The first 200 lines.
Aku sudah mengatur sebuah wawancara.
Dengan siapa?
Dengan majalah The Advocate .
Publikasi orang Amerika.
Untuk para pembaca homo.
Mengatakan apa?
Aku tak pernah mengatakannya.
Aku homo.
Untuk dicetak? Diterbitkan?
Ya.
Aku menangani publikasi perusahaan ini.
Ini tanggung jawabku.
Benar, tapi ini bukan tentang dirimu.
Dan ini tentang lebih dari dirimu.
Dalam cara apa?
Majalah itu sirkulasi yang sederhana.
Bagaimana kamu bisa putuskan ini tanpa konsultasi denganku?
Uh, konsultasi denganmu?
Okay, aku sedang konsultasi denganmu.
Apa saranmu?
Benar, apa saranmu?
Ah, ini idemu.
Kamu ingin terkenal.
Dikenal seluruh dunia sebagai kekasih Versace?
Selama 13 tahun, aku salah dikira sebagai asisten Gianni.
Dan kebanggaanmu lebih penting dibanding perusahaan ini?
Aku hidup dengan tidak terlihat.
Dengan sangat nyaman, pastinya.
Tak pernah kubayangkan
diakui secara terbuka.
Aku tahu tempatku, tidak sepertimu.
Dan apakah tempatku?
Sudah cukup! Kalian berdua.
Aku tidak akan... bertengkar karena ini.
Ini ideku, ini ideku.
Donatella, ikutlah denganku.
Kemari.
Aku mau kamu mendukungku.
Kamu tahu itu.
Semua hidup orang ini bergantung padamu.
Kita membuka toko di beberapa negara dimana itu ilegal.
Dimana itu adalah sebuah kejahatan.
Kamu harus mengunjungi negara-negara itu.
Mereka mungkin menolak kedatanganmu,
menolak visa, menolak berbisnis denganmu.
Katakan sejujurnya...
...menurutmu apa yang akan terjadi?
Bintang rock, para aktor,
royaliti yang dukungannya kita hargai...
mereka mungkin tak mau berhubungan dengan kita.
Setidaknya kita menjaga Elton, kan?
Kamu bercanda?
Bercanda?
Kita membahas kelangsungan hidup perusahaan.
Apa itu yang kamu yakini?
Kamu hidup terasing.
Dikelilingi oleh keindahan dan kebaikan.
Kamu sudah lupa betapa buruknya dunia.
Para wanita yang kita rancang pakaiannya,
mereka kuat, benar?
Mereka tidak kenal takut.
Mereka tidak malu.
Ini tidak sama. /Memang tidak.
Apa merk Versace yang lebih berani dari pria?
Kamu marah padaku atau dengan dunia?
Ketika kita daftarkan perusahaan di New York Stock Exchange,
Berapa biaya masukmu?
$1 juta? $100 juta?
Atau akankah itu membuat perusahaan ini tak bernilai?
Kamu melebih-lebihkan. Jangan konyol.
Perry Ellis.
Saat dia sekarat karena AIDS,
begitu lemah, asistennya menemukannya saat dia mengambil dasi...
Mungkin acara paling pentingnya. /Setelah itu,
orang-orang berhenti membeli bajunya. /Beberapa orang.
Tidak, Gianni, banyak orang. /Tidak, beberapa orang.
Beberapa orang.
Jawab aku: Kenapa baru sekarang?
Karena aku sakit.
Dan aku tidak mati.
Aku punya kesempatan kedua.
Ini keajaiban aku masih hidup.
Namun kutanya diriku setiap hari,
apa yang sudah kulakukan hingga layak mendapat ini?
Kenapa aku masih disini?
Untuk takut?
Tidak.
Aku hidup dan aku harus memanfaatkannya.
Subtitles by explosiveskull Alih bahasa : Unickunru *_* Instagram : unic_kunru
Mr. Cunanan, kuhargai
riwayat kreditmu dulu tidak sempurna...
Yang kuperlukan hanya membeli sekali lagi,
dan itu adalah tiket satu arah ke Minneapolis
di Maskapai Northwest.
Pak, American Express bukan
bisnis peminjaman...
Begitu sampai di Minneapolis, akan kuselesaikan.
Lalu aku akan menjadi pelanggan terbaikmu lagi,
Aku berjanji.
Aku tak tahu apa di Minneapolis.
