The first 200 lines.
= Episode 7 =-
Diterjemahkan oleh iamklopers IDFLSubsCrew
Aku jauh-jauh datang kemari agar bisa membawamu ke pulau itu.
Tapi aku akan pergi duluan.
Jika aku membawamu bersamaku...
aku mungkin ingin menyembunyikanmu selamanya dari dunia ini...
dan takkan membiarkanmu meninggalkanku demi siapapun.
Jadi pastikan kau tak muncul di depanku lagi.
Karena jika kau berbuat itu...
aku takkan pernah melepaskanmu.
Bagaimana bisa kau tidur?
Banyak orang yang mengkhawatirkanmu. Bisanya kau tidur!
Kau lagi syuting film atau apa?
Seperti bintang film saja.
Aku pasti sudah gila.
Aku berbuat hal gila karena aku mengkhawatirkanmu!
Aku membayar ongkos taksi mahal dari Seoul kemari!
Aku tidak bisa tidur...
karena aku menggigil kedinginan, menunggu kapal!
Aku bahkan digigit burung camar!
Oh, uangku!
Aku bisa membelikan Jik-ku banyak daging dengan uang itu!
Satu.
Menurutmu ini semua mimpi, kan?
Ini bukan mimpi. Aku benaran Eul.
Aku kemari untuk mencarimu!
Dua.
Wow, kau pasti sungguh berpikir lagi bermimpi.
Sudah kubilang, aku Eul!
Tiga.
Aish.
Kau mungkin akan sadar jika kucubit.
Pergilah.
Apa?
Kubilang pergi.
Apa?
Enyahlah dari hadapanku.
Oh tidak, bagaimana ini?
Sial, aku pasti berbuat sesuatu yang mengerikan!
Hal mengerikan apa yang kulakukan?
Sial. Jika aku minum lagi, aku anjing! Anjing sialan!
Ini, minumlah. Kau belum sarapan, kan?
Oh, maaf.
Bukankah aku sudah cerita? Aku jadi keterlaluan saat aku minum.
Dan parahnya aku tidak ingat apapun yang kulakukan saat aku mabuk.
Empat.
Aku tidak tahu yang kuperbuat saat aku mabuk.
Tapi jika aku mengingatnya, aku akan minta maaf, benarkan?
Aw! Aku sungguh ingin minta maaf!
Kenapa aku tidak ingat apapun?
Dasar!
Lima.
Ahjussi.
Kenapa kau tidak angkat teleponku?
Dimana kau?
Um, yah...
Ada sesuatu mendadak, jadi...
Maaf aku pergi tanpa bilang padamu.
Kau bersama Shin Joon Young?
Tidak!
Ya.
Aku berbuat sesuatu yang mengerikan ke Shin Joon Young.
Aku sungguh minta maaf, Ahjussi. Aku akan hubungi nanti.
Naik ke atas.
Pintu akan tertutup.
Kepala Seksi. Ini.
Apa ini?
Aku yakin ada campur tangan Direktur Yoon Jung Eun pada foto ini.
Katamu akan mengurus para wartawan itu.
Maaf.
Tapi, um, Ji Tae.
Apa kau ke konser Shin Joon Young kemarin?
Aku yakin dia akan mulai menyelidiki PD No Eul.
Wow, aku penasaran kenapa aku tidak mengingatnya.
No Eul jahat! Jahat!
Aku tidak mengingat sedikit pun.
Oh, kenapa ada itu di sepatumu?
Enam.
Kau tidak lapar?
Aku akan belikan makanan.
Kita makan dulu sebelum pergi. Bagaimana?
Baiklah! Aku mabuk dan mengatakan itu! Kenapa?
Apa salahnya?
Ayahku pernah bilang kalau orang terpicik itu yang memilih berkelahi
ketimbang yang mengomel saat mabuk.
Dia menyuruhku jangan bicara ke orang seperti itu!
Tujuh.
Kau mau memukulku?
Baiklah, pukul aku.
Pukul aku sampai kau tidak marah lagi.
Ini.
Delapan.
Wow, kau tahu caranya menyimpan dendam.
Pria macam apa yang begitu picik ini?
Siapa membuatku jadi mabuk begitu dan berkata jelek?
Kau yang memulai semuanya!
Sejujurnya, harusnya kau yang minta maaf?
Keluar.
Tidak mau.
Sembilan.
Taksi!
Sudah kubilang, aku tidak ingat yang kulakukan!
Aku tidak tahu perbuatanku itu membuatmu semarah ini!
Sembilan setengah.
Yah, baiklah. Aku ingat kau menggendongku.
