The first 200 lines.
ARSIP REKAMAN DI FILM INI TELAH DIPULIHKAN DAN DIWARNAI
REKAMAN DARI BEBERAPA PERISTIWA TELAH DIGABUNG
UNTUK MENCIPTAKAN PENGALAMAN MENDALAM
NAZI JERMAN MULAI MENGEBOM BRITANIA SECARA MASIF
Inggris adalah pulau terakhir yang masih bertahan di Eropa.
Apa pun yang terjadi, Inggris harus hancur!
PENGEBOMAN BERLANGSUNG SELAMA DELAPAN BULAN
INI KISAH TENTANG RESPONS WARGA BRITANIA
Sungguh mengejutkan, tiba-tiba musuh terasa begitu dekat.
Mengetahui seseorang mencoba menghancurkan kami.
Kami sembunyi di bawah tangga.
Kupikir aku akan terbakar hidup-hidup.
Itu penting dan nyata
sebab kita tak tahu berapa lama itu mungkin berlangsung.
Setiap momen kebersamaan itu berharga.
Mungkin lenyapnya dominasi yang menghadirkan malapetaka
akan membuka jalan bagi solidaritas yang lebih luas
daripada yang bisa kita rencanakan
jika kita tidak melalui cobaan bersama.
ESSEX INGGRIS
Jika Anda mendengar radio,
Britania Raya sedang berperang melawan Jerman.
Jerman menduduki Paris tanpa perlawanan pagi ini
dan mengatakan misi meluluhlantakkan musuh telah dimulai.
KOMANDO TEMPUR ANGKATAN UDARA BRITANIA RAYA
Hari-hari paling genting dalam sejarah baru dimulai.
Jika Britania Raya takluk,
Hitler tahu semua yang ada di Eropa bisa dikuasainya.
Satu, dua, tiga, tegap gerak.
Satu, dua, tiga, hadap kanan.
Kami tak tahu apa yang boleh dilakukan wanita,
tapi itu menyenangkan.
Begini, usia kami 18-20 tahun.
Tak bisa kujelaskan.
Itu sangat berbeda
dari apa pun yang pernah kami lakukan.
Menyusun posisi pesawat sangat membuat risau
sebab kita tahu apa yang sedang terjadi.
Hari ini seluruh dunia mengamati Inggris dan rakyatnya.
Musuh mendekat dari tenggara.
Di zona S15 dengan ketinggian rendah.
Diberkatilah Angkatan Udara Britania Raya, yang bertanggung jawab
membela kerajaan kepulauan ini dari Nazi Jerman.
Sudah dekat. Bisa kurasakan.
Waspadalah.
Rasanya seperti terjun ke medan perang,
sambil berkata, "Ayo, tembak!"
Ayo.
Itu pertempuran hidup dan mati.
Tembak dia. Ya, dia berhasil.
Tepat di tengah. Aksi yang bagus.
Inilah yang mendekatkan para pria dan wanita.
Mereka sangat tampan.
Ada romansa bersemi di mana-mana,
tapi kurasa aku tak berharap bertemu pria idamanku.
Jika benteng pulau ini bisa bertahan,
mungkin Hitler akan meninjau ulang rencananya.
Hitler sedang terburu-buru. Invasi sudah diduga.
Jika Angkatan Udara Britania Raya
menjatuhkan 2.000-4.000 kilo bom...
SUARA ADOLF HITLER
...maka kita akan menjatuhkan 150.000, 180.000, 230.000,
300.000 kilogram bom, atau lebih, dalam semalam.
Kita akan meratakan kota-kota mereka.
Kita akan meratakan kota-kota mereka.
London sedang berperang,
sinyal serangan udara pertama sudah tampak.
Britania cemas Jerman bersiap menyerang Inggris.
APA KATA HITLER
DICARI ATAS PEMBUNUHAN, PENCULIKAN, PENCURIAN, DAN PEMBAKARAN
Di negara ini, baru saja diumumkan
bahwa kebijakan pemadaman mulai berlaku mulai senja malam ini.
GALERI TATE
KEBUN BINATANG LONDON
Sejumlah 400.000 anak sudah diungsikan dari London,
dan lebih banyak lagi akan menyusul besok.
Ini hari-hari penuh kesulitan,
terutama perpisahan orang tua dan anak-anak.
Tapi pertimbangan keselamatan adalah yang terpenting.
Aku masih kecil, dan pada masa itu, bocah yang sudah besar tidak menangis.
Kami dilarang berpamitan dengan orang tua,
memeluk, dan mencium untuk terakhir kali.
Dulu aku mengagumi kakakku, Kitty.
Aku merasa lebih aman karena Kitty telah berjanji menjagaku.
Ibuku punya firasat.
Dia yakin jika Kitty dan aku tetap di London,
sesuatu yang buruk akan menimpa kami.
Apa yang ditanamkan kepada kami adalah itu seperti tamasya.
Itu menandai berakhirnya satu babak dalam hidupku.
Masa kecil yang normal.
Kami tak menyadari bagaimana realitasnya nantinya.
Kami hanya diberi tahu pertempuran akan datang.
Tapi kami tak tahu apa yang kami hadapi.
SUARA EDITH HEAP
Aku sedang bertugas.
Ada peringatan akan musuh, suaranya begitu berisik.
Dan kami melihat 400-1.000 pesawat Jerman datang.
