Release info

Boku Dake ga 17-sai no Sekai de S01 1080p NF WEB-DL DDP2 0 x264-aurhand
A Commentary by aurhand

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2023-10-13
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 192 lines.

TUJUH TAHUN KEMUDIAN

TAHUN 2020

Kau Mei Konno, 'kan?

Ya, benar.

Jangan temui suamiku lagi!

Jika hubungi dia lagi,

aku tuntut kau.

Kau sudah kuperingatkan.

Sulit dipercaya itu baru terjadi…

- Maaf. - Jangan cemas.

Aku penyebabnya.

- Bagaimana pekerjaanmu? - Tak apa.

Ini hanya pekerjaan sementara.

Asalkan ada pekerjaan, tak masalah di mana.

Program spesial hari ini tentang sayur beku yang diproduksi di Jepang.

Harga stabil dan bisa pakai

sesuai yang dibutuhkan, membuat sayuran beku ini menjadi

sahabat terbaik ibu rumah tangga.

Pabrik ini sangat membatasi penggunaan pestisida

dan tanahnya diolah dengan baik.

Perusahaan hanya pakai sayur dari kebun sendiri.

Dengan teknologi terkini dan tangan manusia…

KOTA SOMETANI 9 APRIL 2012

Hari ini ulang tahun Kota yang ketujuh setelah insiden itu.

Selama tujuh tahun berlalu, usiaku menjadi 24 tahun.

Tapi teman masa kecilku yang selalu di sisiku dahulu

akan tetap menjadi anak SMA.

Tak peduli berapa kali ulang tahun di masa mendatang,

dia tetap 17 tahun selamanya.

Topik berita berikutnya.

Di Kota Yagami, Prefektur Nagano,

satu pohon sakura mekar lebih awal hari ini.

Pohon ini punya riwayat panjang dan sangat dicintai warga setempat.

Pengunjung datang dari jauh

untuk melihat pohon sakura yang mekar di musim dingin.

Sayangnya, telah diputuskan pohon ini akan segera dipotong,

karena proyek pengembangan lahan.

Hei, tunggu!

Jadi, bagaimana?

Minggir kalian!

Dia ada di sini?

Hei!

Apa-apaan?

Ada anak kelas satu mengajakmu ke pohon sakura?

- Kami ganti pakaian! - Kami tak keberatan.

Kami keberatan!

Jadi, itu benar?

Itu berita menarik bagiku!

Kenapa tak bilang?

- Kau bilang apa? - Itu tak terjadi!

- Ha? Tapi ada rumor. - Benar, 'kan?

- Tidak seperti itu. - Ha?

Senpai.

Sometani Senpai.

Apa?

Bisa pergi dari situ?

- Apa? - Aku berencana

nyatakan cinta ke seorang pria di sini.

Pindahlah ke tempat lain.

Apa?

- Itu menyakitkan! - Aduh!

- Maaf telah bertanya. - Jangan minta maaf.

Itu berarti dia bilang cinta ke pria lain, 'kan?

Kau lihat siapa pria itu?

Yah…

Kalian lihat apa?

Iori, apa kau yang ditembak oleh anak kelas satu…

- Gosip beredar cepat. - Kau ditembak lagi?

Dia manis, bukan? Kau balas apa?

Aku menolaknya.

- Lagi? - Jangan buat itu mengusikmu, Kota.

Diam!

Karena itulah gadis tak suka kau.

Aduh! Sakit. Kau sangat kuat.

Karena itulah pria tak suka kau.

- Mana maafnya? - Aduh!

- Minta maaf? - Tak mau bilang.

- Omong-omong, Kota. - Apa?

Benarkah kau jual fotoku ke gadis-gadis?

- Aku dengar rumor. - Kau dengar itu?

- Jangan main-main. - Tunggu sebentar!

Aku punya alasan bagus.

Ini dia!

Apa itu? Tampak keren.

- Benar? - Apa itu?

- Aku beli bekas, tapi bagus. - Kau bercanda…

Iori, aku senang kita berteman.

Teman selamanya. Aku bergantung padamu.

Jangan main-main.

Jika bisa beli itu, kembalikan uang minuman tadi.

Kubilang tak punya uang kecil. Nanti kubayar.

- Kota, kau tak punya malu. - Ambil fotoku.

- Ha? - Tak peduli jika kau jual.

