Release info

忘记你,记得爱情 - Forgetting You, Remembering Love 19 Indo
忘记你,记得爱情 - Forgetting You, Remembering Love 20 Indo
忘记你,记得爱情 - Forgetting You, Remembering Love 21 Indo
忘记你,记得爱情 - Forgetting You, Remembering Love 22 Indo
A Commentary by skysoultan
WeTV

Tags

other
Published on: 2020-04-07
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

= Episode 19 =

Hm... oh ya, GM Shan.

Bukankah sebelumnya kamu menyuruhku menyelidiki

keadaan Taichu di Desa Nelayan Guanmei?

Beberapa hari ini,

aku juga banyak berbincang dengan mereka.

Sebenarnya Taichu sudah lama tiba disini,

terus menetap di Penginapan Guanmei.

Awalnya mereka sama sekali tidak mengetahui

Taichu adalah Dadao.

Juga tidak mengetahui dia adalah perwakilan dari Asosiasi Pariwisata Internasional.

Hanya menganggapnya sebagai turis biasa.

Lalu Taichu banyak membantu mereka.

Renovasi Penginapan Guanmei

utamanya dibawakan oleh dia dan Tong Hao.

Lalu Tong Hao...

Hal selanjutnya kamu juga sudah mengetahuinya.

Taichu berbuat begitu banyak

kemungkinan besar

dikarenakan oleh Ye Qianyu.

Jadi mereka semuanya mengatakan

Taichu adalah menantu kaya yang diakui oleh Chen Jinzhi.

Walaupun Ye Qianyu tetap menyukai Tong Hao,

Tong Hao juga menyukai Ye Qianyu...

Berkendaralah dengan serius.

Baik.

Demi keberhasilan negosiasi kami, bersulang!

Bersulang!

Sudah menyusahkan semuanya.

Bagus sekali!

Semua ini berkat Taichu.

Terima kasih, Taichu.

Tidak, tidak. Sudah sepantasnya, sepantasnya.

Mari, mari, mari.

Pria ganteng, terima kasih.

Benar.

Kami semua harus berterima kasih kepada Taichu

membantu kami menolong Penginapan Guanmei!

Ini semua berkat semuanya.

Taichu,

kamu sudah sepenuhnya menggantikan Tong Hao.

Kamu ini membahas yang tidak seharusnya!

Tidak apa-apa.

Satu bulan berikutnya,

kita semua berusahalah bersama!

Berusaha! Berusaha! Berusaha!

Cepat, cepat, cepat. Mulai! Semangat!

Mari, makan, makan, makan.

Mari, mari, mari.

Ini enak!

Makanlah yang banyak.

Pria ganteng, mari, mari, mari.

- Harus makan yang banyak. - Ini sangat enak.

Pasti, pasti.

Enak.

Lauk hari ini, semua dimasak oleh Guru.

Harus menghabiskan semuanya.

- Jika tidak habis... - Baik.

Tidak boleh pergi.

Jangan sungkan.

Baik!

Bersulang untuk Guru!

Mari, mari, mari. Makan, makan, makan.

Ini enak.

- Lanjutkan, lanjutkan. - Makan udang ini.

Udang ini enak.

Hubungan Tang dan Chen sepertinya ada kemajuan.

Ini juga enak.

Jangan-jangan mereka bertengkar lagi?

Tidak mungkin.

Enak.

Jinzhi,

kamu memanggilku ketempat ini...

Minumlah.

Apa yang ingin kamu katakan kepadaku?

Bersulang!

Bersulang! Bersulang!

Aku ingin bilang,

hari ini saat di Senwell

apa sikap Shan Junhao

terhadap Qianyu?

Ternyata ingin menanyakan ini?

Memangnya kenapa?

Aku ambilkan untukmu.

Dia masih sama

sikapnya sangat dingin.

Kalian makan banyakan. Makan banyakan.

Tapi terhadap dia menyetujui saran kami,

Aku mau itu.

aku sangat terkejut.

Aku hanya takut Shan Junhao

sekali lagi melukai Qianyu.

- Enak sekali. - Enak.

Makanlah lebih banyak.

Qianyu ku itu adalah anak bodoh.

Aduh...

Kakak.

Ini adalah masalah percintaan mereka.

