The first 200 lines.
~ Episode 3 ~
Sekarang hanya tinggal aku di rumah ini.
Nanti kamu bisa datang menjengukku.
Bukankah kamu selalu ingin tahu, seperti apa keseharian Ling Yizhou itu?
Kamu tau saja.
Tapi hari ini kamu keluar dari rumah sakit, dia tidak muncul.
Hubungan kalian...
Dia ada rapat.
Lagian,
dua bulan ini selama aku di rumah sakit, dia hampir setiap hari datang melihatku.
Dia harus mendonorkan sumsum tulang belakangnya juga merawatku.
Aku sudah bersyukur.
Kamu belum pindah juga, tapi sudah membelanya.
Tidak.
Keluar dari rumah sakit bukanlah hal yang besar.
Tidak perlu banyak perhatian.
Asisten Wen menjemputku juga tidak masalah.
Asisten Wen hanya ingin menyenangkanmu.
Dia sedang mencoba memisahkan idolaku Chu Yan dan Ling Yizhou.
Oh iya,
saat kamu sedang bersama Ling Yizhou, apakah dia bertingkah aneh.
Aku seorang pengusaha.
Jika tidak ada keuntungan,
itu tidak ada gunanya bagiku.
Terkadang, dia sangat dingin.
Tapi kadang juga dia begitu pedulian dan lembut.
Cinta bukanlah segalanya dalam pernikahan.
Bahkan sekalipun mereka sedang jatuh cinta,
tidak menjamin pernikahan itu akan benar-benar indah.
Konsep pernikahan bagiku,
adalah lebih seperti tanggung jawab.
Membuat orang merasa sangat nyaman.
Kalau begitu sebaiknya kamu berhati-hati.
Jangan sampai kamu benar-benar jatuh cinta padanya,
kamu akan menjadi objek seorang gay.
Bagaimana mungkin.
Aku bukan seorang yang kelainan seperti itu.
Baguslah kalau begitu.
Meskipun Ling Yizhou tidak bisa memberimu cinta,
tapi kalian bisa mengembangkan ikatan keluarga.
Ikatan seperti itu bahkan lebih kuat dari cinta.
Tambah juga, kamu sekarang mendapat sokongan yang besar.
Kamu bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan di Guangdong.
Jangan.
Aku tidak ingin sokongan besar.
Aku takut akan mengacaukannya.
Bercanda.
Ling Yizhou, pria yang suaranya sepadan dengan wajahnya,
dan wajah yang sepadan dengan tubuhnya.
Dan tubuh itu yang sepadan dengan kekayaan.
Hanya ada satu di seluruh Guangdong, mengerti?
Tak salah lagi kamu itu gadis yang paling beruntung.
Terlebih lagi, kamu akan tinggal di rumahnya,
kamu selalu bisa melihat idolaku Chu Yan.
Ngomong-ngomong tentang Chu Yan,
menurutku yang kamu katakan itu benar.
Sikap posesifnya terhadap Ling Yizhou sama sekali tidak normal.
Dan kamu tahu dia selalu menyerangku.
Ya Tuhan.
Hatiku.
Xia Lin! Berani kamu mencuri Chu Yan-ku!
Ayo kita bertarung!
Ya Tuhan, aku tidak tahan lagi.
Idolaku.
Hai cantik.
Kak Chu Yan, berhenti bercandanya.
Selamat kembali kerumah putri kecil kami.
Di mana Kak Yizhou?
Dia pasti sibuk ya.
Baiklah, putri kecil.
Jika kamu tidak ingin ada rumor tentang kita besok,
ayo cepat masuk.
Baiklah tidak masalah.
Asisten Wen.
Pertarungan kita sebelumnya hanya membuat kita jadi berteman.
Kamu sudah lama berada di sisi CEO Ling,
mohon jaga Linlin kami ya.
Nona Jia, dengan senang hati.
Memang itulah yang harus aku lakukan.
Asisten Wen, apa kamu sudah punya pacar?
Tidak.
Mengapa kamu tidak mencarinya?
Yang seperti apa tipemu, mungkin tidak susah menemukannya.
Saat ini, aku hanya ingin bekerja.
Untuk saat ini, aku tidak akan memikirkan hubungan pribadi.
Jadi maksudmu kamu mau bilang, jika kamu menjalin hubungan,
kamu tidak bisa bekerja untuk CEO Ling lagi, kan?
Yang aku maksud...
Tidak apa.
Aku hanya bercanda.
Tinggalkan aku kartu namamu.
Aku bisa memperkenalkanmu pada beberapa temanku.
Terima kasih.
Kak Lisa memberitahuku untuk pergi kesana besok.
