Norsemen

Norsemen (Vikingane)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Norsemen S1 Complete NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
Netflix Version [ EP 1-6 END ] ---- | Support dengan beri rating "GOOD"

Tags

720p
720
1080
Published on: 2020-08-02
Downloads: 52
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Dengarkan! Kalian orang baru, bisa perhatikan aku?

Sebelum kau berbicara, biar kuberi tahu

kalau kami belum diberi air selama 12 jam lebih.

Itu konyol.

Kau akan dapat air nanti.

- Pertama, informasi praktis. - Terima kasih.

Kita akan segera tiba di rumah, dan itu akan jadi pengalaman baru bagi kalian.

Tak ada yang pernah ke Norwegia.

Kau pernah?

Tak pernah,

tetapi ada kerabatku di sini, jadi aku tahu bahasanya.

Kau beruntung. Jadi kita bisa saling memahami.

Ya, kebetulan telingaku hebat dalam mengenali bahasa.

Kelas atas. Kelas dunia.

Itu luar biasa.

Ini saatnya untuk aettestup.

Ada yang mau pertama?

Bjørn, kau yang tertua. Mungkin kau yang lompat lebih dahulu.

Jika ada yang mau melompat, aku tak masalah.

Ada yang sudah tak sabar?

- Tidak. Bjørn saja. - Tak masalah, Silakan.

Baiklah.

Jika tak ada yang mau, aku bisa melompat.

Ini masalah kehormatan, 'kan?

Ini mungkin tindakanmu yang paling terhormat.

- Kehormatan sangat penting, Bjørn. - Ya.

Bisakah kalian mundur sedikit untuk memberi ruang pada Bjørn?

Sampai jumpa di alam lain.

Ya, sampai jumpa.

Menuju Valhalla!

Kalian bisa harapkan akan bekerja keras di sini.

Tetapi kalian akan berpeluang untuk belajar hal baru dan bergembira.

Dan hampir bisa kujamin akan dapat teman baru.

- Permisi. - Ya, ada pertanyaan?

Bagaimana gajinya? Apa bagus?

- Tak ada bayaran. - Kami tak dibayar?

Tidak.

Bukannya mengeluh, tetapi kurasa alur informasi di kapal ini

sangat sewenang-wenang.

Itu tak perlu, saat kita sangat berdesak-desakkan di kapal kecil.

Aku tak tahu hingga kemarin kalau kita mau ke Norwegia.

Jadi kau pikir alur informasinya tak memuaskan?

Ya.

- Ini informasi untukmu. - Akhirnya.

Kau lihat itu? Kalian semua lihat itu?

Ada yang sangat tak beres dengan hidungku.

Apa itu agak berlebihan?

Tidak, kau kepala sukunya.

Tidakkah mesti agak begitu saat kau memimpin?

Agak gila?

Tetapi aku tak suka begitu, gaya kepemimpinan berdasar ketakutan.

Rasanya tak benar.

Bisakah kau jadi saksiku?

Oddvar, mungkin kau mau yang selanjutnya?

Aku berpikir, apa hal terburuk yang bisa menimpaku

jika aku tak melakukan aettestup?

Maksudku, apa yang lebih buruk dari tubuh yang hancur?

Entahlah. Aku cuma diperintah bawa kalian kemari.

Maksudku, kalian harus melompat

agar keluarga kalian tak terbebani untuk menyokong kalian saat tua.

Ya, tetapi aku baru 47 tahun. Itu...

Maksudku, itu belum terlalu tua.

Aku tak akan melakukan ini.

- Baiklah. - Ya.

Aku juga tak mau melompat. Aku tak suka ini.

Ada lagi yang mau melompat?

- Ayolah. Maksudku... - Itu tak begitu menggoda.

Baiklah. Aku cuma budak.

Aku tak bisa memaksa melakukan yang kalian tak mau.

Tetapi bisakah kalian menjauhi Norheim

agar orang-orang tak tahu kalau kalian tak melompat?

Tak masalah. Kau tak akan melihat kami lagi.

Bagus. Terima kasih. Hebat.

Sampai jumpa.

Aku tak bisa bilang tak sabar untuk pulang.

Tidak?

Tidak. Aku selalu suka menjarah, merusak dan hal semacam itu

saat para pria yang lain sudah punya istri, anak, dan peternakan.

Aku merasa kesepian di sini.

Ya, tetapi bukankah itu bagus juga?

Lakukan sesukamu, apa pun yang kau mau,

tanpa harus merencanakan tiga bulan sebelumnya.

Aku tinggal di tenda.

Satu-satunya pakaianku adalah yang kupakai.

Aku mulai merasa menyedihkan.

Kita harus mengatasi itu.

Pria baik tak mestinya sendiri jika tak mau.

Kau akan jadi suami hebat.

Tidak, tak begitu.

Kurasa aku punya rencana.

Sungguh?

Rencana gila, yang mungkin berhasil.

Rupanya kau.

Bagaimana?

Kau tak akan melihat mereka lagi, jadi kurasa hasilnya bagus.

- Bagus. - Orm?

Apa ini?

Rumornya betul?

Kalau kau kirim para orang tua desa ke ajalnya?

Mereka melakukan aettestup.

