The first 200 lines.
Nyanyian Phoenix
Episode 48
Menaiki Gunung Kunlun, sumber sungai, dan melihat sekeliling, suasana hatiku naik dengan Sungai Kuning yang luas. - He Bo (Dewa Sungai) dari Sembilan Nyanyian oleh Qu Yuan
Tuan Muda Wu Ming benar. Orang Qin seperti serigala.
Para senior khawatir mereka akan memanfaatkan kita,
pada akhirnya membawa kemalangan bagi rakyat Yue dan keselamatan mereka.
Bagaimana jika anggota suku kita yang tersisa dihabisi oleh Chu juga?
Jika kita tidak dapat membalas penghinaan kita, apa gunanya mengeluarkan keberadaan yang hina?
Kau cuma berandal egois yang takut mati! Kau tidak pantas sebagai rakyat Yue!
Bibi!
Siapapun yang menentang perang akan mengalami hal yang sama!
Bibi, aku tak percaya kau akan membunuh rakyatmu sendiri.
Pengawal!
Bibi, maafkan aku!
Aku sudah tahu kau tak ingin bertempur melawan Chu.
Aku tidak menyangka kau bersedia menjadi anjing Chu!
Apa pantas kau memimpin Yue?
Penjarakan Wu Ming! Tanpa perintahku, dia tidak diizinkan keluar!
Bibi, apa kau begitu ingin aku mati? Apa kau sangat menginginkan takhta?
Ini semua karena kau memaksaku! Bawa dia pergi sekarang!
Jenderal Qu. - Putri.
Kau akan mengatur penyerangan Chu. Penyebaran militer harus dipersiapkan dengan cepat dan akurat.
Siap laksanakan, Putri.
Tidak, tidak!
Mo Chou, apa kau bermimpi buruk lagi?
Qing'er, aku memiliki perasaan sangat buruk.
Perang Qin ini, tidak... aku perlu bertemu Yang Mulia!
Buka pintunya! Aku perlu bertemu Yang Mulia! Buka pintunya!
Buka pintu! Aku perlu bertemu Yang Mulia!
Yang Mulia saat ini sibuk mempersiapkan keberangkatan. Apa dia memiliki waktu luang untuk menemuimu?
Apa kau tidak sadar dengan statusmu?
Nyonya Mo Chou adalah keturunan dari Dukun Agung Chu.
Jika terjadi sesuatu pada Yang Mulia, apa kau sanggup bertanggung jawab?
Baiklah. Aku akan membantumu menyampaikan pesan, tapi apakah pesannya akan sampai,
atau apakah ada yang mau mendengar pesanmu, aku tak bisa bilang.
Cepat pergi! Cepat!
Istana Lan Tai
Kali ini Yang Mulia akan berangkat sendiri, aku akan mendoakan keselamatan Yang Mulia dan kembali dengan kemenangan.
Kali ini dalam berkampanye melawan Qin, aku memiliki Wakil Perdana Menteri Qu di sampingku,
meratakan Xian Yang hanya masalah waktu. (Ibukota Qin)
Mari.
Kau mau apa?
Yang Mulia sedang dalam perjamuan. Kau tak bisa masuk sembarangan.
Aku punya urusan penting untuk dilaporkan pada Yang Mulia.
Cepat pergi. Jangan menghancurkan susana hati Yang Mulia.
Ada masalah apa?
Dia mengatakan dia perlu menemui Yang Mulia.
Nyonya Mo Chou yang meminta untuk bertemu Yang Mulia. Dia mengirimku untuk menyampaikan pesan.
Nyonya Mo Chou?
Dia bukan siapa-siapa, hanya tahanan.
Selain itu, Yang Mulia adalah Raja Agung, bukan seseorang yang bisa dia temui hanya karena dia menginginkannya.
Kau tidak tahu tempatmu?
Itu salahku, Ibu Suri, mohon tidak marah.
Mengapa masih belum ada kabar?
Bagaimana? Apa kau menyampaikan pesannya?
Menyampaikan pesan pada Yang Mulia? Aku bahkan tidak bisa bertemu Yang Mulia.
Menyerah saja.
Terlebih lagi, kau sudah dikirim ke Istana Dingin, untuk apa begitu peduli?
Mohon bantu aku mencoba sekali lagi. Jika kau tak bisa memberitahu Yang Mulia,
memberitahu Wakil Perdana Mengeri Qu juga boleh.
Kenapa kau masih tidak menyerah?
Kau sudah tahu hasilnya yang sebelumnya, dan masih belum menyerah?
Tapi...
