The first 200 lines.
Bruce, ini Peggy.
Jadi, saat hasil DNA keluar, kasus ini akan meledak.
Dan saat aku memikirkan wajah keluargaku, aku hampir tak bisa bernapas.
Omong-omong, adikku ingin datang untuk berbicara,
jadi, aku akan membawanya ke kantor.
Sampai jumpa lagi.
Denny, Denny.
- Hei. - Hei. Dengarkan.
Mungkin aku sedikit keras padamu.
Hidupku berubah. Aku mencoba untuk tetap dalam Posisi Kuda Kung Fu…
- Apa yang dia lakukan? - Diam.
…kau tahu? Seimbang, siap tempur.
Tapi aku masih ingin memberimu kesempatan.
- Aku berbeda. - Jangan bergerak!
Aku juga terima kau mungkin berbeda.
- Wow. - Tenanglah.
- Aku tersentuh, Peg. Sungguh. - Kau harus berhenti.
Keluar dari sini, Bajingan!
- Apa kau… - Berpaling!
- Tutup mulutmu. - Denny?
Dia sedang menelepon mantannya!
- Astaga! - Aku hanya harus memproses ini, kau tahu?
- Denny, kau bukan orang jahat… - Sial!
- Hei! Berhenti! - Apa yang kau lakukan?
Jangan bergerak!
Bisa tolong diam?
- Hei! Hentikan! Keluar! - Kenapa kau melakukan itu?
- Kau baik-baik saja? - Aku sedang menelepon.
- Aku sedang menelepon. - Tutup mulutmu!
- Mengerti? Dia sedang menelepon. - Kau dengar aku?
Apa aku terputus?
- Apa kau di sana? - Aku di sini.
- Merunduk! Aku serius. - Aku berusaha.
- Terima kasih telah melihat itu. - Merunduk!
Bisa kutelepon lagi nanti?
Berhenti.
Ya, tentu. Suaramu terdengar teredam.
Hei. Aku melihat Ethan.
Dia sangat tampan…
Aku tak bisa dengar. Kutelepon lagi.
Kau… Aku akan membunuhmu! Aku bersumpah!
Hei!
Tunggu!
Tunggu!
Bekerja samalah.
Ini tak harus menjadi tragedi.
- Bisakah kau… - Sial.
- …berikan saja uangnya? - Ya.
Tolong?
- Aku akan mengemudi. - Baik.
Astaga.
Baik. Dengarkan aku.
Aku tak ingin berbicara di ponsel, jadi, aku tak akan melakukannya.
Dengarkan baik-baik apa yang akan kukatakan.
Meriam ditembakkan.
Tunggu.
Ada tepung jagung di ponselku.
- Sialan, Peggy! Tak ada ponsel! - Maaf. Kau baik-baik saja?
Hal itu?
Hal yang selama ini kita cari, tapi kita takut menemukannya?
Kau mengerti?
Apa?
Hal lebih besar tempat menempelnya hal yang lebih kecil.
Berhenti dan berpikir.
Meriam ditembakkan!
- Tidak. - Kosongkan area.
Astaga.
Kau mengerti, 'kan?
- Apa kau yakin? - Ya.
Tambah kembang api lain kali.
Ya, tapi tubuh manusia harus ditembakkan dari benda ini.
Akan kusuruh Cooper memberitahumu apa yang kami lihat,
tapi pertama-tama aku harus membentaknya.
- Apa yang kau pikirkan? - Dia baru saja kembali
dari tempat kecil itu dulunya berada dan di tempat benda besar itu kini berada.
Beraninya kau mengambil mobilku? Kau baru 15 tahun.
Kau bahkan tak bisa mengemudi! Masuk ke sini.
- Peggy! - Tak sekarang, Tammy.
Aku menelepon Bob.
Aku tak bisa menahannya. Aku pernah mencintainya.
Apa benda itu masih bocor?
Ya. Dan ukurannya jelas berbeda.
Rasanya sakit sekali.
Kau harus memeriksakannya.
Dan kau harus menjauhi bajingan itu.
Percayalah padaku. Dia lebih buruk dari yang kau pikirkan.
- Kukatakan kau menderita diare menular. - Apa?
Maaf.
Aku cemburu, dan payudaraku bocor. Dan itu memengaruhiku.
Aku menyelamatkanmu
saat kau mencuri uang untuk payudara cacat itu,
dan ini ucapan terima kasihnya?
Sekarang kau masuk daftar hitamku.
Maaf.
Peggy, kau baik-baik saja?
Ada apa di sana?
Kau harus memeriksakan itu, Nak.
Carlos! Ayo. Kau harus membawa Tammy ke UGD.
Ayo! Maaf, aku harus mengurusi beberapa hal.
Apa yang terjadi? Kau sedang melakukan pertunjukan?
Maaf. Lanjutkan.
Baiklah.
Beri tahu Peggy apa yang kau lihat. Jangan katakan apa itu dan di mana itu.
Aku tahu. Aku bukan orang bodoh.
