A Lonely Place to Die

A Lonely Place to Die

Download Indonesian Subtitle

Release info

A-Lonely-Place-To-Die-2011-480p-720p BluRay-Pahe in-7SinS
A Commentary by VA11OE
RESYNC. Terjemahan oleh Hail Hail.

Tags

BluRay
720p
720
480p
480
Published on: 2018-09-07
Downloads: 123
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aman!

Tarik pengaitnya!

Tolong kau ambilkan kameraku?

Ini.

Ayolah./ Jangan memotretku.

Ayo senyum. Aku yakin, tersembunyi kecantikan dibalik wajah cemberut itu.

Inikah pose terbaikmu?/ Kurasa begitu.

Baik, sekarang potret aku./ Tidak, aku mau naik.

Ya, tapi aku mau latar belakang pemandangan ini.

Yang tegak.

Cobalah kau tangkap pemandangan ini. Tunjukkan betapa tingginya kita.

Apa itu seekor elang emas?

Cantik.

Entahlah, itu elang emas atau burung pemakan bangkai.

Terlalu besar untuk ukuran burung pemakan bangkai.

Baiklah. Cukup membahas soal burungnya. Ayo ambil gambarku.

Alison, ayo.

Jangan cemberut./ Apa?

Itu tadi elang emas.

Alison! Tolong!/ Ed!

Astaga, Alison!

Sial!/ Rob, lemparkan talinya.

Kawan-kawan!/ Alison!

Ed!/ Alison, tolong! Ini selip!

Mulai menggelincir!

Aku tak bisa... Aku tak bisa... Aku tak bisa bangun!

Tolong aku!/ Rob!

Rob!

Ed, ambil nafas!

Ini takkan lama!/ Ed! Ed!

Ed, dengarkan aku. Tarik nafas.

Tak apa-apa, berhentilah meronta. Tetap bersama-sama.

Baiklah, baiklah.

Tenang. Baik, baik. Ambil nafas.

Ambil nafas. Astaga, apa yang terjadi, kawan?

Alison, kau baik saja?/ Jangan tanya. Ya, aku baik saja.

Baiklah, kawan, kau baik saja. Baik. Bisakah kau tarik dirimu?

Syukurlah./ Alison, kau tak apa?

Aku tak apa./ Baiklah.

Tak apa-apa. Ayo. Ambil nafas.

Diterjemahkan oleh: Hail, Hail

Aku kehilangan kameraku.

Aku merasa tak enak dan tanganku tak mau berhenti gemetar.

Itu pengaruh adrenalin, kawan. Itu biasa terjadi.

Hei, Ed.

Jangan pernah hilang konsentrasi seperti itu lagi, paham?

Kau mau mendaki denganku, kau harus sungguh-sungguh.

Setiap langkah harus dipikir masak-masak. Aku serius.

"Rasa cepat puas" adalah pembunuh di sini.

Untung kita cuma memar saja./ Ya.

Ingatkan aku kenapa kita lakukan hal ini lagi.

Sebab kita sedang tidak berselancar.

Hei./ Hei.

Hei. Hei. Apa kabar, sayang?

Kapan kau sampai di sini?/ Sekitar satu jam lalu. Tolong ini.

Kami ambil kamar double. Tak apa-apa, kan?

Bagus. Aku tak tidur dengan dia, kan?

Begitupun aku.

Kenalkan, aku Ed.

Oh, Ed. Maaf, kawan. Ed, Jenny. Jenny, ini Ed.

Hai, Ed.

Silakan, kau dulu.

Baiklah?

Oh, baik.

Oh, sayang, tolong bawakan sendok garpunya.

Ada dalam teko di atas meja rias.

Baunya seperti ada yang meninggal di sini.

Ya, sedikit bau. Akan kubuka jendelanya, biar udaranya masuk.

Seperti yang di katakan Fred West.

Di masa depan, kau harus mengubur kerabat di luar ruangan.

Mungkin teras.

Jika ada telepon di sini, kawan, kau bisa telepon pemilik dan mengeluh.

Tidak ada telepon?/ Tidak.

Bagus.

Dan jendelanya, macet.

Ada yang bisa dibuat bersenang-senang?

Kita punya barang yang tepat.

Hei, jangan cemaskan dia.

Kau tahu, dengan sedikit keberuntungan, dia akan cepat pulas.

Kedua orang tuamu sangat penurut.

Mau mengasuh anak kita. Dia seperti monyet kecil.

Aku rindu padanya.

Ini cuma dua hari, Jen.

Hmm.

Percuma.

Tidak, tidak, tidak!

Ini mengerikan. Ayo, kalian, berhenti. Serius, itu mengerikan.

Kita main kartu saja. Ayo./ Baik. Baik.

Tapi...

Baiklah, tapi aku ingin tahu, berapa nilai pasta ini.

Senilai 5 korek api!

Sayang sekali.

Dan, tutup botol?/ 2 pasta untuk tutup botol.

Baiklah. Lalu, 10 korek api, senilai 1 tutup botol?

Ya.

Bagus, baiklah, terima kasih. Semua ini sedikit membingungkan.

Sebenarnya tidak.

Sopanlah./ Bagaimana, Jen?

Teman-teman, aku menyerah.

Apa kartumu begitu istimewa?/ Ehm...

Kunaikkan taruhannya menjadi 1 pasta dan 2 tutup botol.

Aku menyerah./ Aku juga.

Akan kubuktikan gertakannya. Semua.

Terlanjur basah. Ikut saja.

