The first 200 lines.
Jangan ikut campur dalam masalah ini. Lepaskan.
- Dia tidak bersalah. - Apa maksudmu?
Aku sudah mendengar kejadiannya, dan dia yang salah.
Aku bilang dia tidak salah.
Kamu serius?
Maafkan aku.
So Yu.
Astaga.
Kamu memukul adikku?
Kamu juga memukulnya.
Maafkan aku. Kamu boleh memukulku sebanyak dia memukulmu.
Perilaku ini tidak menunjukkan penyesalan.
Jika kamu meminta maaf seperti ini,
kamu pikir aku akan bersyukur dan membungkuk kepadamu?
Astaga, beraninya kamu bicara seperti itu.
Hei, kamu pikir kamu siapa berani bicara tidak sopan padanya?
- Seo Hyung. - Baiklah.
Anggap saja kamu dijebak dalam kasus foto paparazi itu.
Meskipun begitu, beraninya...
Beraninya kamu memukul kepala adikku.
Maksudku, kamu pasti sudah gila. Beraninya kamu memukul...
So Yu, aku mau kamu keluar sekarang!
- Baiklah. - Seo Hyung.
"Baiklah?"
Kamu mungkin berpikir kamu bisa keluar
dan bekerja di tempat lain.
Baiklah, silakan.
Aku aku memastikan tidak ada yang akan mempekerjakanmu.
Seo Hyung!
Tolong keluarlah.
Cepat.
So Yu!
Seo Hyung, tolong diamlah.
Kamu yang diam.
Jika ayah tahu dia memukulmu,
habislah dia.
Aku akan membuktikan bagaimana emosimu bisa
- mengacaukan hidupmu. - Ayo kita keluar dari sini.
Air es.
Air es.
Minuman apa yang bisa menenangkan?
Apa teh kamomil bisa menenangkan?
Ya.
Aku pesan satu teh kamomil
dan satu es Americano dengan banyak es.
Totalnya 5,6 dolar.
Bayar minumannya.
Aku tidak bilang mau minum.
Aku datang begitu selesai olahraga, jadi aku tidak bawa uang.
Astaga. Minumanku untuk dibawa pulang.
Maaf aku salah paham tentangmu.
Apa kamu bilang?
Aku bilang maaf aku salah paham tentangmu.
Aku akan menghentikan perusahaan mengambil tindakan
yang merugikanmu.
Percayalah padaku.
Lebih baik aku memercayai penipu.
Kalau begitu kamu bisa meluangkan waktu untuk memercayaiku.
Aku akan berdiri pada hitungan ketiga.
Dan jangan ikuti aku.
Hidupku sudah cukup kacau
hanya karena berurusan denganmu.
Astaga, itu agak terlalu kejam.
Apa karena kakakku?
Dia hanya mengancam.
Tapi dia tidak akan benar-benar memecatmu.
Satu, dua, tiga.
Ini soal pemecatan Eun So Yu. Aku akan mulai dengan agensi besar.
Apa kamu punya informasi tentangnya?
Hei.
Jangan datang ke kantorku sesukamu seperti ini.
Kamu menarik pergelangan tanganku dan menyeretku waktu itu.
Lihat? Pergelangan tanganku masih memar.
Dan sekarang kau bilang apa?
Waktu itu situasinya gawat.
Bagaimana dengan sekarang?
Aku bukan pemilik toko di pasar distrik.
Karyawanku mengawasi dan membicarakan semua gerak-gerikku.
Baiklah, Direktur Choi.
Astaga, jangan terlalu temperamental.
Astaga, hati-hati.
Di usia kita, kita harus hati-hati bahkan saat berdiri dan duduk.
Tidakkah kamu tahu itu?
Usia kita terpaut jauh. Kamu bicara seolah-olah kita seumuran.
Mungkin itu yang terjadi padamu, tapi aku masih cukup muda.
Baiklah, anggap saja kamu muda.
Lihat? Kamu pikir aku manis terlepas dari apa pun yang kukatakan.
Itu sebabnya
kita harus balikan...
Lupakan. Aku tidak mau menjadi pacarmu
Aku mau menjadi istrimu dan bukan yang lain.
Apa kamu datang dari jauh ke sini untuk mengatakan itu?
Untuk apa aku repot-repot mengatakan sesuatu yang tidak berguna?
- Lalu ada apa kamu kemari? - Ini soal Nona Choi.
- Ada apa dengan Seo Hyung? - Dia sangat tidak sopan padaku.
Dia juga tidak sopan padaku.
Bukan begitu. Dia benar-benar mengabaikanku.
Dia mengabaikanmu?
Setelah dia mengetahui hubungan kita,
dia menganggap rendah aku.
Menganggap rendah?
Ayolah. Itu tidak mungkin.
Aku serius.
