The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh: Lebah Jelek
Cinta! Kasih sayang! Kepedulian! Ini kata-kata yang indah.
Ada banyak orang di dunia ini yang percaya pada kata-kata ini.
Kami bertiga... bukan yang termasuk di dalamnya!
Tanmay Joglekar, lahir di Latur, menyadari sesuatu di masa kecilnya.
Semua gadis suka bicara dengan teddy bear.
Memanfaatkan hal ini, Tanmay...
...menjadi Eddy Teddy bagi anak-anak di Sydney.
Dan Ready Teddy bagi gadis-gadis cantik!
Dan ini Ali Haider alias Al.
Muslim sejati. Beribadah lima kali sehari.
Al tidak pernah shalat lima waktu seumur hidupya.
Hanya ada dua makanan kesukaan Al.
Yang pertama biryani Hyderabadi dan yang kedua gadis-gadis muda yang cantik.
Dan ini aku. Arush Mehra.
Pria dari jalan Double Bread.
Manajer dari klab malam paling tersohor di Sydney, 'Greed'.
Seorang pria bijak memujiku.
Bahwa Arush tak bisa menggoda wanita...
...yang Arush tak mau.
Dan pria bijak itu... aku.
Hei, sayang.
Tiga sahabat, satu rumah, dan satu kehidupan.
Cinta itu tak berguna. Dan kau tahu selebihnya.
Cinta dan kasih sayang.
Pembicaraan soal cinta benar-benar tak berguna.
Semua itu tidak benar.
Tradisi dan janji-janji...
Melakukan apa pun yang mereka rasakan...
Kami para pangeran jahil...
Hey, Baby!
Mari kita nikmati saat ini.
Hey, Baby!
Kita akan pikirkan hari esok nanti.
Hey, Baby!
Mari kita nikmati saat ini.
Hey, Baby!
Kita akan pikirkan hari esok nanti.
Kemarilah.
Mari berdansa denganku, sayangku.
Jangan buat aku cemburu.
Berikan aku ciuman, sayangku.
Di malam penuh gairah ini.
Perasaanku melayang...
Jangan bangkitkan hasratku...
Cinta dan kasih sayang.
Pembicaraan soal cinta tak berguna.
Semua itu tidak benar.
Tradisi dan janji-janji, tak kami ikuti...
Kami lakukan yang kami mau.
Kami ini para bedebah.
Hey, Baby!
Mari nikmati saat ini.
Hey, Baby!
Kita akan pikirkan hari esok nanti.
Hey, Baby!
Mari nikmati saat ini.
Hey, Baby!
Kita akan pikirkan hari esok nanti.
Sayang, sayang, aku membutuhkanmu.
Sayang, sayang, aku membutuhkanmu.
Hey, Baby!
Hey, Baby!
Hey, Baby!
Hey, Baby!
Tak ada yang tahu kapan kegilaan ini berakhir.
Ayo, sayangku, mari nikmati hidup ini sebaik-baiknya.
Biarkan aku terhanyut dalam kenikmatan ini.
Biarlah terjadi apa yang mesti terjadi.
Jangan ada jarak di antara kita.
Cinta dan kasih sayang.
Pembicaraan soal cinta itu tak berguna.
Semua itu tidak benar.
Tradisi dan janji-janji, tak kami ikuti.
Kami lakukan yang kami mau.
Kami ini para bedebah.
Hey, Baby!
Mari nikmati saat ini.
Hey, Baby!
Kita akan pikirkan hari esok nanti.
Hey, Baby!
Mari nikmati saat ini.
Hey, Baby!
Kita akan pikirkan hari esok nanti.
Heyy, Babyy!
Dasar penjahat, sialan! Urus putrimu!
Dasar penjahat, sialan! Urus putrimu!
Itu yang tertulis di surat ini.
Dasar penjahat, sialan! Urus putrimu!
Penjahat, sialan! Mustahil ini putriku.
Jadi anak siapa... / Selamat pagi. / Hai.
Hai, sayang! / Hai! / Hai.
Bayi yang manis. Lihatlah.
Imut, manis sekali! / Ini bayi yang manis ya?
Ini anakmu? / Tidak, sayang, ini bukan anakku.
Ini anaknya. Dia masih punya 2-3 anak lagi.
Apa itu benar?
Ini anakmu?
Tidak, sayang, aku Eddy Teddy. Anakku pasti bayi beruang.
Ini anaknya! / Apa?!
Ini anaknya! / Anakku?!
Aku butuh penjelasan. Jika ini anakmu...
...maka kau juga punya istri.
Aku tak punya istri. Aku tak punya anak. Aku bahkan belum menikah.
Ini anaknya.
Hei, apa kau gila? Apa-apaan yang kau bicarakan?
