Be Melodramatic

Be Melodramatic (멜로가 체질)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

멜로가체질 Be Melodramatic E02 NEXT VIU
멜로가체질 Be Melodramatic E02 WEB-DL VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-08-11
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 2"

In Gook, cepat ditelan. Kamu harus sekolah.

Aku ingin membolos.

Kamu sudah kelas dua.

Mau jadi apa jika kamu sudah besar nanti?

Murid kelas tiga.

Sulit dipercaya aku melahirkan anak nakal itu.

Pukul saja.

Kamu tahu kami bangun pagi karena kamu.

Keberadaan anak-anak itu sangat berpengaruh.

Menyaraplah.

Tidak mau. Aku mau tidur lagi begitu In Gook berangkat sekolah.

Buka mulutmu. Sudah pukul berapa ini?

Aku tidak mau seperti Ibu.

Aku akan diet.

Mulai dari daging dahulu.

Kamu makan daging saat sarapan.

Sarapan dengan daging bisa membuat gemuk?

Kamu juga makan daging saat makan malam.

Angkat tubuh atas saat menyentuh lutut dengan ujung jarimu.

Sial.

Kita duduk seharian ini. Pantas saja perut kita berlemak.

Astaga.

- Sit-up itu benar-benar... - Apa?

Lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

Aku baru tahu sesulit ini melakukan sit-up tiga kali.

Sudah sebanyak itu?

Kamu seperti maniak otot.

Sial.

Aku benci lemak perut, tapi juga tidak suka olahraga perut.

Ada dua tipe olahraga.

Olahraga yang kamu benci, dan yang tidak kamu sukai.

Aku sudah harus mulai bekerja.

Kamu sudah mengatakan itu setahun lalu.

Benar, ya?

Bekerja dan diet. Kenapa tidak ada yang berhasil?

Jika semua berhasil,

aku tidak akan berberes-beres sebelum bekerja.

Bilang bosmu agar kamu bisa datang dan pulang sesuai jam kerja.

Kenapa kamu diam saja?

Kita tidak bisa menuntut hak tenaga kerja

karena kita bukan tenaga kerja.

Kalau bukan, lalu apa?

Pekerja mandiri.

Itu masih dianggap tenaga kerja.

Tapi dengan cara yang berbeda.

Kalian berkesempatan mendapatkan uang lebih saat bekerja.

Pekerja mandiri perlu usaha, tenaga kerja tidak.

Apa pendapatan dan pekerjaan kita setimpal?

Mendekati impianmu itu sudah dianggap pendapatan.

Tunggu.

Apa kamu

membantahku? Sepertinya begitu.

Tentu saja tidak.

Aku menimpali omongan Anda karena menghormati Anda.

Jin Joo.

Kamu terlalu banyak bicara.

Terkadang, bicaramu lebih banyak daripada aku.

Diamlah. Tutup mulutmu.

Saat menjadi asisten penulis, aku selalu diam saat bosku bicara

agar aku bisa seperti dia.

Aku mendengarkan semua ucapannya dan kucamkan dalam hati.

Itulah yang membuatku sukses seperti ini.

Tapi aku rutin mendonorkan darahku dan mencoba untuk diet.

Hei!

Maafkan aku.

Banyaklah menulis, bukan banyak berbicara.

Kenapa kamu merusak suasana hatiku dan bicara sembarangan

di pagi yang indah dengan perut kosong?

Ini sudah jam makan siang.

Kamu... Keluar.

Maaf. Aku tidak akan begitu lagi.

Menurutku kamu orang aneh, tapi mengagumkan.

Aneh, tapi mengagumkan?

Terus menimpali ucapannya itu aneh.

Tapi hebatnya kamu tidak tersentak saat dia membentakmu.

Dia menyuruhmu keluar, tapi kamu tidak takut.

Benar. Kenapa aku tidak takut?

Kenapa aku tidak takut dia?

Aku bukan orang penting.

Apa pun itu, intinya, jika kamu tidak takut,

orang yang mengusirmu itu pasti merasa sangat canggung.

Kamu membuat dia canggung tiap hari.

Apa aku agak mesum?

Kita makan saja sekarang. Kita butuh asupan gula.

Ini sebabnya aku jadi gemuk.

Jika tidak punya lemak, kamu bisa mati.

Kamu benar. Kue ini manis sekali.

Hei, kamu harus menyopiriku.

Anda bicara denganku?

Bukankah hanya kamu yang punya SIM?

Aku mulai berpikir mungkin ini sebabnya aku bisa punya SIM.

Kamu. Jangan bicara. Jangan bicara sepatah kata pun!

Kudengar syutingnya berjalan sampai besok.

Ya, hari ini mereka tidak bisa mengambil semua adegan pagi,

jadi, mereka akan lanjutkan besok.

Mereka akan syuting semalaman sampai besok pagi?

Ya, semua kru sudah setuju.

