The first 200 lines.
=Love The Way You Are=
=Episode 29=
Ini mengesankan sekali.
Lihat layar elektronik ini.
Ada berapa orang
yang bekerja di sini?
Ini tipe yang terbaru.
Aku kumpulkan setahun gajiku
juga tidak bisa membelinya.
Tenang sedikit, tenang.
Konsol pengalaman realitas berimbuh.
Model terbaru.
Kenapa berkeliaran?
Belum pernah melihat wujud dunia fana?
Ayah, ini barulah perusahaan besar...
Tutup mulutmu.
Sedang apa kau?
Apa perusahaan kita kecil?
Maaf telah menyinggungmu.
Kuberi tahu kalian,
Orang yang tinggal di tempat sederhana
baru bisa memiliki moral yang baik.
Keluarkan
moral dan integritas seorang animator.
Halo,
ruang rapatnya di sebelah sini.
Dengar tidak?
Angkat kepala, busungkan dada, langkahkan kaki.
Direktur Xu,
kuperkenalkan terlebih dahulu
tim kami padamu.
Seharusnya yang ini...
Kondisi tim kalian,
data proyek,
semuanya sudah pernah kupelajari.
Kreativitas inti,
meski perlu disempurnakan dan ditingkatkan,
tetapi secara umum cukup bagus.
Aku mengakuinya.
Namun...
Karya kami saja sudah diplagiat.
Apa gunanya pengakuan?
Benar.
Kalau begitu, ditingkatkan
dan diperbaiki dari fondasi aslinya.
Awalnya kami juga berpikiran seperti itu.
Direktur Xu.
Sebenarnya yang paling kami cemaskan
adalah masalah hak cipta dan tanda tangan.
Milik kalian,
sudah pasti milik kalian.
Masih ada pertanyaan?
Masih ada sebuah...
keraguan kecil.
Itu...
kami semua tahu
perusahaanmu adalah perusahaan gim.
Lalu, kami hanya
murni perusahaan animasi.
Anda melintasi batas dan memilih kami
karena...
Karena aku berpikiran
untuk melangkah ke film dan televisi.
Aku sudah mengajukan kepada dewan direksi
untuk membentuk departemen proyek film animasi.
Aku merekrut kalian
karena ingin dijadikan
pasukan garda depan
di departemen proyek film animasi.
Jadi, proyek kalian sebelumnya
kuterima tanpa banyak tanya
dan aku juga akan menambahkan investasi dalam pengembangannya.
Ini pasti Buddha yang hidup.
Buddha yang hidup.
Direktur Xu.
Dari tadi selalu kami yang mengungkapkan keraguan.
Di pihak Anda,
selain kualitas produk,
seharusnya masih ada persyaratan lain, 'kan?
Semua orang
ikut denganku ke Kantor Pusat Guangzhou.
Untuk apa ke Guangzhou?
Guangzhou?
Xu Guangxi.
Jika kau tidak bisa,
maka kerja sama kita kali ini
berakhir di sini.
Kau pertimbangkan dahulu.
Direktur Xu.
Ada satu pertanyaan yang ingin kutanyakan.
Kenapa harus ke Guangzhou?
Kenapa?
Ada keraguan?
Kuharap kau bisa memikirkan dengan baik,
bukannya memilih karena
dipengaruhi oleh siapa pun
dan melewatkan kesempatan sebaik ini.
Bagaimanapun, kau juga baru merasakan
perasaan kehilangan mimpi.
Bukankah begitu?
Namun, aku rasa
tidak ada konflik di sini.
Xu Guangxi,
kau sungguh tidak tahu terima kasih.
Kau khawatir Yin Yike tidak setuju,
benar?
Namun, dari yang kulihat,
ini sama sekali bukan masalah besar.
Yin Yike sudah bukan seorang
gadis kecil berusia 18 tahun.
Dia tahu harus melakukan apa
yang terbaik untukmu.
Sementara kau,
jika melepaskan karier
karena perasaan semata,
maka itu sungguh
sikap yang sangat tidak dewasa.
Katakan.
Bagaimana pendapat kalian?
Ayah.
Kurasa
Direktur Xu ini
bukan hanya memiliki semua yang dia mau.
Intinya, apa pun yang kita mau,
dia akan memberikannya pada kita.
Benar.
Jangankan ke Guangzhou,
ke bulan pun
kami bersedia pergi. Benar tidak?
Benar, tentu saja pergi.
Sejak zaman kuno, di Guangzhou penuh gadis cantik.
Aku bersedia pindah ke sarang ini.
Lalu, kalau begitu,
tim impian kita
benar-benar sudah mau menjadi nyata.
Mimpi kita akan menjadi kenyataan.
Guangxi sudah datang.
Guangxi.
Bagaimana pertimbanganmu?
Itu...
Sangat berat, ya?
Benar juga.
Di satu sisi cinta,
di satu sisi karier.
Memang berat.
Memang berat.
Akan kupikirkan cara lain.
Guangxi.
Pekerja di industri kita ini,
banyak atau tidak yang berbakat,
aku tidak tahu.
Namun, jika ada kesempatan dan keberuntungan,
meskipun jari patah juga
tetap harus diraih.
Sekarang ada rezeki sebesar ini
yang dilemparkan kepada kita.
Seumur hidup ini,
mungkin hanya sekali ini saja kesempatannya.
Benar, Guangxi.
Selain itu, Shanghai dan Guangzhou tidak jauh.
Naik pesawat juga hanya dua jam lebih.
Mengerti apa kau? Jangan bicara sembarangan.
Jika Guangxi tidak pergi,
beberapa dari kita
tak akan bisa menanganinya.
Meskipun kejam,
tetapi ini kenyataannya.
Jangan begitu pesimis.
Pemikiran kalian
bisa aku mengerti.
Aku juga tahu,
kesempatan ini jarang ada.
Berikan aku sedikit waktu.
Ayo pergi.
Pulang dan pikirkan baik-baik.
Tidak usah buru-buru.
Berikan dia sedikit waktu.
Sudah pulang?
Kemari untuk makan.
Tadi...
kau yang menemui Xu Yuan, 'kan?
Itu karena kau sendiri yang punya kemampuan.
Aku hanya menjadi perantara.
Lalu, apa kau tahu dia memberikan
syarat apa kepada kami?
Dia ingin seluruh tim kami ke Guangzhou.
Aku tahu.
Apa kau ingin aku pergi?
Sekarang ini jika ingin mencari
investor yang bisa diandalkan,
memang tidak mudah.
Xu Yuan
termasuk cukup kuat.
Orangnya juga terus terang.
Kurasa...
syarat yang dia berikan
masih tergolong masuk akal.
Syarat yang dia berikan
memang cukup memikat hati Ayah Chen.
Ayah Chen juga tidak bisa tanpaku.
No comments yet. Be the first to leave one.