The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
INGATLAH, JIKA KAU MAU
- Tumpahkan saja. - Tumpahkan saja.
Aku tahu mengantar Nona Frances dengan benar
akan menyenangkan. Aku tak mengira itu melelahkan.
Emosi bisa menguras tenaga.
Ya. Apa itu emosi tentang pemakaman atau Ryan kembali?
- Terima kasih, Dana Sue. - Kau sudah bicara dengannya?
Belum.
Dia mampir, tapi aku keluar untuk menemui Erik.
Singkat. Sopan.
Sangat canggung.
Kenapa canggung? Dia menyia-nyiakan kesempatannya.
Kau tak perlu menjelaskan atau memikirkannya.
Kau dan Erik bahagia, dan itu yang terpenting.
Entahlah.
Dengar, kau dan Ryan sudah lama bersama
dan saling mencintai.
Bukannya aku tak menghormati bibinya,
tapi kau mungkin alasan dia pulang.
Kalian mungkin punya hal lain untuk dibicarakan.
Helen, apa yang kau pikirkan?
Aku hanya berpikir apakah Nona Cinta Baru dan Nona Kesempatan Terakhir
baik-baik saja dalam hubungan mereka.
Dana S… Ayolah, Dana Sue.
Dana Sue!
- Aku tak bermaksud menyakiti. - Tak apa.
Dana Sue, kemarilah. Tidak. Hei, maaf.
- Aku tahu. - Maaf.
- Aku tahu. - Bagaimana konseling?
Itu membantu, kurasa.
Meski June tak selalu setuju denganku, itu sangat menyebalkan.
Tapi dua sisi dari setiap cerita, bukan?
Masalahnya, aku sudah lama berpikir
bahwa sisi Ronnie adalah sisi salah
dan sisiku benar, tapi aku juga membuat kesalahan.
- Banyak. - Tapi kau tak berselingkuh.
Tidak, tapi aku menyakitinya.
Dan…
June membantuku melihat bahwa aku tak bisa memberi poin
pada yang dia lakukan dan yang kulakukan, lalu memutuskan siapa yang menang.
Tapi…
setelah melalui semua rasa sakit,
aku mulai melihat harapan.
- Harapan membuat kita maju. - Ya.
Bagus untukmu, Dana Sue.
Terima kasih.
- Bagaimana denganmu, Maddie? - Apa?
Bagaimana kau dan Cal? Terutama Mary Vaughn mendesakmu.
Kami telah memeriksa semuanya dengan saksama,
dan selain pertengkaran kecil dengan Henry Hutchinson
di tempat parkir gym,
Cal adakah warga teladan.
Jadi, ini tentang Jackson.
- Ya, dia tak keberatan. - Maka, kita menuju kemenangan.
Kita harus mempersempit daftar calon wali kota.
Bisa kita masukkan itu ke daftar tugas besok?
- Santai saja malam ini. - Baiklah.
Maka, untuk wali kota Serenity berikutnya, siapa pun dia.
Ya! Baiklah.
Ya!
Maaf aku melewatkan Noreen dan Rebecca.
Mereka takkan lama.
Noreen suka mengajak bayinya jalan-jalan sebelum dia tidur.
Katanya mereka tidur lebih nyenyak.
Jika mereka bisa tidur di usia Rebecca, itu luar biasa.
Sebelum mereka kembali…
aku belum beri tahu siapa pun, tapi aku ingin memberitahumu.
Kau teman yang baik, dan…
Hei, kau selalu bisa memberitahuku apa pun.
Kau tak perlu bicara sampai kau siap.
Aku bertemu ayah kandungku.
Bill Townsend.
Ya. Aku juga sangat terkejut.
Dari semua pria di kota ini…
Bagaimana perasaanmu?
Aku berharap kau ayahku.
Hei.
Senang aku akhirnya tahu.
Tapi ayahku ternyata penyebab rasa sakit mendalam
pada orang-orang yang kusayangi…
Aku masih berusaha menerimanya.
- Kau sudah beri tahu Noreen? - Bebannya banyak saat ini.
Itu bisa menunggu sampai aku menerimanya sendiri.
Hei, dengarkan aku.
Jawaban ini,
tak mengubah apa pun tentang dirimu.
Itu hanya sepotong data.
Sepotong takdir.
Yang kau lakukan dengannya, terserah kau.
Bagaimana Ty hari ini?
Dia masih berjuang.
Aku sedih untuknya.
Tapi kurasa dia belum siap mendengar tentang rencana B.
Tapi itu…
Bukan itu alasanku mengundangmu.
Pikiran tengah malam. Semua masalah pengaruh Mary Vaughn ini.
Mungkinkah ada hal yang kau lakukan
sebelum kau tiba kemari yang dia tahu?
