The first 200 lines.
Aku sangat sial,
lahir di tengah perang utara dan selatan.
Saat ini, Negara Zhou yang kuat.
Dan aku hidup di Negara Chen yang kecil.
Harus beli makanan pokok
adalah hukum hidup di negara lemah.
Selain itu,
masih ada cara hidup
yang sangat kuno dan efektif.
Yaitu menikahi putri yang sial,
korbankan kebahagiaan pribadinya
demi kebahagiaan negara.
Tunggu, sebenarnya masih ada cara lain.
Yaitu pura-pura menikahi
wanita yang lebih sial dari putri sial.
Kebahagiaan pribadi wanita sial itu
tidaklah penting.
Lagi pula dia bukan putri keluarga berkuasa.
Biarkan saja dia menangis di toilet.
Tapi, yang lebih sial lagi,
wanita sial itu adalah aku.
Kaisar tiba!
Bagaimana ini?
Semuanya pergilah.
Kenapa menghindar?
Apa kau malu?
Dalam perang Zhou dan Qi, Negara Qi kalah.
Saya khawatir target Negara Zhou berikutnya
adalah Negara Chen kita.
Para pejabat,
apa kalian punya taktik menghadapinya?
Ini...
Ayah,
aku bersedia pimpin pasukan ke perbatasan.
Tekad dan keberanian Yang Mulia
sungguh keberuntungan rakyat.
Tapi pasukan Negara Zhou kuat.
Jika ingin berperang,
mungkin sulit untuk menang.
Liu Jing.
Liu Jing.
Guru,
aku di sini.
Guru.
Liu Jing menipumu.
Tadi dia masuk diam-diam.
Aku...
Liu Jing.
Ya?
Katakanlah,
apa inti pelajaran hari ini?
Kau bilang apa?
Lebih keras.
Liu Jing!
Guru,
ini salahku.
Aku...
Seharusnya tidak bolos demi ayahku.
Maksudmu Guru Istana Liu kenapa?
Kemarin ayahku terserang flu,
terbaring di ranjang.
Aku terpaksa
bolos untuk meminta obat di klinik istana.
Jika tidak percaya, lihatlah ini.
Melihat rasa berbaktimu,
akan kumaafkan.
Guru,
Liu Jing bohong.
Pagi ini aku melihat guru istana.
Dia baik-baik saja di ruang baca istana.
Liu Jing!
Selain perang,
apa tidak ada solusi lain?
Kaisar, hamba punya solusi,
mungkin bisa menghindari perang.
Tapi...
Jangan sungkan.
Kaisar,
hamba ingat 10 tahun lalu,
saat mendiang kaisar Negara Zhou, Yuwen Yan
datang ke Negara Chen,
ada putri yang menarikan lagu 'Phoenix Terbang'
dengan sangat menakjubkan.
Saat itu,
Yuwen Yan ingin putri itu
menikahi Kaisar Zhou saat ini, Yuwen Yong.
Tapi saat itu putri masih kecil,
jadi hal itu dibatalkan.
Guru Liu,
kau tahu sedang bicara apa?
Itu hanyalah ucapan saat mabuk,
jangan anggap serius.
Negara Zhou penuh ambisi,
selatan pasti akan tetap diserang.
Meski pernikahan damai
bukan solusi jangka panjang,
tapi bisa mengulur waktu
agar negara kita bisa memperkuat pasukan.
Saat Negara Zhou menyerang nanti,
kita bisa menghadapinya dengan mudah.
Kaisar,
dia putri kesayangan Anda.
Dia patuh, berbakti, jujur dan polos.
Negara Zhou
adalah tempat yang kejam dan liar.
Pejabatku,
aku tahu kau sayang keponakanmu.
Aku juga begitu.
Tapi ucapan Guru Liu benar.
Kita butuh waktu.
Perang ini
tidak akan bisa kita menangkan.
Hamba bersedia memimpin pasukan
untuk menjaga perbatasan.
Meski harus mempertaruhkan nyawa,
saya tidak akan biarkan pasukan Zhou masuk.
Sudahlah.
Keputusanku sudah bulat.
Nikah damai.
Ayah.
Kaisar.
Guru Liu,
pernikahan putri
kuserahkan sepenuhnya padamu.
Hamba patuh.
Linchuan,
kalian lahir dari orangtua yang sama.
Kenapa kalian sangat berbeda?
Kau cantik bagai bunga, lembut dan baik.
Tapi ada seseorang
yang berpenampilan manusia,
tapi sifatnya sangat licik,
selalu merugikan orang lain.
Liu Jing,
maksudmu siapa yang licik?
Kau duduk di tempat orang licik, 'kan?
Kenapa masih tanya?
Kau...
Liu Jing,
putri guru istana biasa
berani menghina pangeran.
Apa kau kira jika dilindungi Linchuan,
aku tidak berani memukulmu?
Majulah!
Siapa yang takut?
Aku memang ingin menegakkan keadilan!
Tenanglah, bicara baik-baik.
Jangan seperti anak kecil.
Linchuan, menjauhlah.
Jangan sampai kau terluka karena seranganku.
Baiklah.
Lihat saja balasanku nanti.
Pernikahan damai?
Kakak Ketiga,
pernikahan damai apa?
Ayah bilang,
putri akan menikah ke Negara Zhou.
Putri yang mana?
Hamba juga tidak tahu.
Tapi kabarnya,
10 tahun lalu,
ada putri yang disukai
mendiang kaisar Negara Zhou.
10 tahun lalu?
Bukankah itu Linchuan?
Diam!
Linchuan putri kesayangan ayah.
Pasti kau yang dimaksud, tidak mungkin dia!
Aku bukan putri.
Tanganku pegal!
Ini gara-gara Chen Ke brengsek!
Entah bagaimana kabar
- klinik istana. - Jing'er.
Ayah.
Kudengar,
kau bolos dan ke klinik istana,
membuat mereka kerepotan.
Aku tidak merepotkan mereka.
Paling parah hanya...
Hanya sedikit repot saja.
Kau selalu bersama Putri Linchuan,
kenapa kau tidak belajar
hal yang bermoral darinya?
Kau malah semakin tidak sopan
dan memalukan.
Ayah,
kudengar
Kaisar ingin menikahkan putri
ke Negara Zhou untuk perdamaian.
Apa itu benar?
Bukankah kaisar paling suka Putri Linchuan?
Ada yang lebih penting.
Sekarang,
negara sedang dalam bahaya.
Sebagai pemimpin negara,
kaisar harus mengabaikan hubungan keluarga.
Putri,
Kasim Li datang.
Putri, kaisar memberi dekret.
Putri Linchuan
No comments yet. Be the first to leave one.