The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai ]bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 13"
Kamu di sini, Seung Joo.
Kenapa kamu baru datang?
Kamu sudah tahu, ya?
Tentu.
Ayahmu meminta bantuanku secara langsung.
Teganya kamu melakukan ini
setelah berjanji menyudahinya.
Kini jangan ganggu kehidupan ayahmu.
Mulai sekarang aku akan berada di sisimu.
Choi Si Woo.
Bukankah katamu kepercayaan dan respek akan membuat kita nyaman?
Tapi
apa artinya hubungan kita
jika kamu tidak bisa memercayaiku?
Lalu?
Kamu ingin melakukan apa?
Hubungan kita usai.
Kata siapa?
Ada banyak orang di sini.
Jangan emosi, ya?
Teganya ayah melakukan ini.
Ayah senang menipuku dan menikah seperti ini?
Demi wanita kurang ajar yang tidak berkelas,
Ayah menipu satu-satunya anak Ayah.
Ayah sungguh harus melakukan ini?
"Wanita kurang ajar yang tidak berkelas"?
Man Seok.
Apa yang dikatakan Seung Joo?
Apa dia membicarakan aku?
Astaga.
Itu sebabnya ayah rahasiakan ini darimu.
Tolonglah, Seung Joo.
Orang-orang melihat.
Kita bicarakan di rumah, ya? Kita bisa membicarakannya di rumah.
Seung Joo, kamu pikir kamu hidup sendirian di dunia ini?
Jika kamu bijaksana,
kamu seharusnya tidak mempermalukan ayahmu pada hari seperti ini.
Aku tidak peduli dengan hal seperti itu.
Aku tidak bisa membiarkan ini.
Aku sungguh tidak bisa menerima ini.
- Mari bicara di luar. - Lepaskan.
- Kemari. - Kubilang, lepaskan.
Lepaskan aku!
- Dia baik-baik saja? - Apa yang terjadi?
- Apa yang terjadi? - Dia terluka?
Dia baik-baik saja?
Kamu baik-baik saja?
Bisakah kamu...
Bisakah kamu mengantarku pulang?
Berdirilah.
Minggir.
Ayo pergi. Aku akan mengantarmu pulang.
Jangan menyentuhku.
Kamulah yang seharusnya tidak mengganggu kehidupanku.
Ayo pergi, Nam Jin.
"Selamat atas pernikahan Anda"
Perutku sakit. Mungkinkah karena aku gugup?
Apa apa dengan tanganmu?
Dia melakukan ini?
Aku baik-baik saja, Ibu,
Ibu tidak mengira Seung Joo bisa bersikap sangat buruk.
Pasti ada banyak yang harus diajarkan kepadanya.
Bisa-bisanya dia bersikap gegabah di depan banyak orang?
Dia tidak punya akal sehat.
Halo. Aku Lee Sang Hyun.
Jantungku mulai berdebar kencang dan aku penasaran ada apa.
Inilah yang memicunya.
"Wi-Fi cinta"
Apa yang kamu lakukan?
Aku kemari untuk melakukan perintah Pimpinan Ahn.
Kurasa aku sebaiknya menyapa kalian berdua bersama Nam Jin.
Halo.
Jangan pikirkan dia.
"Jangan pikirkan dia"?
Dia menyalakan api di hatiku.
Teganya dia berkata seperti itu.
Kamu mau
bersulang bersamaku untuk merayakan acara yang bahagia?
- Ratuku. - Ratumu?
Bukan main.
Bukan main?
Ekspresi itu aslinya berarti tidak ada pegangan batu gerinda.
Tidak mungkin kita bisa menemukan pegangan batu gerinda di sini.
Bukan main.
Bersulang.
Kenapa...
Kamu tidak suka anggur?
Maaf. Aku tidak tahu apa kesukaan ratuku.
Kamu tahu nama anggur ini?
Tidak. Aku tidak tahu.
Ini anggur mawar yang dibuat di Provence, Prancis selatan,
yang terkenal sedunia karena anggur mawarnya.
Ini disebut Whispering Angel seperti kegembiraan musim semi.
Anggur mawar.
Aku tidak tahu rasanya begitu enak.
Ini kombinasi
aroma stroberi yang lembut dan aroma mawar merah.
Tapi kamu baru saja
meneguknya seperti minum air putih.