Musuh mendekat dari tenggara.
Di zona S15 dengan ketinggian rendah.
Melihat itu, kami berpikir,
"Astaga, mereka menuju London."
DERMAGA EAST END, LONDON
Itu bulan September yang sangat hangat.
WARGA LOKAL EAST END, 12 TAHUN
Aku melihat ke langit.
Aku melihat awan halus,
bola-bola kecil di langit.
Kupikir, "Astaga, apa itu?"
Kami tak terlalu takut saat itu karena tak tahu apa yang terjadi.
Aku melihat semua bom jatuh dari langit.
Itu menakjubkan.
Kami pergi ke koridor di basemen flat
karena tiba-tiba aku menyadari betapa berbahayanya itu.
PENGEBOMAN HARI PERTAMA 7 SEPTEMBER 1940
Harap melapor ke pusat kendali.
Siagakan seratus mobil pemadam dari distrik E ke kantor damkar 60.
Selamat malam, ini London. Saat ini, kebakaran besar masih terjadi
di galangan kapal di sepanjang sungai dan kawasan industri di sisi timur.
Sepanjang malam, damkar dari West End bergegas ke sisi timur.
Pertama kali kulihat seperti apa kebakaran itu.
Petugas damkar yang lebih tua membantuku dengan mengatakan,
"Tak apa, Nak. Tenanglah. Berdiri saja di sampingku."
Butuh tiga kali lipat.
"Pegang saja selangnya, jangan sampai lepas apa pun yang terjadi,
karena jika itu mengenaimu, kau bisa mati."
Kosongkan area bawah!
Dia berkata, "Kau tak apa, Nak? Baik-baik saja?"
Aku merasa takut. Aku ketakutan.
Aku berdiri di atas gedung yang sangat tinggi
tempat aku bisa melihat seluruh London di sekelilingku.
Jika tak ada hal mengerikan ini,
ini salah satu pemandangan terindah yang pernah kulihat.
Seluruh cakrawala di selatan
dipenuhi cahaya kemerahan.
Hampir seperti Hari Penghakiman
yang digambarkan di beberapa kitab kuno.
Hari Penghakiman.
CHELSEA LONDON BARAT
MAHASISWI SENI, 17 TAHUN
Intensitas perang meningkat.
Malam ini pengeboman dimulai.
Langit di dekat dermaga berwarna merah seolah matahari sedang terbenam.
Hidup yang gila!
Kita tak akan tahu apa akan dibom atau dirayu.
Aku bertemu pria tampan bernama Rupert.
Dia berusaha membuatku tidur dengannya.
Sebenarnya, aku lebih suka pria yang agak nakal.
Pria yang sok berkuasa.
TETANGGA JOAN
Rupert sungguh santai dan menganggap dirinya penguasa semesta.
Aku terus berpikir setiap momen bisa jadi momen terakhirku.
Karena lawan dari kematian adalah kehidupan,
aku akan menanggapi rayuan Rupert besok.
Saat kami keluar, kami mendengar api berkobar.
Terdengar di kejauhan, dari dermaga.
Ayah bilang, sebelum dia masuk Angkatan Udara,
"Jaga Ibu."
Aku berkata, "Ada bunker perlindungan dari serangan udara, Bu. Ayo ke sana."
Aku merasa itu tempat yang aman.
Takkan ada masalah di bawah sana.
Udara mulai panas.
Terus memanas.
Aku memanggil ibuku. "Ibu di mana?"
Tak ada yang menjawab.
Aku menyadari hal mengerikan telah terjadi.
Ada bom.
PENGEBOMAN HARI KEDUA 8 SEPTEMBER 1940
Kekacauan dan penderitaan terburuk terjadi
di distrik kelas pekerja di East End,
tempat rumah-rumah kecil hancur dibom.
Laporan sementara menyebutkan korban dalam serangan di London
adalah 400 korban jiwa dan 1.400 luka-luka.
Aku di rumah kakakku yang menghadap Brick Lane,
dan Churchill datang ke jalan itu.
Tiba-tiba terdengar teriakan, sambutan, cemoohan,
dan itu dia, sosok ini.
Dia sungguh hadir.
Keluargaku tak menyukai Churchill
sampai perang tiba.
Lalu dia dipuja.
Pengeboman di London yang kejam, semena-mena, dan tak pandang bulu ini
tentu bagian dari rencana invasi Hitler.
Dia sama sekali tak tahu bahwa semangat bangsa Britania,
atau ketangguhan orang London,
diajarkan untuk menghargai kebebasan jauh di atas nyawa mereka.
Ini waktunya semua orang berdiri berdampingan dan berpegang teguh.
Warga London menghadapi cobaan berat,
yang ujungnya atau tingkat keparahannya
belum bisa diramalkan.
Aku dibawa ke rumah sakit.
Ayahku menemukanku.
Aku bertanya, "Di mana Ibu? Bagaimana kondisinya?"
Dia hanya berkata,
"Ibumu wafat."
Aku terguncang. Aku merasa sakit, menderita.
Aku yang membawa Ibu ke sana,
dan dia terbunuh.
Tak pernah kulupakan. Sungguh. Itu terus menghantuiku.
Yang Mulia Putri Elizabeth.
Ribuan dari kalian di negara ini harus meninggalkan rumah kalian
No comments yet. Be the first to leave one.