Release info

태양의 계절 A Place in the Sun E03 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-06-06
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 3"

Ada apa?

Ini konyol.

Apa?

Jika ini sampai keluar,

bukan hanya Steel, tapi seluruh grup akan jatuh.

Bawa ini.

Apa?

Jika ketahuan kamu yang membeberkan, kamu akan berada dalam bahaya.

Aku tidak bisa membiarkanmu terluka.

Pergilah. Sekarang juga.

Dia seharusnya berfokus bekerja. Beraninya berpura-pura menjadi ayah.

Kwang Il!

Aku hampir melewatkanmu.

Kamu sedang apa di sini?

Aku mau makan denganmu.

Steik hotelmu terkenal.

Maaf, tapi aku ada rencana.

Kenapa kamu terus menghindariku?

Kenapa tidak mengangkat teleponku?

Kenapa kamu seperti itu kepadaku?

Apa salahku?

Ji Eun.

Aku tidak tertarik denganmu,

jadi, berhentilah. Ini menyebalkan.

Ji Eun!

Ada apa kemari?

Dia amat tidak fokus.

"Departemen Audit"

Dia sudah sejauh apa?

Ada apa?

Kamu tidak mau masuk?

Ya, Pak.

Kami menemukan pemimpinnya.

Siapa?

Kim Yoo Wol. Akuntan dari Samjin.

Dia orang merepotkan yang sempat kulaporkan.

Kamu

menjatuhkan ini.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Yang benar saja.

Dia masih populer seperti biasa.

Tolong berikan ponselku.

Akan kupegang. Kamu sudah memegang banyak.

Tidak. Berikan kepadaku. Itu tampak berat.

Tidak apa-apa.

Tolong berikan ponselku.

Ayo.

Ini yang kutemukan terkait Kim Yoo Wol.

Sudah kubilang awasi dia dengan saksama.

Apa yang kamu lakukan sampai jadi kacau begini?

Maaf, Pak.

Bawa dia kepadaku.

Anda mau melakukan apa?

Aku harus menghentikannya.

Pembeber informasi? Beraninya dia.

Baik, Pak.

Serta

bagian Akuntansi menelepon.

Pak Choi Kwan Ill menyuruh Nona Yoon membawakannya buku besar rahasia.

- Benarkah? - Ya, Pak.

Menimbang situasi saat ini, kurasa Anda harus tahu.

Baik.

Kirim sekuriti ke kamar 304 sekarang juga.

Departemen audit.

Singkirkan semua orang dari Samjin

dan bawakan Kim Yoo Wol.

Ini perintah wakil pimpinan. Cepat laksanakan!

Aku penasaran ada apa.

Aku harus ke toilet.

Baik.

Bisakah Anda bawa ini?

Dia pasti sudah tidak tahan.

Ini aku.

Keluar dari sana sekarang juga.

Mereka menuju ke kamu.

"Menyalin fail"

Berhenti!

Berhenti di sana!

Berhenti!

Kami bilang berhenti!

Berhenti!

Berhenti!

Di mana dia?

Aku tidak melihatnya.

Ya, Pak.

Tidak.

Keluar! Kami tahu kamu di dalam.

Siapa itu? Apa masalah kalian?

Maaf.

Kalian amat menyebalkan.

"Dilarang Merokok"

Kita sudah aman.

"Kim Yoo Wol"

22 Juni 1970. Panti Asuhan Hope di Jecheon.

Tidak mungkin.

Ada apa?

Hati-hati.

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Tapi...

Kenapa kamu memegang itu?

Ayah menyuruhku belajar akuntansi.

Itulah alasanku mau melihat

buku besar perusahaan kita seperti apa.

Ini hanya untuk pegawai berwenang.

Siapa yang mengizinkanmu melihatnya?

Kenapa?

Ada rahasia yang tidak boleh kulihat?

Rahasia apa?

Apa itu yang menyebabkan krisis?

Apa kita mau bangkrut?

Bunga itu untuk apa?

Ini untuk Nona Yoon.

Pergilah.

Jangan terlalu cemas. Ini bukan masalah serius.

Pergi saja.

Baik.

- Hati-hati. - Ya.

Pecundang.

Pak!

Ini peringatan terakhir ayah.

Jangan Nona Yoon!

Kenapa...

Sial!

Siapa kamu sampai mengajari Kwang Il?

Jangan mendekatinya lagi!

"Kim Yoo Wol, Panti Asuhan Hope"

Apa kebetulan?

Jika bukan...

Ibu!

Bagaimana penampilanku?

Kamu berbelanja lagi?

Aku akan segera menghasilkan banyak uang. Harus baju bagus.

Kamu seharusnya setidaknya menunggu sampai menerima gaji.

Tapi kamu memang tampak cantik. Kamu menuruni siapa?

Aku sebaiknya membelikan Ibu apa setelah menerima gaji?

Ibu tidak butuh apa-apa.

Menabunglah dan pikirkan pernikahanmu.

Rekening berjangka tiga tahun punya bunga yang bagus.

Baik, Bu. Aku tahu Ibu dahulu akuntan, paham?

Lembaga keuangan juga bagus,

tapi ibu harap kamu bekerja di bank.

Bank itu pekerjaan ideal untuk seorang wanita.

Kamu bisa terus bekerja setelah menikah juga.

Sudah kubilang. Gaji lembaga keuangan lebih besar.

Aku akan menghasilkan banyak uang mulai sekarang.

Tunggu dan lihat saja.

Berhenti terobsesi dengan uang.

Ibu bilang cari pria baik saja dan menikahlah.

Generasiku berbeda dari generasi Ibu.

Ibu pernah dengar Generasi X.

Putri Ibu bagian dari Generasi X.

Ibu tidak peduli kamu generasi apa.

Menemui pria baik sudah seperti mendapat lotre bagi seorang wanita.

Karena kini kamu punya pekerjaan,

berfokuslah menemukan pria baik.

Baik, Bu. Gadis ini kini akan pergi

dan mencari pria baik.

"Aku tidak sengaja melihatnya suatu hari"

"Kakiku terasa lemah dan aku terjatuh"

"Pria impian yang sudah kucari selama bertahun-tahun"

"Satu, dua, tiga, empat"

Pasti menyenangkan jadi anak muda.

Selamat datang...

Lama tidak berjumpa.

Aku harus menanyakan sesuatu.

Kenapa kamu bertanya soal dia?

Aku penasaran apa seseorang yang kukenal adalah

anak itu.

Dia tumbuh di panti asuhan di Jecheon bukan?

- Namanya... - Kamu bertemu dengannya?

Konon kita tidak bisa menyembunyikan dosa kita.

Betapa menghibur.

Apa namanya Kim Yoo Wol?

Benarkah.

Benar, Kim Yoo Wol.

Kudengar direktur panti asuhan menamainya Kim Yoo Wol.

Ada apa?

Dia muncul di hadapanku

seolah-olah mau membalas dendam kepadaku.

Dia tidak mungkin

tahu sesuatu, bukan?

Si Kim Yoo Wol.

Kenapa kamu bertanya kepadaku?

Tidak mungkin, bukan?

Kamu takut? Sekarang?

Dia tidak tahu, bukan?

Kamu seharusnya tidak berbuat hal yang pantas mendapat hukuman.

Tolong pergi.

Melihatmu membuatku muak.

Kamu yang melakukan itu.

Aku hanya menyarankannya.

Kamu dan aku

sekongkol.

Andai kamu tidak menangis dan bergantung padaku,

itu tidak akan terjadi.

Tidak boleh ada yang tahu.

Jika ini sampai keluar,

aku akan memberimu pelajaran.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left