Release info

월간-집-Monthly-House-E12-NEXT-iQIYI
A Commentary by MaulanaZxZ
RT: 1:03:07

Tags

other
Published on: 2021-07-22
Downloads: 32
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Drama ini adalah fiktif belaka. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan

Tapi malam sebelumnya, dia baru tahu,

Anda juga menyukai Editor Na.

Gyeom.

Gyeom.

Aku akan panggil dokter.

Kamu tidak apa-apa? Sudah bangun?

Mengapa aku bisa ada di rumah sakit?

Jangan bangun, berbaring saja.

Kamu kecelakaan karena mabuk kemarin.

Kamu tidak ingat?

Aku bertemu teman lama.

Sepertinya minum terlalu banyak.

Maaf. Bagaimana ini?

Aku merepotkanmu di hari ulang tahunmu.

Sepertinya dia minum sendirian

dan tertabrak ketika menyebrang.

Ja-seong, apa terjadi sesuatu?

Mengapa belum kembali?

Perwakilan Yoo Ja-seong

Ja-seong.

Maaf baru menghubungimu.

Gyeom terluka dan masuk rumah sakit.

Bagaimana bisa?

Apa Fotografer Shin baik-baik saja?

Untungnya tidak terlalu parah.

Tidak perlu khawatir.

Akan kutelepon lagi besok.

Baik.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Aku harap dia baik-baik saja.

Monthly Magazine

Ya, aku mengemasnya sesuai perintahmu.

Charger laptop?

Di mana itu?

Baik, tunggu sebentar.

Ketemu.

Baik, aku akan segera ke sana.

Bagaimana aku membawanya?

Mengapa ini bisa ada di sini?

Tas ini mencetak harga tertinggi di lelang kemarin dengan harga satu juta Won

dan diberikan oleh seorang pria kepada Editor Na.

Di akhir lelang saat beres-beres,

ada orang yang minta tolong padaku.

Monthly Magazine Episode 12. Rumah, Si Wadah Penampung Kehidupan

Apa? Gegar otak ringan?

Benar, besok sudah boleh pulang.

Jadi hari ini dia meminta pengertian kalian semua.

Tapi, bagaimana dia bisa kecelakaan karena mabuk?

Apa dia sedang sedih?

Apa?

Tidak, tidak seperti itu.

Hanya karena mabuk.

- Aku pergi dulu. - Baik, terima kasih.

Hampir saja terjadi masalah besar pada Fotografer Shin.

Benar.

Sudah sejak zaman dulu bahwa minum arak harus secukupnya saja.

Perkataan itu tidak pantas keluar dari mulutmu.

Apa? Kamu sedang berbicara padaku?

Senior Eui‑ju yang menyuruhku menyampaikannya.

Apa?

Editor Yeo, aku salah.

Jangan marah lagi.

Bukankah sudah kubilang jangan bicara padaku?

Kamu telah musnah dari hidupku.

Kita sudah tidak ada hubungan lagi.

Dia menyuruhku menyampaikannya.

Editor Yeo, berhentilah.

Sang-soon sudah mengakui kesalahannya.

Sang-soon?

Apa ada orang bernama itu di sini?

Satu-satunya Sang-soon yang kutahu adalah suaminya Lee Hyo-ri.

Yeo Eui‑ju.

Apa sungguh tidak perlu memberitahu orang tuamu?

Tidak perlu, besok juga sudah keluar.

Tidak perlu membuat mereka khawatir.

Fotografer Shin.

Terima kasih.

Suasananya bagus, 'kan?

Hari ini biar aku yang traktir.

Mengapa tiba-tiba mentraktir kita minum?

Ta-da.

Maaf.

Kenapa begitu?

Anda sudah tahu tapi masih bertanya?

Bukankah kamu bilang hanya kita berdua?

Jangan seperti ini, sudah saatnya kalian berbaikan.

Lupakan saja.

Tunggu.

Yeo Eui‑ju.

Lupakan saja.

Dia bahkan tidak menginginkan bajunya lagi di hari sedingin ini.

Semuanya sudah jelas.

Astaga.

Editor Yeo juga keterlaluan.

Kamu sudah berusaha, seharusnya dia sudah tidak marah.

Semuanya adalah salahku.

Ada apa? Apa ada sesuatu?

Lima... Lima... Lima...

