Release info

Akebi chan no Sailor fuku S01E06 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-02-13
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 191 lines.

Bulu matanya Kizaki itu indah.

Dia juga bisa bermain alat musik.

Kizaki hebat, ya.

Aku selalu memainkannya, jadi wajar saja.

Keren. Dia temanku.

Hei, Akebi.

Hah?

Belakangan ini, kamu selalu memandangiku, 'kan?

Bukan hanya rekan sekelas, tapi kumau jadi temanmu

(Episode 6 - Bukankah Besok adalah Hari Libur?)

Selanjutnya adalah ramalan cuaca nasional.

Hujan yang mengguyur dari wilayah Kinki sampai wilayah Kanto, besok akan reda,

dan cuaca cerah akan tiba.

Oke, sudah kuputuskan!

Saat hari libur berikutnya, akan kuajak temanku ke rumah!

Berapa banyak?

Satu orang!

Soalnya, aku belum terlalu berani!

Namanya Erika, ya?

Ibu melihatnya sekilas saat kamu berkata dia menarik.

Iya!

Aku harus merapikan kamarku!

Kao juga mau bantu!

Tunggu dulu! Makanannya sudah mau siap, lo.

Nanti saja!

Seminggu lalu, aku sangat percaya diri.

Baru kali ini, aku mau mengajak anak seumuranku mampir ke rumah.

Apa yang harus kukatakan agar dia menerima ajakanku?

Kalau ngobrol, di sekolah juga bisa.

Kalau mau main, saat istirahat juga bisa.

Hei, Akebi.

Heh?!

Saat terus memikirkan itu, waktu berlalu dalam sekejap.

Heh?!

Hei, Akebi.

Belakangan ini, kamu selalu memandangiku, 'kan?

Eh? E-Enggak, kok.

Bohong. Kamu barusan memandangiku.

Apa itu hal yang sulit untuk dikatakan?

Ah.

Bukankah Sabtu besok adalah hari libur?

I-Iya. Kenapa pakai bahasa formal?

Ah, eng.

Eng...

Itu...

Ah.

Me-Menurutmu, rumah bocor itu gimana?

Hah?

Tentu saja harus diperbaiki, 'kan?

Aku enggak mau basah saat di rumah.

Eh?!

Be-Benar juga, ya.

Ya! Itu hal yang selama ini mau kutanyakan!

Eh?!

Akebi aneh.

Sebelum kebocorannya diperbaiki, aku enggak bisa mengajaknya ke rumah.

Hei, Akebi.

Aku mau ke perpustakaan, nih.

Mau ikut?

Wah.

Dia masih memandangiku.

Sudah kuduga, masalahnya bukan cuma itu saja.

Kizaki, buku yang kamu baca kayaknya seru.

Akebi, kamu pernah memancing?

Pernah.

Wah?!

Pernah?!

Iya.

Di danau dekat rumahku.

Tapi, bukan memancing dengan joran yang keren.

Cuma pakai dahan bengkok dan benang jahit,

terus umpannya kaki cumi-cumi.

Buatan sendiri?

Tapi kebanyakan udang karang.

Aku enggak pernah mendapat ikan.

Di saat seperti itu, aku langsung nyebur dengan kaki telanjang.

Kaki telanjang?

Aku menyelam, lalu Kao menyiapkan jaring.

Hebatnya!

Aku ingin melakukan hal itu.

Jadi iri.

Kizaki?

Anu.

Kalau berkenan...

Oh, begitu.

Tidak hanya mengajaknya ke rumah.

Ayo mancing bareng!

Eh?

Besok, mungkin?

Besok?

Ah!

Bukankah Sabtu besok adalah hari libur?

Jangan-jangan, alasanmu selalu memandangiku...

Eh?!

Harap tenang.

Janji ketemuan di hari liburan.

Pertama kalinya bagiku!

Aku enggak sabar.

Ternyata ada tempat seperti ini.

Tempat ketemuan yang menawan.

Aku datang sejam lebih awal.

Cuacanya cerah.

Kira-kira, bagaimana reaksi Akebi, ya?

Mungkin aku harus agak terbiasa sama airnya.

Aku enggak mau tampak payah di hadapannya.

Bakalan gawat kalau tindakanku ini ketahuan Mama.

Gawat. Aku terlalu antusias.

Baru kali ini kukenakan rok buatan Ibuku!

Soalnya, aku mau ketemuan sama Kizaki.

Aku enggak mau pakai setelan yang biasanya!

Aku datang terlalu awal.

Lo?

Hah?!

Kizaki?!

Eh?

Hah?!

Kamu baik-baik saja?

Iya.

Akebi.

Kamu jago berenang, ya.

Oalah!

Kamu juga mengenakan pakaian yang cocok digunakan di dalam air, ya.

Tapi bukan pakaian renang, sih.

Kizaki, mohon bantuannya hari ini!

Mohon bantuannya juga.

Aku tahu tempat yang ikannya banyak.

Harus jalan dulu, sih.

Benarkah? Ayo ke sana!

Kamu keren, ya.

Aku baru beli.

Tapi aku enggak ada kesempatan memancing.

Ini pertama kalinya.

Makanya, aku enggak sabar!

Ya!

Itu juga termasuk, sih.

Semua yang kamu pakai itu keren.

Be-Benarkah?

Terima kasih.

Semoga hari ini, Kizaki dapat memancing ikan yang besar.

Di sini, ya? Aku pasti bisa!

Oke, aku juga akan bersiap.

Ka-Kamu mau memancing dengan itu?

Enggak pakai joran?

Ya, beras.

Ikan kecil bisa dipancing dengan ini.

Aku mancing di sebelah sini, ya.

Wah, terpancing!

Masa?!

Ikan apa, ya?

Tunggu sebentar, akan kucari tahu!

I-Ikan kecil Amur.

Amur! Namanya keren.

Akebi hebat, ya.

Dengan alat seperti itu.

Aku juga bisa!

Ikannya ada di situ.

Aku pasti bisa.

Wah.

Amur lagi.

Tapi, aku...

Itu bukan umpan yang bisa dimakan.

Sulit, lo.

Umpannya cuma ada ini.

Itu tempat burung tadi menangkap ikan?

Ya.

Tapi jauh, sih.

Rasanya harus dilemparkan lebih jauh lagi.

Hah?

Aku akan agak menahannya, lalu lepas!

Hebat! Tepat sasaran!

Kayaknya enggak bisa.

Aku akan berenang mengambilnya.

Kamu enggak perlu sebegitunya.

Aku akan mengulurnya perlahan supaya lepas.

O-Oke.

Masa iya, aku terharu sama hal sepele begini?

Tapi, aku senang.

Ah?

Eh? Lagi?!

Ah?!

Bukan!

Ada yang terpancing!

Hah?!

Seriusan?!

Meski aku ingin kembali, tapi air sudah memenuhiku!

Kizaki?

Akebi!

Aku dapat, nih!

- Ah! - Tolong aku!

Kizaki!

Aku datang, nih!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left