The first 200 lines.
Sebelumnya di Y The Last Man...
Kami menemukan Agen Burgin.
Bersembunyi di gereja. Di Pennsylvania.
Aku punya visual.
Izin menyerang?
Kau percaya Jennifer Brown adalah presiden?
Dia tak terkalahkan.
Bagaimana jika tidak?
Kau tahu, bukan? Bahwa kau jalan dalam tidur?
Kau ada di loteng semalam. Lehermu bisa patah.
Mereka mengincar dia, bukan kita.
Aku baru mengkhianati dia karena kau meyakinkan aku.
"Meyakinkan" itu berlebihan.
Apa dia melihatmu?
Tidak. Tidak, dia tak melihatku.
Aku tak akan mengatur caramu menjalankan lab.
Sampai kita tiba di San Francisco, aku yang memimpin.
Apa?
Hei, apa kita harus...
Membuat semacam isyarat, seperti tawaran rekonsiliasi?
Seperti apa? Bunga?
Mungkin kita minta maaf saja?
Aku tak menyesal.
Ya, tentu saja tidak.
Hei, Kawan.
Dia bohongi kita. Hampir membuat kita dibunuh.
- Dapat bensin tambahan. - Ya, aku lihat.
Itu tindakan cerdas.
Pemikiran bagus.
Kosongkan karavan. Kalian duduk di belakang.
Ya, kurasa itu sudah cukup. Dia tak marah lagi.
PERHATIAN JANGAN BERHENTI UNTUK BERI TUMPANGAN
Ya, mereka tahu itu pertunjukan.
Meski itu nyata pun, mereka tak bisa percaya
kecuali risikonya bisa dipahami.
- Seperti apa? - Dikubur hidup-hidup,
hanya berhasil jika ada hal lain dalam kotak.
- Ya, seperti apa? - Entahlah, kalajengking.
Atau laba-laba besar. Hidup dan mati, terlalu teoretis.
Orang pikir kau tak akan ambil risiko mati demi pertunjukan sulap.
Mereka tak tahu bahwa kau bodoh.
Namun, jika triknya salah... Hei.
Namun, jika triknya salah dan semua kuku jariku copot...
- Astaga. - Tepat sekali.
Itu sesuatu yang bisa dibayangkan orang biasa.
- Baik. - Kau pernah membuat simpul?
Kau tak akan bisa lolos dari itu.
Bagus, penting kau percaya itu.
Hei, Kawan. Ya.
Yorick?
Baik. Yorick.
Tak apa-apa. Dia masih hidup.
Baik.
Baik.
Baik.
355?
Baik.
Baik.
Baik.
355?
Tolong.
Tolong.
Sial.
Ayo, Yorick.
Ayo, kita pergi.
CIA, mungkin? Bisa jadi buatan asing.
Jelas bukan keluaran militer.
Berapa lama kau pingsan?
Beberapa jam. Saat sadar, sepatu kami lenyap.
Kami lacak dia dari Boston.
Tentara di Harvard bilang dia mencari seorang ilmuwan.
Dokter Allison Mann.
Ilmuwan ahli genetika.
- Kau melihat Dokter Mann? - Tidak.
Namun...
Apa?
Aku tak lihat dokternya.
Namun, orang ketiga di gereja itu adalah seorang pria. Aku melihatnya.
- Pria? - Burgin melindunginya.
Sedekat apa kau?
Cukup dekat. Kurang dari 3 meter.
- Mari kita akui bahwa memang ada pria. - Kurasa dia bukan transgender, Bu.
Kau bisa memverifikasi kromosom seseorang dari jarak 3 meter?
Tidak, tetapi untuk apa lagi Agen Burgin
mencari ahli genetika? Jika dia sedang melindungi aset...
Seorang penyintas.
Ini dia.
Itu akan menjelaskan beberapa hal, bukan?
Kalian melihatnya, penyintas ini? Aku tanya mereka.
- Tidak, Bu. - Tidak.
Maaf saja, Kapten, kau dibius.
Ingatanmu tak bisa diandalkan.
Aku tahu yang kulihat.
- Kau lihat kerumunan di luar? - Ya, Bu.
Gedung Putih sudah lenyap.
Orang-orang itu menyiram seorang penjaga dengan bensin, coba membakarnya.
