The first 200 lines.
Sekarang kau mungkin berpikir kenapa ini bisa terjadi,
mungkin kau menyalahkan Gus
dan obsesinya dengan Pottercon, festival Harry Potter.
Tidak ada yang menyalahkanku.
- Kenapa menggunakan logat itu? - Logat? Omong kosong.
Ini gaya bicara alamiku.
Semua berawal dari Santa Barbara.
Kepala polisi baru belum menyewa kami selama berminggu-minggu.
Tiba-tiba aku mendapat telepon.
Halo?
- Aku yang menjawab telepon. - Baiklah.
Halo?
BURTON GUSTER, PENGGEMAR HARRY POTTER
Kau tak pernah menjawab seperti itu.
Kenapa kau berpakaian seperti itu?
Bukan hanya kau yang bisa berlebihan.
Baiklah, damai. Mulai sekarang hanya fakta.
Telepon itu dari Interpol. Ya, Interpol yang itu.
Yang tertulis di layar peringatan DVD.
Kami diminta menyelidiki kasus di Britania Raya.
- Itu Inggris. - Kami mengerti.
Dalam beberapa jam, Gus ikut-ikutan,
BANDARA INTERNASIONAL SANTA BARBARA dan kami diwawancara sekuriti.
Kami ditahan.
Kau lupa menyebutkan soal tempat penyimpanan tersembunyi ini?
Itu sebuah bulu Phoenix, bukan sebuah senjata.
Kalau kau mengenal film terpopuler dalam sejarah
mungkin kau tidak akan bingung seperti ini.
Maafkan aku.
Temanku yang biasanya waras merasa sedikit tegang
karena jeda waktu sempit antara kedatangan kami di Heathrow,
dan bertemu Rupert Grint di Leicester Square.
Aku bangga menjadi seorang Grint Grunt.
Aku diminta membantu Interpol untuk sebuah kasus.
Kau tahu Interpol.
Dari DVD?
Aku tidak peduli apa yang kau lakukan.
Dia tidak akan membawa tongkat kayu tajam raksasa.
"Tongkat" itu adalah Nimbus 2000.
Sebuah hadiah yang diterima Potter dari Minerva McGonagall
saat dia masuk dalam tim Quidditch Gryffindor
sebagai seorang Seeker.
Kau akan tahu kalau pernah membaca buku!
- Gus. - Apa? Aku tenang.
Saat itu tas-tas kami dikeluarkan dari pesawat.
Bukan itu saatnya.
Perbaikan.
Aku butuh ramuanku!
Itu saatnya.
18 jam kemudian, tanpa koper, kami tiba di Interpol
Organisasi Polisi Internasional.
Mereka memberi peringatan di kepingan Blu-ray.
Kita sudah menyebutkan ini.
Mereka juga sebuah band.
Terima kasih sudah datang, Tn. Spencer.
Kalian sangat menolong kami.
Aku Winston.
Aku akan memberi arahan sampai bos kami tiba.
Ya, yang mulia, ratu.
Dia lebih suka dipanggil Liz atau Lizzie?
Kita tidak akan pernah bertemu ratu.
Mungkin kau bingung dengan apa yang Wilfred katakan.
- Namanya Winston. - Baik, mungkin aku yang bingung.
Dari mana aku mulai menyelidik?
Tn. Spencer, kau tidak dibawa kemari untuk menyelidiki apa pun.
Sepertinya kau buang-buang tiket pesawat.
Kami mengadakan sebuah operasi penyamaran.
Kau sangat mirip dengan seorang pengemudi handal dari Amerika
dalam perampokan yang sedang kami selidiki.
Yard...
- Artinya Scotland Yard. - Mereka tahu.
menangkap pengemudi kami, dua hari yang lalu.
- Artinya ditahan. - Bisakah kau diam?
Merusak semua operasi kita.
Kami pikir operasi sudah gagal
sampai mendengar tentang dirimu.
Sepak terjangku jelas dikenal dunia.
Aku tidak tahu kau seorang detektif.
Atasanku memintamu.
Lizzie yang manis, anak nakal. Di mana kantornya?
RATU ELIZABETH II BANGSAWAN, QILF
Namanya Royston Cornwallis Staley.
Dia deputi direktur kami.
Sepertinya kalian bertemu saat dia sedang menyamar.
- Bawa aku kepadanya. - Kau tidak mengatakan itu.
Tidak boleh menyiram wajahku dengan teh panas.
Sepertinya kalian bertemu saat dia sedang menyamar.
Royce Staley?
Pertama aku ingin mencoba "Crumpets"
yang sudah banyak kudengar.
Kalau tidak merepotkan, aku ingin bicara dengannya.
Tentu saja kalau kau tidak keberatan.
Tn. Staley menunggu kami.
Spotted Dick? Spotted Dick?
Tiga Spotted Dick.
Kau pernah mendengar tentang Pluto?
Tidak.
Mereka sudah tiba.
