The first 200 lines.
Apa?
Ada saksi selain orang yang melaporkan kecelakaan?
Ya, itu kata bocah yang melaporkannya.
Dia bilang pria itu sudah di sana sebelum dia tiba.
Pria itu memintanya melaporkan kecelakaan,
lalu pergi.
Ayah, kurasa
itu mungkin
Nam Joon.
Bawa anak itu.
Ayah mau menemuinya.
Aku sudah mengirim seseorang ke kantor polisi
untuk membawanya dan walinya setelah dia selesai.
Ayo.
Jadi, apa yang kamu ketahui
soal Kang Hyun dari SMP Shindong?
Apa?
Bisbol? Kenapa?
Kamu sudah dapat video CCTV
mobil Do Kyung melaju ke TKP?
Cepat. Bergegaslah.
Soo Ho.
Astaga.
Aku harus mengeluarkan Nona Oh sebelum Ae Ra datang.
Dia akan mengamuk.
Ibu.
Kenapa berada di luar?
Bagaimana dengan Do Kyung?
Masalahnya...
Ada apa?
Ada orang di dalam?
Soo Ho!
Ini aku. San Ha.
Apa kamu mengenaliku?
Apa yang kamu lakukan...
Do Kyung.
Do Kyung.
Do Kyung.
Ini ibu. Bangunlah. Do Kyung.
Do Kyung, ini ibu.
Kamu mengenali ibu?
Do Kyung.
Hei, Do Kyung.
Do Kyung?
Do Kyung.
Aku tidak akan diusir seperti ini.
Aku tidak akan bercerai.
Aku akan memohon kepada Nenek.
Dia lemah lembut, jadi, dia mungkin membantuku.
Ada apa ini?
Do Kyung sudah siuman?
Park Do Kyung.
Anda mendengarku?
Anda mendengarku?
Park Do Kyung.
Jika mendengar,
bergeraklah sedikit.
Kurasa dia perlahan sadar.
Untuk berjaga-jaga,
kami akan melakukan beberapa tes lagi.
Tolong siapkan.
Baik, Dokter.
Syukurlah.
Astaga.
Astaga.
Siapa bilang kamu boleh kemari?
Apa lagi yang kamu lakukan di sana tadi?
Maaf.
Aku hanya mau menemuinya.
Ibu, bagaimana bisa Ibu membiarkannya masuk?
Dia orang gila yang bilang Do Kyung adalah suaminya.
Dia hanya mencemaskan Do Kyung. Bagaimana bisa ibu mengusirnya?
Serta dia bisa membantu Do Kyung
sadarkan diri seperti kali terakhir.
Serta ibu benar. Dia...
Ibu!
Ini bukan salah Nenek.
Aku memohon terus sampai Nenek membiarkanku masuk.
Pergilah sekarang juga.
Jangan mendekati putraku...
Dasar bedebah itu...
Ibu.
Aku salah.
Tolong maafkan aku.
Apa kamu harus diseret kemari selagi meronta dan berteriak
agar belajar?
Ae Ra.
Kenapa kamu seperti itu kepadanya?
Ibu.
Dia yang mencuri kalung mutiaraku.
Dia mencurinya,
tapi menjebak dokter itu yang melarikan diri.
Astaga.
Bukan hanya itu, dia berusaha menjual kalung itu
selagi Do Kyung terbaring tidak sadarkan diri di sini.
Bagaimana bisa aku memaafkannya?
Astaga.
Dengarkan aku. Kalian lihat dua wanita ini?
Ingat wajah mereka. Jangan biarkan mereka masuk.
Jika kalian biarkan,
aku akan memecat kalian dahulu! Paham?
- Ya, Bu. - Ya, Bu.
Apa aku mendapat paket atau berkas?
Tidak, Pak.
Kamu boleh pergi.
Aku yakin
setidaknya ada satu fotoku yang diambil.