Mereka akan memercayai apa pun yang berbau konspirasi,
jadi sebaiknya kau yakin.
Aku sangat yakin.
Kulit putih, rambut cokelat, sekitar 180 cm.
Beri tahu selebihnya.
Selebihnya?
Ada hewan bersamanya. Di atas pundaknya.
Aku tahu kedengarannya.
- Kurasa sudah selesai, Peggy. - Hewan apa?
- Itu penting? - Monyet, Bu.
Terima kasih, Kapten.
Sial.
Pindah tugaskan mereka.
- Jangan sampai mereka sebarkan itu. - Baik, Bu.
Lakukan hari ini.
Kami sudah siap, Ibu Presiden.
Terima kasih, Abby. Antar kami.
Penampilanku baik? Bukan baik,
- hanya tak terlalu dipoles. - Sudah sangat tepat.
Ya. Mari lakukan ini.
Tes, satu, dua, tiga.
Mereka akan menaikkan dia ke Humvee
seolah-olah dia Abraham Lincoln dalam kunjungan singkat.
Kasusnya sudah diadili bertahun-tahun...
Merunduk! Kau mau mati?
Ngengat.
Di Pentagon.
Ini sweter favoritku.
Jangan ganggu Jennifer Brown. Dia manusia yang baik.
Dia menyebut Ayah seksis agar mendapat poin politik murahan.
Kini dia duduk di kursi Ayah,
sementara kau duduk di sini menonton MASH episode ke-47...
Aku bukan Ratu Inggris, Kimberly.
Tak ada yang peduli pendapatku.
Karena kau belum mengatakan apa pun. Setidaknya Regina di luar sana...
Regina itu gila. Ayahmu akan jadi yang pertama mengatakan itu.
Ayah memilihnya.
Dia setia kepada Ayah, berarti dia setia kepada kita.
Semua ini rusak.
Kau mau pakai semua bantalnya?
Jangan berikan bantalku ke gadis itu.
Namanya Christine, dan dia sedang hamil.
Dia butuh teman.
Ayahmu suka yang ini.
Kemari.
Baik, kau tahu? Cukup. Bangun.
Bangun! Kita semua menderita.
Menderita? Benarkah?
Jika kau meneteskan air mata, anak-anakmu akan harus berbagi.
Aku akan lihat mereka lagi.
Ya. Saat kau mati.
Amp?
Amp?
Amp?
Astaga, jangan sentuh.
Dia berdarah. Lihat kakinya.
Kau dengar soal wanita
yang wajahnya dicabik monyet di Connecticut?
Itu di Connecticut?
Kau sudah bangun.
Mulai dengan kenapa kau di sini.
Aku tak tahu di mana "di sini".
Orang-orang yang bersamaku di mobil...
Tak perlu cemaskan mereka.
Baik. Boleh kukeluarkan dia? Dia ketakutan.
Monyet itu jantan?
Ya.
Ya, dia...
Ya, entah bagaimana...
Hei. Tak apa-apa, Kawan.
Maaf, di mana teman-temanku?
- Teman-teman apa? - Kau punya kromosom Y?
Bagaimana kau selamat?
Aku tak tahu. Mungkin aku dikutuk.
Aku tak dikutuk dengan kromosom Y. Namun, dikutuk dalam banyak hal lain.
Terima kasih. Gila. Roti panggang.
Kalian punya listrik. Bagaimana caranya?
Kerja sama tim.
Kubayangkan kau menarik cukup banyak perhatian.
Lebih dari sebelumnya. Itu sudah pasti.
Astaga.
Apa ada penyintas lain?
Kuharap ada.
Jadi, ya, teman-temanku? Yang lainnya di mobil?
- Kau bilang tangannya diikat. - Ya.
- Teman-temanmu mengikatmu? - Bukan. Aku...
- Aku sedang melakukan trik. - Trik?
Ya, aku ahli melepaskan diri.
Apa itu lelucon?
Lelucon itu lucu.
Kami kira kau sedang ditawan.
Tidak.
Di mana mereka? Apa mereka baik?
Butuh bantuan di sini.
Halo?
Hei!
Sial.
Kami butuh bantuan di sini!
Siapa pun? Ayolah.
Hei!
Kami butuh bantuan.
Halo. Ayolah.
Di mana kita?
Apa yang terjadi?
No comments yet. Be the first to leave one.