The first 200 lines.
SERIAL TVING ORIGINAL
Takarir Indonesia dipersembahkan oleh ZuL
Saat seperti ini...
Apa yang harus kukatakan?
Kepikiran sesuatu, dong!
Dingin.
- Ayo masuk. - Ya.
Apa maksudnya "ayo masuk"?
Apa maksudnya...
...kita melakukan sesuatu di dalam?
Kenapa dia mandi?
Apa dia salah paham karena kondom?
Ah, gimana dong?
Apa arti dia bagiku sekarang?
Teman cowok?
Teman tapi mesra?
Atau pacar?
- Da-hyun. - Hmm?
Tadi aku baca postingan...
...tapi skinship apa yang menandai awal sebuah hubungan?
Misalnya, gimana kalau dia...
...menyentuh punggungmu sedikit?
Apa itu? Mereka melewati batas, 'kan?
Bukan depan, tapi belakang?
- Maksudmu pinggang? - Agak atas lagi.
- Tulang belakang? - Semacam itu.
Agak ambigu untuk menyebutnya melewati batas.
- Benarkah? - Ya. Kecuali sambil ciuman.
Mereka ciuman juga! Berarti mereka pacaran, 'kan?
- Kalau ciuman, 100% pacaran! - Iya, 'kan?
Mereka berciuman dan menyentuh tulang punggung!
Jadi, itu persetujuan tanpa kata kalau mulai hari ini kita pacaran. Gitu, 'kan?
Ya. Tapi kenapa tanya?
Penasaran aja.
Apa?
Omong-omong, kalian tidur di luar? Ada selimut di luar.
Enggak! Enggak, kok!
Apa yang terjadi? Kalian abis ngapain?
Aduh, kamu tau lah, ya. Gak usah diomongin.
- Dah. - Dah.
Woy.
Gak ada yang mau kamu omongin sama aku?
Kayak gimana?
Dahlah.
Woy.
Ada apa dengan wajahku hari ini?
Lumayan glowing.
Kamarku punya pemandangan yang bagus. Pemandangan Kim Nam-ho.
Kamu lagi apa?
Apaan sih? Kok di-read doang?
Kini setelah kita berciuman, aku akan meninggalkanmu!
Apaan? 'Masa ending-nya gitu?
Itu namanya kenyataan.
Kamu tahu Heo Young-ji, 'kan?
Pacarnya pergi tepat setelah mereka bobok bareng.
Beneran? Kenapa dia selalu ditinggalin?
Kamu nggak tau?
Cowok nggak tertarik sama ikan yang pernah ditangkap.
- Heol! Kamu harus minta maaf. - Terserah. Minta maaf aja ke mukamu.
Minta maaf atas ucapanmu tadi!
Oh, datang tuh.
Minta maaf.
Mau makan malatang nanti?
Aku mau ke warnet.
- Sama siapa? - Teman akademi.
Haruskah aku ikut?
Kenapa?
Apa bedebah itu menghindariku?
- Nak, di mana kamu? - Sekolah.
- Gak keliatan ada murid lain. - Astaga.
Aku lagi otw pulang.
Aigoo, baiklah.
Ibu akan membuat sup, jadi, belikan sebungkus tahu.
Dan suruh Nam-ho ikut makan malam bareng kita.
- Kenapa? - 'Kan Ibunya pergi ke Pulau Jeju.
Dia sendirian, dan Ibu yakin dia gak makan makanan layak.
Baiklah.
Apa dia kecewa kami gak melangkah lebih jauh hari itu?
Atau apa dia syok karena kami berciuman padahal belum pacaran?
Ah, kayaknya nggak gitu, deh.
Yi-joon mencampakkanku karena aku nggak menciumnya.
Lalu apa dia bersiap untuk lebih dari sekadar ciuman?
- Boleh aku datang? - Ke mana?
- Rumahmu. - Gak ada orang di rumah.
- Aku tahu. - Tapi masih mau datang?
- Ya. - Kamu gila?
Mungkin.
Terserah.
Apa?
Kamu udah tidur?
Belum.
Terus kenapa pintunya gak dibuka?
'Kan udah bilang gak ada orang di rumah.
Aku tahu. Aku tetap datang.
Sebenernya, kamu kenapa sih?
Aku juga gak tahu.
Jadi...
...buka pintunya sebelum aku berubah pikiran.
Maksudku, kenapa kau nyuruh-nyuruh membuka pintu rumah kosong?
Jangan bilang kamu gak ada di rumah!
