The first 177 lines.
Temui Star...
seekor singa laut Steller betina.
Pada usia lima tahun, dia berada di masa puncak.
Namun, ada satu hal dalam hidup yang belum dia alami...
menjadi ibu.
Selama setahun ke depan, itu semua akan berubah.
Dalam perjalanan luar biasa ini, saksikan keajaiban hidup baru...
dalam pertumbuhannya.
Lihatlah hubungan unik yang berkembang antara ibu dan bayi.
Anak Star, Luna...
akan tiba di masa penuh gejolak...
dan menghadapi bahaya yang tak terbayangkan.
Dia harus segera menjawab tantangan...
dalam Growing Up Animal.
KISAH BAYI SINGA LAUT
Ini musim semi, dan Samudra Pasifik Utara
di lepas pantai British Columbia penuh dengan kehidupan.
Setelah musim dingin yang panjang dan sulit,
Star menikmati masa-masa indah.
Namun, tak selalu menyenangkan...
dia sedang menjalani misi.
Dia telah berenang berhari-hari untuk kembali kemari...
tempat kelahirannya.
Pulau Triangle.
Singkapan liar dan tak kenal ampun ini...
dikelilingi oleh perairan berbahaya,
mungkin tampak tak ramah.
Namun, bagi Star,
ini tempat yang tepat untuk memulai sebuah keluarga.
Dia bukan satu-satunya yang berpikir demikian.
Lima ribu singa laut Steller lainnya memiliki pemikiran yang sama.
Mereka semua di sini untuk satu alasan yang sangat khusus.
Lebih banyak anak singa laut lahir di pulau ini daripada tempat lainnya.
Ini musim ledakan bayi.
Sama seperti manusia...
ibu singa laut Steller berupaya maksimal untuk membesarkan generasi berikutnya.
Star akan menghadapi perjalanan yang luar biasa.
Namun, sebelumnya, dia butuh pasangan.
Untungnya, Pulau Triangle juga tempat untuk menemukan cinta.
Dengan ratusan jantan bersaing untuk meraih perhatiannya...
Star ingin menemukan peminang yang tepat.
Pejantan paling berhasil akan memiliki area pantai terbaik.
Dengan akses ke air...
dan tempat berlindung.
Akhirnya, mata Star tertuju ke satu pejantan.
Brutus.
Dengan otot dan lemak seberat 907 kg.
Spesimen yang bagus.
Star hanya perlu mendapatkan perhatiannya...
dan dia tahu caranya.
Pertama, dia akan sok jual mahal.
Lalu dia memikat Brutus agar mengejarnya.
Itu membuatnya tertarik.
Kini saatnya gigitan cinta.
Mungkin terlihat kasar,
tetapi begitulah cara pacaran singa laut...
dan si jantan tampak menyukainya.
Pasangan ini telah menemukan jodohnya.
Dengan keberuntungan, perjalanan Star untuk menjadi ibu telah dimulai.
Itu terakhir kalinya dia akan melihat Brutus.
Brutus tak akan berperan dalam membesarkan anak.
Kini semua tergantung pada Star.
Dalam beberapa hari, sesuatu yang ajaib telah dimulai.
Di dalam tubuh Star, sekelompok sel telah terbentuk.
Disebut blastokista, berisi potensi kehidupan baru.
Namun, proses ini semacam mati suri,
yang dikenal sebagai penangguhan embrionik.
Menunda kehamilan Star dimulai dari sekarang,
berarti anaknya akan melewatkan musim dingin berat,
dan dilahirkan musim panas mendatang saat makanan berlimpah.
Kondisi Star selama beberapa bulan nanti akan menentukan apa sel itu menempel.
Dia harus menggemukkan diri dan memastikan kondisinya prima.
Perairan dingin di sekitar Pulau Triangle termasuk perairan terkaya di dunia...
penuh dengan makhluk paling aneh dan menakjubkan.
Di musim panas, ikan haring berkumpul dalam jumlah jutaan.
Mereka pesta makan plankton yang muncul ke permukaan karena sinar matahari.
Ini peluang yang tak bisa dilewatkan Star.
Dengan berburu sebagai bagian kelompok, peluangnya akan lebih baik.
Bekerja sama, mereka mengurung ikan agar membentuk kumpulan lebih padat.
Panjang kawanan ikan haring bisa mencapai berkilo-kilo meter
dan berjumlah hampir 50 ribu ton ikan.
Cukup untuk memberi makan seluruh kawanan singa laut selama sebulan lebih.
Ini perburuan yang sukses.
Namun, Star harus makan 22 kg ikan sehari untuk bertahan hidup.
Dia perlu tetap bugar agar kehamilannya berlanjut.
Saat musim gugur tiba, badai menghantam pulau terbuka ini
dan makanan jadi makin sulit ditemukan.
Saatnya Star pindah.
Pada bulan Desember...
dia telah mencapai 965 km ke utara ke Alaska.
Di sini, suhu turun hingga di bawah titik beku.
Namun, selat-selat ini jauh lebih terlindung daripada pantai.
Serta yang paling utama, ada makanan.
Ikan haring juga menunggu musim dingin berlalu di sini.