Hei.
Aku mencintaimu.
Kau mencintaiku.
Percayalah padaku.
Baiklah.
Aku selalu berkata cara terbaik untuk maju adalah melaluinya, jadi…
Setelah kecelakaanku,
saat aku sadar aku tak akan bermain lagi,
semuanya gelap.
Aku menjadi gelap.
Destruktif.
Johnny dan Jodie menyeretku ke program.
Manajemen amarah.
Aku berutang pada mereka seumur hidup.
Aku sudah mengendalikannya. Sumpah demi Tuhan.
Entahlah. Mungkin Mary Vaughn tahu soal itu.
Kenapa kau tak bilang?
Karena itu sulit.
Aku menyembunyikannya, seperti masalah dengan Victoria.
Aku melangkah maju. Kutinggalkan semua itu.
Bangun masa depan cerah.
Itu di belakangku.
Di belakang kita.
Latte kacang hazel medium dan latte es susu gandum
dengan karamel dan lavender.
Entah bagaimana kau bisa memesan itu tanpa tertawa.
Yang terakhir bukan untukku.
Ya. Itu untuk Annie.
Bagaimana kau tahu?
Aku cukup yakin hanya dia di bumi
yang minum kombinasi aneh itu.
Kukatakan baunya seperti sabun. Dia bersikeras itu lezat.
Duduklah selagi mereka menyiapkannya.
- Kau menunggu kopi juga? - Tidak, aku mencari perubahan suasana.
Gipsmu dilepas.
Ya.
Tapi perjalanan masih panjang sebelum kembali normal.
Aku merasa bersalah.
Tidak, ini…
Aku belajar banyak sejak bergaul dengan Annie.
- Ya, dia punya bakat untuk itu. - Ya.
Mengakui kesalahanku adalah hal yang kupelajari,
dan aku sungguh menyesal telah menyakitimu.
Itu kecelakaan.
Aku mengerti.
Aku sudah bersaing denganmu sejak lama.
Mencoba mengalahkanmu membuatku jadi yang terbaik.
Bahkan setelah ulahku, kau tetap datang mendukung kami.
Di mana lagi aku akan berada?
Mestinya aku berterima kasih saat itu.
Ya…
Sama-sama.
Kita satu tim.
Tentu saja sekarang,
dan aku tak sabar kau kembali dan menyingkirkanku dari rotasi.
Kenapa kau bilang begitu?
Karena aku tak akan sehebat kau.
Aku suka bermain. Jika aku bermain sebagai cadanganmu, tak apa.
Ya. Aku tak yakin bisa menerima aku bukan starter.
Tak perlu.
Aku hargai itu, tapi…
Dua kopi untuk Jackson.
Katakan pada Annie dia harus mencoba kacang hazel lagi.
Untuk perayaan hidup,
puisi yang diminta Nona Frances untuk kau bacakan.
Kau tahu itu?
Itu kesukaannya. Dia membuatku menghafalnya di SMP.
Kau tak perlu mencetaknya.
Aku akan bawa salinannya.
Aku tak mau lupa dan menghinanya dalam emosi saat itu.
Kalau begitu, kurasa hanya itu yang perlu kita bahas.
Benarkah?
Jadi…
Ada satu hal lagi.
Sejak malam aku naik taksi, saat kau bilang itu kali terakhir,
aku memikirkan ulang semuanya.
Lalu saat Nona Grace memberitahuku bahwa Bibi Frances pergi…
Aku bodoh, Helen.
Kubiarkan keputusasaan mengalahkan harapan.
Kubiarkan…
tragedi yang kulihat tiap hari membutakanku akan janji masa depan.
Apa yang kau lakukan itu sulit.
Aku tak mau di akhir hidupku aku sadar kesombongan
mencegahku mengalami hidup sepenuhnya.
Kau lebih pintar dari itu.
Aku cukup bodoh untuk membiarkan hal terbaik di hidupku usai
karena ide tentang bagaimana menginginkan keluarga membuatku lemah.
Helen.
Aku tak berhak kembali dan berkata aku berubah
dan berharap kau menyambutku,
tapi Bibi Frances akan menghukumku jika tak mengatakan kebenaran.
Dan apa kebenaranmu, Ryan?
Aku…
Aku ingin punya anak.
Kita bisa membicarakannya setelah perayaan.
Aku kehabisan waktu dengan Frances. Aku tak mau kehabisan waktu denganmu.
Sialan!
Kau memanjakanku, Nona.
Beri tahu aku jika sudah memanjakanmu. Ada lagi yang bisa kuambilkan?
Ada satu hal lagi.
Jika kau tak keberatan.
No comments yet. Be the first to leave one.