The first 199 lines.
[Nama, bisnis, tempat, dan insiden yang disebutkan hanyalah fiksi.]
Selamat, Nak.
Selamat.
Terima kasih.
Putra kita tampak sangat lesu.
Apa ada masalah?
Kurasa mereka putus.
Dia menangis.
Apa?
Berandal itu menangis?
Bagaimana jika aku menemui wanita itu?
Jangan.
Kau tidak ingat saat ibuku menemuimu?
Kenapa kau membahas itu?
Benar sekali.
Pak Lee datang lagi hari ini.
Benar, bukan?
Seniman jarang datang setiap hari di hari pameran.
Kenapa kau kemari?
Ini. Bisa berikan kepada Young-hee?
Katakan itu darimu.
Vitamin?
Kenapa kau tidak memberikannya sendiri?
Jika kulakukan, dia tidak akan menerimanya.
Apa arti cinta bagimu?
- Tiba-tiba? - Aku penasaran.
Aku akan terluka jika menjadi dirimu,
tapi kau terus mencintainya tanpa merasa lelah.
Aku penasaran apa arti cinta bagimu.
Selagi berpikir berapa banyak yang bisa kau lakukan untuknya,
apa yang bisa kau korbankan,
dan apa yang bisa kau pertaruhkan,
kau merasa bisa melakukan apa pun jika untuk orang itu.
Aku sangat iri.
Kepada Young-hee?
Kalian berdua.
Aku iri padamu karena mencintai orang seperti itu
dan iri pada Young-hee karena menerima cinta itu.
Itu sesuatu yang tidak akan pernah terjadi padaku.
Jika kau sudah menetapkannya begitu,
kau tidak akan bisa menerima cinta siapa pun orangnya
atau cinta yang mereka berikan.
Kau pergi ke pameran Soo?
Kenapa dia terus menatap pintu masuk?
Dia pasti menunggu.
Astaga. Bagaimana bisa dia mencetak foto besar dirinya?
Seharusnya tidak datang. Aku harus melihat foto itu.
Ya, Sayang.
Ada apa lagi? Kita baru saja bicara di telepon.
Makan malam?
Kau menelepon karena itu?
Aku mengerti.
Kenapa kau terus meneleponku?
Menyenangkan sekali melakukan ini.
Akan kuperbaiki semuanya.
Aku sangat mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Selamat pagi, Woo-yeon-ku.
Selamat pagi, Soo-ku.
Kau sudah menyikat gigimu?
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
Aku akan segera ke sana. Ya.
Astaga, aku mengerti.
Ayo.
- Kerja bagus, Pak Lee. - Kerja bagus, Pak Lee.
- Ayo. - Kau mau pergi?
[Aku kehilanganmu karena tidak bisa melakukan hal sederhana itu]
[dan aku menyesalinya untuk waktu yang lama.]
Nak.
Panaskan dan makan satu per satu
daripada makan di luar.
Kenapa membuat begitu banyak kari?
Kari bagus untukmu.
Ini anti-peradangan dan bagus untuk sistem imunmu.
Ini juga bagus untuk melupakan kenangan buruk.
Aku merasa yang sebenarnya ingin Ibu katakan adalah yang terakhir.
Kau mengerti?
Apa dia datang?
Sepertinya kau menunggunya.
Dia tidak akan datang.
Jemputlah jika dia tidak datang.
Aku tidak bisa.
Berhenti berpura-pura.
Soo. Jangan berpura-pura.
Aku tahu perasaannya,
aku tidak bisa begitu.
Selain itu, itu bukan kenangan buruk bagiku.
Bagaimana jika mencoba menulisnya lebih tebal?
Itu bagus.
- Jaga dirimu. - Terima kasih.
Mari makan sesuatu.
Terima kasih.
Bukan apa-apa.
Kenapa Anda kemari?
Aku melihat kartu posmu di rumah Soo.
Ada media sosialmu ada di sana, jadi aku mengikutinya
dan alamat lokakaryamu ada di sana.
Aku datang untuk memberikan ini.
Sudah lama aku ingin berterima kasih.
Sejak Soo kecil, dia selalu waspada.
Dia tidak pernah menangis atau merajuk. Dia justru bekerja keras
untuk disukai oleh kami.
Saat sedikit lebih tua, dia tidak melakukan apa pun.