Kau akhirnya bisa memimpin desa ini, Orm.

Dan hasilnya, orang-orang dipaksa terjun untuk bunuh diri

karena tak ada makanan?

Kepemimpinan apa itu? Kau puas dengan dirimu?

Ya, kurasa keadaan mulai beres.

- Kurasa tidak. - Maka pendapat kita berbeda,

itu kalimat yang kuputuskan akan mulai kukatakan.

Mestinya lebih dari sebulan lalu Kepala Suku Olav dan bawahan pulang.

Aneh kau tak berbuat apa pun untuk memulangkan mereka.

Tidak, itu tergantung pada Odin dan Dewa.

Apa yang harus kulakukan?

Setidaknya kita bisa mengorbankan budak.

Coba untuk sedikit banyak akal.

Mengorbankan? Tidak. Kurasa itu bukan ide bagus.

Dengan semua teriakan dan keributan itu.

Istrimu juga di kapal itu. Kau pasti sangat cemas.

Tidak. Ya, aku sangat mencemaskan Frøya.

Akan sangat disayangkan jika mereka tak pulang.

Aku harus terus bertanggung jawab di sini.

- Kau akan menjadi kepala suku. - Ya.

- Tidakkah itu impian besarmu? - Bukan.

Bukan. Aku pewaris takhta, tetapi itu bukan impianku.

Bukan begitu.

Baiklah, tetapi kita akan korbankan budak, ya?

- Kurasa tidak. - Itu yang diharapkan para warga.

- Benarkah? - Kita akan lakukan itu, Orm.

Ya, aku akan ambil keputusan eksekutif dan bilang itu yang akan kita lakukan.

Bagus. Ayo.

Odin, terimalah korban kedua kami!

Odin, terimalah korban ketiga kami!

Pulangkan warga kami!

- Tunggu sebentar. - Ya?

Bukannya mau merusak rencanamu

tetapi apa kau sangat yakin kalau memang perlu mengorbankanku?

Ya. Maksudku, ritual pengorbanan memang bukan hal pasti

tetapi aku merasa yakin soal yang ini.

Baiklah.

Aku cuma... Aku...

Kau sudah korbankan dua budak.

Kau tak cemas Dewa berpikir kau berusaha terlalu keras? Kalau ini berlebihan?

Aku sungguh suka caramu berpikir. Jangan salah paham.

- Bagus, kau, budak, berusaha terlibat. - Terima kasih.

Jika tak keberatan, kita teruskan.

- Baik. Tentu. - Ya.

Kupikir aku mau bilang itu. Tak ada guna menyesalinya nanti.

Pengorbanan tak bisa diulangi, 'kan?

Baiklah.

Kapal!

Mereka datang!

Terima kasih, Odin. Terima kasih.

Itu dia.

Dua pengorbanan cukup.

Aku harus mencatat itu.

Ya!

Hei, Frøya.

Pura-puralah senang bertemu suami.

Ini sangat memalukan. Ini agak canggung.

Demi Loki, senang bertemu kau, Kakak!

Kulitmu sangat hitam!

- Hai, Orm. - Hai.

Katakan, kalian ke mana saja? Apa yang kalian lakukan?

Ada cerita bagus? Ada momen spesial?

Ada banyak momen spesial.

Tak adil bagi momen lain jika cuma satu yang diceritakan

- karena semuanya hebat. - Wow.

Mulai dari tiba hingga pergi

itu serangkaian momen menyenangkan.

Banyak lelucon antar kami dan... Tetapi kau tak akan paham.

Lain kali aku harus ikut.

Saat itu punggungku agak... Tetapi sudah lebih baik sekarang.

Setidaknya kau harus sangat bangga pada istrimu.

Frøya benar-benar serius dalam penjarahan itu.

- Benarkah? - Ya.

Bahkan ikut dalam banyak pemerkosaan.

Frøya memaksa banyak biksu agar dia boleh meniduri mereka.

Aku tak menduga itu.

Aku sangat kaget saat melihatnya di atas biksu ini,

merintih dan mengerang.

Hentikan.

Kau lakukan itu, Frøya?

Tentu. Itu yang kau lakukan saat kau menjarah.

Itu tak perlu, 'kan?

Apa itu tak perlu? Ya, mungkin, tetapi...

Jika kau mau ikut penjarahan, kau akan paham situasinya. Ya.

Omong-omong, kau ke pesta malam ini?

Ya, bukankah kita semua ikut?

Bagaimana kalau kita minum-minum dahulu di rumah kami sebelum pergi?

Sebenarnya, kami semua di kapal

setuju untuk berkumpul sebelum pesta.

Menuangkan minuman bagi teman yang wafat, mengenang, dan lainnya.

Mengenang? Kalian baru saja pulang.

Kami tak mengenang momen terakhir di kapal.

Kami mau mengenang saat pertama kami tiba. Biara pertama yang dijarah.

Aku paham, namun tak ada salahnya jika aku ikut.

Aku bawa kursi karena kau selalu bilang kursinya tak cukup.

Ya.

Kurasa akan sangat ramai jika orang mulai membawa kursi sendiri, Orm.

Ya. Aku paham.

Tetapi aku bisa... Aku bisa berdiri di luar.

More Indonesian subtitles for Norsemen

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left