PIERRE DESPERAUX PENCURI PERMATA INTERNASIONAL
ALIAS ROYSON STALEY INTERPOL
Shawn.
Buster.
Kau menyusup ke Interpol?
- Bagaimana mungkin? - Ini tidak benar.
- Aku netral. - Kau tidak netral.
- Dia benar, aku marah. - Bagaimana ini bisa terjadi?
Setelah karier yang lama dan membosankan
sebagai seorang analis di Interpol
Kami melihat dunia kriminal menjadi lebih sempit.
Kami mendapat sedikit sekali informasi dari dalam.
Bahkan, kami kalah.
Kami membutuhkan ide yang baru.
Aku mendapat kesempatan pertama untuk menyamar
- dari bosku, Wim Stuyvesant. - Wim?
Ini sebuah grup internasional.
kami tidak mendiskriminasi orang Belanda.
lalu petugas belakang meja Roy Staley
dihapus dan diberhentikan,
dan lahirlah karakter Pierre Desperaux.
Dalam setahun aku menjadi bintang
dari komunitas kriminal internasional.
Melakukan banyak perampokan yang diatur oleh Interpol
mendapatkan banyak informasi
dari dunia hitam London tanpa terdeteksi.
53 penangkapan. Semuanya terhukum.
Semua pencurian adalah jebakan?
Aku tidak benar-benar mencuri.
Semuanya diberikan padaku.
Namun kau masuk penjara.
Karenamu, aku menangkap dua bos besar dari dalam.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Kau tidak pernah mencuri? - Aku mengerti.
Apa kau pernah mendengar pepatah, "Satu untukku...
Halo, Rembrandt. Satu untukmu?"
Pernah.
Untungnya pekerjaan sampinganku tidak terdeteksi.
Tidak terlalu berbahaya.
Sampai aku dipanggil kembali.
Kau tidak melakukannya sendirian?
Kau tidak berpikir kalau aku
melakukan semua itu sendiri, bukan?
Tidak.
Aku memercayainya.
Pada hari aku kembali bertugas
kami mendapat tip tentang penjahat terbesar
bos kriminal Ronnie Ives.
Ronnie seorang preman brutal yang melakukan pidana-pidana besar,
dan bisa menghilang tanpa jejak.
RONNIE IVES BOS KRIMINAL
Cerdas, efisien, dan tidak pernah bekerja dengan kru yang sama.
Dia mengumpulkan kru asing dengan gaya Keyser Soze.
Anggota tak saling mengenal,
mereka merampok dengan rencana yang cermat.
Kemudian langsung membubarkan grupnya
pada setiap akhir pekerjaan.
Baru-baru ini dia membuat tim baru.
Kami tahu di mana mereka akan bertemu.
Itu sebelum supir Amerika ditahan.
- Itu adalah peranmu. - Tidak.
- Apa maksudmu? - Aku tidak memercayainya.
Tidak ada kriminal yang diciptakan oleh polisi.
Aku tidak tahu bagaimana kau bisa melakukannya, tapi aku salut.
Semua ini palsu.
Kantor ini, sekretaris cantik di sana
mungkin seluruh negara ini.
Tidak ada seorang supir ganda hebat dari Amerika
yang wajahnya sama seperti Shawn.
Apa kau membawa mantel?
Saudara sekalian, ini Robert Fino
seorang supir handal yang lahir di Philadelphia.
Sekarang kau mengerti kenapa aku mengingatmu, Shawn.
- Dia tidak mirip denganku. - Apa?
Rambutnya halus dan lembut seolah dirajut laba-laba yang menakjubkan.
Rambutku seperti helm, helm coklat yang sempurna.
Terinspirasi dari hidup seekor berang-berang.
Baik. Aku mungkin bukan juri yang terbaik
karena kalian semua terlihat sama bagiku.
Namun, walaupun mirip
menurutku dia tidak sama persis.
Ronnie tidak pernah bekerja dengan orang yang dikenalnya.
Besok adalah pertemuan pertama.
- Lalu kenapa dia tidak pergi? - Benar?
Sepertinya dia tidak mau bekerja sama.
Dia tidak berkata apa-apa.
Namun kadang menulis pesan.
"Ronnie akan memotong lehernya dengan silet yang tajam."
- Kau salah mengeja "silet." - Kau ingin dia membetulkannya?
- Mana kebanggaanmu? - Aku tidak tahu.
Dengarkan aku.
Kau tidak tahu kemampuanku.
Mari kita berharap kau bisa belajar dengan cepat.
- Namaku Robert Fino. - Siapa nama ibumu?
- Tidak punya ibu. - Kau punya ibu.
- Aku produk campur Ilahi. - Salah, kau mati.
Dibesarkan beruang?
- Bisakah nama seorang wanita? - Glen?
- Mulva? - Salah.
- Rollergirl? Starchild? - Ini konyol. Sudah baca berkasnya?
- Sebagian. - Bagian yang mana?
Yang bertuliskan "dada."
No comments yet. Be the first to leave one.