The first 200 lines.
Ayo semangat!
Bagus!
Ayo!
Pagi!
Hei, kalian semua semangatlah.
Lagi pula, kita sudah dapat hadiahnya, bagus, bukan?
Ya?
- Tidak sama sekali! - Tidak sama sekali.
Zaman sekarang, mana ada orang yang memberikan
pensil dan buku catatan sebagai hadiah?
Padahal kita sudah berusaha keras!
Aku membenci diriku sendiri yang telah
dipermainkan oleh amplop berisi uang itu.
Aku membenci diriku sendiri
yang membuat kostum hingga larut malam!
Apa-apaan kalian ini,
masih saja mengeluh terus!
- Habisnya... - Kau sudah bekerja keras!
Karena pertandingan sudah dekat, rasanya sungguh melelahkan.
Bagaimana kondisimu?
Belakangan ini, kondisi Sano sedang sangat bagus.
Ashiya.
Ya?
Jika kau punya waktu luang sepulang sekolah hari ini,
mau melihatku latihan?
Ya! Tentu saja!
Dan juga, dia menjadi lebih sering tersenyum.
Tapi, siapa sangka isi amplop uangnya hanya segini.
Kau benar.
Tapi, tiga hari itu rasanya seperti di surga, ya.
Benar sekali, hanya dengan adanya anak perempuan saja,
atmosfernya jadi terasa berbeda!
Omong-omong, aku dengar kabar,
kalau ada beberapa orang yang sudah berhasil mendapatkan pacar.
Bohong!
Sialan!
Lihai juga mereka memanfaatkan kesempatan!
Ashiya, Nakao!
Dalam situasi seperti ini, kalian berdua pun tidak apa-apa!
Segarkanlah hati kami dengan menyamar menjadi perempuan!
Kalian sudah tidak waras, ya?
Cukup! Jangan konyol!
Kalian ini tidak bosan-bosannya membahas soal perempuan!
Dasar bodoh!
Nakatsu, kau ini tidak merasa senang sedikit pun
kalau ada anak perempuan?
Kalau soal itu, yah...
Hei, Nakatsu.
Apa?
Kakimu sudah tidak apa?
Kau terkilir saat melompat untuk menolongku waktu itu, 'kan?
Kau tidak perlu mencemaskan itu!
Aku sudah menyembuhkannya dengan tekad kuat!
Benarkah?
Syukurlah.
Sial, dia benar-benar terlihat sangat imut!
(EPISODE 1: PASTI ADA YANG TIDAK BERES)
Ashiya, wajahmu terlihat agak pucat.
Meski sepertinya kau tidak demam...
Aku baik-baik saja!
Cuma sedikit tidak nafsu makan saja!
Apakah perutmu juga terasa tidak enak?
Eng...
Benar! Mungkin perutku cuma sedikit kembung atau semacamnya.
Aduh, tolong jangan membuatku makin tersudut begini!
Walaupun ini adalah siklus bulanan,
menjadi anak perempuan itu memang merepotkan, ya.
Sensei, aku ingin mengambil barang yang dititip...
Ma-Maaf, sudah mengganggu!
- Kau salah paham! - Kau salah paham!
Kiropraksi?
Saat latihan pagi ini, pundakku sedikit terkilir.
Aku punya lisensi untuk itu!
Ashiya, bagaimana jika kau dilatih oleh Kujo?
Dengan begitu, dada tipismu itu mungkin bisa berotot,
dan ukuran dadamu bisa bertambah!
Tidak perlu. Aku ini lamban dan tidak punya nyali!
Sensei benar-benar jahat!
Sepertinya tidak begitu.
Saat aku melihatmu di perlombaan adu ayam waktu festival olahraga,
aku sempat berpikir, kalau Ashiya memiliki refleks yang bagus,
dan kemampuanmu melacak objek dengan mata juga tampaknya bagus.
Selain itu, karate pada dasarnya
lebih mengutamakan melatih hati daripada melatih fisik.
Hati?
Jika kau berubah pikiran, silakan datang kapan saja.
Sensei, terima kasih banyak.
Ya.
Melatih hati, ya...
Jadi, ada perlu apa kau ke sini?
Paket kiriman dari kakak perempuanku ada di sebelah sana.
Syukurlah aku meminta bantuan kepada Kak Io.
Lagi pula, kalau sendirian,
mustahil bisa memborong barang sebanyak ini.
Hari ini, kita mampir ke minimarket saat pulang, yuk?
Oke.
Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu?
Habisnya, Sano terlihat sangat keren...
