The first 200 lines.
Rupanya aku mandul.
Lalu bagaimana kamu akan melanjutkan silsilah keluarga ini?
- Aku akan menyewa ibu pengganti. - Ibu pengganti?
Apa Hye Rim bisa mengenalkanmu kepada seorang ibu pengganti?
Dokter tidak boleh melakukan itu.
Kita harus mencarinya sendiri.
- Dia Yoon Ji Young. - Aku Choi Kyung Shin.
Mari kita menandatangani kontraknya.
Kita akan bersama selama 10 bulan ke depan.
Semoga kita bisa akrab.
Kamu pasti keliru.
Ini bukan bayimu, ini bayi kita.
Makan ini. Makan ini selagi aku melihat.
Itu jari.
Kenapa kamu menggambar jari?
Aku berpikir tentang janji-janji yang aku tepati sampai sekarang
dan janji-janji yang harus aku tepati mulai sekarang.
Kemungkinan besar dia mengalami keterbelakangan mental.
Maafkan aku, Kyung Shin.
Mari kita lindungi bayi kita.
Kita adalah ibu.
Kami sudah memutuskan untuk tidak mempertahankan bayi itu.
Tolong bergegaslah! Jangan sampai mereka menangkapku!
Berhenti! Hei!
Ji Young sudah melahirkan bayi kita.
Apa?
Dia baik-baik saja.
Kamu...
- Apa kamu baik-baik saja? - Tolong aku.
Dia mencoba menculik bayiku.
Kamu hanya penculik yang menculik bayiku.
Aku yang melindungi bayi ini!
Kamu hanya seorang penculik.
- Lepaskan aku! - Ini bayimu, Bu Choi.
Anakku.
Aku ibumu.
Kembalikan dia! Dia bayiku!
Apa? Dia pergi ke Busan?
"Episode 27"
Kamu tidak pernah beranjak dari sofa itu.
Apa kamu nenek-nenek?
Kenapa kamu terus menangis sambil menonton drama?
Apa masalahmu?
Ini adegan penting.
Astaga, setidaknya bersihkan lantainya
daripada tidak melakukan apa pun seperti pengangguran.
Ji Young akan segera datang.
Pengangguran?
Aku beristirahat setelah pensiun.
Aku pantas untuk bersantai, kamu tahu.
Bersihkan lantainya sekarang juga.
Bersihkan dengan cermat, Sayang.
Setiap sudutnya.
Baik, aku mengerti.
Ji Young.
Apa kalian semua sehat?
Tentu saja. Kami sehat.
Pamanmu makan tiga kali di rumah setelah pensiun.
Tunggu. Dia bahkan makan camilan, jadi, dia seperti anak nakal.
Dia bahkan makan camilan di malam hari, dia payah.
Apa?
Aku hanya bercanda.
Apa toko Bibi laris?
Lumayan laris.
Pemilik tanah menaikkan harga sewa, jadi, itu menyulitkan bibi.
Bibi tidak bisa menyewa pekerja paruh waktu selama akhir pekan.
Kalian harus datang dan membantu.
Aku harus bekerja di akhir pekan.
Aku harus belajar.
Belajar?
Kamu mungkin minum-minum
atau bermain gim video.
Apa?
- Dasar... - Dasar berengsek.
Aku senang kamu kembali ke Seoul.
Kamu tidak bisa dapat pekerjaan di Busan karena penitipan anak itu.
Jadi, tidak ada gunanya kamu tinggal di sana.
Bibimu benar. Kamu sebaiknya tinggal di sini.
Kamu bisa bersantai dan mencari pekerjaan lain.
Sebenarnya, seorang teman dekatku mendapatkan pekerjaan
di taman kanak-kanak internasional yang dikelola oleh kerabatnya.
Aku sedang berpikir untuk melamar pekerjaan di sana juga.
Taman kanak-kanak internasional?
Apa kamu harus mengajar dalam bahasa Inggris?
Dia pernah tinggal di luar negeri saat kuliah.
Itu akan mudah baginya.
Bong Kyu, kamu tidak bisa berbahasa Inggris, bukan?
Hormatilah kakakmu.
Dan aku setidaknya lebih baik darimu.
Jangan berisik.
Ayo kita ke toilet.
Ayo.
Tunggu sebentar.
Ada apa?
Bu, apa makan siang hari ini?
Daging iga panggang.
Tony, apa kamu mau ke toilet?
Kamu harus buang air kecil.
- Baik. - Ayo.
Astaga.
"Kosmetik TS"
- Bagus. - Ya.
Hebat.
Semuanya.
Tidak, tunggu. Kalian sekarang adalah pemegang saham.
Ini hari peluncuran merek kedua kita.