Masuk.
Halo.
Terima kasih banyak sudah datang jauh-jauh kemari.
Terima kasih.
Pimpinan, dia saksi yang melaporkan, dan ini ibunya.
Baik.
Aku kakek pria yang kecelakaan.
Kamu hanya harus menjawab pertanyaan dengan jujur.
Kami hanya mau bertanya
soal saksi lain yang katamu ada di sana
sebelum kamu tiba di TKP.
Ya.
Dia mengenakan setelan dan tampak berusia 30-an.
Pria berusia 30-an?
Bisakah kamu mengenalinya jika melihatnya?
Halo, Wakil Pimpinan.
Sekarang?
Baik.
Ini baru saja tiba untuk Anda.
Baik.
Waktu itu gelap, jadi, aku tidak ingat wajahnya,
tapi jika aku melihatnya...
Pimpinan, Anda mau menemuiku?
Apa...
Itu dia. Benar.
Pria yang memintaku melaporkannya sebagai gantinya dia.
Hei.
Kamu yakin?
Ya. Dia bilang dia tidak membawa ponsel
dan memintaku melakukannya.
Hei. Katakan sesuatu.
Pin dasimu ditemukan di TKP
dan ada saksi yang bilang melihatmu. Kamu masih menyangkal?
Hei, Nak.
Kamu yakin aku
yang kamu lihat malam itu?
Apa?
Aku yakin Anda.
Bagaimana kamu kemari hari ini?
Apa kamu naik mobil ibumu?
Seorang pria ke toko ibuku, bilang mau menjemput kami.
Kami naik mobilnya. Kenapa?
Pria berkacamata emas?
Apa?
Ya.
Masuklah.
Baik, Pak.
Dia orangnya, bukan?
Dia tidak mengenakan kacamata.
Berapa lama katamu
kamu bersamaku di TKP?
Semenit?
Tidak, dua menit.
Kamu di mobil bersamanya
selama setidaknya 30 menit,
tapi kamu bahkan tidak ingat dia memakai kacamata atau tidak,
tapi kamu ingat sesuatu yang kamu lihat semenit?
Sebenarnya anakku menderita astigmatisma.
Dia harus berhenti bermain bisbol dan kami mau mengoperasinya.
Tidak, aku yakin dia orangnya.
Kini aku tidak memakai lensa kontak karena kita berangkat tiba-tiba,
tapi aku mengenakannya kemarin malam.
Bukannya aku tidak bisa mengenali pria yang mengantarkan kami,
tapi aku tidak melihatnya dengan saksama.
Serta aku mengenali suaranya melebihi wajahnya.
Aku mendengar suaranya segera setelah dia masuk.
Sudah pasti dia.
Suaranya sama dengan pria dari kemarin malam.
Ayah, apa yang harus kita lakukan?
Entah Anda memercayaiku atau tidak, aku tidak ada di sana.
Tapi ada yang harus Anda ketahui.
Penyebab kecelakaan Do Kyung bukan aku atau orang lain
melainkan Joong Ki, yang kabur bersamanya.
Ini dipotret kamera sekitar yang memotret mobil ngebut.
Mereka memperebutkan setir sampai kecelakaan.
Joong Ki lalu kabur dengan tas uang.
Anda seharusnya menangkapnya,
bukan aku.
Terima kasih sudah datang.
Apa? Dia sudah sadar?
Seperti yang kubilang,
aku amat terluka.
Kukira Anda peduli denganku karena Anda bilang
Anda mau mengadopsiku.
Kurasa
ini saatku meninggalkan Aura.
Kurasa
Nyonya Kecil benar.
Aku hanyalah tongkat yang mau dipakai dan dibuang Aura.
Aku terlalu gegabah.
Kita akan mengetahui segalanya setelah Do Kyung sadar.
Aku sembarangan menyerangmu.
Jangan marah.
No comments yet. Be the first to leave one.