Tak ada yang beli.

- Lakukan saja. - Hentikan.

Ini mudah rusak.

- Ayolah. - Hentikan!

Ini bukan kamera digital.

Aku tak mau buang film untukmu.

Mereka saling goda lagi.

Bagaimana kalau foto bersama?

Ide bagus. Ayo lakukan, Kota.

- Ayolah. - Mari kita lakukan.

Oke, waktunya lima detik.

- Lima detik? - Oke.

- Siap? - Ya.

- Cepat! - Waktunya cuma lima detik.

Tiga, dua, satu…

Aduh!

Stasiun berikutnya Nishi Yagami.

Jangan lupa membawa semua barang Anda.

- Ha? Apa kau Mei? - Ryohei?

Aku tahu itu kau! Apa kabar?

Kenapa kau di sini?

Aku jadi petugas di stasiun ini.

- Tampak jelas, 'kan? - Itu sakit.

Sudah tujuh tahun, ya?

- Kau tampak lebih tua. - Diam kau!

Aku bercanda.

Kenapa ke sini?

Kudengar berita tentang sakura…

Jadi, Iori sangat disukai para gadis?

Benar. Tidak seperti orang ini.

- Sebagai pria, kau pasti sedih. - Diam kau!

- Oke, siap. - Terima kasih makanannya.

Silakan makan.

Itu membuatku ingat takhayul lama tentang pohon sakura itu.

Jika pasangan menyatakan cinta

ke satu sama lain di bawah pohon saat sedang mekar penuh,

mereka akan bersama selamanya.

Ada seseorang bilang cinta padaku di bawah pohon itu adalah impianku.

- Sungguh? - Ya.

Kota, kenapa kau tak wujudkan impian Mei?

Ha?

Tapi bukan orang sembarangan.

Kupikir Kota sedikit…

Aku juga tak mau denganmu.

Ha? Kau tidak sopan.

Tapi jika kau jadi istri Kota,

aku akan sangat bahagia.

- Sayang sekali. - Ya, sayang sekali.

Aku ambil teh lagi.

Oke.

Aku hampir lupa memberikan hadiah ulang tahunmu.

Ha? Ulang tahunku sudah lama.

Kau perlu membahasnya?

Selamat ulang tahun.

Ini Funassyi. Pasang di tasmu.

Tidak mau. Itu memalukan.

Kau bicara apa? Ini lucu!

Cara dia melompat itu keren!

- Kau mengejekku, bukan? - Tentu tidak.

Ini boneka mesin capit edisi terbatas.

Aku susah payah mendapatkannya. Terimalah.

Sudah kumpulkan lembar karier?

Oh, itu…

Iori akan ambil alih rumah sakit ayahnya. Jadi, dia ke sekolah kedokteran.

Dia luar biasa.

Haruka bilang akan belajar untuk jadi ahli kecantikan.

Benarkah?

Kau mau ke mana? Ayo ke universitas lokal bersama.

Aku…

- Aku tidak mau kuliah. - Tak mungkin.

Aku mau serius belajar fotografi.

Sungguh?

Apa ada sekolah khusus fotografi dekat sini?

Tidak…

Ada di Tokyo.

- Ha? - Aku akan belajar di Tokyo.

Benarkah begitu?

Baguslah! Kau sangat suka fotografi.

Tapi apa kau sungguh mau ke sana?

Kau akan nyaman di Tokyo?

Kudengar semua pria di Shibuya tampan.

Kau pasti menonjol.

Orang setampan aku pasti tak apa.

Maksudmu? Kau menonjol karena terjelek.

Diam kau.

Kau sungguh mau ke Tokyo?

Kita selalu bersama dari dulu.

Jadi, rasanya aneh.

Aku suka di sini.

Sulit bayangkan hidup di kota lain.

Untuk rayakan kebersamaan kita di sekolah, ayo lihat hujan meteor Geminid.

- Hujan meteor? - Ya.

- Keren, aku mau. - Benar?

Bulan baru tanggal 13, sepertinya kita bisa lihat dengan baik.

- Tidak ikut, tidak suka dingin. - Dan ini malam hari.

- Kau ikut, Kota! - Hentikan!

- Sakit! Kau merobek mulutku. - Kita harus pergi.

Mungkin ini terakhir kali kita bisa melihatnya bersama.

Kau benar.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left