Jadi, aku sudah menyiapkan makanan istimewa untuk kalian semua.
- Silakan. - Baik.
- Silakan lewat sini. - Ayo.
Ikuti aku.
Pak Shin, kenapa kamu tidak membeli mobil baru?
Kenapa kamu mengendarai mobil ini padahal penghasilanmu besar?
Apa masalahnya dengan mobil ini?
Apa kamu tahu berapa banyak keberuntungan yang dibawa mobil ini?
Perusahaan kita bisa berkembang sebesar ini karena mobil ini.
Itu semua terjadi saat aku mengendarai mobil ini.
Ayolah. Kamu mengendarai mobil Pak Han
untuk menghadiri semua rapat penting.
Aku tahu itu karena kamu malu mengendarai mobilmu.
Kamu sangat pandai menyerang orang-orang
dengan fakta-fakta.
Tapi tetap saja, aku CEO perusahaan ini.
Aku tidak boleh terjerumus dalam risiko moral.
Aku harus menabung
dan menginvestasikan sisa uangku untuk perusahaan.
Apa itu risiko moral?
Belanjakanlah uangmu untuk diri sendiri.
Maksudku, lihat mobil ini. Mobil ini sangat jelek.
Kamu masih tinggal di apartemen studio itu, bukan?
Kamu harus pindah ke apartemen yang lebih baik.
Kamu selalu memberi kami bonus besar,
tapi kenapa kamu tidak berbelanja untuk diri sendiri?
Dia benar.
Baik, aku akan melakukan semua itu lain kali.
Kenapa kamu tiba-tiba melambat?
Tidak ada mobil di depan kita.
Remnya kurang baik,
jadi, harus aku harus mengerem 100 m sebelum benar-benar berhenti.
Apa?
Remmu kurang baik?
Apa remnya rusak?
Bisa dibilang begitu.
Tapi mobil ini akan berhenti jika aku mengerem 100 m sebelumnya.
Dahulu aku pembalap mobil.
Aku tidak pernah menabrak mobil lain.
Tapi itu artinya rem mobil ini tidak berfungsi, bukan?
Apa itu berarti kita akan mati di mobil ini?
Ini gila!
Astaga, tidak apa-apa. Jangan khawatir.
Ayo turun.
Tidak apa-apa. Masuklah. Kita sudah terlambat.
Tidak mau. Aku hanya punya satu nyawa.
Apa perusahaan kita tidak memiliki cukup uang
untuk membeli mobil bagi CEO?
Kita memiliki lebih dari cukup. Kita bisa membelikannya 100 mobil.
Halo? Apa ini perusahaan truk derek?
Ada sampah yang perlu kamu derek sekarang.
Ya, tolong datang sekarang juga.
Baik, aku akan mengirim lokasinya lewat pesan teks.
Astaga.
Kita akan terlambat jika terus begini.
Aku akan memanggil taksi.
Sejujurnya, mobil ini adalah alasan
aku memutuskan bekerja untukmu.
Apa?
Kupikir masa depan perusahaan
akan cerah karena CEO-nya hemat.
Ayolah.
Ini bukan hemat. Ini menyedihkan.
Tapi Pak Jung tidak seperti kamu.
Aku bekerja untuk Pak Jung selama tiga tahun
setelah kamu menjual agensimu kepadanya.
Dia tinggal di rumah mewah dan mengendarai mobil mewah.
Tapi dia tidak membayar karyawannya dengan layak.
Dia tidak mengelola bisnisnya seperti kamu.
Dia mengelola perusahaannya seperti apa?
Pak Shin lebih memedulikan bawahan daripada uang.
Tapi Pak Jung hanya peduli tentang uang.
Astaga.
Pujian itu berlebihan.
Teruskan.
Apa karena itu kamu bekerja di perusahaan kami?
Apa karena kalian berbeda?
Menurutku kami mirip.
Apa? Kamu baru saja mengatakan bahwa dia gila uang.
Aku bertanggung jawab atas keuangan perusahaan.
Bukankah itu lucu?
Astaga.
Aku merinding.
- Ji Young. - Bibi Ki Sook.
Hei.
Apa ibumu tahu kamu kembali ke Seoul?
Apa kamu masih tidak berbicara dengan ibumu?
Tidak banyak yang bisa aku bahas dengan ibuku.
Bibi rasa hubungan kalian akan membaik seiring waktu.
Joon Su pasti sudah makin besar.
Kamu tidak terlalu memikirkannya, bukan?
Aku merindukannya.
Tapi aku yakin dia baik-baik saja.
Bibi senang kamu berpikir begitu. Ingatlah dia dalam hatimu
No comments yet. Be the first to leave one.