The first 200 lines.
= Episode 19 =
Hm... oh ya, GM Shan.
Bukankah sebelumnya kamu menyuruhku menyelidiki
keadaan Taichu di Desa Nelayan Guanmei?
Beberapa hari ini,
aku juga banyak berbincang dengan mereka.
Sebenarnya Taichu sudah lama tiba disini,
terus menetap di Penginapan Guanmei.
Awalnya mereka sama sekali tidak mengetahui
Taichu adalah Dadao.
Juga tidak mengetahui dia adalah perwakilan dari Asosiasi Pariwisata Internasional.
Hanya menganggapnya sebagai turis biasa.
Lalu Taichu banyak membantu mereka.
Renovasi Penginapan Guanmei
utamanya dibawakan oleh dia dan Tong Hao.
Lalu Tong Hao...
Hal selanjutnya kamu juga sudah mengetahuinya.
Taichu berbuat begitu banyak
kemungkinan besar
dikarenakan oleh Ye Qianyu.
Jadi mereka semuanya mengatakan
Taichu adalah menantu kaya yang diakui oleh Chen Jinzhi.
Walaupun Ye Qianyu tetap menyukai Tong Hao,
Tong Hao juga menyukai Ye Qianyu...
Berkendaralah dengan serius.
Baik.
Demi keberhasilan negosiasi kami, bersulang!
Bersulang!
Sudah menyusahkan semuanya.
Bagus sekali!
Semua ini berkat Taichu.
Terima kasih, Taichu.
Tidak, tidak. Sudah sepantasnya, sepantasnya.
Mari, mari, mari.
Pria ganteng, terima kasih.
Benar.
Kami semua harus berterima kasih kepada Taichu
membantu kami menolong Penginapan Guanmei!
Ini semua berkat semuanya.
Taichu,
kamu sudah sepenuhnya menggantikan Tong Hao.
Kamu ini membahas yang tidak seharusnya!
Tidak apa-apa.
Satu bulan berikutnya,
kita semua berusahalah bersama!
Berusaha! Berusaha! Berusaha!
Cepat, cepat, cepat. Mulai! Semangat!
Mari, makan, makan, makan.
Mari, mari, mari.
Ini enak!
Makanlah yang banyak.
Pria ganteng, mari, mari, mari.
- Harus makan yang banyak. - Ini sangat enak.
Pasti, pasti.
Enak.
Lauk hari ini, semua dimasak oleh Guru.
Harus menghabiskan semuanya.
- Jika tidak habis... - Baik.
Tidak boleh pergi.
Jangan sungkan.
Baik!
Bersulang untuk Guru!
Mari, mari, mari. Makan, makan, makan.
Ini enak.
- Lanjutkan, lanjutkan. - Makan udang ini.
Udang ini enak.
Hubungan Tang dan Chen sepertinya ada kemajuan.
Ini juga enak.
Jangan-jangan mereka bertengkar lagi?
Tidak mungkin.
Enak.
Jinzhi,
kamu memanggilku ketempat ini...
Minumlah.
Apa yang ingin kamu katakan kepadaku?
Bersulang!
Bersulang! Bersulang!
Aku ingin bilang,
hari ini saat di Senwell
apa sikap Shan Junhao
terhadap Qianyu?
Ternyata ingin menanyakan ini?
Memangnya kenapa?
Aku ambilkan untukmu.
Dia masih sama
sikapnya sangat dingin.
Kalian makan banyakan. Makan banyakan.
Tapi terhadap dia menyetujui saran kami,
Aku mau itu.
aku sangat terkejut.
Aku hanya takut Shan Junhao
sekali lagi melukai Qianyu.
- Enak sekali. - Enak.
Makanlah lebih banyak.
Qianyu ku itu adalah anak bodoh.
Aduh...
Kakak.
Ini adalah masalah percintaan mereka.
Kamu biarlah mereka menanganinya sendiri.
Kamu tidak mengerti!
Tapi
ada Taichu menemani Qianyu sudah cukup.
Taichu bisa membantu Qianyu melupakan Tong Hao.