Sebelumnya gagal, bukan berarti kali ini tidak akan berhasil lagi!
Kau masih berpikir dirimu sebagai salah satu selir di istana?
Memerintahku seperti menyuruh anakmu sendiri.
Berhenti bersikap sombong.
Saat larangan di istana ini dihapus suatu hari nanti,
Kakak Mo Chou akan tetap menjadi nyonya di istana ini.
Ayolah, bantu kami sekarang. Kau pasti akan mendapat imbalan nantinya.
Baiklah, tapi kuharap suatu hari kau akan keluar,
dan kau bisa pergi memberitahu Yang Mulia sendiri.
Kau mau membantu kami atau tidak? Jika kau tidak mau,
aku akan berteriak dan mengatakan kau bersikap tak senonoh padaku dan Nyonya Mo Chou!
Aku mau lihat berapa banyak kepala yang kau miliki!
Kau!
Baiklah, aku akan membantumu sekali ini.
Tapi... aku tak pernah bilang aku akan berhasil.
Negara Qin mempunyai penguasa yang lalim.
Negara Qin yang lalim adalah musuh bersama dunia.
Mengumpulkan pasukan untuk berkampanye melawan Qin adalah mengikuti kehendak Langit.
Semua orang di sini adalah pahlawan.
Untuk menghentian Negara kita diserang,
untuk memberikan rakyat kita hidup damai dan makmur,
para pejuang Negara! Berangkat berperang!
Dengan hormat kami mengantarkan Yang Mulia dalam kampanye ini. Kemenangan Aliansi kita!
Qiu Lu, apa itu suara terompet perang?
Mungkin iya.
Heng'er, kau harus kembali dengan selamat.
Harus kembali! Harus kembali!
Bagaimana? - Jangan bilang aku tidak berusaha membantumu.
Aku sudah berlarian sampai kakiku sakit, tapi Yang Mulia sudah pergi.
Kalau begitu apa yang kau lakukan di sini? Kejar dia!
Kalau tidak itu akan terlambat!
Nyonya Mo Chou, apa kau pikir kau adalah selir sekarang?
Kami hanya bersikap sopan kepadamu dengan memanggilmu "Nyonya."
Di Istana Dingin ini, jika tak ada perintah dari atasan, siapa yang berani membiarkanmu keluar?
Kakak, kenapa tidak kita biarkan saja. Itu cuma mimpi, mungkin tidak ada artinya.
Tidak, Qing'er, firasatku sudah menjadi lebih akurat belakangan ini.
Tolong, kalian harus membantuku. Aku perlu bertemu Ibu Suri.
Kau masih berani menyebut Ibu Suri? Kau bermimpi!
Aku takkan makan sampai kau membiarkan aku bertemu Ibu Suri.
Meskipun kau mati kelaparan, Ibu Suri takkan menemuimu!
Buka pintunya! Buka pintunya!
Kita sudah bekerja keras hari ini, dan akhirnya bisa beristirahat!
Sepanjang hari berpatroli lumayan bisa membuat kakiku patah. - Benar.
Kukatakan bahwa yang paling tidak adil bagi warga Qi adalah kau. Dalam hal berusaha bersekutu,
Qi tidak kurang dari Chu sedikitpun.
Tapi Raja Qi bahkan tidak pergi untuk memimpin persekutuannya.
Kau benar. Raja licik Chu itu menipu posisi ketua persekutuannya.
Kukatakan, dia bahkan tidak punya kemampuan untuk memimpin pasukan enam tentara kita.
Aku setuju. Biar kuberithu kau ini.
Terakhir kali di peperangan melawan Qin, bahkan Jenderal Besar Chu terbunuh.
Kudengar tentara Wei melarikan diri.
Kutanya kau. Kalau begitu bagaimana kau berperang saat itu? Dengan siapa?
Benar. Bagaimana kau bisa melawannya?
Apa yang sebenarnya kalian bicarakan?
Apa yang akan kau lakukan? - Penuh dengan omong kosong! Apa kalian tidak takut dengan hukum tentara?
Dari mana munculnya anak kecil bau susu ini? Kau sudah mendapatkan semua rambutmu?
Celanamu basah? kau butuh Ibumu untuk mengeringkan celanamu?
Lihat dia!
Apa yang kau lakkan? - Ada anak kecil bau susu busuk lainnya?
Apakah negara Chu kekurangan orang?
Kau berani menghina Chu. Kau tidak takut Komandan Persekutuan meminta kepalamu?
Dia adalah anak nakal tentara Chu. Kita tidak bisa membuat masalah dengannya.
Kami tidka berani.
