The first 200 lines.
Diari, perjuanganku untuk Ketua OSIS sudah berakhir sebelum dimulai.
Lebih mirip Patty Melantur.
Dan situasi berubah cepat di rumah Cañero-Reed.
Sam pindah ke sini.
Asyik Sam pindah ke sini, ya?
Aku mendengarkan kata hatiku.
Setidaknya dengan musikal, aku memiliki fokus lain.
Sebaliknya, Bobby...
…karena pacarku ikut klub itu.
- Bagus. - Ya.
- Jada Collins-Frost? - Ya.
- Bagus. - Terima kasih.
Bobby juga banyak masalah.
Pasti sulit untuk berpisah,
tapi aku senang sekali dengan yang menantikanku.
Untung, karena perhatian Mami teralihkan,
mudah untuk tak cerita aku mundur dari daftar Ketua OSIS.
Apa Elena bicara tentang nama julukan baru,
atau tak ikut pemilihan Ketua OSIS, atau...
Artinya aku punya banyak waktu mencari langkah selanjutnya.
...atau apa pun?
Hai.
Mi amor. Elenita.
Sayangku.
Bagaimana pemilihan Ketua OSIS?
- Bagus. - Ibu sangat menyesal mendengarnya.
Tunggu, apa?
Berjalan lancar.
Kau yakin?
Karena, kau tahu,
tak ada yang lebih kuat selain hubungan antara ibu dan putrinya.
Kau bisa ceritakan segalanya.
Mungkin aku akan menang. Bahkan Bu R juga sependapat.
Fantastis.
Itu yang ingin Ibu dengar.
Berhenti memandangku begitu.
Apa itu? Kau tak pernah bohong pada Mami .
Kau tahu yang terjadi jika aku cerita soal itu.
Akan ada pidato mengundurkan diri atau motivasi,
pidato yang sedikit berbeda nadanya.
Pidato apa pun itu, lamanya tiga jam.
Pasti berat, harus berbagi perasaanmu dengan orang yang mencintaimu.
Tepat sekali! Dia bangga sekali padaku.
Kini aku mengundurkan diri, lebih baik dia tidak tahu itu, ya?
Dia bisa terlalu menekan. Aku hanya ingin dia tidak mendesakku.
Atau kau bisa tulis namamu lagi di daftar itu?
Waktumu sampai pendaftaran ditutup.
- Aku tak akan lakukan. - Lalu apa?
Wanita malang itu membantu kampanye yang tak ada?
Lalu apa? Memberi tahu kau kalah?
Itu ide bagus.
Bukankah lebih mudah jika jujur?
Yang lebih mudah,
jika tak ada suara menyebalkan di kepalaku mengatur tindakanku.
Aku adalah kau. Ini suaramu.
Sungguh? Aku tak ingat suaraku melengking.
Maafkan aku. Itu tak sopan.
Kenapa suara pria tak disebut melengking?
MILIK Elena Cañero-Reed
Aku hadir di sini
Menghadapi rasa takut dan mengejar impian
Aku tetap berusaha
Aku tetap jujur pada diriku
Halo, Dunia Entah jadi apa diriku kelak
Apa pun yang kulakukan
Inilah perjalananku
Lo puedo lograr
Aku tak percaya ini.
Aku tak percaya kau membuatku membantumu pindah.
Membantu? Kau membuatku membelikanmu smoothie $14 saat menuju ke sini.
Susu macadamia tidak murah.
Kau akan mengetuk pintu rumahmu sendiri?
Kita lebih awal. Teknisnya, sejam lagi aku tinggal di sini.
Sam, kau konyol. Kau tinggal di sini. Masuklah.
Maaf. Semua ini baru. Aku masih membiasakan diri.
Kau sudah tahu pintunya.
- Aku pegang pintunya. - Ya.
Apa kesamaan Cesar Chavez, Ghandi, dan King George VI?
Ada yang tahu?
Ya?
Mereka semua sudah meninggal?
Ya. Tapi bukan itu yang aku pikirkan.
Mereka semua pembicara dengan bakat luar biasa.
Bukan ini.
- Ada apa? - Aku tahu ini membosankan...
Pidato Sejarah murid tahun pertama.
Adik Jada sudah memperingatkan aku.
Sudah? Kukira kita punya waktu.
- Pidato Sejarah murid tahun pertama? - Aku terlalu muda untuk mati.
Jadi,
aku ingin kalian bicara dua menit depan kelas untuk topik kesukaanmu.
Aku hanya minta pilihlah sesuatu yang kau suka.
Serius?
- Bicaralah dari hatimu. - Hati?
Berbagilah bagian dari dirimu pada kelas selama dua menit.
Anggaplah itu jendela jiwamu.
Astaga.
Hai, Mijita. Bagaimana? Ada kabar tentang Ketua OSIS?
Tidak ada. Hanya membahas pidato kampanye.
Ibu kira kau tak perlu berpidato hingga akhir tahun?
Harus kutunggu hingga malam sebelumnya?
Ibu sudah mengajarkan lebih baik.
Tentu saja. Selalu lebih awal.