Bagaimana dengan adegan ayam?

Kami akan ambil adegan itu besok, jadi, kami bisa membawanya besok.

Lalu, kotak ayamnya?

Aku akan mengaturnya agar bagian "Olive"nya terlihat jelas.

Baiklah. Jangan remehkan sutradara baru itu.

Dia terkenal sangat tidak masuk akal.

Baik.

Tapi aku senang tokoh utama kita itu anggota idola.

Pasti dia akan bersikap sopan.

Staf baru kita sudah datang.

Kalian akan bekerja sama. Ajari dia. Besok kuminta dia ke sana.

Baik, Bu.

Anak baru, ke ruanganku.

Baik, Bu.

Bagaimana jika memasak?

Apa?

Kita tidak boleh duduk diam saja seharian.

Memasak. Kita memasak saja.

Memasak? Seperti "Chef and My Fridge"?

Ya. Koki selalu terlihat

sangat rapi dan Korea...

Aku harus menjadi koki Korea.

Aku coba memasak saja dahulu?

Sejauh yang kuingat, hidangan terbaikmu itu semangkuk sereal.

Kamu tidak bisa apa-apa di dapur.

Justru itu serunya.

Aku akan membawanya untuk Hyo Bong. Kamu mau coba?

Sepertinya aku tahu rasanya seperti apa.

Rasa perang itu.

Luar biasa.

Dapur ini sudah hancur. Ayo pindah.

Astaga, bagaimana kamu bisa secantik itu?

Hyo Bong akan bernyanyi?

Tidak, aktornya bilang dia akan menyanyikan jalur suaranya sendiri.

Jadi, ini lagu demo.

Untuk drama web.

Ada perlu apa kemari?

Apa itu? Itu kotak bom makan siang yang terkenal itu?

Sudah saatnya makan siang.

Kamu memasak?

- Kamu baik-baik saja? - Untuk kami juga ada?

Cukup untuk semuanya.

- Astaga. - Luar biasa.

Ini memang kotak bom makan siang.

Seharusnya mereka membawa ini, bukan bom.

Bom makan siang dibuat untuk bunuh diri.

Sebenarnya mereka melempar bom botol air.

- Baiklah, aku mau minum... - Makanlah.

Sepertinya ini japchae, bukan?

Peduli apa dengan namanya? Kunyah saja.

Ini japchae, tapi rasanya seperti ikan.

Ya, aku memang tambahkan ikan teri karena kukira itu kecap.

Pantas saja. Pasti banyak yang kamu tuang.

Kamu bisa menghabiskannya tanpa muntah.

Hebat, kamu sangat gigih.

Seharusnya terjun ke politik, bukan memasak.

Hei, kenapa kalian? Ini bisa dimakan.

Ini masih bisa ditelan, Eun Jung. Kamu pernah buat yang lebih buruk.

Kalau begitu, habiskan.

Jika tersisa, kubunuh kalian.

Tangkap pria yang baru pergi itu.

Begitu tertangkap, aku akan memukulinya selagi dia makan.

Ya, aku bukan benar-benar ingin mulai memasak.

Aku harus tahu apa rasanya menunjukkan orang-orang dunia itu.

Benar. Kamu tidak harus jago memasak.

Bicara terus terang saja. Tidak apa-apa.

Sungguh? Mereka tidak paham enaknya masakanmu.

Mereka tidak tahu bagaimana cara menikmati makanan lalu gemuk.

Kita saling melihat,

tapi kamu mengabaikanku.

Dia mengabaikanmu?

Berani-beraninya dia.

Wajahmu terlihat berbeda.

Berat badanmu turun, atau dagumu dioperasi?

Dia pikir kamu tidak mengenalinya.

Siapa yang lebih cantik?

Itu tidak perlu ditanya. Tentu saja kamu.

Tentu saja kamu.

- Halo. - Sudah datang.

- Halo. - Biar kubawakan.

Terima kasih.

Selamat datang di studio sederhana kami.

Sederhana, apanya.

Semua orang di sini berdandan.

Kamu selalu berpakaian gaya Eropa.

Di mana kamu membeli semua pakaianmu itu?

Di mana-mana.

Sepertinya kamu sering ke toko kecil dan sederhana

di Prancis Selatan untuk membelinya.

Atau di Dongdaemun.

Bukan, tapi Namdaemun.

Ingat aku?

Aku tahu kamu di sini saat itu.

- Kalian saling kenal? - Dia teman kakak...

Kalian masih berteman?

Benar, dia barusan pergi.

Ya, tadi aku sudah menyapanya.

Sudah berapa lama, ya?

- Saat itu kamu masih SMA, jadi... - Sekitar 8 atau 9 tahun.

Dahulu kamu begitu lucu dan menggemaskan.

Kini kamu jauh lebih tampan.

Aku juga sudah punya uang sendiri dan belum menikah.

More Indonesian subtitles for Be Melodramatic

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left