The first 200 lines.
Aku sudah selesai.
Aku lapar.
Kau belum selesai, Freya.
Setidaknya ukurannya harus dua kali lipat ukuran hewan.
Kau penyiksa budak.
Dan kau penggali kubur yang malas.
Aku seharusnya memecatmu.
Silakan.
Aku akan dapat kerjaan di tempat lain.
Tidak, tidak akan.
Kau tidak bisa.
Ingat?
Kau mencuri permen dan kue,
di tempat terakhirmu dan ketahuan.
Kau tidak bisa dipekerjakan.
Kau mungkin benar, Marina.
Umurku 15 tahun, hidupku sudah berakhir.
Aku yakin kau tidak akan menggali kuburan dua kali ukuranku.
Aku akan melakukannya jika kau sudah mati.
Tapi aku belum mati.
Belum.
Bergabunglah denganku, Pak Poe.
Biarkan saja.
Tapi, Pak Freeman...
Masuk ke sini.
Aku selalu bilang mandilah, Pak Poe.
Dengan segal hormat Pak, kami tidak selalu tahu apa yang ada di dalam air.
Bahan kimia yang kita ketahui bisa jadi racun.
Aku beracun.
Kau beracun.
Kucingku beracun.
Jika aku jadi kau, aku akan lebih khawatir
jadi manusia cawan Petri dengan bau yang tidak sedap itu.
Akan merusak hubungan keluargaku.
Keadaan dengan anak dan istriku jadi lebih buruk lagi.
Tentu saja, sebagai makhluk yang terbang sendirian
sepanjang hidupmu, aku tidak bisa
membayangkan kau berbagi kekhawatiranku.
Atau mungkin kau bisa.
Bagaimana kabar keluargamu?
Sudah 10 tahun aku tidak bertemu ibuku.
Jadi ini poin yang bisa diperdebatkan.
Tidak ada seorang ibu yang jadi bahan perdebatan, Pak Poe.
Ibu berusia 82 tahun dan masih mengayunkan raket tenis.
Itu luar biasa.
Aku memeluknya kemarin,
menyadari mungkin yang terakhir.
Aku merasakan kebahagiaannya saat tersenyum.
Setidaknya itulah yang bisa kulakukan
untuk perempuan yang menghabiskan keseimbangan hidupnya
pada orang malang sepertiku.
Aku lebih suka ditemani orang
yang ibunya menyayanginya.
Ibumu menyayangimu?
Aku tidak pernah berpikir dua kali.
Aku orang yang sibuk.
Terlalu sibuk untuk ibumu?
Aku curiga dia tidak menyayangimu.
Jangan tersinggung, kau agak licik.
Dia mengetahuinya.
Merasa bertanggung jawab.
Mungkin bersalah
karena membawa penyakit sampar ke dunia.
Kau punya kerjaan untukku Pak Freeman?
Ada kerjaan untukmu, Pak Joshua...
Ini hadiah.
Semoga kali ini hadiah terakhirmu.
Jangan masuk ke dalam mulutnya dan berakhir di persendiannya lagi.
Kau mengerti?
Pak, ada kesalahan?
Kesalahan?
Target ini.
Salah satu namanya, mantan istrimu...
Dan?
Aku mengharapkanmu melakukan pekerjaan itu.
Tunjukkan padaku apa kau punya kelamin.
Sekarang keluar dari sini.
Ugh, nafasmu bau.
Pergi.
Ya Tuhan, aku hampir tidak bisa merasakannya.
Kenapa kau tidak melakukan seperti yang kutunjukkan?
Maaf Bu.
Lebih baik?
Jelas sekali hatimu tidak menyukainya, seperti biasanya.
Ada hal lain yang ada di pikiranmu.
Hei, ada yang mau jalan-jalan?
Undangan itu juga termasuk untukku?
Ya, tentu.
Ya, aku tidak ikut.
Aku membatasi aktivitas fisikku di dansa ballroom
dan triathlon akhir-akhir ini.
Aku mau jalan-jalan.
Tidak apa-apa, Bu?
Marina, sejak kapan pendapatku penting?
Pergilah, bersenang-senanglah.
Ada apa dengan kakimu, Ayah?
Pergelangan kakiku keseleo.
Kau datang ke resitalku?
