Release info

Happiness of Kati 2009 WEB-DL
A Commentary by Doyan_Nonton

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-11-25
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Nah, gadisku yang jelita? Kau merindukan aku?

Kati, ibumu memintaku untuk membawamu ke kamar ini.

(Ibu tidak pernah berjanji untuk kembali.)

Kati, kau belum mandi dan berpakaian? Nenek menunggu.

Dan kau akan melewatkan Paman Abbot jika tidak cepat-cepat.

Aku datang, Nenek.

Apa kau sungguh sudah mandi? Aku hanya mendengar percikan air.

Jangan lari! Nanti jatuh dan menumpahkan semua nasi.

Hah! Kau berlari melewati air, kan?

Apa kau menggunakan sabun?

Sini, biar kulihat apa aku bisa mencium bau sabun.

Baik, kau sudah bersih!

Jadi, apa Nenek tersenyum padamu hari ini?

Nenek sangat posesif pada senyum Thai-nya.

Dia ingin mengalengkan dan mengeksport senyumnya.

Kau baik-baik saja, Paman Abbot?

Aku menanyakan hal ini setiap kali bertemu denganmu…

…seperti rekaman rusak!

Semoga kau juga baik-baik saja.

Kudengar Kepala Boon butuh nasehatmu.

Kapanpun kau ada waktu, tolong datanglah ke kuil.

Dua hari lagi aku bisa melakukannya, Tuan.

Baik! Kapanpun kau bisa.

Aku akan menyuruh anak kuil untuk memanggil Kepala Boon.

Diberkatilah dirimu! Diberkati!

Jadi, katakan kepada kami, kapan kau menjalankan perahu...

...untuk mengantar Paman Abbot mengumpulkan sedekah,

…apa kau bisa tiba di sekolah tepat waktu?

Aku tepat waktu, Tuan.

…sepanjang Paman Abbot tidak mengobrol berjam-jam…

…dengan semua pemilik rumah.

Ah…ayo berangkat, ayo,

…dengan begitu kita segera kembali ke kuil.

Sampai ketemu di sekolah!

Hati-hati, Paman Loh.

Tidak perlu ngebut, kau akan membuat kesal keranjang apel.

Baiklah..

Belajar keras di sekolah, ya Sayang!

Tong!

Nenek membuat masalak lezat lainnya untukmu.

Apa kau yakin tidak ingin makan siang prasmanan di kuil?

Sebaiknya aku pergi.

Jika tidak, yang tersisa hanya kari roh ayam.

Tapi Tong, dia tinggal di kuil,

…bagaimana bisa mendapatkan hidangan prasmanan?

Maksudnya makanan yang didapatkan Paman Abbot dari sedekah keliling!

Tong bilang mereka menyantapnya untuk sarapan.

Nakamon…maukah kau makan bersamaku?

Pengurus rumahku selalu membawa banyak makanan.

Nenekku juga selalu memberi banyak makanan.

Nenek merasa sedih kalau aku tidak menghabiskannya.

Kita bisa bertukar. Kau makan punyaku dan aku makan punyamu.

Kau tidak akan suka punyaku. Laukku telur diberi saus adas manis.

Sepertinya lezat. Aku tidak tahu makananku. Mau lihat?

Tidak apa-apa. Sebaiknya kau duduk.

Baik, aku pergi dulu. Kita bisa bertukar makanan lain waktu.

Kau harus bertukar dengannya. Mungkin dia membawa steak.

Atau Pizza!

Pizza dalam kotak makan siang?

Mana kita tahu?

Tak ada seorangpun pernah melihat apa yang ada di dalam sana.

Ayo diam-diam kita lihat setelah dia selesai.

Si Raksasa Pom melakukan lagi! Dia selalu mengganggu seseorang.

Berapa kali sudah kubilang padamu? Meja ini untuk anak-anak besar.

Anak-anak kecil duduklah di tempat lain! Pergi!

Bahkan sekarang belum saatnya makan siang anak besar!

Dia mengira bisa mengganggu kita!

Hanya karena dia lebih besar dibanding kita.

Sekarang sudah saatnya serial TV atau belum?

Ya, Sayang, sekarang saatnya.

Mengapa kau tak duduk dan nonton? Aku akan ambilkan minum untukmu.

Tidak usah, terima kasih. Aku bisa mengambilnya sendiri.

Kati!

Kau sudah di rumah, mengapa kau tidak mandi?

Kau juga belum memasukkan ke tempat cucian.

Ceritakan tentang serialnya kepadaku, oke?

Kati!

Aku datang, Nenek.

Halo.

Baik.

Jadi, tidak ada yang perlu dicemaskan pada tingkat ini, kan?

Baik.

Maaf, aku harus pergi.

Jika ada waktu, tolong hubungi aku segera.

Ok.

Kau belum lapar?

Makanan tidak lezat apa yang kau miliki di lemari itu?

Tukang masaknya jelas berusaha membuat makanan lezat.

Jika pengunjung tidak menyukainya, itu urusan mereka.

Nenek, masakanmu semuanya lezat.

Hari ini salah satu teman kelasku bertukar makan siang denganku.

Tapi aku tidak mengizinkannya.

Kau sangat menyukai masakan nenekmu, ya!

Punya kari "pujian"?

Kati bisa bisa berpesta sampai perutnya meledak.

Tidak ada yang membicarakan Ibu.)

Selamat siang!

Ah! Bagus bisa menyingkir dari semuanya, hanya kita berdua.

Jika Nenek datang dia akan mengeluh tentang…

…satu atau hal lainnya sepanjang waktu.

