Release info

Ten Years Late episode 27-39 Tamat
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Published on: 2020-03-28
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sepuluh Tahun Lalu

Episode 27

Kalau harus menyimpan cinta dengan hati-hati.

Tidak berusaha mengejarmu.

Aku tidak akan menyembunyikannya dengan susah payah.

Kesedihan

kiranya cukup membuat kamu lupa.

Kembali seperti teman lama.

Pura-pura tenang.

Terbongkar dalam sekejap.

Rupanya aku sedang berbohong.

Menipu diri sendiri baik-baik saja.

Waktu bertemu denganmu lagi.

Memaafkan kepergianmu.

Akhir-akhir ini gimana kabarnya?

Apakah kadang-kadang bisa aktif?

Ada aku menemanimu.

Ini tempat publik,

lebih sopan dikit.

Ada hubungan denganku ya?

Ingin mencoba pacaran lagi.

Luka yang lama meningatkan aku

untuk mencegah.

Permisi, aku boleh berfoto denganmu?

Tidak boleh.

Satu lembar saja, boleh tidak?

Tidak boleh.

Satu lembar saja.

Maaf.

Foto satu lembar saja.

Lepaskan tanganmu!

Kamu siapa?

Pacar dia.

Kamu salah paham.

Aku hanya mau foto bareng dengan pacarmu.

Omong kosong tidak guna.

Dia adalah pacarku.

Tolong jauhi dia.

Baik, baik.

Aku ingin foto bareng dengan pacarmu.

Kamu tahu tidak kamu lagi ngomong apa.

Memaafkan keras kepala kamu.

Panas seperti masa laluku.

Sisa waktu kedepannya.

Aku ingin menemanimu.

Pagi.

Kamu ngapain?

Aku mau telat.

Eh, sudah.

Jangan begitu.

Tasku.

Kamu kenapa kembali lagi?

Sss… Ayah ibuku pulang.

Yuan Lai…

Kamu… Kamu ngapain?

Diam.

Mau makan bareng sama aku tidak?

Tidak mau.

Yuan…

Aku sudah telat.

Diam.

Kakak Yuan Lai.

Kamu kemarin berkeliaran ke mana?

Jangan sembarangan bicara.

Tapi

Aku ingat kamu kemarin

pakai baju ini juga loh.

Waktu kerja

kenapa ingatanmu tidak sebagus ini?

Aku malas ganti tidak boleh?

Masa?

Yuan Lai. - Kalian satu per satu…

Pagi tadi waktu kamu pergi

tinggalin ini

di bak cuci tangan?

Sampai jumpa.

Kakak Yuan Lai,

kalungmu ketinggalan

di bak cuci muka di rumah manajer Jin.

Kamu masih bilang kamu tidak berkeliaran.

Jangan sembarangan ngomong.

Bukan seperti yang kalian pikirkan.

Cepat pergi kerja.

Cepat.

Chengzhi.

Menurut aku

masalah ini kamu harus dengar aku.

Dia

benar-benar tidak cocok.

Ayah.

Shuangshuang meskipun agak nakal

tapi orangnya sebenarnya baik.

Orang baik memangnya kenapa?

Kamu cari istri

bukan cari pemuda baik.

Kamu pikir ya.

Sebenarnya

dia di kampus

Ee…Ee…

Tidak ingin berkembang kan.

Kedepannya kamu gimana

saling belajar, saling meningkatkan?

Ayah.

Shuangshuang di kantor

bisa mandiri.

- Sekarang banyak kasus semuanya dia… - Zhao Chengzhi.

Kamu masih tidak mengerti maksud aku

atau aku ngomongnya tidak jelas?

Intinya,

dia di kampus

bukan mahasiswa yang baik.

Prestasi seperti dia

bisa lulus sudah bersyukur.

Aku tidak percaya

dia bisa fokus ke pekerjaan dia.

Jangan-jangan

dia bisa merusakmu lagi.

Dosen Zhao...Kamu coba lihat kamu.

Kamu lihat pakaian kamu,

pakaian apaan ini?

Lubang sebesar ini.

Apakah keluarga kita semiskin ini?

Shuangshuang berniat baik.

Sudah kuduga dia yang beli.

Ada lagi,

kamu tidak boleh seperti waktu kuliah

tiap hari sibuk kamera jelekmu itu.

Itu bukan kerjaan namanya.

Mengerti tidak?

Sudah.

Intinya,

aku sudah bilang yang harus kubilang.

Aku juga tidak memaksamu

karena ini urusanmu.

Sore aku ada kelas lagi.

Kamu pikirkan lagi saja.

Zhang Liang.

Jin Ran, ada kabar baik.

Syukurlah.

Oke.

Manajer Jin, rapat segera dimulai.

Nanti aku hubungi kamu lagi.

Ayo.

Setelah Ji Aoting pergi,

Jin Ran gantiin posisinya untuk sementara.

Yuan Lai, kalau kamu urus koordinasi

produk departemen satu dan departemen dua

terus laporkan ke Jin Ran.

Departemen penjualan mohon bantuanmu ya.

Baik.

Manajer Wen,

apakah kita

harus melakukan balasan kepada Taihe?

Plagiat ide kita,

dan ambil pelanggan kita.

Tidak akan kumaafkan.

Bisa plagiat ide kita

dan ambil pelanggan kita

artinya kita masih

banyak kekurangan

yang harus diperbaiki lagi.

Asalkan bisa menguasai pasar terlebih dahulu

Taihe hanya akan menjadi semut kecil.

Tidak akan berbahaya.

Jadi selanjutnya kami

berencana beraliansi dengan properti Zhang.

Mempromosikan proyek tur di Pulau Peixin

selain rencana perjalanan hijau.

Jual properti di Pulau Peixin?

Lebih tepatnya

melakukan proyek sewa menyewa

di dalam tur.

Properti Zhang bertanggung jawab

atas pembangungan rumah dalam proyek ini.

Kita bertugas untuk mempromosikannya

dan mengatur proses sewa menyewa

rumah yang dibeli turis.

Hasil keuntungan bagi rata dengan properti Zhang.

Apakah semuanya

berminat terhadap proyek ini?

Menurut aku ide ini bagus.

Pulau Peixin memang cocok untuk tinggal sementara.

Dan hotel di sana mahal.

Properti juga krisis.

Sekarang kalau tambahkan rumah penginapan

selain keuntungan jual beli,

kita masih ada keuntungan sewa menyewa.

Keuntungannya ganda.

Ide Jin Ran ini bagus sekali.

Sekarang turis tradisional

sudah capai puncak.

Menurut aku proyek ini

bisa menerobos zona bisnis

menjadi aspek laba yang baru.

Baik.

Kalau semuanya tidak ada komentar lain

aku akan terus gerakkan proyek ini.

Aku percaya properti Zhang sana

tidak ada masalah dalam sisi keuangan.

Terus

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left