The first 200 lines.
Apa yang kalian inginkan?
Tuan Sesshomaru...
Serahkan pedang-mu.
Pedang?
Bukan yang itu.
Pedang itu tak punya perasaan menghancurkan.
Pergi dan cari yang tepat.
Pedang kuat yang dapat membuka segel ini... Tetsusaiga.
Kakek!
Sarapan!
Kakek, sarapan!
Oh, Sota!
Lihat!
Kuncup bunganya tumbuh!
Aku melihatnya! Indah sekali!
Sudah 500 tahun pohon suci ini tak berbunga!
Nah, Sota, mau tau asal usul pohon suci ini?
Kagome, sup-mu akan dingin.
Ibu, di mana gulanya?
Di jendela.
Oh, di sini.
Kau yakin tak butuh bantuan?
Tidak. Omelet adalah keahlian-ku.
Jangan terlalu panas gorengnya.
Aku tahu! Aku tahu!
Kampret! Lupa minyaknya!
Sampai saat itu, pohon suci akan berbunga setiap tahun pada saat ini.
Namun, setelah setengah siluman itu disegel ke pohon,
pohon itu berhenti berbunga.
Bagaimana? Belajar sesuatu?
Jadi bunga-bunga mekar lagi...
karena aku membebaskan Inuyasha dari segel?
Ow!
Hebat dong aku!
Selesai!
Tampaknya lezat!
Benar kan?
Minta dikit ya, Kakak!
Enak aja.
Pelit!
Sota, kau terlalu banyak ngeluh!
Nama-ku Kagome Higurashi.
Sebelumnya, aku murid kelas 9 biasa,
Tapi kini aku bisa melakukan perjalanan ke masa 500 tahun lalu...
melalui sumur kuno di kuil ini.
Translator : : Adib Deviel.
: Adib Deviel.
Kara : : Adib Deviel.
Uploader : : Kasukabi.
Inuyasha The Movie Raca Cinta yang Menembus Waktu.
Apa itu?
Aku yakin itu serangga beracun tipe kalajengking.
Apa yg dia lakukan di sini?
EGP! yang penting..
dia punya pecahan Bola 4 Arwah!
Jangan gegabah, Inuyasha!
Sudah ku bilang kan.
Ceroboh seperti biasa.
Kirara, ayo kita pergi!
Okay! Aku juga!
Aku cuma anak kecil.
Alah mak!
Ini adalah era kerajaan penuh monster dan siluman,
Selama periode ini Inuyasha terikat pada pohon suci.
Oh... ayah Inuyasha adalah siluman dan ibunya adalah manusia,
membuatnya setengah siluman.
Dia kasar, manja dan mudah marah...
dan kadang cemburuan! Dia payah!
Yah, dia punya beberapa hal baik juga.
Inuyasha mencuri Bola 4 Arwah.
Tapi Kikyo menyegel-nya di pohon ini 50 tahun lalu.
Mereka sangat dekat tapi sesuatu membuat mereka terpisah...
Tapi itu cerita lainnya.
Bola 4 Arwah mampu...
meningkatkan kekuatan siluman.
Ini salah-ku membuatnya pecah bercerai berai.
Itulah alasannya Inuyasha dan aku mengumpulkan pecahan Bola 4 Arwah.
Kami punya beberapa teman baik.
Tolong aku!
Siluman rubah bernama Shippo dg sihir rubahnya.
Hiraikotsu!
Pembasmi siluman bernama Sango.
Sango!
Dan Pendeta yg genit, Miroku,
yg punya Lubang Angin di telapak tangannya.
Kau tak terluka?
Terima kasih, Miroku.
Kau menyelamatkan... aku!
Jangan pegang2!
Ini tak seperti yg kau pikirkan!
Aku cuma memastikan kulit mulus-mu tak tergores.
Jangan repot-repot!
Dan juga,.. pendamping Sango itu, Kirara.