Kamu biarlah mereka menanganinya sendiri.

Kamu tidak mengerti!

Tapi

ada Taichu menemani Qianyu sudah cukup.

Taichu bisa membantu Qianyu melupakan Tong Hao.

Kamu memanfaatkan seseorang?

Ka... kamu bagaimana bisa memanfaatkan seseorang

untuk melupakan orang lain?

- Kamu... kamu menganggap Qianyu seperti apa? - Aku mau ini. Bantu aku mengambilnya.

- Dasar gendut, kamu mengerti apa? - Sini, kuambilkan untukmu.

Kamu pikirlah,

Qianyu ku sekarang masih muda,

tidak bisa menyia-nyiakan waktu.

Kamu lihatlah Taichu.

Kamu lihatlah!

Sudah lihat, sudah lihat.

Berwajah tampan,

juga berbakat,

yang paling penting adalah

dia kaya.

Kepalamu ini jika tidak uang, uang, uang

maka adalah peluang dan pacar baru.

Mau makan apa silakan makan apa.

Chen Jinzhi kamu sudah

terbiasa dengan menggoda orang lain.

Kamu sendiri tidak cukup,

kamu masih mau mencelakai Qianyu?

Apa yang sedang kamu bicarakan?

Kamu bilang aku menggoda orang lain?

Me... memangnya bukan? Bukan?

Itu adalah fakta, Chen Jinzhi.

Kamu katakan sekali lagi kepadaku!

Kamu, kamu, kamu! Kamu terus menggoda orang lain!

Jika berani kamu katakan sekali lagi kepadaku!

Kamu bilang toserba kamu

menjual barang tidak sesuai dengan harganya!

Apa yang kamu katakan?

Apa maksudnya?

- O... orang sudah mengatakannya denganku. - Mengatakan apa?

Siapa yang mengatakannya kamu katakan dengan jelas!

Sudahlah, sudahlah, sudahlah.

- Hm... Chen. - Abaikan saja.

Sudah bertengkar puluhan tahun,

pertengkaran mereka meriah sekali.

Mari, mari, mari.

Mereka seperti ini bagus juga.

Makan ini.

Ini, ini enak.

Ini enak.

- Mari, mari, mari. - Bersulang.

Bersulang!

Kamu tidak takut strok,

aku sudah hampir strok karenamu.

Cepatlah strok.

Tolong, tolong.

Ibu, aku pulang.

Kamu kemana? Pulang begitu larut.

Pergi ke Desa Nelayan Guanmei sebentar.

Untuk apa kamu pergi ke Guanmei?

Aku pergi mencari Dawei.

Mencari Dawei?

Mengapa Dawei bisa pergi ke Desa Nelayan Guanmei?

Saat dia pergi menutup Penginapan Guanmei,

tidak sengaja terjatuh dan terluka,

maka tinggal disana.

Benarkah?

Benar.

Apakah lukanya parah?

Tidak parah.

Sudah kembali.

Tapi,

mengapa dia tidak memberitahu kamu

apa yang sebenarnya terjadi saat itu?

Mungkin karena terlalu lelah dalam kerja,

ingin bermalas-malasan.

Baiklah jika Dawei tidak apa-apa.

Kami juga bisa tenang.

Sudah lapar bukan,

makanlah.

Baik.

Makanlah.

Kamu bagaimana bisa masuk?

Hanya ulang tahun Fan Yunyi saja.

Kamu datang dengan tidak diundang

apakah untuk memverifikasi kata sandi pintu rumah kami?

Araknya cukup enak.

Katakanlah apa yang ingin kamu katakan.

Aku hanya mengasihanimu.

Sebelumnya sudah memperingatkanmu,

Direktur Utama Xu mengalihkan saham kepada Shan Yaolong

hal ini tidak semudah itu.

Kamu tidak mempercayaiku.

Apa yang ingin kamu katakan?

Yang ingin aku katakan adalah

Direktur Utama Xu dipaksa oleh Shan Yaolong

untuk mengalihkan sahamnya.

Minghan,

kamu jangan mengira begini

bisa mengadudombakan hubungan ku dengan Junhao.

Ayahku tidak mementingkan nama dan kekayaan.

Kekayaan dan nama baik baginya

tidak lebih penting dari hubungan persahabatan,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left