Bahkan beberapa waktu lalu, aku dan penata gayaku sedang memilih baju
dan dia membuka pintu seperti berandal.
Astaga.
Apa dia mengatakan sesuatu padamu?
Dia tidak berani bilang apa-apa di depanku,
tapi aku tahu dari sikapnya
bahwa dia naik pitam karena aku.
Apa? Dia naik pitam?
Dia selalu memarahi semua orang.
Apa istilahnya?
Benar. Dia mengalami masalah pengendalian emosi.
Seo Jun akan sangat kompeten.
Seo Jun?
Semua artis mempertimbangkan keluar dari agensi ini
karena mereka muak dengan komentar Seo Hyung.
Begitu juga dengan insiden paparazi di Pulau Jeju.
Seo Jun hanya akan
dikritik karena Seo Hyung.
Baiklah, aku akan membicarakannya dengan Nona Hong.
Pantas saja orang menjulukimu itu.
Menjuluki aku apa?
Mereka bilang kamu boneka Nona Hong.
Boneka?
Mereka bilang kamu boneka tidak berdaya yang dikendalikan Nona Hong.
- Siapa yang bilang begitu? - Semua orang kecuali kamu.
Aku sangat kecewa padamu.
Ya, apa kamu di sana?
Ya, aku di depan rumah si paparazi.
Pastikan kamu tidak membuat kesalahan.
Apa?
Aku meminta rekaman suara, tapi dia malah mengirimiku foto.
Pak Bang, sudah lihat fotonya?
Ya, apa ini?
Perempuan itu sepertinya Nona Yoon yang bekerja untuk Nona Hong.
Siapa pria itu?
Dia pria yang memotret Choi Seo Jun dan Pink Bubble.
Apa?
"CEO, Bang Yoon Tae"
Aku tidak percaya ini.
Jadi kamu pergi menemui si paparazi
tapi kamu malah mendapatkan sesuatu yang lebih besar.
Ini saja akan cukup mengakhiri masa kejayaan Nona Hong.
Kerja bagus.
"Penasihat, Hong Baek Hee"
Astaga.
Ada apa meneleponku, Pak Bang?
Aku ingin mentraktirmu makan malam kalau kamu ada waktu.
Asal tahu saja, aku baru membatalkan janji sebelumnya.
Aku tadinya akan bertemu dengan ayah mertuaku,
tapi aku pikir aku harus memberimu kesempatan lebih dahulu.
Aku merasa cemas mendengarmu mengatakan itu.
Baiklah, sampai jumpa nanti.
So Yu, tolong jangan seperti ini.
Kamu harus membicarakannya dengan manajer tim dan Nona Choi.
Begitu perawatan ibuku dimulai, aku tidak akan bisa bekerja
di siang hari.
Perawatan?
Apa itu sebabnya kamu begitu tidak fokus di bandara?
Ya.
Astaga, hidupmu berat sekali.
Ini semua karena adik Nona Choi, bukan?
Astaga, kenapa kopernya harus tertukar dengan punyamu.
Aku pikir dia pangeran, tapi ternyata kodok.
Dia pecundang.
Kamu akan membutuhkan banyak uang untuk perawatannya.
Bagaimana kamu akan membayarnya?
Haruskah aku keluar?
- Apa? - Aku akan memberimu uang deposito.
Kamu gila?
Aku akan bekerja di sauna kering selama hari kerja.
Kamu yang gila.
Kamu akan kerja sif malam setiap hari?
Bisakah kamu mencegah So Yu keluar?
Aku tidak punya wewenang.
Sebaiknya kamu tidak mengatakan kamu diperlakukan dengan buruk.
Bu.
Kamu kehilangan barang sponsor, tapi tidak memberi tahu siapa pun,
dan kamu kurang ajar pada bosmu.
Aku dengar kamu bahkan bertengkar dengan Oh Na Mi di salon rambut.
Kamu sudah keterlaluan untuk aku lindungi.
Terima kasih atas semuanya.
- Nanti kutelepon. - Apa kamu sungguh pergi?
Berhentilah bersikap seolah kita tidak akan bertemu lagi.
Berhentilah menimbulkan keributan dan masuklah.
So Yu, apa kamu sungguh keluar?
Hei, Pak Hong.
Bisa kita bicara sebentar?
Katanya kamu seperti saudara dengan adik Nona Choi.
Dan mengingat sifat So Yu, aku yakin dia tidak memberitahumu.
Tapi dia perlu menghasilkan...
Dia harus bekerja.
Bisakah kamu tolong bicara dengan adik Nona Choi sehingga dia bisa...
Baiklah, permisi.
"Se Hyun"
"Se Hyun"
Kamu pergi seolah tidak akan bertemu denganku lagi, tapi kamu sudah...
- Kamu di mana? - Aku di ruang loker.
No comments yet. Be the first to leave one.