Meski demikian, Star harus lebih sering berburu dibanding sebelumnya.
Setiap perjalanan penting, setelah kini dia menumbuhkan kehidupan baru.
Tersembunyi di dalam rahim Star, sesuatu yang ajaib sedang terjadi.
11 MINGGU KELAHIRAN - 34 MINGGU
Sebelas minggu lalu, kelompok sel kecil itu menempel dan mulai tumbuh.
Ini Luna.
Selagi wajah dan siripnya masih membentuk...
di dalam tubuhnya, paru-paru kecil mulai berkembang
dan jantungnya sudah bekerja.
Tali pusar yang menghubungkan Luna dengan Star
mengirimkan nutrisi penting yang membuatnya tetap hidup.
Dengan waktu pertumbuhan lima bulan lagi, perjalanannya masih jauh.
Musim dingin ini akan menantang bagi Star.
Tekanan dimulai. Dia harus berburu lagi.
Saat musim semi akhirnya tiba,
siang hari membentang dari delapan sampai lima belas jam.
Energi dari matahari membuat lautan di sekitar Pulau Triangle hidup kembali.
Singa laut kembali dari tempat jauh untuk bersiap-siap melahirkan.
Namun, Star tak terlihat.
Tinggal beberapa minggu lagi sebelum menjadi ibu,
dia menikmati kebebasan terakhirnya.
Dia berhasil makan cukup banyak untuk tetap menjaga perkembangan Luna.
28 MINGGU KELAHIRAN - 34 MINGGU
Setelah 28 minggu berlalu, Luna sudah banyak berubah!
Rambut berbulu halus yang disebut Lanugo kini menutupi lebih dari 50% tubuhnya.
Saat dia lahir, lapisan bulu ini akan membuatnya tetap hangat
selagi dia membangun lapisan lemak.
Dengan sirip hampir terbentuk sepenuhnya, dia menggeliat di dalam rahim.
Gerakan ini membangun otot yang dia butuhkan
untuk berenang pertama kali saat usianya baru beberapa minggu.
Bagi singa laut, sirip adalah bagian utama mereka.
Star menarik dirinya ke depan dengan menyatukan sirip depan
dalam gerakan menyapu yang kuat.
Lalu, dengan sirip menempel di sisi tubuhnya,
dia membuat bentuk torpedo agar meluncur di air dengan mudah.
Meski peraih medali Olimpiade berenang dengan kecepatan 10 km per jam,
singa laut Steller dewasa bisa mencapai kecepatan 27 km per jam!
Namun, di perairan keruh ini,
kecepatan saja tak cukup untuk menangkap mangsanya yang bergerak cepat.
Dia mengandalkan atribut lain yang sudah dimiliki bayinya...
kumis.
Luna telah berkembang pesat.
Setelah cukup usia, panjangnya mencapai 30 cm,
yang terpanjang dari semua hewan.
Seperti sedotan di gelas, setiap kumis bisa bergerak bebas,
membuat singa laut "merasakan" ikan apa pun yang berenang di dekatnya.
Beberapa minggu lagi, Luna akan memakai kumisnya
untuk menjelajahi rumah barunya.
Kini hampir 60 kg lebih berat, Star bisa merasakan waktunya sudah dekat.
Dia harus kembali ke arah daratan.
Pada akhir Mei, Pulau Triangle dipenuhi dengan singa laut.
Star perlu menemukan tempat yang tepat,
yang bisa dia datangi kembali tiap musim panas.
Mungkin bukan tempat paling tenang untuk melahirkan...
berdekatan dengan para ibu lainnya, nyaris tak ada kedamaian sesaat.
Namun, bagi Star, itu sudah tepat,
terlindungi dan dengan jarak yang aman dari tepi laut.
Dia telah mengatur waktunya.
Pada usia 34 minggu, Luna mulai kehabisan ruang gerak.
34 MINGGU - KELAHIRAN
Dia siap untuk melihat dunia.
Dengan melepaskan hormon ke aliran darah Star,
dia membuat prosesnya dimulai.
Dalam waktu tiga hari setelah tiba di pulau...
ada tanda-tanda bayi Star akan lahir.
Akhirnya...
Luna tiba.
Anak pertama Star telah lahir dengan selamat dan sehat...
dengan berat lebih dari 16 kg.
Sentuhan lembut pada hidung...
memulai proses ikatan
yang membuat mereka tetap berdampingan selama beberapa minggu ke depan.
Namun, hal pertama di benak Luna adalah makanan pertamanya.
Secara naluriah, Star menunjukkan tempat untuk menyusu.
Susunya lima kali lebih kaya daripada susu manusia,
dan akan membantu Luna dengan cepat membentuk lapisan lemak.
Pada usia tiga jam, dan dengan sedikit bantuan dari ibunya...
Luna mulai berdiri.
Memutar sirip belakang di bawahnya,
dan memakai sirip depan untuk menopang bobotnya,
dia bisa mulai bergerak.
Namun, terlepas dari kebebasan baru ini, dia masih sangat bergantung pada Star.
Saat semua ibu di sekitarnya tampak mirip,
No comments yet. Be the first to leave one.