Release info

SousounoFrieren-16[1080pAV110Bit]
A Commentary by sph21

Tags

1080
Published on: 2023-12-23
Downloads: 108
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 152 lines.

Hei, Sein!

Mage itu mau memotret kita.

Memotret?

Apa maksudmu?

Ayo, cepat!

Ini akan menjadi awal mula legenda kita!

CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE

DUA PULUH SEMBILAN TAHUN SEJAK HIMMEL THE HERO WAFAT

WILAYAH KLAR DI KONTINEN UTARA

Apa Warrior yang kausebutkan benar-benar kuat?

Dia Dwarf yang melindungi desa ini selama hampir 400 tahun.

Biasanya, berapa lama rentang hidup Dwarf?

Sekitar 300 tahun.

Orang-orang memanggilnya Kakek Voll.

Dia adalah teman lamaku.

Aku ingin berbicara dengannya sebelum dia meninggal.

Sedihnya, kau tidak bercanda.

Namun, memang benar,

tidak banyak orang yang bisa membahas masa lalu

dengan Nona Frieren.

Ada bagusnya juga sesekali kita mampir seperti ini.

Mungkin aku akan singgah selama sepuluh tahun?

Jangan lebih dari seminggu.

Itu desanya?

Kakek Voll.

Lama tak jumpa.

Dia terlihat seperti Warrior keren yang berpengalaman, 'kan?

Dia masih dianggap sebagai Warrior?

Siapa kau sebenarnya?

Dia hanyalah kakek-kakek.

Namaku Frieren.

Oh, benar...

Apa kau masih pura-pura pikun?

Banyak orang yang tumbang dalam pertempuran karena lengah.

Itu taktik yang sangat efektif, baik untuk melawan Demon maupun manusia.

Kau tak bisa bangun, 'kan?

Sebanyak apa pun pengalaman Warrior,

jika mengabaikan pertahanan,

mereka bisa dengan mudah mengalami cedera yang fatal.

Andai aku menghunuskan pedangku,

kau pasti sudah kehilangan kakimu.

Rupanya kau masih memakai taktik kotor.

Frieren.

Selamat datang. Anggap saja rumah sendiri.

Tunggu, Frieren.

Aku tak bisa berjalan.

Stark, minta dia melatihmu selagi kau di sini.

Baik.

Kakek-kakek yang menakutkan.

Silakan gunakan kayu ini untuk perapian.

Kami ingin singgah selama sepuluh tahun. Jadi, apa ada pekerjaan untuk kami?

Nona Frieren, kita singgah tidak lebih dari seminggu.

Baiklah.

Ini desa kecil.

Jarang ada yang mau membantu. Jadi, aku sangat berterima kasih.

Kami hanya sedang senggang.

Astaga,

aku tak menyangka Kakek Voll punya teman.

Baru kali ini aku melihatnya berbicara dengan antusias.

Dia sudah sangat pikun sampai sulit diajak berbincang.

Dia telah lama melindungi desa ini dari serangan monster dan Demon,

tapi kami tak tahu apa alasannya.

Dia bagaikan dewa pelindung.

Jadi, dia selalu sendiri?

Tak terasa sudah seminggu saja.

Bagaimana latihan Stark?

Manusia memang cepat belajar.

Dia sudah lumayan berkembang.

Begitukah?

Kami sungguh terhibur, Kakek Voll.

Aku sangat berterima kasih kepadamu.

Kau memberiku kesempatan

untuk mengenal Himmel dan yang lainnya.

Kakek Voll, kenapa kau melindungi desa ini?

Semua sudah berlalu.

Sudah tidak penting lagi.

Tak ada yang mempertaruhkan nyawa demi "hal tidak penting".

Aku hanya

melindungi desa

yang istriku cintai.

Dia seorang manusia.

Aku hanya menepati janji

yang dahulu kubuat.

Tapi kurasa aku tak perlu menceritakannya secara detail.

Rasanya tak mungkin

menggambarkan wajah, suara, atau tatapannya dengan akurat.

Kenangan itu hanya untuk aku sendiri.

Kalian pasti menganggapku bodoh, karena aku terus menepati janji

kepada seseorang yang sudah mati.

Mungkin saja.

Tapi aku yakin

dia senang jika tahu

kau menepati janjimu.

Himmel, kau pahlawan yang baik.

Aku yakin kau bisa mengalahkan Demon King.

Istriku juga merindukan kehidupan dan masa-masa damai

tanpa kehadiran Demon King.

Pahlawan hebat bernama Himmel akan terus kukenang.

Aku akan mengenangnya sepanjang masa.

Kau sangat baik,

tapi tak perlu berlebihan begitu.

Ada Frieren dan Eisen di grupku.

Aku tidak akan hidup selama Elf.

Nah, biar Frieren yang mengemban tugas itu.

Dia yang akan terus membawa kenangan kita.

Benar, 'kan?

Oke, tak masalah.

Begitu rupanya.

Kau punya teman-teman yang luar biasa.

Kalau begitu, nanti aku harus

menunjukkan koleksi pose kerenku kepada Frieren.

Bisakah aku tak jadi mengenangmu saja?

Serius, koleksi pose kerennya sungguh tak diperlukan.

Itu memenuhi isi ingatanku saja.

Apa kau masih ingat wajah pahlawan itu?

Tentu saja, aku ingat.

Kalau suaranya?

Jangan meremehkanku.

Aku ingat semuanya.

Himmel adalah alasanku mulai tertarik pada manusia.

Sama seperti alasanmu melindungi desa ini.

Jadi, itu penting bagiku.

Begitu rupanya. Alasan, ya?

Aku sudah tak bisa mengingatnya.

Wajah, suara, ataupun tatapannya...

Walaupun begitu,

aku melindungi desa ini demi sesuatu

yang penting bagiku.

Kakek Voll, kau memang humoris.

Omong-omong,

ke mana tujuan kalian dalam perjalanan ini?

Kami menuju Aureole, "kontinen tempat jiwa-jiwa beristirahat".

Di mana itu?

Di Ende, tempat kastel Demon King berada.

Begitu rupanya.

Jadi, kalian akan mengalahkan Demon King?

Aku sudah tak sabar menantikan era perdamaian.

Kakek Voll,

Demon King sudah...

Ada apa?

Kakek Voll, aku juga akan

membawa kenanganmu sampai kapan pun.

Baiklah.

Ide yang bagus.

Aku senang bisa bertemu denganmu di hari-hari terakhirku.

Kau sudah mengatakannya 80 tahun lalu.

Dah, Kakek Voll. Jaga dirimu.

Frieren...

Istriku muncul dalam mimpiku.

Oh, ya?

Mungkin itu karena

kita habis mengenang masa lalu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left