The first 113 lines.
Ini...
Selesai.
Itu pasti line-up baru.
Apa?
Oh...
Aku cuma bosan...
Han Song pemain tengah? Yoo Hyung di tengah sekarang.
Oh... Aku gak bilang kamu harus mengikuti ini.
Aku suka.
Gimana bisa kau mengetahui semuanya dalam waktu singkat?
Line-up baru...
Aku suka.
- Benarkah? - Iya.
Ini line-up baru yang pelatih buat, jadi dengarkan.
- Oke. - Oke!
Untuk pemblokir tengah, Sang Gyun dan Won Young sudah terpilih.
Dan posisi kiri akan diberikan pada Jin Ah dan...
Aku membuat banyak kesalahan hari itu, bukan?
Hari itu?
Hari disaat kamu mengancamku untuk uang? Atau hari disaat kamu memukulku dengan sepatumu?
Aku... mabuk, dan aku benar-benar gak waras hari itu.
Oh, hp ku.
Kamu...
meremehkan kami karena kami di posisi bontot kan?
Apa?
Kamu gak lihat harapan sedikitpun.
Jadi kenapa kamu buang-buang waktu mu?
Aku memberimu kesempatan untuk pergi.
Tapi kamu berusaha keras dan menang...
Benar.
Aku gak tertarik dengan tim kalian, atau menjadi pelatih kalian.
Sebenarnya kalau bisa aku mau kalian menang dan pergi secepat mungkin.
- Tapi! - Tapi?
Aku merasa terganggu dengan melihat mata mu...
Aku yakin rekan tim ku menatapku dengan cara yang sama...
Bahkan kalau artinya mematahkan pergelangan kaki ku...
Aku gak mau kalah lagi.
Woo Jin berubah pikiran.
Woo Jin berusaha keras mau itu ada yang menonton atau tidak.
Gak ada yang memenuhi syarat di tim ini kecuali Woo Jin!
- Hei... - Dia satu-satunya...
Apa ini masuk akal?
Bajingan gila!
Kau sengaja mengepakkan bola pada pelatih?
Kalaupun kita di posisi bontot, setidaknya kita harus punya tatakrama!
Pergilah kalau kau akan bersikap begini.
Lagian aku juga akan berhenti.
- Hei... - Kenapa begini?
- Hei, hentikan! - Jangan!
- Jangan lakukan ini disini! - Ayolah!
Ya, aku akan pergi dari sekolah sekarang...
- Kenapa berisik sekali? - Aku akan menghubungimu nanti
Se Ra. Kang Se Ra!
Apa-apaan ini?
Kalian ini ngapain?
Kalian menggunakan kekerasan di sekolah ini?
Pak kepsek, bukan begitu...
Dasar bocah... kalian bocah tengik!
- Manajer! - Pelatih Kang!
Dasar tengik.
Manajer!
Bicaralah!
Aku harus pastikan pak kepsek gak salah paham!
Kang Se Ra, sudah ku bilang.
Hindari segala situasi yang merepotkan!
Bahkan kalau kamu gak ngapa-ngapain, diam disana saja bisa menimbulkan masalah.
Itu karena aku...
Aku mengganti posisi pemain--
Apa yang diganti?
Apa kamu kesini untuk jadi pelatih sungguhan?
Bawa pulang Se Ra.
Manajer!
Aku yang akan mengurusnya, oke?
Manajer!
Ayo pergi.
- Gimana? - Belum pulang?
Gimana hasilnya?
Mereka memutuskan untuk menyingkirkan tim voli.
Gak mungkin...
Kang Se Ra! Jangan ikut campur!
Gimana bisa aku gak ikut campur? Ini semua karena aku.
Aku mengganti posisi pemain utama
dan pecahlah perkelahian karena mereka tidak bisa menerimanya.
Jadi gimana bisa aku gak ikut campur?
Keluarlah jadi pelatih.
Seminggu? Gak perlu.
Jangan pergi ke sekolah itu!
Ku rasa aku gak bisa melakukan itu.
Gak ada yang datang...
Apa yang harus ku lakukan?
- Lagi apa? - Pelatih!
- Halo. - Halo.
Kami gak bisa latihan karena kami dalam masa percobaan.
Latihan sendiri-sendiri dibolehkan, jadi kami memutuskan latihan secara terpisah.
Sebagian ada di gelanggang.
Benarkah?
Aku... sangat menyesal.
Hei...
Saat aku meminta maaf, setidaknya apa kamu bisa memahamiku?
Kamu lupa dengan yang kamu bilang di taman hiburan?
Saat berbicara dengan seseorang, setidaknya tunjukkan wajahmu...
Apa?
Wow...
Ku kira, setidaknya ada beberapa orang yang muncul...
Jae Woong, kau latihan sendiri?
Aku sedang latihan passing dengan Han Song dan Sang Gyun...
- Hei! - Mereka disana.
Aku gak tahu yang lainnya.
Pelatih.
Kau tahu benar caranya memilih pemain.
Para pemain utama yang kau pilih semua ada disini.
Itulah sebabnya kita semua disini. Apa ini lucu?
Semuanya, ayolah...
No comments yet. Be the first to leave one.