Dia pergi begitu saja.
Karena itu kami pikir kami kehilangan anak kami.
Tapi Soo banyak berubah sejak bertemu denganmu.
Aku ingin berterima kasih.
Maaf, tapi kurasa aku tidak bisa menerima ini.
Sebenarnya, Soo dan aku putus.
Aku tahu.
Aku datang mengetahui itu.
Keadaan telah berubah,
tapi aku tetap bersyukur.
Bukan aku. Soo yang berubah.
Aku tidak melakukan apa pun.
Orang tidak berubah.
Tapi jika seseorang berubah
dan jika orang itu berubah karena orang lain,
itu sesuatu yang besar.
Terima kasih sudah muncul dalam hidup Soo.
Apa menurut Anda
aku sungguh membuat Soo berubah?
Anda sungguh berpikir
aku sesuatu yang penting bagi Soo?
Aku sudah lama menyukainya.
Aku sangat menyukainya.
Tapi selama itu, aku selalu penasaran.
Dahulu, aku bertanya-tanya alasan Soo tidak menyukaiku.
Setelah kami putus,
aku penasaran apa dia benar-benar
mencintaiku.
Aku tidak berhak menilai karena ini urusan kalian berdua,
tapi bagiku, sepertinya begitu.
Dia terlihat seperti
dia sangat menyukaimu.
Ini masalah terbesarnya.
Aku sulit untuk memercayainya.
Mungkin aku punya penyesalan.
Mungkin aku masih menyukainya.
Dan mungkin
ini akan berakhir selamanya.
Tapi?
Kalian yakin saling mencintai,
tapi rasanya kau hanya suka.
Setiap kali kau memintanya bilang "Aku mencintaimu," dia hanya menjauh.
Saat kalian tidak sepaham, keadaan bisa kacau.
Aku mengerti.
Aku memahaminya lebih baik dari siapa pun.
Sebagai seorang wanita,
aku tidak ingin menyuruhmu mencintainya terlepas dari semua ini,
tapi sebagai ibu yang merasa bersalah,
aku ingin kau mencobanya sekali saja.
Maaf karena mengatakan ini.
Bagi seorang fotografer, sudut pandang adalah segalanya.
- Kurasa semua berjalan lancar. - Benar.
Tolong beri tahu aku jika ada hal yang mengganggumu.
Selamat.
Woo-yeon tidak akan datang.
Aku tahu. Aku bahkan tidak memberinya tiket.
Lalu kenapa kau menunggunya?
Tidak apa-apa.
Untuk berjaga-jaga.
Meski aku tahu jawabannya.
Aku tidak memihakmu. Bersikap menyedihkan tidak akan mempan kepadaku.
Kau tahu, Young-hee?
Hanya kau yang membenciku sekarang.
Menurut Jin-ju, katanya emosi bisa hilang.
Itu sebabnya dia tidak membenciku lagi.
Jika dia merasa seperti itu, akan lebih buruk bagi Woo-yeon.
Kau terdengar seperti ingin Woo-yeon membencimu.
Kuharap setidaknya Woo-yeon membenciku.
Kuharap dia akan memikirkanku setidaknya karena dia membenciku.
Kalau begitu, jangan biarkan dia pergi.
Kenapa kau tidak melepaskannya sekarang?
Kau juga tidak bisa melepaskan Hyun-jae.
Sepertinya begitu.
Kau benar.
Aku tidak berhak mengatakan ini kepada orang lain.
Jika tidak bisa melepaskannya, temui dia.
Kalian berdua masih saling menyukai.
Berikan sendiri padanya.
Jika kulakukan, dia tidak akan menerimanya.
Entah dia menerimanya atau tidak,
kau harus menemuinya secara langsung.
Kau harus berada di sekitarnya agar terus dalam pikirannya.
Young-hee.
Kenapa kau di sini?
Ini.
Apa ini?
Ini bukan apa-apa. Aku membelikanmu vitamin.
Kenapa kau melakukan ini?
Kau merasa bertanggung jawab atau kasihan?
Jika aku hidup dengan baik tanpamu,
aku yakin kau akan menemui wanita lain
bahkan tanpa berpaling.
Itu mungkin saja.
Tapi kemudian aku akan segera menyesal.
Aku akan menyesalinya seumur hidupku.
No comments yet. Be the first to leave one.