Ya, benar. Semua.

Tiga raja./ Wow.

Oh, sial, aku cuma punya 3 kartu 10./ Aha! Kuraup semua!

Kemarilah, sayangku...

Oh, lihatlah wajahnya.

Aku punya sepasang Queen, jika itu membantu.

Oh, ayo, duduklah, Alex. Jika kaget lebih baik duduk saja.

Full house. Dia menang.

Jangan habiskan semua dalam satu permainan.

Aku bisa pensiun ke Bahama layaknya Roger Moore.

Maksudmu Sean Connery./ Aku penggemar Roger Moore.

Kau pasti punya hubungan dengannya.

Itu kesan yang mengerikan.

Benar begitu./ Benar.

Tidak benar!

Alex, apa ini? Uang mana ini?

Itu uang resmi. Uang Skotlandia.

Ini lebih buruk dari uang Monopoli . Tak bisa untuk beli apa pun.

Aku cuma punya dua kata untukmu.

Ya, apa melibatkan seks dalam perjalanan?/ Mungkin.

Kalau begitu tak perlu di katakan.

Itu isyarat kami untuk pergi. Selamat malam, semuanya.

Persetan!/ Biarkan saja. Selamat malam!

Main lagi?

Dengar, sayang, maaf. Aku marah. Itu cuma gurauan.

Ya. Aku tahu. Tapi itu tidak seksi./ Aku tak mencoba untuk seksi.

Kenapa tidak. Itu bukan perjanjian.

Sudah./ Baiklah.

Tetaplah bersamaku, kita akan mendakinya tahun depan.

*The Eiger? Ya, ayo kita lakukan. *The north face.

Gunung itu telah menewaskan 70 orang.

Jika kau jatuh dari puncak, cuma butuh 30 detik sebelum tubuhmu menghantam tanah.

Itu menggembirakan./ 30 detik untuk mengingat hidupmu...

...dan mengucapkan selamat tinggal, pada semua yang kau punyai.

Cuma cukup untuk berdoa.

Jika kau yakin itu bisa menyelamatkanmu./ Kau benar-benar butuh keajaiban.

Banyak petir di luar sana./ Ya, aku tahu.

Itu bisa membersihkan udara sepanjang malam ini.

Tapi besok akan jadi rumit.

Minum?

Penuhi saja.

Tidak, kau tak boleh mencampur gin dengan wiski./ Ini di sebut giski.

Apa itu?/ Aku baru saja menciptakannya.

Benar./ Giski?

Gisky. Kau mau mencoba?/ Tidak.

Baiklah, kurasa ada sedikit perubahan rencana.

Kecepatan angin di puncak itu 40mph, tapi saat ini berembus sampai 60mph.

Seharusnya akan mereda malam ini, jadi kita lakukan pendakian sisi barat besok.

Hari ini cukup sampai tebing utara saja.

Ini cuma perubahan kecil saja. Kau tahu, kan.

Jadi jangan cemaskan sepatu panjat, helm atau apapun yang bisa membebanimu.

Kita punya banyak tempat untuk berlindung.

Bagaimana paparan di punggung bukit?

Sedikit merangsang niat, tapi kita tetap berpegang pada rencana.

Kita akan butuh tambang panjang./ Baiklah, bagus.

Bawa semua peralatan? Jangan ada yang tertinggal.

Satu-satunya yang kutinggal adalah tukang ledeng yang berpengalaman.

Menawan.

Selamat pagi./ Hei, bagaimana kepalamu?

Dua cangkir kopi dan tiga aspirin, mengembalikan kesehatanku.

Baiklah?

Kurasa kita takkan pergi ke sisi barat, kan?

Tidak. Di sana tak bersahabat. Cuaca di atas sana tak seperti yang diinginkan.

Ya.

Bawa bekal makan, Jen?/ Ya, semua beres.

Apa yang kita bawa?/ Sandwich.

Ah. Selalu masakan Inggris. Tak heran jika Prancis membenci kita.

Aku pandai membuat sandwich./ Isinya apa?

Tunggu dan lihat saja. Kejutan adalah hal yang menyenangkan.

Asalkan itu bukan ikan.

Kau harus mencobanya. Rasanya lezat.

Makan tengiri dan telur? Lebih baik aku kelaparan.

Tak ada yang memaksamu.

Kau bisa buang tengirinya dan makan rotinya saja.

Tidak, aku tak mau. Ini sudah tercemar.

Kau mengingatkanku pada putriku.

Apa dia juga rewel soal makanan.

Usianya baru 2 tahun.

Kau pun rewel soal makanan. Sangat mengejutkan mengingat usiamu.

Kejutan adalah hal yang menyenangkan, bukan?

Untung aku bawa coklat.

Lima menit lagi kita berangkat. Semua setuju?

Kedengarannya bagus.

Indahnya.

Aku tahu. Pemandangan seperti ini membuatku ingin belajar melukis.

Aku mau buang air kecil.

Tak usah bilang./ Mungkin saja kau mau ikut.

Tidak, tidak, kawan, kau bebas bilang apa saja semaumu.

Pasti.

Kutemukan celah yang retak. Kubuka kancing celanaku.

Kukeluarkan. Sialan, beratnya satu ton.

Diam, banci.

Hei, kawan-kawan! Aku dengar sesuatu.

Oh, ya. Apa?

Entahlah. Sesuatu. Periksalah kemari.

Kawan, kau kira kami akan terpancing?

More Indonesian subtitles for A Lonely Place to Die

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left