The first 200 lines.
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan insiden"
"Dalam drama ini fiktif"
"Syuting sesuai panduan pencegahan COVID-19"
"Staf memastikan keselamatan aktor cilik dalam syuting drama ini"
"Semua adegan dengan hewan telah diatur"
"Dan direkam sesuai panduan keselamatan hewan"
Pada tanggal 5, kapal pertama yang membuka jalur ke Gunung Kumgang
adalah Bongraeho.
Hyundai memutuskan untuk menempatkan 800 penumpang
yang memesan perjalanan
ke Gunung Kumgang yang telah ditunda di Bongraeho.
Aku tidak bisa memastikannya. Tapi aku...
Mereka membunuh dan memutilasi anggota geng mereka.
Juga memakan ususnya. Pembunuhan yang mengejutkan dan aneh ini
mengejutkan publik.
Reporter Kim Sang Gi dari Daejeon Broadcasting akan melanjutkan.
Enam anggota Geng Pahlawan...
"Through the Darkness, Episode 2"
"Tunjukkan jalan yang benar dan lindungi dengan kehangatan"
"Reformasi harapan untuk rakyat"
"Formulir Permintaan Kunjungan, Nama: Yang Yong Chul"
"Konter Permintaan Kunjungan"
Baiklah.
Tahanan 3585.
Dia menolak permintaan kunjungan.
- Semoga harimu menyenangkan. - Terima kasih.
Tahanan 3585. Dia menolak permintaan kunjungan.
Tahanan 3585. Dia menolak permintaan kunjungan.
Tahanan 3585. Dia menolak permintaan kunjungan.
Detektif, bagaimana jika kamu menaruh uang atas namanya lain kali?
Ayolah.
"Dilarang berisik"
Ada apa ini?
Kamu bahkan tidak tahu siapa aku. Kenapa kamu menolak menemuiku?
Tidak ada yang mau mengunjungiku.
Setiap kali seseorang menemuiku, tidak pernah ada kabar baik.
Kenapa kamu berpikir dia bukan pelakunya?
Dia bukan pelakunya.
Begitu rupanya. Ingatanmu bagus, Detektif.
Tapi kamu terus datang ke sini karena perkataanku?
Itu aneh.
Aku ingin tahu
kenapa kamu berpikir dia bukan pelakunya.
Kenapa kamu ingin tahu?
Kamu tidak mau memberitahuku?
Kenapa aku harus memberitahumu?
Kamu tidak butuh uang?
Begini,
aku bisa tahu hanya dengan melihat mata mereka.
Inilah firasat.
Bukan hanya detektif yang memilikinya.
Dia menelanjangi gadis itu.
Dia membunuhnya dalam situasi panas itu.
Jika dia melakukannya saat emosi, kenapa menelanjanginya?
Dan dia pacarnya.
Benar, bukan? Diduga, dia membunuhnya karena emosi.
Mereka pasti saling mencintai. Benar, bukan?
Meskipun dia membunuhnya, itu kesalahan.
Atau kecelakaan?
Baiklah. Anggap saja kecelakaan.
Maka dia akan membajuinya jika dia telanjang.
Itu yang akan dilakukan pria normal.
Orang yang pernah membunuh akan menelanjangi korbannya.
Itu maksudku.
Kamu tahu kebiasaan, bukan?
Kebiasaan lama sulit hilang.
Dan kamu akhirnya melakukan kebiasaan ini tanpa sadar.
Apa hubungannya dengan kasus ini?
Saat aku masih kecil, ayahku selalu memukuliku
selama makan. Kamu tahu kenapa dia memukuliku?
Karena aku menyisakan sesendok nasi alih-alih menghabiskannya.
Ini aneh. Aku hanya tidak ingin makan sesendok nasi terakhir.
Makan sesendok terakhir membuatku merasa...
Seolah-olah aku kehilangan semangatku.
Aku melantur.
Dia memukuliku karena menyisakan nasi akan membawa kesialan.
Tapi aku masih tidak bisa makan sesendok terakhir.
Tidak ada siapa pun
yang akan memukuliku jika kini menyisakan sesendok terakhir.
Biar kurangkum.
Secermat apa pun kamu merencanakan sesuatu,
kebiasaanmu muncul seperti sifat alami kedua.
Itu maksudku.
Aku yakin ada alasan di balik menelanjanginya.
Dia harus menelanjanginya untuk lolos. Siapa pun pelakunya
adalah pelaku sebenarnya.
Sama seperti tidak peduli seberapa parah ayahku memukuliku,
aku harus menyisakan sesendok nasi terakhir agar aku puas.
Aku pasti benar soal ini.
Detektif Song Ha Young.
Astaga. Lagi?
Modus operandinya menggangguku.
Aku yakin itu terkait dengan kasus Won Mal Sook di Uyeong-dong.
Modus apa?
Cara dia dibunuh.
Dia juga ditemukan telanjang tanpa tanda-tanda pelecehan seksual.