Dan dia ingin buru-buru pulang karena…

…dia cemas telah meninggalkan rumah.

Kakek, apa kita akan sampai ke tempat perlindungan lama, hari ini?

Tentu kita akan sampai.

Hari yang menyenangkan. Sangat menyegarkan, bukan?

Selamat siang!

Jadi, bagaimana kehebatan dayungku?

Itu bagus, Kakek…tapi dayung Tong jauh lebih baik.

Jangan bandingkan aku dengan Tong! Setiap hari Tong mendayung.

Dia bisa mendayung dengan mata terpejam.

Itu gadisku!

Kita bisa makan siang dan tidur siang sebelum pulang.

Kau punya banyak PR, Sayang?

Jika kita terlambat pulang, Nenek akan menghardik kita.

Aku sudah mengerjakan semua PR, Kakek.

Menurutmu bunga enceng gondok yang kau kumpulkan itu bagus?

Itu bagus, tapi bunga itu cepat pudah dan layu!

Bunga yang mekar itu indah, lalu layu dan mati…

Itu yang terjadi di alam.

Tapi sungguh sayang jika mati dengan begitu cepat.

Ada kelahiran dan kematian. Begitulah kehidupan.

Tong selalu berbicara tentang banyak hal seperti ini.

Tuan Pengacara! Selamat siang, Tuan!

Lihat ini…bicara tentang kejahatan…

Ah, Kepala Boon!

Selamat siang!

Silakan gabung denganku, kemarilah!

Cari tempat duduk agar kita bisa mengobrol.

Silahkan duduk.

Tong, boleh aku minta bantuan, Nak?

Bisakah kau ajak Kati jalan-jalan ke sana?

Urusan orang dewasa butuh waktu sebentar.

Ayolah, Kati.

Terima kasih.

Aku minta maaf telah menyela, Tuan.

Kami ada masalah yang ingin kami diskusikan denganmu.

Kami penduduk desa yang tidak berpendidikan dan…

…tidak tahu harus mengadu kepada siapa.

Terakhir kali, kau membantu kami bertahan

di tanah kami, tempat tinggal kami.

Jika tidak, kami harus pergi tanpa sumber pemasukan.

Kami telah kehilangan tanah warisan dari ayah dan kakek kami.

Sudah cukup, Kepala Boon!

Suaramu terdengar seperti sedang upacara pentahbisan.

Mungkin kau harus memulainya saat aku masih di rahim ibuku!

Langsung ke masalahnya, Bung!

Burung apa yang kau gambar, Tong?

Aku tidak menggambar burung. Aku menggambarmu, apa boleh?

Apa kau menggambar sesuatu untuk dikumpulakan di sekolah?

Aku menggambar hanya untuk bersenang-senang.

Kati, tetaplah duduk begitu. Itu bagus!

Apa yang terjadi pada kita saat mati, Paman Abbot?

Kita penganut Buddha percaya ke mana orang pergi…

…setelah mereka mati ditentukan oleh karma mereka.

Ada tiga puluh satu tahap di mana keberadaan…

…manusia dan makhluk hidup lainnya…

…diabadikan dalam siklus lahir, mati dan terlahir kembali.

Apapun yang kita lakukan, apapun yang kita sukai saat kita hidup,

…kita akan memetik buah dari tindakan dan kesukaan itu saat kita mati.

Itu sebabnya mereka mengatakan,

…"Saat kau mati, kau pergi ke tempat yang kau sukai".

Jadi, kau takut akan kematian, Paman Abbot?

Semua manusia yang lahir pasti akan mati.

Rasa takut tidak akan membantu kita.

Jika kau takut mati,

…atau takut ke mana kau akan pergi setelah mati,

…sekarang saatnya untuk melakukan kebaikan.

Orang yang mati bebas dari penderitaan.

Mereka yang ditinggalkan yang terus merasakan penderitaan.

Tidak seorangpun bisa lolos dari penderitaan.

Baik anak-anak maupun orang dewasa.

Tak seorangpun bisa lolos dari penderitaan.

Baik anak-anak maupun orang dewasa…

Sekarang beredar kabar bahwa akan ada hukum baru…

…sehingga sektor swasta bisa mengambil alih tanah kuil…

…untuk dikembangkan menjadi lahan bisnis.

Ini rencana untuk merebut tanah kuil.

Kita tidak akan membiarkan mereka melakukan itu!

Lalu, di mana Paman Abbot akan tinggal?

Juga si kecil Tong?

Jadi, apa kita membiarkan mereka mengambil tanah kuil kita?

Tenanglah.

Undang-undang pengembangan lahan ini hanya dalam bentuk draf.

Butuh waktu sangat lama untuk sampai ke parlemen.

Tidak seperti dekrit pelarangan mengkonsumsi alkohol…

…di sekitar wilayah kuil…

…yang sudah disahkan secara hukum.

Tidak boleh lagi minum di kuil!

Kau dalam masalah, Paman Son!

Kau juga minum./ Bukan salahku. Bibi Dang yang menjualnya.

Kuil berada tepat di jalan utama,

…itu lokasi yang sangat menggiurkan.

Kita diharapkan untuk duduk diam dan membiarkan hal ini terjadi?

Mengapa membawa lumpur dan pasir dari kuil…

…secara tak sengaja di sol sepatu adalah dosa!

Kita membawa pasir ke kuil untuk membuat stupa pasir…

…saat Songkran sebagai kompensasi atas dosa kita, kan?

Betapa serakahnya para penjarah tanah ini!

Kakek bertanya ide siapa untuk menanam cabe rawit ini?

Menurutmu ide siapa ini?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left