mau ke mana?
Kumohon.
Kakak iparku heboh di rumah.
Ayahku tak bisa sendiri.
Aku berutang padamu.
Chiang Han!
Chiang Han!
Chiang Han!
Chiang Han!
Chiang Han!
Chiang Han!
Chiang Han!
Chiang Han!
Aku… Chiang Han.
Aku…
Aku panggil bantuan.
Aku akan panggil bantuan.
SERIAL NETFLIX
27 OKTOBER 1988 PANTI ASUHAN YAJUN
Pukul berapa telepon itu masuk?
Kalau tidak salah…
Sekitar pukul 21.00.
Saat kami tiba di TKP,
tanda vitalnya sudah tak ada.
Tabrak lari?
Semalam hujan deras.
Kurasa pemandangannya buram,
dan dia tak mengerem tepat waktu.
Apa lagi?
Ada saksi.
Kata direktur panti asuhan sepertinya dia lihat pengemudinya.
Pak Ko, informasi kecelakaan mobil
dari kantor polisi setempat.
Dia hanya dianggap tersangka,
mengalami kecelakaan mobil, dan meninggal.
Terlalu kebetulan.
Cari lagi yang bisa kita temukan.
Kau bilang melihat pengemudinya.
Boleh tanya, apa yang terjadi saat itu?
Semalam, Chiang Han datang untuk mengembalikan mobil.
Saat itu hujan sangat deras.
Awalnya aku ingin dia menginap.
Bu.
Terima kasih banyak.
Kenapa kau sungkan?
Kalau butuh properti lagi,
datangi kami saja.
Kami tidak punya banyak,
tapi cukup untuk acara semacam ini.
Penampilannya lancar.
- Benarkah? Bagus. - Ya.
Tidak tertutup, jadi, basah.
Kau terburu-buru?
Hujannya deras sekali. Apa kau mau menginap?
Tapi dia bilang seseorang akan menjemputnya nanti.
Tak lama setelah dia pergi,
mungkin lima menit kemudian,
sayup-sayup kudengar suara rem.
Rasanya mencurigakan,
jadi, aku keluar.
Lalu…
Lalu aku melihat Chiang Han tergeletak di aspal.
Ada orang dengan payung di sampingnya.
Lalu dia berbalik dan pergi.
Itu pria atau wanita? Berapa perkiraan tingginya?
Entahlah.
Saat itu hujan deras dan dia pegang payung.
Aku bahkan tak melihat wajahnya.
Kalau begitu, kau ingat warna mobil
atau modelnya?
Nomor pelatnya?
Itu hanya mobil kecil standar.
Seharusnya warna abu-abu.
Sayangnya, saat itu,
aku hanya mencemaskan Chiang Han.
Aku tidak memikirkan hal lain.
Andai saja aku lihat nomor pelatnya.
Bu.
Katamu
Chiang Han bilang seseorang akan menjemputnya.
Siapa orangnya?
Dia tidak menyebutkan siapa orangnya,
tapi dia bilang
akan menemui Nn. Lo.
Nn. Lo?
Lo Yu-nung.
Nn. Lo.
Hujannya deras sekali.
Apa kau mau menginap?
Tadinya begitu,
tapi aku ada janji dengan Yu-nung.
- Kau tak apa? - Kau sangat kejam.
Kau menyuruhku menekan lebih keras.
Ini praktik sensoris yang buruk!
8 SEPTEMBER 1985, TEATER
Ini disebut
memori sensoris.
Lalu rasakan dengan tubuhmu.
Ingat itu.
Setelah itu, mungkin…
Mungkin bisa untuk tampil di masa depan.
Maka, ingat baik-baik perasaan ini.
Jika mengkhianatiku,
kau akan berakhir seperti itu.
Kau sanggup?
Ya.
Tapi kurasa kau harus mengubah naskah ini.
Kau terlalu lunak pada pemeran utama pria, hanya mencekiknya.
Dia harus ditikam sampai mati.
Tidak.
Dia harus tertabrak mobil dan mati. Itu lebih lugas.
Aku berjanji.
Jika mengkhianatimu,
aku akan tertabrak mobil dan mati.
Tak ada keluhan.
Sudah cukup buruk kau mengkhianatiku.
Kau ingin aku menjadi pembunuh juga?
PIL
Ayo makan.
Tzu-wei membuat roti lapis bergaya Prancis hari ini.
Ini sangat lezat.
Dia bisa membuka toko dengan ini.
Ada apa? Kenapa wajahmu pucat sekali?
Tidurku tak nyenyak.
Hei, kau keluar semalam?
Kulihat payungnya basah.
Ya.
Biar aku saja.
Kenapa kemari?
Kami mencari Lo Yu-nung.
Ada apa?
Ada apa?
Nn. Lo.
Ikut kami ke kantor polisi.
Kita bertemu lagi.
Jika ini soal narkoba,
- sudah kubilang… - Kami mengundangmu hari ini
untuk bertanya
di mana kau semalam.
Di rumah.
Di rumah?
Di mana lagi?
Kau tak keluar semalaman?
Aku keluar sebentar sekitar pukul 21.00 bertemu teman.
Apa temanmu Chiang Han?
Sudah bertemu dengannya?
Kutunggu lebih dari satu jam, tapi dia tak datang.
Di mana janji temu kalian?
Taman Jiancheng, dekat persimpangan Jalan Chengde.
Ada yang bisa membuktikannya?
Dia tak datang. Siapa yang bisa buktikan?
Karena dia tidak datang,
kenapa tak ke panti asuhan mencarinya?
Kalau mencarinya, kami bisa berselisih jalan.
Bukankah itu buang-buang waktu?
Jadi,
kau tahu dia berada di panti asuhan.
Baiklah.
Kutanya satu hal lagi.
Bros ini milikmu, bukan?
Kenapa ada padamu?
Ini ada di lokasi kecelakaan.
Lokasi kecelakaan?
Di luar panti asuhan,
di sanalah Chiang Han tewas.
Aku akan jujur.
Lo Yu-nung,
kini kau tersangka utama.
Kau tahu Chiang Han di panti asuhan,
jadi, kau bersembunyi di TKP dan menabraknya dengan mobil.
Untuk memastikan dia sudah mati, kau keluar mobil untuk memeriksa,
lalu tak sengaja menjatuhkan brosmu di TKP.
Apa itu teori logis?
Lo Yu-nung!
Chiang Han, Su Ching Yi,
dan narkoba.
Kenapa semua ini berkaitan denganmu?
Berapa banyak yang kau sembunyikan?
Bisa beri tahu kami?
Pak Ko.
Lihatlah foto-foto ini.
No comments yet. Be the first to leave one.