Release info

왜 오수재인가 Why Her? E15 220722-NEXT-VIU
왜 오수재인가 Why Her? E16 END 220723-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 15

Tags

other
Published on: 2022-07-23
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Ini karya fiksi. Semua karakter, tempat, peristiwa"

"Dan organisasi yang digambarkan dalam drama ini hanyalah fiksi"

Jae Yi.

Dia putrimu.

Aku juga sedang banyak pikiran. Mari bicarakan Jae Yi nanti.

Bagaimana bisa kamu tidak tahu?

Bagaimana bisa kamu tidak mengenali putrimu sendiri?

Aku akan bekerja dengan baik sebagai mitra pelaksana firma

dan membesarkan Jae Yi dengan baik

sebagai putriku.

Jae Yi hilang.

Aku bilang kepadanya akan pergi ke Amerika sendirian.

Aku bilang kepadanya dia akan tinggal dengan ayahnya sekarang.

Aku menemukannya.

Ini untuk Anda.

Terima kasih.

Jae Yi!

Tidak! - Jae Yi!

Tidak!

Ibu merasa seperti bermimpi.

Hari saat ibu memelukmu.

Ibu berharap tidak akan pernah bangun

jika itu mimpi.

Ada

banyak hal yang ingin ibu lakukan denganmu dalam mimpi itu.

"Episode 15"

Ayah, salah Soo Jae hingga Jae Yi meninggal.

Jika Soo Jae memastikan dia tidak menyeberang jalan.

Jika dia tidak pernah bertingkah, Jae Yi pasti masih bersama kita.

Apa? Tenang?

Ayah, Jae Yi meninggal.

Beberapa jam lalu, dia masih hidup dan sehat.

Namun, dia tiba-tiba meninggal.

Tepat di depan mataku. Aku tidak percaya ini.

Ayah menyuruhku tenang?

Ayah, bagaimana...

Bagaimana...

Astaga.

Astaga.

Dia menolak meninggalkan ruang operasi sambil memeluk mendiang.

Kurasa dia Nona Oh.

Direktur menyuruh kami merahasiakannya.

Orang tua gadis itu ada di luar sekarang,

tapi Nona Oh tidak mau meninggalkan ruang operasi.

Baik, aku akan ke sana sekarang. Aku akan meneleponmu saat tiba.

"Hanya Petugas Berwenang"

Maaf, Pak.

Tidak bisa. Kami ada jadwal operasi lain.

Aku sungguh minta maaf.

Tunggu sebentar.

Lepaskan!

Profesor Oh!

Profesor Oh!

Ibu!

Jae Yi.

"Pengunjung Dilarang Masuk ke Unit Gawat Darurat"

Dia mengalami takikardia ventrikel dan tekanan darahnya tidak stabil.

Meski dia mengalami aritmia, kondisinya tidak baik.

Kami akan melakukan tes dan memonitor EKG-nya,

tapi kusarankan dia tetap di sini beberapa hari.

Jae Yi adalah

putri Soo Jae.

Dia akhirnya bertemu dengan putrinya yang dia kira sudah mati.

"Laporan Analisis Sidik Jari"

"Hasil"

"A diambil dari botol air, B dari pena"

"Serta C dari kaleng minuman"

"A, B, C tidak cocok dengan sampel sidik jari D"

Tidak ada sidik jari yang cocok.

Hubungi aku saat kamu melihat ini.

Profesor Oh.

Kenapa kamu bersikap seperti ini? Aku sangat mencemaskanmu.

Berbaringlah. Kumohon!

Aku harus pergi.

Tolong lepaskan aku, Jun Hee.

"Pusat Pemakaman Universitas Nasional Seojung"

"Rumah Sakit Universitas Nasional Seojung"

"Belasungkawa terdalam, Pimpinan Grup Hansu"

"Sekretaris Presidensial Senior untuk Urusan Personel"

Aku mengobrol

dengan Pak Seo di telepon mengenai kamera tersembunyi.

Dia bilang akan memusingkan

jika para gadis mempermasalahkannya.

Dasar bodoh.

Kamu punya rating terbaru?

Begini... Karena skandal Wilayah Yeongpyeong,

itu turun tujuh persen.

Sial.

Lalu kenapa jika putriku mendapat bonus? Apa aku dapat bonus?

Ibu mertuaku memiliki tiga unit apartemen.

Itu bukan milikku.

Secara teknis itu milik Ayah.

Empat juta dolar itu diberikan untuk bantu Ayah dalam pemilu,

begitu pula apartemennya.

Hei, kami tidak pernah memintanya.

Kamu sukarela menawarkan. Omong kosong apa ini?

"Omong kosong"? Ini konyol.

Hei, kamu menyebut ayahku "konyol"?

Kenapa? Apa aku salah?

Cucuku meninggal.

Kenapa kalian bertengkar di depanku? Dasar bodoh.

