The first 200 lines.
Jika kau ingin tahu caraku menjaga wajahku tetap segar...
Setelah perjalanan pagi...
Aku sudah mengunggah kembali perawatan wajah penerbanganku...
Aku tidak sabar bertemu Monet dan Luna hari ini.
Butuh persetujuanmu!
Kau memakainya ke The Kinsley dan kini ada di mana-mana.
Kacau.
- Hai, Ayah. - Ayah akan ke LA malam ini...
Untuk sesi dengan Billie.
Ayah akan kembali hari Jumat.
Semoga hari pertamamu menyenangkan.
Pasti.
Biasanya kau tak sesenang ini di hari pertama sekolah.
Itu lebih baik daripada terjebak di sini setahun lagi.
Kau benar.
Sampai jumpa.
- Kau akan terlambat. - Dia selalu terlambat.
Ini makan siangmu.
- Dan kompres esmu! - Baik.
Baiklah.
Baik. Aku menyayangi kalian!
Sampai jumpa, Ayah dan Papa. Dah, Obie.
- Ini. - Terima kasih.
Sama-sama, Roy.
Maaf aku butuh waktu lama.
Kita bersama selama karantina. Tidak apa-apa.
Dahulu kau suka jika aku butuh waktu lama.
Di mana si anak baru?
Wanita baru?
Orang baru.
Putri baru!
Ayah. Kumohon jangan.
Maaf, ayah terlalu bersemangat. Ini hari pertamamu.
Ini hari biasa. Hari pertama tidak istimewa.
Constance Billard adalah salah satu dari sepuluh SMA swasta terbaik...
Di negara ini, dengan salah satu jurusan seni terbaik.
Penuh dengan orang yang membahayakan dirimu.
Anak-anak di mana pun jahat, bahkan di Buffalo.
Kita terpaksa pergi.
Dan kita tak bisa melewatkan beasiswa ini.
Di Constance, pilihan jurusannya lebih beragam.
Mari ucapkan bersama, Drama Yale.
- Dan... - Ya, dia mahasiswi di sana...
Tapi aku ragu bisa bertemu dengannya.
Ayah bahkan tak yakin dia tahu aku ada.
Dia saudari tirimu. Dia tahu kau ada.
Kalau begitu, aku tidak mau bertemu dengannya...
Karena dia tak pernah menerima permintaan pertemananku...
Yang kukirim saat usiaku sepuluh tahun.
Terima kasih untuk sarapannya. Sampai jumpa, Ayah.
- Ayah menyayangimu. - Aku juga.
- Semoga berhasil. - Terima kasih. Dah...
Hei! Dari mana kau dapat sepatu itu?
Hadiah pindahan dari Bella, ingat?
Lune?
Mereka akan mengusirnya.
Keluar
Ke atas dan ke kiri?
EIP baru.
Apa? Pergilah!
Mereka tidak bisa menggunakan pintu masuk lain?
Aku berdiri di sini. Kau melihatku, bukan?
Baiklah, ayo mulai.
Baik, temanya adalah, "Tiba, hari pertama, tahun ketiga."
Mundur sedikit.
Mundur sedikit lagi.
Baik, tunjukkan tasnya.
Maaf, Bu Keller, aku tak melihatmu.
Itu bukan salahmu.
Dia hampir merusak Capucine-mu!
Butuh gajinya sebulan penuh untuk mengganti tas itu.
Bahan rayon membuatku mimisan. Bisa minggir?
Sinarnya redup.
Kate! Ayo masuk.
Seharusnya ada aturan Zara dilarang di sekolah.
Zara, hanya di Lexington Timur.
Entah kenapa aku masih berharap mereka bersikap baik.
Kurasa interaksi lewat Zoom selama setahun mengelabuiku.
Hanya karena kau tidak melihat yang mereka ketik di bawah.
Tidak, hari pertama sekolah dan Wendy sudah sedih?
Kepala Sekolah ingin bicara denganmu, Martine.
Lewat sini.
Ini sebabnya aku membawa Yeti.
Saat anak-anak menyetel alarm mereka agar bunyi bersamaan...
Di tengah kuis singkat...
Aku tidak kaget dan menumpahkan minumanku.
Aku bisa membelikan untukmu.
Aku butuh satu jam untuk memilih pakaian...
Yang kupikir tidak akan mereka ejek.
Dan mereka hanya butuh satu detik untuk membuktikan aku salah.
Jika Julien mengenakan itu...
H&M akan memproduksi tiruan secara massal pada kuartal ketiga.
Mereka mengganggu kita karena bisa.
Karena tidak ada yang melarang.
Saat kau memberi mereka nilai buruk?
Antara penilaianmu dan sekolah, F menjadi C.
Dan C menjadi A...
Serta tempat terbaik di kampus unggulan pilihan mereka.
Sekolah ini meluluskan orang-orang hebat.
Caroline Kennedy. Colson Whitehead. Nate Archibald.
Itu sebabnya aku ingin mengajar di sini.
Nate Archibald tidak sesuci itu.