Sudah kubilang aku memikirkannya.
Ayah Freya datang.
Tidak, tidak.
Ayah Freya dipenjara di Texas, sayang.
Bagaimana kau tahu?
Bukan rahasia.
Aku yakin dia akan datang jika dia tidak di penjara.
Dia bahkan tidak mau memikirkannya.
Dia akan datang.
Mungkin itu sebabnya dia dipenjara.
Jadi, kau sudah memikirkannya, Ayah?
Aku bahkan tidak mendengarmu berjalan.
Itu karena aku pelan-pelan.
Ya, kau pelan-pelan?
Bagus, kan?
Apa tidak?
Kau di sana.
Saat kalian bersenang-senang,
kalian berpikir untuk membelikanku rokok?
Bu, rokok buruk bagi ibu.
Kalau begitu, belikan aku sayuran?
Atau mungkin pisang?
Tidak, kami tidak pergi...
Kalau begitu diam!
Sayang, dia benar.
Benar tentang apa?
Kau bisa saja membelinya karena tahu aku kehabisan rokok.
Tapi tidak, kau memilih untuk tidak membelinya.
Kasihani aku.
Ruth, mungkin aku pantas menerima ini.
Tapi dia tentu saja tidak.
Lingkungan yang sudah kau ciptakan ini,
tidakkah kau lihat apa yang kau lakukan padanya?
Lingkungan ini?
Maksudmu lingkungan yang kau buat?
Tolong, sekali saja, ayo kita... sekali saja...
Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya, Thomas?
Kenapa kau tidak sejajar dengannya?
Maafkan aku, Poe.
Aku melakukan yang terbaik untuk membunuhnya.
Aku tidak bisa menghubunginya.
Dia tidak pernah sendirian.
Bahkan di tempat yang menyebalkan?
Cukup jauh, sinar mataharinya.
Kau punya waktu tiga bulan, wank.
Yang terbaik darimu sungguh memalukan.
Kesabaranku kering.
Pasti ada solusinya.
Ya, ada.
Berlututlah.
Buatlah tanda salib.
Tolong...
Lakukan!
Biarkan aku menebusnya.
Pintunya tertutup.
Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan.
Bagus.
Aku mau kau mengunyah cacing di neraka.
Poe...
Saat aku menugaskan suatu tugas, aku mengharapkan hasil yang pasti...
Tolong...
Bukan sepasang celana dalam perempuan.
Pekerjaan yang setengah selesai adalah bayi lahir mati yang berlumuran darah.
Aku punya standar, standar yang menentukan siapa aku.
Standarmu ada di rektummu.
Tolong... tolong beritahu istriku aku mencintainya.
Omong kosong.
Cinta adalah komitmen.
Kau tidak memilikinya.
Apa yang kau ketahui tentang cinta?
Bersyukurlah aku tidak memihak pada kematian yang lambat.
Aku tidak peduli siapa yang memulainya.
Bukan tanggung jawabmu untuk mengakhirinya dengan tanganmu.
Aku sudah memperjelasnya, Freya?
Tentu, Bu Lauren.
Suaramu terdengar.
Dan kau, Marina, ini pertama kalinya
kau mengunjungi kami di sini, kan?
Ya Bu.
Apa yang mau kau capai?
Kau tidak menganggapku tipe orang yang kejam.
Freya adalah temanku.
Aku sadar itu.
Aku juga sadar Freya lebih dari mampu
menjaga dirinya sendiri.
Jadi, Freya, karena kau sudah menempatkan kami berdua pada posisi ini,
apa yang kau sarankan sebagai hukuman yang pantas?
Um... baiklah, aku lebih suka kursi listrik.
Meskipun begitu, suntikan mematikan juga tidak masalah.
Lucu sekali.
Karena kami biasanya tidak melaksanakan hukuman mati di sini,
Aku akan melakukan yang lebih baik untukmu dengan penahanan...
Dua minggu makan siang untuk kalian berdua.
Dasar lemah.
Apa?
Terima kasih, Bu Lauren.
Kau keren, Bu Lauren.
Dan kalian harus membuat surat-surat ini
ditandatangani oleh orang tua...
Dan kembalkan padaku hari Senin.
Cukup membosankan bagi kalian?
Ya, Bu Lauren.
No comments yet. Be the first to leave one.