The first 152 lines.
Hei, Sein!
Mage itu mau memotret kita.
Memotret?
Apa maksudmu?
Ayo, cepat!
Ini akan menjadi awal mula legenda kita!
CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE
DUA PULUH SEMBILAN TAHUN SEJAK HIMMEL THE HERO WAFAT
WILAYAH KLAR DI KONTINEN UTARA
Apa Warrior yang kausebutkan benar-benar kuat?
Dia Dwarf yang melindungi desa ini selama hampir 400 tahun.
Biasanya, berapa lama rentang hidup Dwarf?
Sekitar 300 tahun.
Orang-orang memanggilnya Kakek Voll.
Dia adalah teman lamaku.
Aku ingin berbicara dengannya sebelum dia meninggal.
Sedihnya, kau tidak bercanda.
Namun, memang benar,
tidak banyak orang yang bisa membahas masa lalu
dengan Nona Frieren.
Ada bagusnya juga sesekali kita mampir seperti ini.
Mungkin aku akan singgah selama sepuluh tahun?
Jangan lebih dari seminggu.
Itu desanya?
Kakek Voll.
Lama tak jumpa.
Dia terlihat seperti Warrior keren yang berpengalaman, 'kan?
Dia masih dianggap sebagai Warrior?
Siapa kau sebenarnya?
Dia hanyalah kakek-kakek.
Namaku Frieren.
Oh, benar...
Apa kau masih pura-pura pikun?
Banyak orang yang tumbang dalam pertempuran karena lengah.
Itu taktik yang sangat efektif, baik untuk melawan Demon maupun manusia.
Kau tak bisa bangun, 'kan?
Sebanyak apa pun pengalaman Warrior,
jika mengabaikan pertahanan,
mereka bisa dengan mudah mengalami cedera yang fatal.
Andai aku menghunuskan pedangku,
kau pasti sudah kehilangan kakimu.
Rupanya kau masih memakai taktik kotor.
Frieren.
Selamat datang. Anggap saja rumah sendiri.
Tunggu, Frieren.
Aku tak bisa berjalan.
Stark, minta dia melatihmu selagi kau di sini.
Baik.
Kakek-kakek yang menakutkan.
Silakan gunakan kayu ini untuk perapian.
Kami ingin singgah selama sepuluh tahun. Jadi, apa ada pekerjaan untuk kami?
Nona Frieren, kita singgah tidak lebih dari seminggu.
Baiklah.
Ini desa kecil.
Jarang ada yang mau membantu. Jadi, aku sangat berterima kasih.
Kami hanya sedang senggang.
Astaga,
aku tak menyangka Kakek Voll punya teman.
Baru kali ini aku melihatnya berbicara dengan antusias.
Dia sudah sangat pikun sampai sulit diajak berbincang.
Dia telah lama melindungi desa ini dari serangan monster dan Demon,
tapi kami tak tahu apa alasannya.
Dia bagaikan dewa pelindung.
Jadi, dia selalu sendiri?
Tak terasa sudah seminggu saja.
Bagaimana latihan Stark?
Manusia memang cepat belajar.
Dia sudah lumayan berkembang.
Begitukah?
Kami sungguh terhibur, Kakek Voll.
Aku sangat berterima kasih kepadamu.
Kau memberiku kesempatan
untuk mengenal Himmel dan yang lainnya.
Kakek Voll, kenapa kau melindungi desa ini?
Semua sudah berlalu.
Sudah tidak penting lagi.
Tak ada yang mempertaruhkan nyawa demi "hal tidak penting".
Aku hanya
melindungi desa
yang istriku cintai.
Dia seorang manusia.
Aku hanya menepati janji
yang dahulu kubuat.
Tapi kurasa aku tak perlu menceritakannya secara detail.
Rasanya tak mungkin
menggambarkan wajah, suara, atau tatapannya dengan akurat.
Kenangan itu hanya untuk aku sendiri.
Kalian pasti menganggapku bodoh, karena aku terus menepati janji
kepada seseorang yang sudah mati.
Mungkin saja.
Tapi aku yakin
dia senang jika tahu
kau menepati janjimu.
Himmel, kau pahlawan yang baik.
Aku yakin kau bisa mengalahkan Demon King.
Istriku juga merindukan kehidupan dan masa-masa damai
tanpa kehadiran Demon King.
Pahlawan hebat bernama Himmel akan terus kukenang.
Aku akan mengenangnya sepanjang masa.
Kau sangat baik,
tapi tak perlu berlebihan begitu.
Ada Frieren dan Eisen di grupku.
Aku tidak akan hidup selama Elf.
Nah, biar Frieren yang mengemban tugas itu.
Dia yang akan terus membawa kenangan kita.
Benar, 'kan?
Oke, tak masalah.
Begitu rupanya.
Kau punya teman-teman yang luar biasa.
Kalau begitu, nanti aku harus
menunjukkan koleksi pose kerenku kepada Frieren.
Bisakah aku tak jadi mengenangmu saja?
Serius, koleksi pose kerennya sungguh tak diperlukan.
Itu memenuhi isi ingatanku saja.
Apa kau masih ingat wajah pahlawan itu?
Tentu saja, aku ingat.
Kalau suaranya?
Jangan meremehkanku.
Aku ingat semuanya.
Himmel adalah alasanku mulai tertarik pada manusia.
Sama seperti alasanmu melindungi desa ini.
Jadi, itu penting bagiku.
Begitu rupanya. Alasan, ya?
Aku sudah tak bisa mengingatnya.
Wajah, suara, ataupun tatapannya...
Walaupun begitu,
aku melindungi desa ini demi sesuatu
yang penting bagiku.
Kakek Voll, kau memang humoris.
Omong-omong,
ke mana tujuan kalian dalam perjalanan ini?
Kami menuju Aureole, "kontinen tempat jiwa-jiwa beristirahat".
Di mana itu?
Di Ende, tempat kastel Demon King berada.
Begitu rupanya.
Jadi, kalian akan mengalahkan Demon King?
Aku sudah tak sabar menantikan era perdamaian.
Kakek Voll,
Demon King sudah...
Ada apa?
Kakek Voll, aku juga akan
membawa kenanganmu sampai kapan pun.
Baiklah.
Ide yang bagus.
Aku senang bisa bertemu denganmu di hari-hari terakhirku.
Kau sudah mengatakannya 80 tahun lalu.
Dah, Kakek Voll. Jaga dirimu.
Frieren...
Istriku muncul dalam mimpiku.
Oh, ya?
Mungkin itu karena
kita habis mengenang masa lalu.
No comments yet. Be the first to leave one.