Berkat aku, kalian bisa menjalani hidup yang layak sekarang.

Jelas, kalian sudah melupakan semuanya. Beraninya kalian.

Dasar bedebah tidak berguna.

Pimpinan Choi.

Cepat minta maaf kepadanya, Bodoh.

Kita di pemakaman sekarang. Jaga sikapmu.

Hei, minta maaf. Tunggu apa lagi?

Maafkan aku, Pak. - Maafkan aku, Pak.

Pimpinan Choi.

Kamu pasti sangat sedih sekarang.

Tentu saja, kami tahu itu.

Namun, mereka bilang, "Makin dalam lembah,

makin tinggi gunungnya."

Jika kita melewati rintangan ini,

semua akan baik-baik saja. Kamu tahu itu, bukan?

Benar.

Mari kita atasi krisis ini, Pimpinan Choi.

Kita hampir sampai sekarang.

Jangan sampai ada yang terlewat saat bicara dengan media.

Serta jangan bereaksi.

Tunggu saja dengan tenang.

Aku akan menyelesaikannya. Tentu kita harus mengatasi ini.

Kita akan bangkit dari ini.

Kita hampir mencapai tujuan kita.

Kita tidak bisa berhenti di sini.

Kamu benar sekali, Pimpinan Choi.

Beraninya kamu datang ke sini.

Beraninya kamu!

Soo Jae.

Aku tahu kamu bicara omong kosong dengan ayahku.

Kamu bilang ke dia kami bertiga tersangka utama kasus itu.

Itu sebabnya dia memberitahumu bahwa Jae Yi adalah putrimu.

Karena kalian memang tersangka utama kasus itu.

Itu sebabnya dia goyah dan memberitahuku.

Kamu membunuh Jae Yi. Kamu yang membunuhnya.

Kamu membunuh putrimu.

Berhenti, Kak Ju Wan. - Lepaskan, Berengsek.

Bagaimana kakak bisa berhenti? Jae Yi meninggal karena jalang ini.

Soo Jae membunuh Jae Yi!

Berhenti!

Kumohon, sudah cukup.

Haruskah kamu merendahkan dirimu di depanku?

Sungguh, sudah cukup.

Jangan sok. Kamu sama saja.

Lihat saja. Aku akan membuatmu membayarnya.

Aku akan menghabisimu.

Kak Ju Wan!

Maafkan ibu.

Ibu bahkan tidak bisa menggambarkan betapa menyesalnya ibu.

Maafkan ibu.

Ibu

bahkan tidak mengenalimu, Langit.

Ibu membuatmu sedih.

Maafkan ibu, Sayang.

Selamat tinggal, anak ibu yang manis.

Putri ibu, Langit.

Putri ibu,

Langit.

Apa yang kamu miliki?

Han Gi Taek mengatakan sesuatu yang menarik.

Hong Seok Pal memberitahuku sesuatu tentang skandal An Kang Won.

"Rekaman Han Gi Taek"

Begini...

Para orang tua itu rekayasa skandal memanfaatkan Park So Young.

"Rekaman Han Gi Taek"

Anggota Dewan Lee mau An Kang Won disingkirkan,

jadi, Pimpinan Choi memanfaatkan So Young yang dia kagumi.

Dia benar-benar hebat, bukan?

Setidaknya dia harus membayarnya dengan baik.

Astaga, aku kasihan kepadanya.

Kalau begitu, kamu pasti tahu

siapa yang membunuh Park So Young dan Hong Seok Pal.

Meski tahu siapa pelakunya, aku tidak bisa memberitahumu.

Pada saat yang sama, aku tidak bisa bilang tidak tahu.

Tanya Pak Ha...

Sebenarnya, tidak.

Kenapa kamu tidak bertanya kepada Pimpinan Choi Tae Guk?

"Rekaman Han Gi Taek"

Serta lihat apa yang dia katakan.

"Perjanjian Kerahasiaan"

"Oh Soo Jae"

"Choi Tae Guk"

"Choi Tae Guk"

"Oh Soo Jae"

Tintanya bahkan belum kering.

Namun, aku akan menghormatinya. Kamu juga lakukan yang sama.

Soo Jae.

Aku sudah menyelidikinya. Ada kemungkinan

mendiang putri Pak Choi adalah anak Nona Oh.

Satu hal lagi, Ayah.

Tentang kantong sampah dari rumah Pimpinan Han.

Mereka menemukan anting Eun Seo di dalamnya.

Ini yang kuhadiahkan kepadanya sepuluh tahun lalu.

Kami menemukan noda darah samar di anting-anting itu.

Apa darah itu milik Eun Seo?

Tidak, mereka masih menganalisisnya.

Ini dari sepuluh tahun lalu, jadi, tidak mudah mengekstrak DNA.

Akan butuh waktu.

Kami mengambil beberapa sidik jari dari selotip.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left