The first 152 lines.
Aku justru merasa kepercayaan yang didapatkan dengan mudah
akan membuatmu dirugikan dalam perang.
Aku tak berpikir seperti itu.
Hairo yang bermaksud mendapatkan kepercayaan dari prajurit di kota,
menceritakan masa lalunya pada Fushi.
Jadi, kau mau apa kalau menang?
Aku menginginkan kepercayaanmu.
Messar, menggunakan caranya sendiri untuk melindungi Renryrr.
Pada akhirnya, apa mereka sungguh bisa menjadi teman?
UNTUKMU YANG ABADI MUSIM 2
- Episode 13 : Identitas Petapa Yang Sebenarnya --
Gadis Sialan, kami menemukanmu!
Kau datang dari luar, 'kan?
Ibuku bilang kau adalah anak iblis.
Rasakan ini, usir iblis!
Sekali lagi!
Ibu!
Tunggu aku!
Eko, kau baik-baik saja?
Apa? Ini untukku?
Kau yang membuatnya?
Coba kumakan.
Apa ini? Tidak enak sekali!
Eko, tak boleh begitu.
Kenapa kau malah berkeliaran?
Kau juga sama, 'kan?
Bukankah sudah kusuruh agar mengawasinya dengan baik?
Dia tak bisa melakukan apa-apa sendirian.
Maaf.
Akhirnya aku mendapatkan peta saluran air dari tuan putri.
Renryrr punya total sembilan rute saluran air
yang menyebar ke seluruh kota.
Air mengalir masuk dari sisi barat
dan keluar dari saluran air di gerbang timur.
Di sini adalah saluran air yang pertama di sisi barat.
Air sungai yang mengalir dari pegunungan
akan berkumpul di sini setelah melalui gerbang air.
Tempat ini cukup untuk menjadi saluran invasi Nokker.
Air sangat penting.
Tampaknya perlu minta prajurit untuk perkuat pertahanan dan segel tempat ini.
Kita juga bisa minta Tuan Fushi untuk menciptakan air bersih.
Apa kau bisa melakukannya?
Tak bisa.
Jika jumlahnya sedikit masih bisa,
tapi kalau sebanyak ini...
Kalau begitu, buat ulang saluran airnya.
Jangan lupa memperkuatnya dengan besi.
Sepertinya saluran airnya perlu ditutup.
Aku akan coba minta bantuan prajurit.
Biar aku yang buat proposal rencananya.
Waktunya makan, semuanya kembalilah!
Kami sedang makan.
Kenapa?
Repot kalau harus pulang untuk makan.
Di sini sudah selesai.
Masih perlu buat berapa rumah lagi?
Di wilayah ini masih ada lima, ayo.
Lima, ya?
Istirahatlah sebentar.
Sudah seminggu ini aku belum melihatmu tidur.
Aku baik-baik saja.
Selama aku berubah, aku bisa kembali seperti semula.
Namun, tubuhku tetap bisa merasa lapar.
Eko, mau makan?
Kita harus bisa merombak enam rumah dalam satu jam.
Ayo, Fushi!
Ah, iya.
Bisakah kalian jangan membiarkannya bekerja terlalu keras?
Seharusnya dia menjalani hidup layaknya manusia biasa.
Fushi sudah bilang tidak masalah,
jadi dia harus segera bekerja.
Pekerjaan ini hanya bisa dilakukan olehnya.
Sesuatu yang hanya bisa dilakukan olehmu, apa kau tak akan melakukannya?
Aku tidak seperti kalian yang harus pergi ke mana-mana.
Di kota ini... aku tidak bisa memberikan kontribusi apa-apa...
Aku mengerti, Kahaku.
Malam ini aku akan beristirahat dengan baik.
Fushi.
Namun, kau harus membiarkanku menyelesaikan jadwal hari ini.
Yang bisa kulakukan hanya menyuruhnya untuk beristirahat.
Begitu rupanya, dia menggunakan cara ini untuk mengelabui Kahaku.
Saat malam pun dia bisa melanjutkan pekerjaannya.
Tempat ini agak jauh dari markas kita.
Tubuhnya bisa terhubung sampai ke sini, ini sungguh luar biasa.
Meski aku berhasil mengelabui Kahaku,
tapi tangan kirinya pasti bisa merasakan.
Apa kau suka?
Akan kubuatkan satu untukmu.
Terima kasih, Nona.
Airnya sangat keruh.
Akhir-akhir ini selalu seperti ini.
Bukankah lebih baik kita laporkan ke petugas di kastel?
Aku sudah memeriksa kesembilan gerbang saluran airnya,
tapi tidak menemukan adanya keanehan.
Mungkin ada bagian yang bermasalah, tapi entah di mana.
Mungkin saja.
Namun, aku tak tahu bagaimana cara untuk memastikannya.
Kau nona yang tadi, ya?
Ada apa?
Fushi, kau sudah bekerja keras.
Eko?
Ada apa?
Aromanya harum sekali.
Masakan hari ini semuanya kesukaanku.
Eko, hari ini aku akan pulang untuk makan.
Fushi, selamat datang kembali.
Eko, kau membohongiku.
Hari ini airnya jadi jernih,
jadi aku memasak hotpot.
Kudengar akhir-akhir ini airnya sangat kotor.
Apa sudah kembali normal?
Fushi, kau tidak tahu?
Eko menemukan masalah di saluran airnya.
Semua orang sangat memujinya.
Begitukah?
Ayo, makanlah.
Enak sekali, aromanya lezat sekali!
Itu dibuat oleh Eko.
Makanan Eko terasa tidak enak
ternyata karena kualitas airnya, ya?
Sungguh tidak enak!
Sebenarnya aku juga malu bilang masakannya tak enak.
Eko, kau hebat sekali.
Terima kasih.
Aku pulang.
Ada apa?
Ada apa dengan rumah yang kalian rombak?
Ada selaput lendir putih yang menempel pada buah, apa itu?
Tenang saja, tak usah diambil pusing.
Itu tak berbahaya bagi tubuh.
Ke mana perginya Fushi?
Apa dia pergi bekerja seenaknya?
Tidak banyak waktu yang tersisa hingga batas waktu yang disebutkan Nokker.
Jika tidak terus merombaknya, semua akan terlambat.
Namun, sebaiknya kita waspada dalam bertindak.
Semuanya makin memperhatikan aksi Pertapa.
Pasti cepat atau lambat akan ketahuan.
Selanjutnya di sana, ya?
Perasaan yang bahagia.
Perasaan sedih seseorang.
Rasa sakit.
Aku bisa terus menerima perasaan yang disalurkan dari setiap orang di kota ini.
Kau baik-baik saja?
Kau berdarah, jangan bergerak dulu.
Ibu, ada apa?
Sepertinya kakinya sangat sakit.
Cepat bawa dia ke dokter.
Kau baik-baik saja?
Sakit.
Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja?
Ini.
No comments yet. Be the first to leave one.