Aduh! Aku malah melewatkan hal itu lagi!
Pergi! Pergi sana!
Kubilang pergi sana!
Ashiya, sudah tidak apa-apa.
Binatangnya sudah pergi.
Ya?
Ma-maaf!
A-apa yang sedang mereka lakukan?
Kedekatan mereka, 'kan, tidak baru terjalin kemarin sore.
Lagi pula, Mizuki pindah ke sini demi Izumi.
Jadi, untuk apa aku terus mencemaskannya!
Di-dia imut sekali!
Sayang sekali dia menyia-nyiakan pesonanya dengan menjadi laki-laki.
Ta-tatapan mata macam apa ini, saat melihat sahabat sendiri!
Tidak boleh!
Mizuki itu, 'kan sahabatku sendiri!
Kalau begitu, kenapa jantungku tidak bisa berhenti berdebar
hanya karena sahabat sendiri?
Ke-kenapa aku malah berdebar-debar?
Ada apa dengan diriku?
Perubahan aura yang luar biasa drastis...
Ada yang aneh dengannya.
Benar-benar aneh.
Pasti ada yang tidak beres.
Ada apa dengan Nakatsu, ya?
Dia tidak seperti biasanya...
Hari Minggu ini, 'kan ada pertandingan latihan sepak bola?
Bagaimana kalau kita semua pergi mendukung dan menyemangatinya!
Aku dan Sano tidak bisa ikut.
Hari Minggu ada seleksi internal untuk klub atletik.
Maaf, ya.
Benar.
Bagaimana dengan Noe?
Maaf, aku ada urusan.
Aku harus mendapatkan model kit Gepanpa edisi terbatas di hari itu,
versi gadis kuil!
Begitu...
Hari itu, 'kan, ada acara pemutaran video terlarang.
Video terlarang?
Kudengar,
video itu sendiri menyimpan kutukan dari seorang wanita yang malang...
Cu-cukup! Tidak perlu kau ceritakan semuanya!
Ka-kalau begitu, apa boleh buat.
(PERTANDINGAN PERSAHABATAN AKADEMI OHSAKA LAWAN SMA NAGOYA)
Pertandingannya sudah dimulai..
Kenapa aku juga harus ikut datang?
Penonton perempuannya banyak sekali, ya.
Wajar saja, karena sekolah Nagoya itu memang basisnya jurusan bisnis.
Semangat!
Bolanya direbut lagi!
Nakatsu! Jangan lari bermalas-malasan begitu!
Bolanya direbut lagi!
Lakukan dengan serius!
Nakatsu, sebenarnya ada apa denganmu?
Nakatsu, berjuanglah!
Semangat!
Mizuki?
Nakatsu!
(AKADEMI OHSAKA: 1 2)
Semangatlah.
Siapa pun pasti pernah melakukan kesalahan.
Benar-benar bodoh!
Kau tidak haus?
Aku belikan minuman, ya!
Nakao, kau tetap di sini menemani Nakatsu, ya.
Bodohnya aku!
Bisa-bisanya hilang fokus di tengah pertandingan!
Aku benar-benar tolol!
Dewa Sepak Bola, maafkan aku!
Aku harus mendinginkan kepala dulu...
A-Anu, Nakatsu...
Bisa kita bicara sebentar?
Maaf membuat kalian menunggu.
Lho? Nakatsu di mana?
Tidak tahu! Paling ada di sekitar sini, 'kan?
Astaga!
Biarkan saja dia,
lagi pula, dia bukan anak kecil lagi.
Itu dia!
Nakats...
Perempuan?
Hei!
Hei, kenapa malah sembunyi?
Refleks saja.
Jadi, anu... Aku...
Aku sudah menyukaimu sejak lama!
Jadilah pacarku!
Oi, Ashiya!
Apa benar Nakatsu sudah punya pacar?
- S-Siapa yang bilang begitu...? - Jadi, ya...
Katanya, siswi dari SMA Nagoya
ada yang menyatakan cinta kepada Nakatsu!
Aku benar-benar kaget!
Bukankah ini yang namanya petir di siang bolong?
Hal seperti ini ternyata bisa terjadi juga, ya.
Maksudku, dia punya selera yang unik, ya.
Se-Sebentar, Nakao!
Tidak baik ikut campur urusan pribadi orang lain!
Apa? Tidak apa-apa, 'kan.
Jadi, biang keladi gosip murahan itu ternyata kau, ya.
Sakiit, tahu! Tolong aku Ashiya!
Hari ini kau yang salah.
No comments yet. Be the first to leave one.