Dia melakukan itu untuk mempermalukan para korban.
Kasusnya ditutup. Berhentilah membuat masalah.
Itu bukan nasihat. Kuperingatkan kamu.
Hei. Jawab aku.
Jangan lakukan apa pun.
Sudah kuperingatkan!
Hei! Sial.
"Kediaman Won Mal Sook"
Tanda-tanda pembobolan.
Tapi tidak ada angka.
"Layanan, Permohonan"
- Ini untukmu. - Terima kasih.
Astaga, kamu pasti suka makanan manis.
Ya.
Semua detektif di Kepolisian Dongbu sibuk,
jadi, kami menyelidiki kasusnya secara menyeluruh,
aku yakin kamu tidak bisa menangkap pencuri kelas teri itu.
Seperti saranmu sebelumnya,
kami mewawancarai semua kurir yang bekerja di area ini,
tapi tidak bisa melacaknya.
Kurasa itu membuatnya khawatir.
Sudah sepi sejak saat itu.
Kami telah meningkatkan patroli di area itu.
Apa ada orang yang tampak mencurigakan?
Ada seorang pemuda yang tampak mencurigakan.
Dia hanya berandal yang merundung anak-anak lain di area itu
dan memeras uang dari mereka.
Kami membawanya untuk mewawancarainya
dan memeriksa alibinya.
Masalahnya, dia selalu memakai topi merah.
Topi Merah sudah tertangkap.
Aku tahu itu, tapi kami semua berpikir dia tampak mencurigakan,
jadi, kami membawanya dan menginterogasinya.
Aku dengar pria yang dilihat wanita di toko
memakai topi merah.
Pernyataan saksi bersifat rahasia.
Aku pelanggan tetap di toko,
jadi, wanita itu dan aku cukup dekat.
Dia takut karena melihatnya,
jadi, dia memintaku mengawasi tokonya,
itu sebabnya aku lebih sering berpatroli.
Aku menemukan topi itu.
Itu benar. Percayalah.
Apa biasa bagi anak muda seusiamu
untuk memakai barang yang dibuang orang lain?
Itu dari merek desainer.
- Boleh kulihat? - Aku membuangnya.
- Benarkah? - Sial.
Aku harus ke kantor polisi karena itu.
Kubilang itu bukan milikku, tapi tidak ada yang memercayaiku.
- Berapa tinggimu? - Aku?
Tinggiku 183 cm.
Bagaimanapun, cukup pendek seperti seorang gadis.
- Aku bisa pergi sekarang, bukan? - Tunggu.
Rumah-rumah di area ini memiliki angka seperti ini di pintu masuknya.
Kamu tahu apa artinya ini?
Bukankah itu alamat jalan?
Bagaimana aku tahu?
Menyebalkan sekali.
Kapten.
Soal kasus Uyeong-dong, sidik jari Won Mal Sook
satu-satunya yang mereka temukan.
"Laporan Analisis Sidik Jari"
"Won Mal Sook, Hasil Analisis Sidik Jari"
Siapa bedebah ini?
Modus operandinya menggangguku.
Aku yakin itu terkait dengan kasus Won Mal Sook di Uyeong-dong.
Serahkan sekaligus.
Terima kasih.
Menangkap pelakunya bukan berarti semua berakhir.
Apa? Tugas kita sudah selesai begitu kita memenjarakan mereka.
Apa lagi yang harus kita lakukan?
Kita harus merekam semua perkataan dan perbuatan para penjahat ini
agar kita bisa membantu mencegah kejahatan di masa depan.
Kamu harus selalu membuat semuanya terdengar sangat penting.
Tidak! Astaga.
Terserah.
Hei, berkas kasus itu juga.
Kamu memintanya tanpa alasan. Itu ada di mejamu.
Karena kamu, semua orang dari 31 kantor polisi di Seoul
mengutukku dan Inspektur Baek habis-habisan.
Sudah kubilang. Ini akan berguna suatu hari.
Kapan? Bagaimana?
Astaga, kenapa kamu sangat negatif?
Ayolah. Itu membantu kita mengatur semua berkas kejahatan serius.
Itu tidak terlalu buruk.
Kurasa kamu tipe orang yang optimis.
Omong-omong, kita para detektif merasa puas
saat bisa berlarian dan menangkap penjahat
dengan tangan kita sendiri.
Profiler atau apa pun namanya itu. Kamu yakin
orang itu setuju?
Jangan mengkhawatirkan itu. Buat saja departemennya.
Ya.
Itu bukan sesuatu yang bisa kuputuskan.
- Ya, bisa. - Astaga.
Beri kami departemen baru ini.
Permisi. Bisa beri kami kimchi lobak lagi?
Astaga.
"Ruang Kunjungan Keluarga"
Kurasa perkataanku tidak sia-sia.
Apa terjadi hal lain?
Lantai berapa?
Lantai dasar. Tapi aku yakin dia juga mengincar rumah lain.
No comments yet. Be the first to leave one.