Mami.
Kau butuh kartu indeks untuk pidatomu?
Terakhir Ibu memeriksa, kita kehabisan ukuran 12 kali 20 cm.
Ya, aku dapat dari sekolah. Bu R mengizinkan aku meminjam.
Tapi Ibu kira itu konflik kepentingan
memakai persediaan sekolah untuk materi kampanye.
Gab. Ibumu meneleponku.
Tunggu. Jangan dijawab.
Nyaris saja, Diari. Nyaris sekali.
Jumlah gaji Gabi dan aku hampir sama sebelum pajak.
Mau tahu tentang simpanan pensiunku? Aku tak punya.
Aku bercanda!
Ibu bertanya pada Sam berapa gajinya?
Kau tak akan beri tahu Ibu.
Kau tidak jawab telepon.
Ibu mulai lupa seperti apa suaramu.
Aku telepon minggu lalu. Jangan dramatis.
Lain kali, jangan dijawab.
Maaf. Aku panik.
Kau tak ceritakan apa pun tentang hidupmu.
Apa dia menginap di rumahmu?
Dia baru mau pulang.
Bagaimana Elena?
Bagaimana presidenta kecil kita?
Dia baik-baik saja.
Hubungan kami bagus sekali.
Kami sedang asyik bicara sebelum Ibu menelepon,
aku harus kembali bicarakan perasaannya.
Niña , telepon sebelum Ibu meninggal, ya?
Dah.
Ibuku sulit dihadapi.
Aku paham kenapa kita menunggu untuk memberi tahu tentang kepindahan.
Pribadinya selalu membuat keributan.
Ya.
Aku di sebelahnya saat Noche Buena .
Semua badai harus diberi nama Francisca.
Jangan bicarakan ibuku.
Aku hanya bercanda.
Tapi jangan.
Dua menit? Aku tak pernah bicara selama dua menit seumur hidup.
Kawan, pidato ini terkutuk. Adik Jada bilang tugas ini
akan menjadi citramu sepanjang SMA.
Apa? Itu hanya pidato di kelas.
Roberto manis, bertahan hidup di SMA itu berdasarkan pada kesan pertama.
Bagi kita yang bersikap tenang sampai saat ini,
- pidato ini membuat kita jadi rapuh. - Terbuka.
Seperti anjing nenekku yang baru dicukur.
Pernah dengar Spageti Berkeringat?
Namanya aslinya Brian.
Di tahun pertama, dia berkeringat banyak saat pidato,
orang bilang ada genangan saat berjalan kembali ke mejanya.
Hingga hari ini, orang menghindari daerah genangan itu.
Astaga! Seakan bicara depan umum belum membuat stres.
Dari mana kata Spageti-nya?
Dari rima.
Apa pun yang terjadi saat berpidato, akan menghantui seumur hidup.
Aku tak percaya mengatakan ini,
tetapi andai aku bisa menulis esai.
Ibuku sulit dihadapi.
Situasi di rumah nyaris tak tertahankan.
Aku paham.
Aku ikut satu musikal, mendadak ibuku jadi agen bakat.
Aku bilang, "Tidak, aku tak mau menyanyi 'Memory' di depan rekan Ibu,
meskipun pamannya Bustopher Jones."
- Apa caraku agar Ibu tak menekanku? - Dia punya alergi?
Sekali mencium bunga matahari, aku sakit berminggu-minggu.
Rodrigo, kawanku.
Untung kau pilih air daripada susu cokelat.
Tetap sehat. Aku suka itu.
Bisa masukkan botolnya ke keranjang daur ulang dan bukan tempat sampah?
Apa pentingnya yang kami lakukan pada setiap botol
jika sistem daur ulang harus diperbaiki?
Apa? Sistem rusak jadi alasan apati individual?
Ya. Program daur ulang di sekolah harus diperbaiki.
Tak berarti kita tak bisa membuat dunia lebih baik.
Paham maksudku?
Aku mengatakan itu. Dia harus sebutkan program kompos.
Kau bisa ikut bicara.
Emilio bisa mengatasinya.
Lagi pula, aku tak bisa cemaskan Bumi jika harus hadapi ibu sendiri.
Elena?
Mami! Aku tak bisa bicara. Ada PR.
Dah.
Kenapa kau ke sini? Kukira kau alergi dengan kamarku?
Aku butuh bantuanmu.
Ada tugas di sekolah.
Harus bicara tentang hal yang aku sukai selama dua menit.
Seumur hidup kau tak pernah bicara dua menit.
Tepat! Bantu aku. Kau pandai dalam hal ini.
Dulu kukira begitu.
Kau tahu julukan yang kudapat karena hal itu.
Ya, tapi orang tak memanggilmu Patty Melantur lagi, 'kan?
Tidak di depanku.
Tapi kadang aku masih mendengarnya dalam bisikan di lorong.
Dan jauh di lubuk hati, aku tahu bisikan itu benar.
Aku gagal. Aku akan selalu menjadi Patty Melantur.
Tak mampu memimpin,
No comments yet. Be the first to leave one.