Kau bersekolah di sini, Rebecca?
Angkatan 2009.
Saat itu, kami masih menghormati otoritas.
Kini, mereka tidak bisa diatur karena kita tidak lagi penting.
Siapa yang butuh pendidikan jika kau terkenal...
Karena memakai riasan?
Tapi kau bilang Nate...
Saat aku masih sekolah, kami hidup di bawah ancaman.
Orang seperti Nate benar-benar ketakutan.
- Bagaimana bisa? - Ya.
Saat ini, aku rela mencoba segala cara.
Hal ini dimulai saat tahun pertama.
Seseorang menyebut dirinya "Gossip Girl".
Seperti sosok Kakak dalam novel George Orwell.
Mengawasi para siswa yang menurutnya penting.
Mengawasi?
Jika dia tahu rahasiamu...
Dan dia selalu tahu, dia akan membocorkannya.
Dia membuat kami semua bertanggung jawab.
Orang-orang mengira itu aku, ternyata salah satu teman sekelasku.
- Dan Humphrey. - Si novelis?
Kurasa aku ingat pernah membaca soal ini.
Itu konyol. Aku bahkan tidak akan membacanya.
Sebuah blog. Sudah lama aku tidak melihat ini.
Unggahan terakhir...
Sembilan tahun lalu.
Ada arsip.
Tautan yang tidak bisa diakses, tapi cukup keren.
Andai ini terpikirkan olehku saat aku masih SMA.
Kita masih di SMA.
Bagaimana jika kita mencobanya?
Ada apa ini?
Hei. Pergilah. Terima kasih.
- Matahari muncul. - Benar.
- Maxi. - Jangan kena. Dia masih dirias.
- Obie. - Hai!
Kau kusut dan berkeringat.
Kenapa tiba-tiba kau tidak suka?
Kau bilang akan merekam story -ku.
- Sial, aku lupa. - Dia lupa.
Aku mengantar sarapan untuk para demonstran di Navy Yard.
Tapi aku sisakan satu untukmu.
Fan Fan, favoritmu.
Bukankah itu proyek orang tuamu?
Ya, dan mereka tahu persis sikapku soal itu.
Setidaknya, aku bisa memberi donat untuk para demonstran itu.
Bagaimana denganku?
Akan kubereskan di jam kosong.
Baiklah, saat ini aku akan unggah story kelulusan. Bisakah kau...
- Selamat datang kembali. - Hei, apa kabar?
Ini seperti reuni Seven Samurai .
Ubah nama grup obrolan sesukamu, kau bebas menggantinya.
Kau akan dinamai Kurosawa suatu hari nanti.
Seperti itukah wajahmu tanpa masker?
Semoga saja. Selalu begini.
Sejak kapan kau datang tepat waktu untuk hari pertama sekolah?
Kurasa berbulan-bulan tidak ke sekolah...
Memberiku minat baru untuk menjadi anggota OSIS.
Kau salah satunya.
Baik, fokus lembut! Fokus lembut.
Arah timur agar wajahmu disinari matahari.
Lupakan soal Instagram.
Dia mencari saudarinya.
Dia bukan saudariku.
Tes DNA akan membuktikan sebaliknya.
Saudari tiri.
Kau punya saudari?
Dia terlalu asyik di Berghain...
Dan kau berjanji tidak akan pernah membahas soal gadis itu.
Ini berita besar, jangan berpura-pura sebaliknya.
Dia mendaftar dan pindah kemari seperti penguntit.
Dan jika bukan karena Bu Kepsek Burton...
Yang memberi tahu JC, kami pun tidak akan tahu.
Ayah mereka saling membenci.
Aku ingat.
Dia anak pria yang ditemui ibumu saat kabur darimu dan ayahmu?
Ya, dan jika ayahku tahu bahwa Zoya di sini...
Dia akan mengeluarkanku dari sekolah atau belahan bumi ini.
Semarah itulah dia.
Aku tidak percaya dia tidak memberitahumu langsung.
Kawan, tidak apa-apa.
Dia dan aku tidak saling kenal. Kami tidak punya urusan.
Lagi pula, semua orang yang kubutuhkan ada di sini.
- Nyata dan ada di sini! - Aku tidak suka drama keluarga.
Aku lebih suka drama medis.
Dua butir Adderall untuk bertahan di kelas kalkulus...
Dan sebutir benzo agar bisa tidur dan melewatkan Vicki Fic.
Itu dia?
Mau menyiramkan latte kita padanya? Noda kunyit tidak bisa hilang.
Entah apa maksudmu...
Tapi aku tidak tahan melihat anak kelas satu.
Aku suka sepatunya.
Soal Chuck dan Blair ini di luar kendali.
Jelas ini sebelum ada budaya pengenyahan.
Sudah sampai ke bagian dia menjadi Putri Monako selama enam bulan?
Atau saat seorang senior SMA...
Artikelnya diterbitkan di The New Yorker ?
Sebagai penulis, aku agak iri.
No comments yet. Be the first to leave one.