Ini bukan tipe anggur yang bisa diminum seperti itu.
Begitu.
Jangan pernah muncul lagi di hadapanku.
Itu tidak menyenangkan.
Kamu cantik.
Kamu juga manis
dan berwawasan.
Kamu benar-benar bidadari. Kamu bidadari.
"Wi-Fi cinta"
Kamu tinggal di mana?
Aku akan pergi
ke tempat lain saja.
Ke mana?
Ini
tempat terakhir yang kudatangi bersama ibuku sebelum dia wafat.
Begitu.
Ibuku sangat frustrasi karena dirawat di rumah sakit.
Jadi, kubawa dia ke sini.
Kamu tahu yang dia katakan?
"Ibu menyukai angin sepoi-sepoi dari sungai."
"Ayo kita kembali ke sini bersama ayahmu lain kali."
Namun,
dia tidak bisa kembali ke sini.
Aku sering sekali meminta ayahku pergi
ke Sungai Han bersama aku dan ibuku.
Tapi katanya, dia terlalu sibuk,
dan berjanji akan ke sini bersama kami kapan-kapan.
Pada akhirnya...
Itu membebani pikiranmu.
Ibu memberitahuku
bahwa ayahku payah dalam menilai orang.
Katanya, ayahku tipe orang yang akan mudah ditipu.
Jadi, aku harus menjaganya dengan baik.
Namun,
aku tidak bisa menepati janjiku.
Aku merasa bersalah kepada ibuku.
Kamu lelah.
Aku yakin ibumu tahu itu.
Kurasa itu hal yang baik.
Apa maksudmu?
Kini aku percaya diri untuk hidup
sebagai orang bernama Han Seung Joo, bukan putri seseorang.
Apa?
Apa yang kamu tanam?
Ini?
Ini pacar air.
- Pacar air? - Ya.
Anda tidak tahu ini?
Orang-orang mengecat kuku dengan daun bunganya.
Aku tahu. Tapi kenapa kamu menanam bunga?
Karena aku menyukainya.
Aku sangat suka pacar air.
Konon, jika cat kukunya bertahan sampai salju pertama turun,
kita akan mendapatkan orang yang kita cintai.
Kamu polos seperti gadis kecil.
Sejujurnya, aku tahu bahwa mengecat kuku
tidak akan membantuku mendapatkan orang yang kucintai.
Aku hanya menyukai harapan yang diberikan bunga kepada orang.
Bunga seolah-olah mengatakan aku bisa bahagia jika menunggu.
"Kelak kamu bisa bahagia jika menunggu."
Ya, Nam Jin.
Ibu, aku akan pulang larut karena ada masalah.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Aku tidak bisa meninggalkan Seung Joo sendirian.
Seung Joo?
Wanita yang menyelamatkan ibu di Pasar Dongdaemun?
Kenapa? Sesuatu terjadi kepadanya?
Ya. Ceritanya panjang.
Aku takut dia melakukan hal buruk jika kutinggal sendirian.
Tolong jaga Kakek.
- Baiklah. - Telepon aku jika butuh apa pun.
Baiklah. Jangan khawatirkan kami.
Ada apa dengan Nam Jin?
Ya. Dia akan pulang larut karena ada masalah.
Sesuatu terjadi kepada Seung Joo?
Dia bilang begitu.
Katanya, Seung Joo mungkin berbuat hal buruk jika ditinggalkan.
- Halo, Pak. - Halo.
Bu Yang, kamu di sini juga.
Ya, Pengacara Heo.
Kamu sedang apa?
Aku menanam pacar air.
Saat bunganya tumbuh tahun depan,
aku juga akan mengecat kukumu, Pengacara Heo.
Apa?
Bisa kamu menunggu di sini sebentar?
Apa? Kenapa?
Hari ini adalah Hari Kemerdekaanku.
Kita sebaiknya minum bersama.
"Hari Kemerdekaan"?
Ayo pergi, Ibu.
Tunggu, kamu kabur dari rumah?
Ini disebut "pindah", bukan "kabur".
Kenapa kamu diam saja? Bantu aku menaruh ini di bagasi.
Sebaiknya jangan lakukan ini.
Kamu harus bicara dengan ayahmu lebih dahulu.
Nanti saja.
No comments yet. Be the first to leave one.