Full House

Full House (풀하우스)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

E11 Full House 2004 Manual Translated Ind
A Commentary by lututkanan
Manual Translated ... vote GOOD kalau suka !!

Tags

other
Published on: 2011-08-02
Downloads: 69
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku ingin bersamamu.

Kau mau?

Kalau pernikahan ini hanyalah pura-pura...

berarti dia juga punya kesempatan.

Apa boleh aku menyukainya juga?

"Si Ayam" mana sarapannya?

Maaf.

Aku takkan panggil "Ayam" lagi.

Jadi kupanggil apa?

- Ah, koko! - Apa kau bilang?

Koko, mana sarapannya?

Koko yang baik.

Mana?

Ini.

Itu tak kuapa-apakan.

Kita sudah sepakat, kan?

Aku kan sibuk, jadi giliranmu.

Memangnya kau sibuk apa?

Aku mau bertemu Min-hyuk sore nanti.

Kenapa?

Tak ada...

Jadi kalian...

mau makan malam bersama?

Mungkin.

Makanlah makanan yang enak.

Atau pesan saja yang mahal-mahal.

Aku tak mau.

Baguslah.

Aku baru ingat kalau...

aku belum pernah mengajakmu makan diluar.

Aku hanya bisa berjanji saja.

Kalau kau mau bertemu Min-hyuk, pergilah.

Kau tak perlu izinku.

Kita bersama karena kontrak itu.

Pernikahan ini hanya sebatas bisnis...

tanpa menggunakan perasaan kita.

Hatimu...

itu milikmu.

Baguslah.

Aku akan lakukan sesuka hatiku.

Tulisanmu sudah cukup baik.

Benarkah? Syukurlah.

Lalu...

ceritanya jadi di filmkan?

Baik.

Belum bisa kupastikan.

Oh begitu.

Itu lebih sulit.

Tapi kalau kau mau,

kau bisa tulis skenarionya?

Huh?

Aku?

Kenapa?

Tak percaya diri?

Maksudku...

Aku sedikit gugup.

Tapi aku akan berusaha keras.

Tapi aku tak begitu yakin.

Tenang saja, kau pasti bisa.

Ayo kita makan dulu.

Akan kutraktir makanan yang enak.

Makanannya enak-enak?

Aku baru lihat tempat ini kemarin, katanya enak.

Sebenarnya aku mau beli ini dari dulu.

Kenapa tak jadi?

Dengan pakaian serapi ini, aku sedikit malu.

Soal yang itu...

soal yang kau bilang kemarin itu.

Sebenarnya,

pernikahanku dengan Young-jae...

minimal 3 tahun.

Tenang saja.

Akan kuurus semuanya.

Hmm?

Kau mengurusnya demi aku?

- Ya, jadi kau tak usah khawatir. - Mungkin kau sudah salah paham...

Aku sudah setuju dengannya.

Kami sudah sepakat untuk menjalaninya.

Bukan itu maksudku.

Kalau kau tak mau menjalani kontraknya,

biar aku yang urus.

Bukan begitu.

Perasaanku tetap milikku.

Maaf, aku sudah bicara salah.

Tak apa.

Perasaanku tetap milikku.

Tapi aku tak begitu yakin.

Dengar,

Aku memang tak menyukai Young-jae.

Dia selalu memanggilku ayam, burung, mangkuk nasi.

Selalu mengerjaiku.

Dan berteriak padaku.

Juga...

Dia sudah menyukai orang lain.

Dan dia terus membuatku menunggu.

Tap tetap saja,

aku bahagia berada didekatnya.

Dan karena dia,

aku juga jadi patah hati.

Aneh sekali, kan?

Halo?

Ya, halo.

Respon dari filmnya buruk sekali.

Beberapa bioskop sudah menghentikan penayangannya?

Filmnya begini karena reputasinya,

yang sudah mendadak menikah.

Iklannya juga payah.

Kalau sudah begini,

dan kalau terus begini,

semuanya pasti akan sulit.

Sudah tuggu lama?

Tidak, aku juga baru pulang.

Harusnya aku pulang telat saja.

Kau menungguku, kan?

Kau menungguku memasak untukmu, kan?

Memang iya. Kenapa?

Kau sudah bersihkan semuanya?

Bersih-bersih?

Kau tak lihat?

Bersih, kan?

Kau sudah bilang ke Min-hyuk?

Apa?

Kalau kau menyukainya.

Ya.

Dia bilang apa?

Cuma bilang terima kasih.

Aku akan jaga hubungan kami ini,

jadi kau tak perlu khawatir.

Siapa yang khawatir?

Aku hanya ingin kalian bahagia.

Baguslah.

- Berbahagialah. - Ya, baiklah.

Berbahagialah kalian berdua.

Ya, tenang saja.

Kau kenapa?

Kenapa apanya?

Kenapa kau marah padaku?

Kapan?

Kapan? Jangan pura-pura tak tahu.

Aku sudah kerjakan semua yang kau minta.

Dan kau bisa bertemu Min-hyuk sesuka hatimu.

Aku sudah jalankan semua syarat di kontraknya.

Kenapa kau masih marah?

Bukannya begitu.

Lalu kenapa?

Itu karena...

Karena aku banyak kerja.

Aku sibuk sekali sekarang. Aku dipercaya untuk menulis skenario.

Menulis skenario?

Tulisanku semakin hari semakin bagus.

Si Ayam...

Maksudku... "koko" hebat sekali.

Aku tak salah dengar, kan?

Karena itu mulai sekarang kau yang bersihkan rumah.

Tak bisa.

Aku tak mau melihatmu lagi, oke?

Jadi tak usah menyuruh aku buat sarapan untukmu lagi.

Satu lagi,

panggil aku "koko" lagi.... awas kau!

Sudah cuci piring?

Nanti saja.

Nanti kapan?

Cuci sekarang.

Kubilang nanti.

Aku bukan pelayanmu lagi, jadi berhentilah menyuruhku.

Apa?

Kau tak mau gaji lagi?

Aku tak tahu-menahu soal skenariomu itu.

Kalau mau kugaji, buatlah sarapan untukku.

Kau pikir aku butuh uangmu.

Ada apa dengan dia?

Ayo bicara sebentar.

- Aku sibuk. - Sebentar saja.

Katakan saja, akan kudengar.

Sekarang,

aku tahu kalau kerjamu banyak sekali.

Tapi karena kontrak itu,

aku sudah membantumu. Kau tahu itu, kan?

Kau tahu, kan?

Aku tak tahu kenapa...

kau terus begini.

Aku tak tahu. Tapi mulai sekarang...

Aku yang akan masak.

Juga mencuci piring dan bersih-bersih.

Aku akan membantumu.

Dan semoga skenariomu akan jadi film yang hebat.

Akan kubuatkan "daenjang" untukmu.

Ada apa? Kau kenapa?

- Kau luka? Biar kulihat. - Sakit.

Ayo kerumah sakit. 911!

Cepat, kita harus ke rumah sakit!

Tapi mana jariku?

Cari jariku dulu.

Cepat cari.

Oh tidak.

Cepat cari.

Bagaimana ini!

Belum ketemu.

Lihat, kan? Kalau kau tak memasak jadinya akan begini.

Cepatlah masak, oke?

More Indonesian subtitles for Full House

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left