Dasar maniak kerja.
Ingat ya untuk jaga kesehatanmu tidak peduli seberapa sibuknya kamu.
Atau, lihat saja apa yang akan terjadi nanti.
Aku tahu, Kak Fei. Ayo pergi.
Sampai jumpa, Asisten Wen.
Masih banyak yang ingin aku tanyakan padamu.
Sampai jumpa.
Sudahlah.
Aku saja belum melihat dia sudah dua bulan ini.
Apa dia sudah punya pacar?
Ling? Bagaimana mungkin?
Jangan bilang,
kamu masih berpikir Ling sedang menunggumu.
Memangnya tidak?
Bertahun-tahun, aku satu-satunya wanita di sisinya.
Dengar, putri kecil.
Jika seorang pria benar-benar menyukaimu,
dia tidak akan diam saja seperti itu.
Jadi,
kamu jangan terlalu berharap banyak.
Makan makanannya.
Aku tidak mau makan. Tidak nafsu makan.
Kamu tinggal terlalu lama di luar negeri,
apa kamu tahu berapa banyak orang yang ingin makan bersamaku?
Baikah Kak Chu Yan, kau yang terbaik.
Kalau begitu setelah kita selesai makan, bisakah kamu mengantarkanku padanya?
Aku janji.
Aku pasti akan memujimu di depan Paman Chu.
Bagaimana?
Memangnya aku peduli?
Oke.
Selamat pagi Nyonya.
Hai Bibi.
Kamu bisa memanggilku Xia Lin.
Aku tidak bisa melakukan itu.
Bibi Huang. Aku hanya mengantarkan Nyonya.
Ada yang harus aku lakukan di kantor. Aku pergi dulu.
Baik.
Terima kasih, Asisten Wen.
Mari. Silahkan masuk.
Pelan-pelan.
Nyonya, kamarnya ada di lantai atas.
Lumayan ada suasana rumahnya.
Untung saja aku memilih yang ini.
Bibi Huang, apakah biasanya ada banyak orang yang sering datang ke sini?
Tidak banyak.
Hanya Asisten Wen dan Tuan Chu yang sering datang ke sini.
Ditambah lagi, Tuan tidak suka ada orang asing datang ke sini.
Lalu bagaimana dengan keluarga Ling Yizhou?
Ayahnya sudah lama meninggal.
Dan tentang ibunya,
Nyonya bisa bertanya pada Tuan nanti.
Lihatlah kamarnya dulu.
Jika Nyonya butuh sesuatu, panggil saja aku.
Ini tidak seperti yang aku bayangkan.
Tapi tidak apa-apa.
Apa aku salah masuk kamar?
Bibi Huang.
Tuan Chu, Nona An.
Apa yang kamu lihat. Apa bagus?
Kenapa, kamu ada di rumah?
Kenapa kamu di sini?
Ini kamarku.
Atau maksudmu,
kamu ingin tidur sekamar denganku?
Tidak. Bibi Huang membawaku ke sini.
Sepertinya dia tidak tahu tentang kita...
Bibi Huang adalah orangnya nenek.
Jika dia tahu kita tidur di kamar yang berbeda,
kita akan ketahuan.
Tapi kita sudah tanda tangan kontrak.
Apa kau keberatan tidur sekamar denganku?
Ini bukan masalah aku keberatan...
hanya kita tidak bisa.
Kenapa kita tidak bisa?
Karena ada cowok keren di depanku,
aku khawatir aku tidak bisa menahan diri.
Jika kamu tidak bisa menahan diri,
apa yang akan kamu lakukan?
Kak Yizhou!
Apa yang sedang kalian lakukan?
Tunggu aku di ruang tamu.
Mati aku.
Bolehkah aku memanggil polisi?
Habisnya kulitmu sangat halus.
Kak Yizhou.
Lama tidak bertemu. Kamu semakin tinggi.
Kamu bahkan tidak datang menjemputku.
Kamu tidak menjawab telponku juga.
Aku sedang sibuk.
Sibuk dengan nona ini?
Kamu tidak pernah cerita tentang dia.
Aku bukan siapa-siapa.
Tidak penting untuk membicarakanku.
Xia Lin. Jangan kamu bilang sekarang...
kalau kamu tidak kenal Ling Yizhou?!
Kak Chu Yan, jangan begitu.
Setiap orang harus pelan-pelan saling mengenal.
Lalu menjadi dekat.
Jika itu teman Kak Yizhou,
maka dia juga teman kita.
Kak Yizhou.
Kenapa kamu pindah ke sini?
Ah Ran. Dia bukan temanku.
Dia adalah istriku.
Kami pindah ke sini,
No comments yet. Be the first to leave one.