The first 200 lines.
"Serial ini diproduksi sesuai dengan Tindakan Pencegahan Penyakit"
"Di bawah Keputusan Darurat negara"
Para tokoh, aksi, pekerjaan dan peristiwa di serial ini fiktif
dan dibuat hanya untuk tujuan hiburan.
Tidak berniat dukung atau promosikan perilaku apa pun di serial ini.
Pemirsa diharap bijak.
"Sangat bersemangat. Kamu sudah berdandan? Jangan terlambat."
"Aku sangat mencintaimu."
"Kamu tidak membaca."
"Kamu tidak membalas pesanku!"
"Kamu pasti juga merasa bersemangat."
"Jangan lupa cincinnya."
"Jika tidak, aku tidak akan memberikan milikku kepadamu."
Kita berhasil! Lihat?
Apa aku terlihat cantik?
Benar.
Sangat cantik.
Kami bahagia untukmu.
Kamu sudah resmi menikah.
Biar kurapikan gaunmu.
Pengantin wanitanya datang.
"Thanat Lowkhunsombat"
"Sushar Manaying"
"Kornpassorn Duaysianklao"
"Nut Devahastin Na Ayutthaya"
"Phatchatorn Thanawat, Thanaboon Wanlopsirinun"
"Phatchara Thabthong"
"Partith Pisitkul"
"Virahya Pattarachokchai"
"Chidjun Hung, Sivakorn Lertchuchot, Kanuengpim Thanaphitchakorn"
"Kemika Sukprasongdee, Sirilak Songsri"
"Bintang tamu - Patson Sarindu, Kanokkarn Chulthong"
"Disutradarai oleh Tanwarin Sukkhapisit"
"12 bulan sebelumnya"
"11 bulan, 15 hari, 8 jam, 32 menit"
"Sebelumnya"
Biarkan aku tidur.
Sayang.
Masih dini, Sayang.
Sayang.
Mook.
Apa?
Ada apa, Sayang?
Sekarang nada suaramu berubah.
Untuk acara apa?
Kenapa membangunkanku sepagi ini? Aku mau tidur.
Mari kita menikah.
Apa?
Apa katamu?
Baiklah. Akan kuanggap kamu belum mendengarnya. Lupakan saja.
Kamu mendengarnya.
Ayo.
Katakan sekali lagi. Apa katamu tadi?
Mari kita menikah.
Aku serius. Ini bukan lelucon.
Jika aku setuju,
akankah kamu mencintaiku seperti hari ini selamanya?
Maksimal dua hari.
Astaga. Hari apa?
Hari pertama sampai hari terakhir.
Tenanglah, Gadis Bodoh.
Kamu mengoyaknya.
Hei! Jaga ucapanmu.
Kamu terlalu lama menunda-nunda. Aku mulai kesal.
Satu pertanyaan lagi.
Jika ada yang bertanya,
"Mook, saat Kimhant melamarmu, apa yang dia katakan?"
Beri aku kalimat.
Beri aku kalimat lamaran yang romantis.
Kita akan bersama sampai mati.
Belum bagus?
Biar kucoba lagi. Bagaimana dengan...
Cukup.
Berikan tanganmu.
Kita belum punya akta nikah.
Hei, Gadis Bodoh. Menunda-nunda lagi.
Kamu minta lagi?
Kamu pikir aku takut?
Apa katamu?
Aku tidak mendengarmu. Aku pergi.
Hei. Bagaimana bisa?
Kamu mendengarnya dengan jelas.
Bukankah nadanya sama?
Entahlah.
Kalian.
Menurutmu AC-nya terlalu hangat?
Bukankah ini terlalu hangat?
Bukankah begitu?
Ya.
Benarkah?
Aku turut bahagia untukmu.
Sudah kubilang, bukan? Kamu akan menjadi miliknya.
Kamu hamil?
Tidak. Belum.
Tapi aku mungkin melakukan trik itu agar dia tidak meninggalkanku.
Kapan dan di mana itu terjadi?
Bagaimana kejadiannya? Jelaskan semuanya kepadaku.
Pagi ini...
Di mana dan bagaimana tepatnya?
Di tempat tidur.
Aku seperti...
Saat kubuka mataku, astaga...
Sebuah cincin.
Itu sangat romantis.
Kemarin katamu pergi makan malam dan beri penghormatan kepadanya.
Pelankan suaramu.
