The first 200 lines.
Hei, Ibu, kenapa kue ini rasanya sangat enak?
Anak-anak, itu dibuat dengan lemak babi.
Astaga, itu renyah.
Cunningham Spray Starch,
Agar baju serenyah bakon yang dia bawa pulang.
Anthony.
1963
Anthony.
Tn. Banner.
- Bagaimana semua? - Sangat baik, Tn. Banner.
Sangat baik.
- Sedikit sesuatu untuk istrimu? - Ya, aku hanya singgah.
Apa istrimu menyukai lingkunganku?
Dia sangat suka.
Ini mengkilap.
Mobil yang sangat bagus.
Itu benar.
Tn. Banner, aku mungkin sebaiknya tak membuat Joanne menunggu.
Aku permisi.
Baiklah.
- Hai, sayang. - Kenapa kau sangat lama?
Frederick... Banner...
Dia menyudutkanku lagi.
Dia aneh.
Aku mendapati dia melihatku saat aku di kebun kemarin.
Apa?
Joanne, sudah kubilang aku tak mau kau bicara dengan dia.
Serius.
- Bagaimana harimu? - Bagus.
Seandainya aku bisa keluar sepertimu. Bertualang.
- Aku bawakan kau sesuatu. - Kau tak harus melakukan itu.
Apa kau belikan aku bor baru untuk perbaiki mesin cuci piring?
Tidak... Kau belikan aku buku.
Apa kau temukan buku Naked Lunch?
Buka itu.
Bukan.
Pakaian dalam.
Ayolah, Joanne, jangan berlebihan. Pergilah pakai itu.
Apa aku di sini hanya untuk menghiburmu?
Terkadang.
Margie Grady bilang novel pulp barunya Robert Bloch bagus.
Kau akan suka apa yang kau lihat!
Apa yang kau lakukan di sini?
Kau dan Anthony terlihat begitu bahagia bersama.
Aku akui, aku tak merasa seperti itu sejak Alice-ku meninggal.
Kau memang terlihat menawan, Joanne.
Anthony!
Tolong pelankan suaramu.
Jangan buat aku melepas ikat pinggangku.
Anthony!
Anthony!
Anthony!
Ini merupakan perumahan pertama dari The Banner.
Dibangun akhir 50-an oleh ikon arsitektur Frederick Banner.
Indah di luar,
Namun melangkah ke dalam, gambarnya menjadi gelap.
Rumahmu indah. Aku dan suamiku habiskan akhir pekan di Mandarin,
Agar aku bisa mengusahakan sif wawancara...
...di Rumah Sakit Wilayah Mandarin.
Kau wangi malam ini, Alice.
Dua pasien COVID, dua pasien jantung.
Bersiaplah untuk malam panjang.
Memanggil Dokter Volker.
Jangan ke mana-mana.
Kau akan suka di sana. Aku harap kau diterima kerja.
Pastikan melihat ke langit yang cerah malam ini,
Untuk fenomena bulan yang tak terlihat selama bertahun-tahun.
Dinas Cuaca Nasional berkata bahwa malam ini,
Southland akan mampu menyaksikan...
...gerhana bulan langka dari Gerhana Bulan Darah Serigala.
Tempatmu menakjubkan.
Kau tahu, Frederick Banner mengilhamiku mendalami arsitektur.
Alice pernah menyebutkan itu.
Kau pernah berpikir tentang mendalami kedokteran, Tom?
Dia pingsan saat melihat darah.
Aku tak bisa menatap wajah kematian.
Tidak seperti kalian para pahlawan super.
Jadi, Tom, kau berpikir untuk memindahkan praktikmu?
Kami masih mengusahakan rinciannya.
Tapi jika aku harus terkurung didalam rumah...
Kami bisa melakukan yang lebih buruk dari ini.
- Bersulang. - Bersulang.
Kami senang kau bisa mampir.
Kami jarang menemui dokter yang ingin mencoba tugas IGD.
Istirahat siang yang cukup.
Malam ini akan sibuk karena bulan purnama.
Terima kasih.
- Senang bertemu kau! - Kau juga.
- Sampai jumpa, semua. - Suatu kehormatan. Oke.
Tempatkan dirimu di sepatuku (posisiku).
Entahlah, itu tak terlihat nyaman.
Kau memaksaku memakainya.
Kerri dan Hal begitu baik, dan ini pekerjaan sempurna.
Dan firma akhirnya berakhir.
Enam tahun usaha hilang begitu saja.
Dan Beverly Gordon akan senang.
Aku tahu betapa keras kau bekerja, dan kau bisa melakukan itu di sini.