Dia bisa mengerti bahasa Inggris.
Sayang, ini bukan anakku. Dengar, ini anaknya!
Apa maksudmu?
Diam!
Lancang sekali kalian menanyakan kami soal bayi ini! / Benar sekali!
Benar sekali!
Keluar dari rumah kami!
Keluar? Tidak! Tidak! / Keluar!
Sayang, jangan pergi! Sayang! / Ini cuma lelucon!
Pergi. / Biarkan aku pergi. / Tidak, sayang.
Sayang, dengarkan aku.
Apa?
Siapa yang akan mencuci celana dalamku sekarang?
Apa? / Siapa yang akan mencuci..
...kaus kaki kotorku?
Ini bukan salahku. Ini semua karena anak ini.
Salah satu di antara kalian adalah ayahnya.
Kenapa? Apa kau "napunsak"?
Ya! Benar. Kalian ada masalah dengan hal itu?
Aku tak punya masalah. Baiklah! Pergi! Pergi!
Napunsak! / Pergi. / Napunsak. Apa maksudnya? / Impoten.
Apa? Jangan sebut aku impoten.
Aku tidak bodoh seperti kalian berdua.
Kapan pun aku keluar, aku bawa uang lebih sedikit...
...dan lebih banyak kondom di saku.
Kondom itu selalu di sakumu, dan tak pernah dipakai.
Kenapa kau diam saja pada Arush?
Dia membawa pulang wanita mana pun yang dia temui.
Sudah sering kubilang padanya untuk memakai standar.
Jangan ceramahi aku soal standar, oke?
Jangan bicara soal standar!
Para gadis yang pergi denganmu tak punya standar!
Kau tahu kenapa? / Kenapa?
Karena mereka pergi denganmu.
Jika mereka pergi denganku, standar mereka akan meningkat.
Lucu, lucu! / Itu tidak lucu, itu kenyataan!
Itu sangat lucu! / Itu kenyataan.
Kau tahu? / Apa? / Kau... nakipunski!
Yang benar Napunsak (lmpoten)!
Belajarlah mengucapkannya. Napunsak! Oke?!
Kau Naakipunski! / Hentikan, hentikan!
Kenapa dia menangis?
Dia menangis karena dia anak perempuan. / Jadi?
Anak perempuan selalu menangis.
Apa? / Ya.
Tapi kenapa dia menangis jam segini?
Mungkin dia lapar.
Kita harus beri makan dia apa? / Pizza!
Umurnya baru 6 hari.
Bir? / Dia belum 18 tahun.
Baiklah. / Bagaimana kalau sosis ayam?
Bagaimana kalau dia vegetarian?
Lalu kita harus beri makan dia apa? Jamur? Popcorn?
Kenapa ada bola di sini? Kita beri makan dia bola ?
Maaf. Bagaimana kalau makanan bayi?
Ya, kita bisa beri dia makanan bayi.
Lakukan satu hal. Bawakan dia makanan bayi. Ayo.
Aku tak mau. Kau saja yang pergi.
Al, dia sama sekali tak punya sopan santun. Kau saja yang pergi.
Aku sangat lelah.
Seolah kalian punya sopan santun saja.
Apa sulitnya membeli makanan bayi? Biar aku saja.
Permisi. / Ya?
Apa ini anakmu? / Ya.
Kau beri makan dia apa?
Dia masih bayi. Dia cuma minum ASI.
Di mana aku bisa dapat ASI? / Apa?
Di mana aku bisa dapat ASI?
Tidak, tidak. Maksudku, dia perlu makanan bayi.
Baiklah, yang mana? Makanan bayi yang mana?
Yang ini. Mengandung banyak besi.
Besi? Apa anak-anak memakan besi?
Bukan. Bukan besi yang itu. Tapi mineral.
Maaf atas kebodohanku. / Tak apa.
Tapi mineral bagus untuk kesehatan bayi.
Berapa usia bayimu?
Aku tak tahu. Dia baru saja tiba pagi ini.
Apa?
Sebesar ini. Maaf. Sebesar ini.
Baik. Biar kucarikan. Ambil ini. Ini yang paling terkenal.
Baik. Permisi! / Ya?
Maaf. / Tidak apa-apa. Katakan.
Bisakah kau ikut denganku ke pojok sana? / Kenapa?
Aku ingin popok. / Apa?
Maksudku, aku ingin membeli popok.
Tolong bantu aku. / Baiklah. Aku mengerti. Ayo.
Ingat satu hal.
Sebelum memberi makan bayi jangan lupa...
...sterilkan putingnya. Oke?
Sterilkan putingku.
Tuan, putingmu! Kau bisa membelinya.
Kukira puting yang ini!
Keparat.
Arush, apa yang kau bawa?
No comments yet. Be the first to leave one.