Mendengar Fotografer Shin terluka membuatku khawatir.

Maaf, aku membuat jadwal syuting tertunda.

Bukan itu maksudku.

Kamu harus cepat sembuh supaya bisa menjadi teman toko serbaku.

Banyak produk beli satu gratis satu bermunculan.

Maafkan aku.

Aku tidak bisa menjadi teman toko serbamu lagi.

Mengapa?

Aku akan sibuk setelah ini.

Aku ingin belajar fotografi dengan baik.

Ternyata begitu.

Walaupun sayang sekali, tapi aku akan mendukungmu.

Terima kasih.

Sudah larut malam.

Editor Na, pulanglah dan suruh Kak Ja-seong mentraktirmu makanan lezat.

Tidak perlu, aku tidak apa-apa.

Sebenarnya, aku ingin memintamu membawa Kak Ja-seong pergi.

Dia menjagaku sejak tadi dan belum makan malam.

Benarkah?

Benar, jadi kalian makanlah bersama.

Mengapa diam saja? Cepat traktir dia makan.

Aku akan segera kembali.

Mau makan apa?

Apa kamu ingin makan sesuatu?

Bagaimana dengan mantelmu?

Apa?

Aku melupakannya, tunggu.

Ini pertama kalinya Kak Ja-seong menyukai seseorang

dan merasa sangat bahagia.

Aku ingin menjaganya.

Pasti kamu sangat kaget

saat mendengar Fotografer Shin terluka.

Jangan khawatirkan perusahaan.

Selama Ja-seong tidak ada, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi.

Ini terjadi karenamu.

Sepertinya selama kita berpacaran, aku menjadi ceroboh.

Apa?

Apa maksudmu?

Kita putus saja.

Sepertinya orang sepertiku tidak cocok berpacaran.

Apa yang sedang Anda katakan?

Kamu juga tahu, kan?

Aku punya tujuan yang ambisius.

Hal itu tidak terpikirkan saat kita bersama.

Tapi, setelah berpisah satu hari aku langsung sadar.

Sekarang aku tidak punya waktu luang untuk berpacaran.

Aku tidak ingin membuang perasaan dan waktuku lagi.

Membuang-buang waktu?

Jadi, berpacaran denganku itu hanya membuang-buang waktu saja?

Benar, jadi kita sampai di sini saja.

Aku pergi dulu.

Editor Na Young-won

Editor Na Young-won

Kamu adalah orang pertama yang membuatku bahagia.

Aku akan berusaha menjadi pacar yang membuatmu bangga.

Kepalaku sakit sekali.

Apa?

Bagaimana aku bisa di sini?

Buka pintunya.

Aku bilang buka pintunya.

Kalau kamu tidak buka, aku akan membukanya.

Sedang apa kamu di sini?

Buka pintunya dulu.

Aku tidak bisa menerimanya.

Dia baru bilang ingin menjadi pacar yang bisa dibanggakan.

Tidak, bukankah ini sangat lucu?

Ternyata aku dicampakkan seperti ini.

"Aku mencintaimu, Ja-seong."

Bukankah aku sudah merayakan ulang tahunmu?

Aku sudah melakukan semuanya.

Aku ingin pergi.

Aku ingin pergi dari perusahaan dan dari rumahmu.

Aku sungguh malang.

Memalukan sekali.

Situasi ini!

Aku benar-benar tidak bisa menerimanya.

Aku benar-benar tidak bisa menerimanya.

Tidak bisa menerimanya.

Menyebalkan.

Anggap saja kemarin tidak terjadi apa-apa.

Jangan lakukan hal seperti ini lagi.

Sedang apa dia?

Setan apa yang merasuki dirinya lagi?

Apa ada hal yang membuatmu senang?

Kamu sudah mendapat undiannya.

Ngomong-ngomong soal undian...

Aku dengar harga apartemen naik sebesar 50 juta.

Apa? Cepat sekali.

Aku mendengarnya kemarin...

Calon penghuni apartemen itu mengatakannya di ruang obrolan kemarin.

Anda pasti sangat senang.

Terima kasih.

Jadi, hari ini...

Traktir kita semua sepulang kerja!

Benar.

- Apa? - Bukan itu?

Sebenarnya aku ingin mentraktir kopi.

Kalau begitu,

karena naiknya 50 juta,

aku akan mentraktir makan malam.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left