Aku bekerja lebih keras hanya untuk dianggap serius.
Hei, percayalah,
Aku ingin kau sejauh mungkin dari si orang mesum itu. Oke?
Mungkin ini kesempatan kita untuk memulai keluarga.
Aku berlatih selama satu dekade,
Menjadi ahli di tengah pandemi,
Semua itu sembari mendapat lirikan mengganggu,
Dari dokter kulit putih yang haus dahaga dan keriput...
...yang lebih tertarik dengan sepatu hak tinggiku...
...dibanding dengan perkataanku.
Jadi saat ini,
Aku takkan melepaskan semua untuk mengganti popok.
Bisa kau pikirkan juga tentangku, sayang?
Maksudku...
Astaga.
Baiklah.
Ini tempatnya.
- Apa? - Lihat? Aku selalu memikirkanmu.
Kau benar, dan aku benar-benar minta maaf.
Aku sedang dibawah banyak tekanan belakangan ini.
Silakan begadang. Aku takkan di sini untuk mengganggumu.
- Oke. Kemari. - Oke.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Mari kita lihat tempat ini. - Oke.
Wow.
- Di sini? - Ya.
Kode alaramnya, Bintang-237.
- Bintang-237. - Ya.
Bintang-237. Oke.
Ada surat.
"Selamat datang di rumahmu yang jauh dari rumah."
"Hunian sederhana ini merupakan salah satu yang pertama dibangun..."
"...oleh arsitek dan pembangun, Frederick Banner, tahun 1955."
Apa?
"Buat dirimu nyaman dan nikmati bulan purnama Sabtu ini."
"Hubungi jika ada pertanyaan. Eldridge."
Frederick Banner. Ini menawan.
Ya Tuhan.
"Setelah menyelesaikan permasalahan harian,"
"Kuilku tetap ada."
"Frederick Banner."
- Ini sedikit ekstra. - Frederick Banner.
Kuil miliknya bukan satu-satunya hal yang tersisa.
Kau akan suka itu.
Ini barang bagus.
Itu menarik.
Itu benar.
Itu karya Emil Larson.
Mungkin kita bisa tutup itu dengan kain.
Oke.
Hai, anakku sayang.
Ibu sangat menyayangimu.
Ibu akan segera pulang. Oke?
Aku hanya ingin melihat keluargaku.
Apa menurutmu...
Aku akan melihat mereka lagi?
Jauh didalam lubuk hatimu, kau percaya dengan itu?
Aku tidak tahu, Marley.
Kau tidak mendengarku?
- Ini untukmu. - Terima kasih.
Terima kasih untuk ini.
Entahlah. Menurutmu aku bisa membangun sesuatu yang ikonik?
Jika kita bicara tentang keahlianmu meramu minuman, maka, ya.
Ya.
Dengar, abad pertengahan sangat luar biasa.
Aku rasa aku melewatkan masaku.
Jangan membicarakan itu.
Tidak... Aku bicara tentang gayanya.
Tapi serius, ini mengingatkanku...
...pada foto-foto nenekku dari masa lalu.
Dia akan menggusur lingkungan seperti ini, kau tahu?
Tapi silakan, jadilah orang yang membangun rumah yang dia ratakan.
Menyalakan Pall Mall, menyeruput bourbon...
Oke, serius, aku tidak bermaksud begitu.
Kau bisa tinggal di waktu kapan saja, tapi kau tak bisa membawaku.
Itu tepatnya kenapa aku menetap di sini, sayang.
- Demi Tuhan. - Ya Tuhan.
Itu berasal dari luar.
Astaga.
Burung yang malang.
Berikan aku sekop itu.
Sekop?
Ya.
Aku tak percaya kau membunuh burung itu.
Jendela yang membunuhnya,
Aku hanya menyelesaikan permasalahan harian.
Lihat itu?
Apa menurutmu dia mengawasi kita, dari kursi santai di Karibia?
Ya.
Kita sebaiknya tidak berenang telanjang.
- Tunggu. Tunggu, tunggu, tunggu. - Apa? Apa? Apa?
Apa kau akan pindah ke sini, jika aku diterima?
Apa itu di rumahnya Banner?
Selama bukan rumah yang ini.
- Oke. - Setuju.
- Aku suka tempat ini. - Syukurlah.
Aku senang kau di sini.
Aku tak percaya kau membunuh burung itu begitu saja.
Kematian tak menggangguku.
Aku melihat itu setiap hari.
Pergelutan sebenarnya yaitu menjalani hidup.
Dengan orang yang tidak menghormatiku.
Aku menghormatimu.
No comments yet. Be the first to leave one.