Oh ya. Aku lupa satu lagi.
Kakek Myoga, siluman kutu,
Pengetahuannya luas, tapi...
Huh? Kagome!
Hey!
Gepeng dah!
Kagome! Apa yang kau lakukan?
Inuyasha-Sama sudah mulai bertarung.
Jadi kau lari lagi kan Myoga.
Huh?
Bodoh! Aku pergi mencari-mu karena kau terlambat!
Kau selalu saja kabur saat terjadi bahaya.
Kurang ajar!
Kau baik2 saja Inuyasha?!
Aku cuma telat menebas!
Kau tak pernah semangat saat tak ada Kagome!
Coba ulangi lagi!
Inuyasha! Semuanya!
Kagome!
Kagome!
Kagome!
Ngapain aja kamu?
Aku membuat bekal makan siang.
Hah! Ini bukan piknik!
Dasar cewek!
Iya iya maaf!
Itu benar!
Apa kau baik-baik saja? Ya.
Kagome, di mana Pecahan Bola 4 Arwahnya?
Etto...
Aku melihatnya!
Di ekornya! Pada ujungnya.
Baiklah!
Hiraikotsu!
Terima ini! Tetsusaiga!
Kau berhasil!
Kagome!
Serahkan sisanya padaku.
Lubang Angin!
Kita berhasil!
Yare yare...
Apa yang kau lakukan?
Cepat ambil Pecahan Bola 4 Arwahnya.
Tapi...
Dasar!
Syukurlah!
Kau menakjubkan, Kagome.
Aura siluman telah dimurnikan.
Akhirnya ketemu!
Ruri. Ya!
Hari. Ya!
Waktunya telah tiba.
Kami sudah siap.
Nah... Aku membuat makan siang spesial buat kita hari ini.
Hei, kelihatan lazies!
Asyik dah makan masakan Kagome di tempat seperti ini.
Hmm... Sepertinya aku pernah melihatnya. Apa ini bisa dimakan?
Kasar sekali! Makan saja coba!
Kagome! Gurita ini cuma punya 4 kaki!
Dan dia tak punya wajah.
Itu Sosis goreng.
Nasi ini enak.
Itu karena Kagome masak sepenuh hati.
Kita harus bersyukur untuk itu.
Huh?
Soalnya akhir-akhir ini masakannya hambar.
Bagaimana telur dadarnya? Ini keahlian-ku.
Bisakah kamu diam?
Nah, nah!
Jangan rebutan makanan.
Senangnya, Shippo.
Aku suka gurita ini.
Nah, bagaimana itu?
Huh?
Apa itu enak?
BTW kamu tak membawa itu?
"Itu"? Apa maksudmu?
Itu!
Oh, ini dia!
Kagome! ayo kita merebus air.
Inuyasha...
Duduk!
Duduk! Duduk! Duduk! Duduk! Duduk! Duduk! Duduk! Duduk! D U D U K!
Lupakan saja!
Itu adalah "duduk" paling banyak yg pernah ku dengar.
Hukuman karena mengabaikan perasaan Kagome.
Apa yang terjadi, Kirara?
Dia terkena demam.
Ini pasti karena racun kalajengking tadi.
Biar aku lihat. Aku akan menghisap racunnya.
Kirara!
Tunggu!
Kirara bertingkah aneh. Aku akan mengikuti Sango.
Sango... Aku tak percaya dia membawa ini sepanjang waktu.
Mereka begitu gelisah.
Dasar.
Inuyasha bodoh!
Tau gini aku gak mau masakin lagi.
Ampun deh... hari ini benar2 kacau.
Kirara.
Kirara!
Dia...
Peliharaan-mu kan?
Dia bereaksi terhadap racun serangga.
Kami cuma memberinya penangkal.
Terima kasih, aku menghargai itu.
Sama2, kami senang bisa membantu.
No comments yet. Be the first to leave one.