Harus berapa kali ngomong? Gak ada orang di rumah!
Wah~ Anjir lah.
Kampret.
Hey.
- Kenapa datang? - Kamu senang?
Kamu senang mempermainkan seseorang?
"S love N."
"Se-young love..."
"Nam-ho."
Apa kalian...
...berpacaran?
Apa kalian...
...pacaran?
Woy!
- Kamu kenapa sih? - Aku malu banget!
Malu kenapa?
Ini salahku karena terlibat denganmu.
Semoga kalian bahagia. Kalian bahkan punya tato pasangan.
- Kalian pasangan yang sangat cocok! - Kamu bercanda?
Kenapa kamu memperlakukanku layaknya sampah?
Kamu tahu kalau kamu lebih sampah daripada Yi-joon?
Kalau kamu mau kayak gini...
...maka seharusnya kita gak ketemu sama sekali.
Apa yang kita lakukan?
Kalau begitu...
apa maksudnya waktu di rumah liburan?
Itu...
Kim Nam ho.
Apa? Kamu belum memberitahunya?
Astaga, makanya aku suruh buruan!
Aku tahu...
Aku tahu kalau dia bajingan seperti itu.
Tapi...
kenapa nyesek banget, sih?
Rasanya seperti hatiku... Tidak, seluruh tubuhku...
...hancur berkeping-keping.
Mulai sekarang, aku benar-benar...
...gak akan mendekati pria mana pun.
Kenapa tiba-tiba pindah tempat duduk?
Kamu gak mau duduk di sebelah Nam-ho?
Kalian bertengkar, ya?
Aku putus sama dia.
Apa?
Kenapa?
Perbedaan kepribadian? Restu orang tua? Atau kamu sedang sibuk?
Atau Nam-ho selingkuh?
Kenapa kalian putus?
Bener-bener, jangan ngalangin.
Bukankah kita putuskan gak ketemu sementara waktu?
Kita tuh sekelas. Kamu ingin aku gimana?
Enyahlah! Enyah saja!
Kamu yang enyah!
Kita putuskan gak saling ketemu. Jadi, mari kita gak ketemuan.
Tunggu bentar lagi.
Ini akan segera berakhir.
Bangsat!
Itu sangat menyedihkan, bikin kita gak nyaman!
Ini alasan gak boleh pacaran sama temen sekelas!
Kita malah jadi ikut terseret!
Tapi mereka bakal gimana sekarang?
Sial. Harusnya mereka 'berbuat' tempo hari.
Kenapa kamu putus sama Nam-ho?
Aku cuma kepikiran itu sayang sekali.
Bagus kita bisa kencan ganda.
Dan aku juga merasa bersalah.
Kenapa?
Rasanya cuma aku yang bahagia.
Kita ngobrol lagi nanti.
- Aigoo! - Aw!
Memalukan sekali! Pahamu diumbar-umbar!
Udah dong! Astaga!
Kok tiba-tiba mau makan daging?
Kita mau berkemah.
Apa? Berarti Nam-ho juga bakal datang?
Ya. Ibunya yang mereservasi.
Sial. Aku pulang aja.
Kita selalu ke sana tiap musim panas! Kamu harus ikut!
Setelah Nam-ho pindah, kita gak bisa lagi kumpul-kumpul kayak gini.
Nam-ho pindah?
- Astaga, makanannya banyak. - Kelihatannya enak.
Ada samgyeopsal juga.
- Kalian sudah menetapkan tanggal pindah? - Ya, tanggal 3 bulan depan.
Tidak lama lagi. Aku masih tidak percaya kalian pindah.
Aku juga.
Siapa yang tahu aku akan berakhir di Pulau Jeju?
Tapi kamu harus berterima kasih kepada perusahaan...
...karena memindahkanmu ke sana.
Bagaimana dengan Nam-ho? Apa dia pindah sekolah?
Ini tengah semester, jadi, belum kami putuskan.
Kalau dia mau ikut, akan kupindahkan selama semester 2.
Atau tinggalkan saja dia di Seoul dan aku mampir sesekali.
- Astaga, kedengarannya sulit. - Aku tahu.
- Itu enak. - Iya, 'kan?
Yu-ra, pergi ke toko sama Nam-ho, beli minuman dan nasi instan.
Kamu sedang apa? Tokonya jauh. Temani dia.
Enggak, ah.
- Aduh! - Pergi sana.
Bangsat nie orang. Kamu mau mati?
Apa? Mau ngelapor?
Ya. Ke ibumu.
No comments yet. Be the first to leave one.