Sembilan seperempat.
Dan aku muntah saat kau membawaku.
Sembilan tiga seperempat.
Dan aku ingat kau mengganti bajuku...
Aku ingat kalau kau yang melepas bajuku!
Dan aku ingat kau bilang kau menyukaiku...
Hei! Kenapa kau naik taksi, saat mobilmu ada disini?
Apa uang keluar dari pori-porimu?
Mau kemana kita?
Seoul.
Hei Manajer! Cepat bangun!
Ada apa? Apa soal Joon Young?
Dia meninggalkan mobilnya disana dan naik taksi?
Apa yang kau lakukan ke Joon Young-ku?
Benar.
Apa yang kulakukan padanya?
Menurutmu yang kulakukan membuatnya marah begitu?
Kau mau aku menjawab itu?
Oh, kau benar.
Sial, pasti itu sesuatu yang ingin kuketahui.
Sial, kuharap aku ingat!
Aish, lihatlah kau. Kau pikir melakukan itu membantu mengingatnya?
Ini pernah berhasil beberapa kali.
Oh, sungguh? Kalau begitu kemari sebentar.
Kau ingat sesuatu?
Hei!
Maaf, tapi boleh kupinjam ponselmu sebentar?
Oh... Tn. Shin Joon Young?
Aish! Kau mulai lagi!
Hei! Kenapa kau ambil makananku?
Hei! Yong Deuk! Apa yang kau lakukan?
Sudah kusuruh jika melihatnya buat bibimpap di mangkuk...
kau harus ambil darinya!
Oh, aku lupa.
- Berikan sini! - Hei!
Muntahkan, sekarang!
Bagaimana kau bisa tidur jika makan banyak begini?
Perutmu kecil!
Muntahkan ke tanganku! Sekarang!
Siapa itu? Joon Young?
Siapa Joon Young?
Siapa ini?
Ini aku, Bu. Aku membuatmu khawatir, kan?
Maaf, kau salah sambung!
Itu Joon Young, kan? Dia yang menelepon, kan?
Sudah kubilang, bukan si brengsek itu.
Sungguh? Biar kupastikan sendiri.
Oppa!
Ibu!
Ini bukan ibumu. Ini Paman Jung Shik.
Oh, Paman.
Kau sudah gila?
Seberapa marah ibumu kau buat sampai kau akhirnya sadar?
Kau tahu betapa khawatirnya ibumu padamu?
Berhenti berbohong. Kenapa aku harus mengkhawatirkan brengsek seperti dia?
Tutup. Tutup, sekarang!
Tutup, sial!
Hei, ibumu membuat bibimpap dan memakannya sekarang.
- Kau tahu maksudnya itu, kan? - Oppa!
Itu jelas maksudnya kalau dia sangat mengkhawatirkanmu!
Ow.
Kenapa, brengsek itu...
Tutup!
Aku tahu betapa khawatirnya Ibu padaku.
Tunggu, bagaimana bisa kau digoda oleh penggali emas itu?
Huh?
Kau sudah lupa?
Kau lupa gimana Gook Young kehilangan seluruh keberuntungan ayahnya karena penggali emas?
Dia bahkan memberinya pakaian di punggungnya!
Kau tidak ingat?
Kau tidak ingat gimana Gook Young masuk penjara karena dia?
Kau.. kau tidak ingat gimana kau menyelamatkannya
dengan uang yang kau dapat karena teken kontrak dengan perusahaan agensi?
- Dia bukan penggali emas, Paman. - Apa?
Lalu apa dia? Huh?
Kupikir kau bintang Hallyu.
Dan katamu kau punya banyak uang, dan gedung sendiri!
Jadi bagaimana bisa seorang sekaya dirimu punya selera rendahan ke wanita?
Bisanya kau biarkan dirimu digoda...
Aku menyukainya, Bu.
Apa?
Aku baru menyadarinya belakangan ini, tapi...
Aku sungguh, sungguh, sungguh...
mencintainya.
Aigoo, sepertinya dia benar-benar tidak waras.
Joon Young, kau harus sadar walau dia menggodamu.
Itu sebabnya aku kabur sekarang.
Aku merasa takkan bisa mengendalikan diriku jika di dekatnya...
Itu sebabnya aku kabur.
Dia serius?
Ya. Itu terlihat olehku.
Sebesar apapun kebencianku untuk mengakuinya, kurasa dia serius padamu.
Dia bahkan menaruh Pororo diluar, karena kau alergi anjing.
Dan dia menyayangi anjing itu seperti saudaranya!
- Tidak mungkin. - Makanya itu!
No comments yet. Be the first to leave one.