The Man Who Shot Liberty Valance

The Man Who Shot Liberty Valance

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Man Who Shot Liberty Valance 1962 720p BluRay H264 AAC-RARBG
A Commentary by Chyrus

Tags

BluRay
720p
720
Published on: 2018-04-20
Downloads: 59
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Terima kasih, Jason. Tepat waktu. - Tentu saja!

Link.

Link Appleyard!

- Oh, Nona Hallie. - Halo, Marshal.

- Apa kabar, Mr Senator. - Bukan, bukan. Rance. Rance.

Rance... Aku tentunya senang kau bisa datang.

Telegrammu kami terima di Saint Louis. Aku mau berterima kasih.

Keretaku ada di sana. Sini, Jason, berikan padaku dus itu.

Kau tahu selama ini mereka akan datang!

Ini pertama kalinya dalam hidupmu kau menyimpan sebuah rahasia! Pembual!

Siapa itu, Jason? Adakah yang bisa aku beritakan di surat kabar?

Beritakan?

Dasar bodoh, itu Senator Stoddard dan istrinya.

Kau bisa isi surat kabarmu dengan berita mereka!

Hai, Lydia. Ini Charlie Hasbrouck. Mendesak!

Dengar, hubungi kantor lalu beritahu editor, kalau Senator Stoddard dan istrinya baru saja turun dari kereta!

Ya, benar! Terima kasih, sayang!

Hey, nak, itu lima sen!

Bebankan pada the Shinbone Star!

Hey, Senator! Senator Stoddard, nyonya.

Aku mau anda memberiku izin wawancara. Eksklusif. Anda tahu, pemberitaan pertama!

Shinbone Star...

Kalau begitu, nak, aku...

Baiklah, baiklah. Aku beri izin wawancaranya, tapi hanya demi satu alasan.

Satu alasan... Dutton Peabody,

pendiri, penerbit, kepala redaksi the Shinbone Star dulu telah memecatku.

Editorku jelas akan memecatku jika aku tidak dapat wawancara ini.

Itu benar, Senator, jika anda hendak...

Ini dia datang sekarang.

Senator Stoddard, ini kejutan dan sebuah kehormatan, pak!

- Aku Maxwell Scott, editor the Star. - Apa kabar, Mr Scott?

- Ini Mrs Stoddard di sana. - Sebuah kehormatan, nyonya.

Apa yang membuatmu kembali ke kota, pak? Apa benar kau hendak mengurus...

Tunggu, tunggu, Mr Scott.

Siapa yang aku beri izin untuk wawancara ini? Kau atau pemuda ini?

- Siapa yang memintaku dulu. - Tentu saja itu aku, Mr Scott.

Charlie, jika kau reporter yang bagus, kau ajaklah mereka ke kantor kita,

membuat mereka terhindar dari panas dan debu.

Benar, dia benar, nak. Cara terbaik membuat orang bicara adalah membuat dirinya nyaman.

Hallie, kembali ke persoalan ini lagi, politik.

Link, kenapa kau tak ajak Hallie jalan-jalan sebentar mengelilingi kota?

Banyak perubahan, huh?

Aku mau bersama mereka ini untuk meluruskan beberapa isu politik.

Kuperhatikan kau tidak mengenakan lencana.

Itu sedikit mengecewakan, Nona Hallie.

Mereka tidak memilihku sebagai Marshal Kota untuk waktu yang lama.

Aku rasa satu-satunya orang di antara kita sejak dulu

masih tetap bekerja sebagai senator!

Tempat ini benar-benar sudah berubah.

Gereja, SMU, toko.

Kereta api yang mengubahnya.

Tandusnya masih sama.

Kaktus mawarnya mekar.

Mungkin...

Mungkin kau akan suka melewati jalan yang tandus

dan mungkin melihat-lihat sekitar.

Mungkin.

Kau tahu tempat yang ingin aku kunjungi?

Kau bilang kau ingin lihat kaktus mekar.

Di rumahnya di sebelah sana, itu yang tersisa.

Mekar di mana-mana.

Dia tak pernah selesaikan rumah yang dia mulai bangun, kan?

Tidak.

Kau tahu semua tentang itu.

Ada bunga kaktus yang cantik di sana.

Saudara-saudara, aku janji pada diri sendiri dalam kunjungan ini aku tak akan berbicara politik,

dan lihatlah, ini hampir semua yang sudah aku lakukan.

Rance, tentunya kau hendak ke Capitol City untuk berbicara pada majelis?

Tidak, tidak dalam kunjungan ini, Charlie. Tidak, ini murni personal.

Murni personal? Mr Senator, murni personal tidak cukup bagus buat para pembacaku.

Sebenarnya untuk apa kau datang ke Shinbone? Tak ada yang dirahasiakan, kan?

Tidak.

Tidak, tak ada yang dirahasiakan.

Aku kemari untuk pergi ke pemakaman.

Pemakaman?

Siapa yang meninggal, pak?

Tidak, pak. Aku...

Orang dengan nama Tom Doniphon.

Oh, ini istriku yang baik.

Aku menikmati kunjungannya, saudara-saudara.

Tom Doniphon?

- Halo, Clute. - Rance!

Ransom Stoddard! Dan Nona Hallie!

Astaga, Senator, aku tak menyangka...

Link kenapa kau tak biarkan aku tahu kalau mereka mau datang?

Aku punya prosesi pemakaman yang banyak sekali.

Orang dari seluruh daerah, dari mana-mana yang akan datang.

Pemerintah yang akan menguburnya. Aku tak akan dapat sepeser pun dari itu.

Pompey?

Nona Hallie.

Pompey, maafkan aku.

Barangkali kau mau...

Mana sepatu botnya?

Aku pikir...