Kamu memanfaatkan seseorang?
Ka... kamu bagaimana bisa memanfaatkan seseorang
untuk melupakan orang lain?
- Kamu... kamu menganggap Qianyu seperti apa? - Aku mau ini. Bantu aku mengambilnya.
- Dasar gendut, kamu mengerti apa? - Sini, kuambilkan untukmu.
Kamu pikirlah,
Qianyu ku sekarang masih muda,
tidak bisa menyia-nyiakan waktu.
Kamu lihatlah Taichu.
Kamu lihatlah!
Sudah lihat, sudah lihat.
Berwajah tampan,
juga berbakat,
yang paling penting adalah
dia kaya.
Kepalamu ini jika tidak uang, uang, uang
maka adalah peluang dan pacar baru.
Mau makan apa silakan makan apa.
Chen Jinzhi kamu sudah
terbiasa dengan menggoda orang lain.
Kamu sendiri tidak cukup,
kamu masih mau mencelakai Qianyu?
Apa yang sedang kamu bicarakan?
Kamu bilang aku menggoda orang lain?
Me... memangnya bukan? Bukan?
Itu adalah fakta, Chen Jinzhi.
Kamu katakan sekali lagi kepadaku!
Kamu, kamu, kamu! Kamu terus menggoda orang lain!
Jika berani kamu katakan sekali lagi kepadaku!
Kamu bilang toserba kamu
menjual barang tidak sesuai dengan harganya!
Apa yang kamu katakan?
Apa maksudnya?
- O... orang sudah mengatakannya denganku. - Mengatakan apa?
Siapa yang mengatakannya kamu katakan dengan jelas!
Sudahlah, sudahlah, sudahlah.
- Hm... Chen. - Abaikan saja.
Sudah bertengkar puluhan tahun,
pertengkaran mereka meriah sekali.
Mari, mari, mari.
Mereka seperti ini bagus juga.
Makan ini.
Ini, ini enak.
Ini enak.
- Mari, mari, mari. - Bersulang.
Bersulang!
Kamu tidak takut strok,
aku sudah hampir strok karenamu.
Cepatlah strok.
Tolong, tolong.
Ibu, aku pulang.
Kamu kemana? Pulang begitu larut.
Pergi ke Desa Nelayan Guanmei sebentar.
Untuk apa kamu pergi ke Guanmei?
Aku pergi mencari Dawei.
Mencari Dawei?
Mengapa Dawei bisa pergi ke Desa Nelayan Guanmei?
Saat dia pergi menutup Penginapan Guanmei,
tidak sengaja terjatuh dan terluka,
maka tinggal disana.
Benarkah?
Benar.
Apakah lukanya parah?
Tidak parah.
Sudah kembali.
Tapi,
mengapa dia tidak memberitahu kamu
apa yang sebenarnya terjadi saat itu?
Mungkin karena terlalu lelah dalam kerja,
ingin bermalas-malasan.
Baiklah jika Dawei tidak apa-apa.
Kami juga bisa tenang.
Sudah lapar bukan,
makanlah.
Baik.
Makanlah.
Kamu bagaimana bisa masuk?
Hanya ulang tahun Fan Yunyi saja.
Kamu datang dengan tidak diundang
apakah untuk memverifikasi kata sandi pintu rumah kami?
Araknya cukup enak.
Katakanlah apa yang ingin kamu katakan.
Aku hanya mengasihanimu.
Sebelumnya sudah memperingatkanmu,
Direktur Utama Xu mengalihkan saham kepada Shan Yaolong
hal ini tidak semudah itu.
Kamu tidak mempercayaiku.
Apa yang ingin kamu katakan?
Yang ingin aku katakan adalah
Direktur Utama Xu dipaksa oleh Shan Yaolong
untuk mengalihkan sahamnya.
Minghan,
kamu jangan mengira begini
bisa mengadudombakan hubungan ku dengan Junhao.
Ayahku tidak mementingkan nama dan kekayaan.
Kekayaan dan nama baik baginya
tidak lebih penting dari hubungan persahabatan,
No comments yet. Be the first to leave one.