Biar kutunjukkan bagaimana pria sesungguhnya.
Hentikan!
Dan yang terbesar ada di sini.
Tuan, kau datang kemari tepat waktu. Orang-orang ini mengina Negara Chu.
Apa yang kami katakan?
Benar? Kecuali jika hanya karena Raja Chu sekarang merupakan Komandan Persekutuan
yang tentaranya berada setingkat di atas kami?
Jika kalian tidak punya hal baik, jangan berpura-pura untuk menjadi tembakan besar.
Berhenti bertarung. Hentikan.
Lu Yi, kau bahkan tidak mempedulikan disiplin militer?
Zhuang Qiao, seret Lu Yi keluar dan berikan dua dua puluh cambukan.
Untuk apa?
Tuan! - Sekarang juga!
Bagaimana ini?
Mulai.
Tuan, tolong hentikan. Kami tahu kami salah.
Qu Yuan, cambuk aku sampai mati jika kau berani!
Tuan, tolong lepaskan anak ini
Teruskan. jangan lewatkan satupun.
Mulai sekarang, jika ada siapapun berani mengacaukan disiplin militer
dan menggoyahkan moral tentara, kalian semua tidak akan dibebaskan!
Terima kasih atas bantuanmu tadi.
Untuk apa berterima kasih? Kita harus berperang melawan Qin bersama-sama.
Tapi tentara Qi mentertawakan tentara Chu.
Jika tentara Qin mengetahuinya, mereka akan tertawa sampai gigi mereka copot.
Memang begitu!
Tapi, siapa namamu, teman?
Namaku Lu Yi. Dan kau?
Kau bisa memanggilku Zi Heng. kau tampak sangat muda untuk menjadi tentara.
Aku ingin berkontribusi untuk membunuh musuh dan mengalahkan Qin.
Untuk membalas dendam semua warga desa yang mati.
Dan aku ingin menyelamatkan kakakku.
Kakakmu?
Kakakku memasuki istana beberapa tahun yang lalu sebagai musisi.
tapi dia ditipu atas tuduhan meracuni Yang Mulia.
Tapi aku tahu kakakku tidak akan pernah melakukan hal semacam itu.
Jadi aku ingin membuat jasa dengan membunuh musuh.
Dan memohon pada Yang Mulia untuk membebaskan kakakku.
Apa nama Kakakmu itu Mo Chou?
Bagaimana kau tahu?
Itu adalah sesuatu menyebar luas di seluruh Chu. Aku juga mendengarnya.
Setelah kita kembali dengan kemenangan kita, aku akan menemanimu untuk menemui Yang Mulia.
Zi Heng, kau tidak tahu soal itu. Semua anggota kerajaan dan bangsawan itu jahat.
Mereka bahkan tidka menyelidikinya sebelum mereka menangkap seseorang.
Bahkan jika ada bukti bahwa kakakku tidak bersalah, mereka masih akan menangkapnya juga.
Kau tidak seharusnya berbicara seperti itu. Istana memiliki pendirian yang sulit juga.
Bahkan Yang Mulia tidak bisa melakukan apapun semaunya sepanjang waktu.
Bagaimana kau tahu?
Bagaimanapun, apa yang kujanjikan padamu, aku akan menyelesaikannya untukmu.
Zi Heng, kita adalah teman baik.
Ayo perperang dan membangun jasa kita bersama-sama.
Kau tidak apa-apa?
Tidak apa-apa. Jika aku tidak bisa menahan luka kecil ini,
bagaimana aku akan bisa menjadi jenderal hebat nantinya?
Itu masuk akal.
Istana Mo Chou
Kakak, kau harus coba makan sedikit saja dulu.
Tidak ada yang melihat sekarang.
Kubilang, aku akan makan sampai aku bertemu Ibu Suri.
Qing'er, kau lapar. Kau makan saja.
Aku tidak bisa melakukannya. Jika kau tidak makan, aku juga tidak akan makan.
Hah. Jadi benar-benar memutuskan untuk tidak makan?
Baiklah. Kita lihat berapa lama kalian bisa bertahan.
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Istana Mo Chou
Apa yang kau lakukan?
Nyonya Ying menyuruhku untuk membawakan makanan untuk Nona Mo Chou.
Tolong berikan padanya.
Membawa makanan lagi? Kenapa repot-repot?
Orang di dalam sana sudah berhari-hari berhenti makan.
Berhenti makan?
Iya, dan dia merengek sepanjang hari ingin bertemu Ibu Suri.
Seolah dia itu seorang yang penting.
Dia tidak mau makan? Apa dia sakit?
No comments yet. Be the first to leave one.