Itu sepasang sepatu yang bagus sekali, hampir seperti baru, dan kupikir...

Kenakan sepatu botnya, Clute, sabuk pistolnya, dan tajinya.

Dia tidak bawa pistol, Rance. Dia tidak membawanya sudah bertahun-tahun.

Ya, tentu.

Pak, aku tak bermaksud mengganggu,

tapi seorang senator Amerika itu berita.

Aku editor surat kabar dengan peredaran di seluruh negara bagian.

Aku punya kewajiban untuk tahu mengapa

kau datang jauh-jauh kemari untuk mengubur seseorang.

Kau tak bisa beritahukan namanya itu Tom Doniphon kemudian pergi begitu saja.

Siapa Tom Doniphon itu?

Dia seorang teman, Mr Scott, dan kami ingin untuk jangan diganggu.

Scott, ayo pergi.

Maafkan aku, Senator. Itu belum cukup.

Aku punya hak untuk tahu ceritanya.

Ya, aku rasa mungkin kau punya hak.

Tentu saja, cerita ini bukan hanya melibatkanku.

Si tua Pompey di dalam sana, Link, mereka bagian dari cerita.

Tapi aku rasa aku satu-satunya orang yang bisa menceritakan seluruhnya.

Aku sudah baca Shinbone yang dulu di berkas surat kabar.

- Tak ada yang menyebutkan... - Kau seorang anak muda!

Seorang anak muda.

Kau hanya tahu yang sebenarnya itu setelah kereta api ada.

Banyak perbedaannya waktu itu. Banyak perbedaannya sebelumnya, Mr Scott.

Banyak perbedaannya.

Pertama kali aku datang ke Shinbone, aku datang dengan kereta penumpang.

Banyak yang seperti ini waktu itu di sana.

Bisa jadi ini kereta yang sama.

Bisa jadi ini kereta yang sama.

Overland... Kupikir ini kereta yang sama!

Aku terkejut.

Aku dulu hanya seorang pemuda, baru lulus dari pendidikan hukum,

tas penuh dengan buku hukum dan jam emas ayahku,

$14.80 tunai.

Aku benar-benar menuruti nasihat Horace Greeley,

"Pergilah ke barat, anak muda, pergilah ke barat,

"carilah ketenaran, peruntungan, dan petualangan."

Serahkan barang milik kalian!

Shotgun, keluarkan pelurunya.

Jatuhkan peti uang itu.

Sekarang!

Baiklah. Keluarkan penumpangnya dari kereta.

Sepertinya memilih penumpang miskin, tapi bagaimanapun harus mengambil dompet mereka.

- Aku ambil bros itu juga. - Jangan. Aku mohon, aku mohon.

Almarhum suamiku memberikan ini padaku.

- Aku mohon! - Seorang janda, huh? Aku ambil

- bagaimanapun juga. - Lepaskan tanganmu! Manusia macam apa kalian ini?

Macam ini, bung!

Sekarang, manusia macam apa kau ini, bung?

Aku seorang Advokat, dan aku sudah diberi lisensi oleh pemerintah.

Kalian bisa buat kami ada di todongan senapan kalian sekarang, tapi aku akan jumpai kalian di penjara karena ini!

Penjara?

- Hentikan! Kau bisa membunuhnya! - Bawa dia pergi dari sini!

Masuklah ke kereta! Ayo, jalan!

Masuk ke dalam! Kau juga!

- Ayo, ke dalam! - Dia bisa mati di luar sana!

Kami akan kirimi dia bunga!

Chico, lepaskan penyangganya!

Cepat pergi!

Masukkan semua ke dalam lalu naiklah ke kuda kalian. Cepat!

Buku?

Hukum?

Pengacara, huh?

Aku akan ajari kau hukum...

Hukum daerah barat.

Ayo, lekas pergi dari sini.

Ayo. Ayo!

Hallie!

Hallie! Bangun, manis!

Tom Doniphon!

Ini pukul 5:30 pagi! Ada apa denganmu?

Kami menemukan seseorang di sana habis diserang. Dan di semak-semak!

Sepertinya akan meninggal jika kami tidak lakukan penanganan padanya.

- Ini orang yang mengalami perampokan? - Benar.

Kau tahu dari mana?

Keretanya dicegat tadi malam untuk dilaporkan pada marshal.

Link Appleyard?

Jangan tetap di sini membicarakannya. Bawa dia ke dalam. Pompey!

Berpikir kau bisa selamat, pilgrim?

Bawa dia, Pompey.

Taruh dia ke sofa.

Tom, dia terluka sangat parah.

Terima kasih, Pompey.

Orang yang malang.

Dihajar, dicambuk, ditendang, hanya demi berusaha melindungi perempuan.

- Katakan itu sekali lagi? - Kusir keretanya sudah ceritakan ke kami semuanya tentang hal ini.

Pompey, sepertinya kita mendapatkan diri kita seorang pria penarik hati perempuan.

Hallie, kami...

- Ambilkan perban. - Tapi...

Aku yang akan mengobatinya.

Hey...

Pilgrim, kau akan membutuhkan beberapa jahitan.

Pompey, pergilah menemui Dr Willoughby.

Kalau dia tidak mabuk, antarkan dia kembali.

Nora, maaf merepotkanmu seperti ini.

Dia dalam kondisi kritis.

Benar-benar babak belur.

Ini sungguh mengerikan.

Aku mau panggil marshal.

Kau mau kopi? Aku buatkan sarapan. Hallie?

Hati-hati, pilgrim.

Kau tak apa?

Ini.

Minum ini.

- Ini kopi? - Ya, kopi dan aquavit.

- Brandy Swedia. Baik buatmu. - Oh, tidak, tidak.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left