The first 200 lines.
Fb : Adi Heryanto & IG : adiheryanto402
Donasi BCA : 8180472941 / Donasi OVO : 089505229520
"EXchange 3"
"EXchange 3"
Sekarang ada Ruang Mantan dan Ruang Pribadi,
dan mereka seharusnya hanya memilih satu di antara mereka.
Harus kuakui, ini EXchange 3.
Benar. - Aku terkejut saat mengetahuinya.
Menyenangkan untuk dilihat,
tapi pasti sulit - Benar.
bagi para peserta secara mental dan emosional.
Dong Jin dan Da Hye berpacaran selama sekitar 13 tahun.
Ya. - Menurut rumor,
luas Ruang Mantan mereka sekitar 100 meter persegi.
Ukurannya besar.
Itu lebih kecil daripada dugaanku.
Mungkin dua tingkat. - Ada yang mengatakan lebih lebar.
Mungkin ada lantai dua. - Lantai dua.
Atau ada basemen. - Lantai dua.
Lucu sekali. - Omong-omong,
jika Dong Jin memilih untuk tidak pergi ke Ruang Mantan,
itu artinya dia sangat berkeras hati.
Dia bahkan tidak membuka Paket Putus Cinta.
Benar. - Jika itu keputusannya,
dia tidak akan pilih Ruang Mantan. - Aku setuju.
Benar.
"Kafe Cercle"
"Yu Jung menunggu orang itu untuk mengobrol empat mata"
Hai. - Hai.
Jadi, itu kamu.
Kamu tidak tahu? - Tidak.
Kukira kamu tahu. - Aku tidak tahu.
Sejujurnya, aku berpikir,
"Apa yang harus kulakukan?"
Aku berusaha menghindari Kwang Tae.
Kwang Tae terus mengirim sinyal,
dan aku tahu itu untukku.
Jadi, aku merasa tidak nyaman dan kasihan kepadanya.
Dan aku berada dalam situasi di mana aku harus bicara langsung dengannya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang?"
Ini yang kupikirkan.
"Apa ada orang yang kamu tunggu?"
Aku berharap
Ju Won akan datang.
Kamu melihat ruanganku?
Tentang itu... Ya.
Benarkah?
Bagaimana? Bahkan aku tidak melihatnya.
Benarkah? Begitu rupanya. - Entah bagaimana bentuknya.
Nuansanya seperti...
Saat kita bicara tempo hari,
aku merasa belajar sedikit tentang dirimu.
Kurasa ruangannya menunjukkan
hal-hal seperti seleramu. - Benarkah?
Ya. - Aku penasaran isi ruangan itu.
Pagi ini, aku ingin memakai warna merah muda
tanpa alasan. - Begitu rupanya.
Jadi, aku bergegas memakai celana merah muda sebelum pergi.
Saat masuk ke ruangan,
aku melihat Apeach di sana.
Aku suka merah muda
dan karakter seperti Apeach.
Begitu rupanya.
Aku melihat banyak hal di sana. Ada parfum favoritmu.
Aku melihatnya sambil tersenyum.
Kamu tidak penasaran dengan Ruang Mantan-mu?
Alih-alih Ruang Mantan...
Kamu lebih penasaran denganku?
Ya.
Aku membuat pilihan tanpa ragu.
Seharusnya aku memikirkan apa yang harus kukatakan.
Aku tidak tahu aku bisa bicara denganmu seperti ini.
Aku juga.
Biasanya aku tidak merasa gugup. Ada apa denganku?
Kenapa Kwang Tae terlihat sangat kecil?
Dia tidak bisa menatap mata Yu Jung.
Kedai takoyaki.
Apa itu? - Apa?
Apa maksudmu? - Kamu suka takoyaki?
Ya.
Apa yang kamu lihat tentang takoyaki?
Aku tidak akan memberitahumu. - Apa itu?
Ada apa dengan takoyaki? - Apa?
Apa yang kamu lihat tentang takoyaki?
Keinginanmu.
Apa? Benarkah?
Itu rahasiaku.
Benar. Itu menyenangkan. - Itu seharusnya rahasia.
Begitu rupanya.
Itu hanya impian kecilku.
Itu sangat pribadi.
Itu sebabnya ini Ruang Pribadi. - Benar.
Ya.
Kurasa tidak ada yang akan memilih Ruang Pribadiku.
Saat kali pertama kamu bicara dengan para wanita,
kamu sangat populer. - Benar.
Tapi aku tidak yakin
apakah itu hal bagus.
Apa maksudmu?
Maksudku
mereka berpikir aku baik kepada semua orang.
