Mountain

Mountain

Download Indonesian Subtitle

Release info

Mountain 2017 720p BRRip 700MB MkvCage
Mountain 2017 LiMiTED 720p BluRay x264-CADAVER
Mountain 2017 1080p BluRay H264 AAC-RARBG
Mountain 2017 1080p BluRay DD5 1 HEVC x265-RMTeam
A Commentary by rambrr4
Subs by explosiveskull

Tags

brrip
720p
720
mkv
MkvCage
BluRay
1080
x265
HEVC
x264
Published on: 2018-05-03
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 139 lines.

Oke, ini dia.

Ya. Tidak, aku akan baik-baik saja dengan ini.

Oke. Aku siap.

- Baiklah. Terima kasih. -

Untuk mereka yang terpikat oleh pegunungan,

keajaiban mereka diluar semua perselisihan.

Untuk mereka yang tidak,

daya pikat mereka adalah semacam kegilaan.

Apa kekuatan aneh ini yang menarik kita ke atas?

Lagu sirene ini dari puncak?

T ranslated by: rambrr4

Tr anslated by: rambrr4

Tra nslated by: rambrr4

Tran slated by: rambrr4

Trans lated by: rambrr4

Transl ated by: rambrr4

Transla ted by: rambrr4

Translat ed by: rambrr4

Translate d by: rambrr4

Translated by: rambrr4

Translated by: rambrr4

Translated b y: rambrr4

Translated by : rambrr4

Translated by: rambrr4

Translated by: rambrr4

Translated by: r ambrr4

Translated by: r a mbrr4

Translated by: r a m brr4

Translated by: r a m b rr4

Translated by: r a m b r r4

Translated by: r a m b r r 4

Translated by: r a m b r r 4

Translated by: r a m b r r 4

Hanya tiga abad yang lalu,

bersiap untuk mendaki gunung

akan dianggap sebagai tindakan gila.

Ide itu hampir tidak ada

bahwa lanskap liar mungkin menahan

segala jenis ketertarikan.

Gunung adalah tempat dari bahaya, bukan keindahan.

Dunia atas untuk dijauhi,

tidak dicari.

Jadi mengapa gunung sekarang

membuat kita jadi terpesona,

menarik kita ke kekuasaan mereka...

sering dengan harga yang ditebus dengan nyawa kita?

Karena gunung yang kita daki

tidak terbuat hanya dari batu dan es,

tetapi juga mimpi

dan keinginan.

Gunung-gunung yang kita daki

adalah pegunungan bagi pikiran

Untuk manusia, pegunungan tinggi

pernah dianggap sebagai rumah

baik bagi yang suci

ataupun yang bermusuhan.

Tidak ada di antaranya.

Suatu alam yang dipuja dari bawah,

tetapi tidak pernah dimasuki.

Pergi berkeliling gunung jika perlu,

di sepanjang sisi mereka, tapi ke atasnya...

karena hanya dewa dan monster

tinggal di ketinggian.

Dunia atas adalah bentang suci

arah kemana kita tujukan pengabdian kita

dan ritual kekaguman kita...

... tapi selalu dari jarak yang aman.

Kehidupan sehari-hari membawa banyak kesulitan dan bahaya.

Tidak perlu untuk mencari lebih banyak.

Walau begitu, secara bertahap,

naga dan dewa diabaikan,

dan perasaan kita menuju gunung

mengalami perubahan yang mencengangkan.

Ketertarikan menggantikan rasa gentar.

Petualangan menggantikan kekaguman.

Seiring pertumbuhan kota

dan kita mengisolasi diri kita jauh dari alam,

pegunungan memanggil kita kembali.

Keajaiban pegunungan diperkuat:

kecantikan galak mereka,

kekuatan mereka untuk mempesona,

tantangan mereka.

Kita pergi mencari tempat yang mengintimidasi

dan tidak terkendali,

yang terinspirasi dalam diri kita perpaduan yang memabukkan

kesenangan dan teror,

yang kita sebut 'yang agung' (the sublime).

Pencarian 'yang agung'

menarik kita keluar dan ke atas.

Puncak hebat dunia

mulai mengerahkan kekuatan pada imajinasi.

Lagu sirene

yang mudah didengar,

sulit untuk menolak...

dan terkadang

fatal.

Tapi legenda kematian di tempat-tempat tinggi

menyebarkan mantera dari pegunungan

lebih luas lagi.

Perlahan,

ruang kosong di peta diisi.

Tujuan kekaisaran adalah untuk menjaring,

menjelajahi, dan memberi nama dunia atas.

Untuk membawanya dan orang-orangnya

dalam ranah yang dikenal

dan yang dikuasai.

Untuk mengganti misteri dengan penguasaan.

Dan misteri terbesar dari mereka semua?

Everest.

Maka dimulailah kampanye untuk manaklukannya.

Everest dikepung.

Sampai, akhirnya, ia menyerah.

Ini adalah momen

dimana pendakian gunung sebagai petualangan

memasuki imajinasi populer.

Daya tarik kita menjadi obsesi.

Sekarang kebutuhan kita akan gunung berjalan dalam dan lebar,

karena sebagian besar dari kita ada untuk sebagian besar waktu

berada di lingkungan yang diatur secara manusia

dan terkontrol.

Tapi gunung itu liar dan tak bisa dikendalikan.

Ini adalah sumber dari bahaya mereka

dan juga sumber dari daya tarik mereka.

Dan begitu, sebuah kerinduan untuk yang tidak diketahui

mengundang kita seterusnya.

Seperti Gua Echo,

yang tidak diketahui akan menjawab kembali

dengan apa pun yang kau panggil ke dalamnya.

Bepergian ke puncak tinggi adalah melewati ambang

ruang di mana waktu terpengaruh

dan melengkung,

dan sensasi diperkuat dengan mendebarkan.

Batu dan es,

jauh kurang lembut untuk sentuhan tangan

daripada mata batin.

Gunung-gunung Bumi

sudah sering ternyata menjadi lebih tahan,

nyata lebih fatal,

dari gunung yang kita bayangkan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left