Baik. Aku terbang di atas rumah tertentu…
Peggy, kami melihat mayat.
Apa-apaan?
Jika kita boleh mengatakannya, seharusnya aku yang mengatakannya.
- Astaga. - Tunjukkan padanya.
Lihat. Tampak seperti tubuh atau bagian dari tubuh.
- Itu mungkin… - Itu pasti mayat Dona.
Aku merinding. Itu berarti kita benar.
Astaga! Dia membunuhnya.
Kita harus mengambil hadiahnya, lalu memanggil polisi
agar mereka bisa mengambil mayat Dona sebelum dia dimakan habis oleh babi hutan.
Keluarga Gattchi akan membunuh si guru itu.
Itu sebabnya ada urutannya.
Hadiah, polisi, selamatkan si guru dari bahaya.
Kau pintar. Sangat profesional, Peg.
Ya. Aku harus pergi.
Sial.
Cerdik.
Selama satu blok aku tak melihatmu di belakangku.
Pekerjaan bagus.
Nick!
Nick!
Apa?
- Hei! Yo. Dia… - Itu dia.
Kenapa mengerang? Kau seperti Koko si kera tapi tak sepintar itu.
Hampir membunuhku ketika monyet itu mati.
- Siapa? - Koko.
Dia kera, dan bersahabat dengan anak kucing.
Dan dia bisa mengeja "kitten."
Terdengar seperti genius.
Baik, hei. Jadi, apa yang terjadi?
Sayang, bisa kau membuat tutorial smoky eye di tempat lain?
- Setubuhi aku, Pelaut! - Setubuhi aku, Pelaut.
Baik, pastikan kalian suka dan berlangganan.
Ini bukan istirahat makan siangku.
Selain itu, dinding ini sangat tipis.
- Aku akan mendengarkan. - Pergi saja.
Setubuhi aku, Pelaut.
Aku akan jujur padamu.
Kau memberikan hadiah untuk adikmu, dan aku menemukannya.
Tapi… dia sudah mati.
Jadi, aku turut berduka cita.
Ini kukunya.
Jadi, satu, kau berkata bahwa adikku sudah meninggal.
Dan dua, buku itu tak pernah ada.
Aku masih mengerjakan bukunya.
Aku hanya perlu memastikan bahwa kau tahu yang sebenarnya.
Dari mana kau mendapatkan kuku ini?
Dia sudah mati.
- Sial. - Kau berutang seribu padaku.
Itu adik kita. Adik kita!
Itu kukunya.
Di mana dia?
Aku akan memberitahumu setelah kau memberiku hadiahnya.
Ya, baiklah.
Bawa kami ke mayatnya, jika ini benar,
maka aku akan memberimu 70 ribu.
Kau tahu siapa yang kau hadapi, 'kan?
Tentu saja. Itu sebabnya aku tak pergi ke polisi.
Kau pikir kami akan memberimu 70 ribu?
Tina Nail memberi tahu kami kau tidur dengan vegan itu.
Nama belakangnya bukan "Nail." Itu hanya papan namanya.
"Tina Nail & Fashion."
Baik, aku memang mendekati Bob. Karena strategi.
Risetku membantuku menemukan Dona. Haruskah kuabaikan 70 ribunya?
Kau akan mendapatkannya kembali saat bukunya keluar.
Ya. Itu tak akan terjadi di sini.
Dan bukankah kau berutang kepada kami atas lukisan yang kau curi?
Lukisan apa?
Yang ada di toilet. Jembatan berkabut.
Aku melihatnya. Itu karya yang indah.
Tapi aku tak mencurinya. Bagaimana aku mencuri sesuatu seperti itu?
Kau melihatku berjalan keluar dari sini. Di mana aku menaruhnya, celanaku?
- Aku tak akan memberimu 70 ribu, Sylvia. - Setubuhi aku, Pelaut.
Beri aku sesuatu agar aku tahu kau akan melakukannya.
Kau dapat mengirimkan sisanya besok di tempat terbuka,
seperti Pioneertown.
Pukul 19.00. Temui aku di gerobak tertutup.
- Aku akan mengambil 5 ribu sekarang. - Aku mungkin punya 600.
Aku akan mengambilnya.
Tapi kau harus memberiku sesuatu yang sepantar.
Setubuhi aku, Pelaut.
Ya. Ayunkan payudara itu.
Itu dia malaikat kecilku.
Tak apa-apa, Nak. Tak ada lagi orang mesum.
Setubuhi aku, Ayah.
Burung itu terlalu banyak mendengar dan melihat. Dia butuh istirahat.
Dan jangan katakan apa pun tentang Onaday.
Ia punya trauma Oedipal.
Burung kecil yang malang.
Selain itu, dia tak pernah melihat cahaya sejak kau tahu kapan.
Dia menjadi sandera di ruang seks yang gelap dan berjamur.
Ya. Itu bagus.
Mungkin itulah yang merusak bulunya.
Tidak, kurasa itu trauma.
Hei, Stewart dan Dianne akan datang ke kantor Bruce.
No comments yet. Be the first to leave one.