Kebanyakan wanita tidak suka pria - Seharusnya aku...
yang baik
kepada semua orang.
Aku merasakan hal yang sama.
Kamu masih merasa seperti itu?
Aku tidak bisa mengatakan
aku sama sekali tidak merasa seperti itu.
Itu semua tergantung orangnya.
Tapi menurutku hal seperti itu
cukup penting.
"Menurutku itu cukup penting"
Begitu rupanya. - Ya.
Aku ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku.
Sejujurnya, perasaanku
sudah tetap sekarang.
Ya. Aku merasakannya belakangan ini.
Aku bisa melihatnya di matamu.
Aku sudah seperti itu selama ini.
Awalnya kamu tidak seperti itu. - Begitukah?
Kurasa aku akan lebih mengekspresikan perasaanku.
Begini...
Tapi aku tidak tahu bagaimana akhirnya.
Aku merasakan perasaanmu,
tapi aku tidak yakin.
Setelah kamu memberitahuku semua ini hari ini...
Aku serius.
Maksudku... - Baiklah. Aku mengerti.
Aku tidak bisa berbohong. - Baiklah.
Jadi...
Kamu tampak agak tidak nyaman, jadi, aku berusaha tidak bicara denganmu.
Begitu rupanya.
Tapi aku sangat membencinya.
Baiklah.
Aku tidak akan menjauhkanmu.
Kumohon. - Baiklah.
Aku akan mencoba mempertimbangkannya lagi.
Baiklah.
Kwang Tae memberitahuku tentang perasaannya kepadaku.
Jadi, aku memberitahunya hal-hal yang tidak kusukai darinya.
Kurasa kami sudah membicarakannya sedikit.
Aku memberi tahu Kwang Tae bahwa aku akan berhenti menjauhkannya
dan tetap membuka pikiranku.
Kurasa pembicaraan empat mata ini adalah titik balik bagiku.
Sekarang aku yakin dengan perasaanku kepada Yu Jung.
Jadi, aku akan berusaha memenangkan hatinya.
"Aku akan berusaha memenangkan hatinya"
Dan aku akan menunjukkan hatiku.
"Dan aku akan menunjukkan hatiku"
Kurasa Yu Jung hanya mencoba mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Tapi kurasa dia tidak akan menjauhkan Kwang Tae
yang berusaha memenangkan hatinya.
Tidak lagi. - Yu Jung mungkin akan
menganggapnya manis sekarang.
Tetap saja, ini kemajuan besar
untuk Kwang Tae. - Aku setuju.
Benar sekali. - Sebelum bicara,
Yu Jung berusaha menjaga jarak. - Benar.
"Lee Yu Jung, Choi Chang Jin"
"Lee Seo Kyung, Lee Ju Won"
"Song Da Hye, Seo Dong Jin"
"Lee Hye Won, Cho Hwi Hyun"
"Kim Kwang Tae"
"Kong Sang Jeong"
"EXchange 3"
"Episode 11. Kita masih belum saling mengenal"
"Ruang Pribadi Lee Yu Jung yang kamu pilih telah dibuka"
"Silakan masuk sekarang"
Orang yang membuatku tertarik sekarang adalah Yu Jung,
jadi, aku memilih Yu Jung.
Aku sangat antusias.
Jika
aku membuka pintu dan masuk,
semua informasi tentang Yu Jung akan terungkap di depan mataku.
Halo. - Halo.
"Sore yang cerah dimulai dengan menyapa tetangga"
"Dong Jin diberi dua pilihan"
Aku harus bagaimana?
Jika aku menghadapi hal-hal yang berisikan kenangan lama kami,
pikiran dan perasaan yang kumiliki saat ini
akan sedikit goyah.
Aku tidak mau menggoyahkan
atau membingungkan mantanku lagi.
"Dong Jin memilih Ruang Mantan"
Sungguh?
Sudah kuduga. - Tekadnya melemah.
Astaga, yang benar saja...
Ini tidak mudah...
Jadi, dia malah melihatnya.
Benar.
"Dong Jin memilih Ruang Mantan"
"Dia suka saat kubelikan hamburger dan kentang goreng"
"Setelah kupikir-pikir, aku juga menyukainya"
"Dia mengantarku pulang tiap hari"
"Setelah latihan, kami berlari bergandengan tangan"
"Tempat di mana waktu kami berhenti"
Itu lebih banyak daripada dugaanku.
Ada banyak hal.
Aku merasa
itu hadiah yang kami berikan kepada satu sama lain
No comments yet. Be the first to leave one.