Dua sahabatku.
Aku kesini dengan temanku David,
dan Jeff berhutang padaku lebih dari $10,000.
Tapi begitu kudapat uang itu, itu membantuku
mengubah hidupku kembali.
Kamu mau melakukan pelunasan utang?
Ya, begitu aku sampai di Minneapolis.
Mr. Cunanan, biar lebih jelas,
kamu meminta American Express
memperpanjang kreditmu untuk tiket satu arah
untuk melunasi utang, benar?
Benar, cuma itu yang kuperlukan.
Kutanyakan pengawasku dahulu.
Aku bisa menunggu.
Boleh?
Kamu bertugas?
Benar, pak.
Marinir? /Angkatan Laut.
Aku dulu bertugas di USS Gridley.
Divisi Infantri Pertama. Perang Teluk.
- Jeff. - Samson.
Dimana Gridley?
Teluk Persia di tahun '92.
Setelah itu, kami berlabuh di San Diego.
Mereka memperbaikinya, tapi berubah pikiran
dan memutuskan menarik kapal itu.
Masih membuatku sedih. Dia kapal yang bagus.
Kamu merindukannya?
Setiap hari.
Kenapa kamu pergi?
Aku tidak tahu.
Aku menyesalinya, jelas.
Aku tak pernah mau jadi petugas,
jadi kurasa.../JEFF: Aku dulu petugas.
Benarkah?
Lulusan Annapolis.
Saudaraku AL, saudariku di AU.
Kamu sudah menikah?
Tidak.
Menunggu orang yang tepat, kurasa.
Kenapa kamu pergi?
Aku belum mendengar petugas yang pergi
bekerja di tempat seperti ini.
Tempat ini bagus. /Tentu, memang bagus.
Untuk pria yang lulusan Annapolis?
Aku sudah memutuskan.
Benar.
Istriku selalu banyak bertanya padaku.
Aku sudah memutuskan, okay?
Aku menyinggungmu. Maafkan aku.
Kenapa kita tak sudahi saja itu?
Aku sudah memutuskan!
Jeff.
Jeff.
Ada yang bernama Andrew menelpon, meninggalkan pesan.
Katanya dia akan menemuimu di bandara.
Hey. /Tak kukira kamu akan muncul.
Aku pun tak mengira.
Kamu tahu mengapa dia datang kesini?
Tidak. /Aku tak mengerti.
Tak ada yang terjadi akhir pekan ini.
Dia tak dapat siapapun. Tak dapat apapun.
Segala perkataannya padamu soal kehidupannya itu bohong.
Kamu tahu itu, benar?
Kamu bahkan menyukainya?
Dia pernah ada untukku.
Aku berhutang padanya. Itu tidak sama.
Aku merasa agak kasihan padanya. /Jangan.
Dia kesepian. /Untuk suatu alasan.
Akan kuberi padanya akhir pekan ini, demi saat dulu,
lalu aku selesai dengan dia.
Dia disini selama tiga malam.
Dia bisa memiliki apartemenku besok malam.
Aku akan menginap di tempat sodariku.
Tapi jangan katakan tempatku berada, okay?
Dia sangat gila, dia bisa muncul begitu saja.
Tiga Sekawan!
Hai. /Bagaimana kabarmu?
Oh, baik. Baik.
- Jeff. - Andrew.
Oh, kita akan bersenang-senang akhir pekan ini.
Ini akan seperti saat-saat dulu.
Tidak seperti dulu.
Kenapa kamu bilang begitu?
Aku tak bisa nongkrong dengan kalian nanti malam.
Oh, mengapa tidak?
Selain dari semua yang sudah kamu lakukan?
Apa yang sudah kulakukan?
Perusahaanku sudah rapat penjualan.
Aku pergi hingga hari Minggu.
Tapi aku akan menulis kartu pos.
Oh, kamu masih kesal soal itu?
Kukira kita sudah membahas ini.
Aku tak sengaja mengirim kartu pos pada ayah Jeff.
Kutulis "Stan Trail" bukan "Jeff Trail."
Dan mereka tidak tahu dia homo,
dan aku tanda tangani "Cinta, Drew. Cipok-cipok."
Aku membuat kesalahan. Maaf.
Terus kenapa?
Kamu bisa menginap di tempatku besok malam.
No comments yet. Be the first to leave one.