Lagi pula, kita wanita.
Jadi, kamu melakukannya?
Dua kali.
Ini berlebihan.
Kalian tidak punya pekerjaan?
Plaifon.
Panggil aku Nona Plaifon.
Tolong panggil aku dengan hormat.
Ada yang bisa kubantu, Bu?
Aku ingin bertemu Kim. Bukankah dia di kantor?
Kim?
Dia tidak datang hari ini.
Benarkah? Aku harus tanyakan kepadanya soal Online.
Ada yang bisa kami bantu?
Apa yang bisa kami bantu? Online, katamu?
Apa ini serius?
Hai, Thada. Apa kabar?
Baik, terima kasih.
Jika gadis-gadis melihatku seperti mereka melihatmu,
aku tidak akan berjalan menunduk sepertimu.
Aku bisa mendapat masalah jika kamu memberi tahu adikmu.
Namun, aku menunduk tadi hanya pura-pura.
Manfaatkan ketampananmu.
Aku tidak mau mengalahkanmu.
Bagus.
Jangan beri tahu kakakmu soal itu.
Jika kamu tidak mengadukanku kepada adikmu, aku tidak akan mengadukanmu.
Permisi.
Anda Pak Thada?
Ya.
Aku Duangdao, model stan pameran hotel ini.
Kamu pekerja lepas reguler kami.
Aku ingat sekarang.
Untung aku ingat. Kamu bisa mendapat masalah jika aku tidak ingat.
Aku tidak berani. Kakak iparku datang.
Kamu mau menemui Pak Aut?
Putrinya, sebenarnya.
Begitu rupanya.
Kamu datang untuk janji temu kita?
Ya.
Silakan lewat sini.
Tunggu.
Sampaikan salamku kepada kakakku.
Apa dia masuk kerja hari ini?
Entahlah. Aku belum melihatnya.
Aku harus pergi.
Baiklah.
Lewat sini.
Ayo. Berhentilah memamerkannya.
Bukankah ini cantik?
Ya. Ya.
Tanggal berapa pernikahanmu?
Aku belum menentukan tanggalnya.
Aku ingin bicara dengan Thada dahulu.
Kamu masih butuh kakakmu untuk menyetujui ini?
Berapa usiamu sekarang?
Aku tidak butuh izinnya. Aku hanya perlu memberitahunya.
Bukankah ini bagus?
Kakakmu menikahi kakak Kim.
Dan kamu menikah dengannya.
Jangan bilang begitu. Kamu membuatku terlihat buruk.
Tapi tampaknya kamu sudah cukup sering membiarkannya melakukannya.
Pelakunya cukup seksi.
Dia paket lengkap, pria kelas A premium.
Cukup. Kamu membuatku membencimu.
Tidak heran banyak gadis ingin menampar saat melihatmu dengan Kim.
Aku juga. Aku juga ingin menampar diriku.
Aku sudah memeriksanya dengan kasar.
Aku akan membuat penawaran saat kembali ke kantor.
Aku juga akan mengirimkan sketsa nanti.
Sebenarnya, kamu bisa mempekerjakan vendor mana pun untuk pekerjaan ini.
Kamu tidak perlu memberikannya ke perusahaanku.
Setelah diproses perusahaanku, penawarannya tidak akan murah.
Aku kaya. Aku tidak keberatan.
Bagaimana perkembangannya? Semua berjalan lancar?
Mookrin?
Kenapa kamu bertanya?
Aku harus bertanya. Aku perlu tahu di mana dan kapan pernikahan kalian.
Aku juga harus membuat rencana.
Pernikahan?
Awalnya aku tidak merencanakannya.
Tapi setelah bersamanya, aku merasa ingin menikahinya.
Aku merasa ingin menghabiskan sisa hidupku bersama wanita ini.
Aku tidak ingin menyakiti perasaannya.
Siapa yang akan menjadi pendamping mempelai wanita?
Pendamping mempelai wanita?
Itu bahkan bukan pilihan.
Aku secantik ini. Aku memenuhi syarat menjadi pengiring pengantin.
Siapa yang akan menjadi pendamping mempelai pria?
Pendamping mempelai pria?
Aku belum memikirkan itu.
Jika kamu tidak punya, aku bisa menjadi pendampingmu.
Apa kamu sudah gila?
Bukankah pendamping mempelai pria seharusnya teman pria?
No comments yet. Be the first to leave one.