Release info

Ah, Wilderness Part Two 2017 Bluray
A Commentary by ch4nk-san
Credit engsub dari edwardwong. Berteman di twitter yuk: @ch4nk_san ^_^

Tags

BluRay
Published on: 2021-06-18
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ayo, ayo lari!

Yosh! Kau memimpin!

Bagus... Hari ini dia terlihat hebat, kan?

Ini dia. Ini dia!

Whoa, whoa... whoa.

Ayo lari, lari, lari!

Yang tersisa tinggal jalur lurus. Oi, oi, oi!

Oi, kau harusnya tidak tersusul, bego!

Ah, sial sekali!

Aah!

Sialan!

Aku sudah kalah aja. Padahal itu baru balapan pertama.

Oh, apes...

Apa yang tertulis di kedua sisi ini?

Nama orang tua...

Orang tua? - Ya.

Kenapa mereka lakukan itu?

Kuda menang dan kuda kalah. Ini semua masalah garis keturunan.

Eh? Jadi gak ada gunanya dong balapan...

Itu udah jelas. Siapa orang bodoh yang mau beli tiket lain?

Oi, orang itu ada disini.

Apa gunanya hidup jika kau tak bisa memenuhi harapan sejak lahir?

Berikutnya, berikutnya. Aku pasti bisa balas kekalahanku.

Aku pasang taruhan untuk kuda mana berikutnya ya?

Oh, aku punya firasat bagus kali ini.

Bagus! Ayo, teruskan! Teruskan seperti itu!

Ayo maju! Bagus, bagus!

Jangan biarkan mereka menyusulmu! Jangan biarkan mereka menyusulmu!

Yes! Yes!

Yes!

Kuda tidak lari karena mereka mencoba mengalahkan takdir mereka.

Sama dengan manusia. Kita semua ingin menang melawan takdir kita.

Yah, seperti yang kukatakan, counter takdirmu dengan, "Bang"!

Menang KO dengan satu pukulan!

Yay!

Menang! Kita menang!

Yosha! Yosha!

Counter! Aku adalah counter!

Aku adalah counter!

Targetmu hebat sekali.

Hah?

Dia memenangkan perlombaan, dan dia salah satu kuda paling populer di dunia.

Shinjuku

Ah...

Aduh, duh...

Ugh... huh... huh...

Ugh...

Eh? Oh...

Ah, ah, ah...

Si-si-si-siapa saja! To-to-to-tolong aku!

Keiko-chan!

Oh, tidak...

Kamu gak apa-apa?

Ru-ru-ruma sakit... Tolong panggilkan ambulans!

Ka-ka-kamu gak apa-apa? Kamu gak apa-apa?

Telpon, telpon, telpon.

Benar-benar ironis.

Saat ini, ada lebih banyak bisnis untuk orang yang sekarat daripada untuk yang hidup.

Aula pernikahan ditutup dan digantikan oleh rumah duka.

Itu menjadi kesenangan terakhir buat para lansia yang tak punya cara lain untuk gunakan uang mereka.

Mengundang musisi dan selebriti ke pemakaman mereka.

Gitu ya... Aku akan mengambil jalan keluar tenggara

aku putuskan membangun rumah duka yang seperti taman hiburan...

...dan terdapat pabrik yang terbengkalai di distrik 5.

Bukannya sekarang gym, kan?

Ya, kami punya 2 profesional.

Pemilik sebelumnya menyewakannya dengan murah karena tak ingin membiarkannya terlantar.

Ayahku? - Ya.

Aku suka itu. Generasi terakhir punya ini.

Bisakah Anda menutupnya?

Kami akan menggunakannya sebagai tempat rumah duka.

Gym nya?

Ya.

Ah! Sial!

Pria sepatu mengkilap sialan! Beraninya dia meremehkanku!

Aku sudah berbisnis di Shinjuku bahkan sebelum jemb*tnya tumbuh.

Sebuah rumah bordil berubah jadi panti jompo.

Aula pernikahan sekarang menjadi aula pemakaman.

Satu-satunya tidak berubah adalah tempat ini dan toko ramen.

Tit*tku juga takkan pernah berubah, sialan!

Brengsek, sialan!

Whoa!

Berikutnya, Fuyuki-san.

Terima kasih untuk hari ini.

A-a-anda baik-baik saja?

Pasiennya tak apa-apa, tapi...

Bayinya sayangnya tak bisa diselamatkan.

Kenapa itu Michiko?

Apa dia mau pergi?

Meninggal di sebuah love hotel di Kabukicho...

entah itu keberuntungan atau kesialan buat wanita tua itu.

Hei, sudah kubilang ambil satu set seprai dari ruang linen dulu...

Apa yang kamu lakukan? - Maaf.

Ambilkan gerobaknya. - Baik.

Ada klien lain yang mau datang jam 2 nanti.

Kau tak berubah ya?

Ada klien baru yang mau datang memeriksa tempat itu.

Apa ayahku berat saat kau menggendongnya?

Dia sangat dingin.

Seperti saat kembali ke gurun.

Selama bertahun-tahun.

Setiap hari, rasanya seperti...

Aku muak dengannya.

Sampai bunuh diri dengan gantung diri...

Benar-benar pengecut!

Dia memang begitu, kan?

Aku putuskan untuk terus hidup.

Dengan membuang anakmu yang berusia 10 tahun.

Menggendong wanita tua yang sudah mati di punggungmu sepertinya membuatmu jadi sentimentil.

Ah... Pria bernama Kenji dari gym mu itu.

Dia adalah putra dari seorang pria yang membuat ayahmu bunuh diri.

Aku sudah memeriksanya.

Dia adalah anak dari seorang pembunuh.

Aku...

Aku tidak minta maaf sama kamu.

Aku..

Aku hanya ingin hidup.

"Kyoko, istri mendiang Hisamitsu Sawamura..."

"menyebut dan mempermalukan Letnan Dua N."

"Suami saya dipukuli habis-habisan oleh N selama pelatihannya..."

"tanpa perawatan medis yang memadai saat itu."

"Dia menderita stres pasca-trauma dan bunuh diri."

"Ini adalah pembunuhan oleh N..."

"Itu adalah pembunuhan."

Shinji...

Ada apa? Eh?

Mmm!

Saat aku bersama seorang pria...

Rasanya seperti iblis yang ingin keluar.

Aku pikir akan jadi gila.

Aku tersenyum saat melihatnya.

Jadi, aku coba tangkap iblis itu, tapi dia berhasil kabur.

Tapi dengan Shinji, hanya dengan satu pukulan...

Ibumu orang yang seperti apa?

Aku berasal dari penampungan sementara.

Sementara?

Aku adalah korban.

3/11?

Ya.

Teman dan kerabatku semuanya tersapu habis.

Aku tinggal di perumahan sementara hampir sepanjang hidup ku.

Tapi...

Aku kabur dari ibuku.

Yoshiko.

Tunggu!

Yang tersisa hanya ini semua.

Hei...

Kapan-kapan kita pergi jalan-jalan yuk!

Kita ajak Barikan juga.

Kita bisa pergi ke lautan yang indah.

Ok...

Aah...

Kau orang yang baik, aniki.

Aku merasa lebih segar berkatmu.

Hahahaha...

Aku tak peduli.

Eh?

Aku tak peduli, Aniki.

Ya...

Hei, kau tau.... Manusia awalnya...

terlahir sebagai mayat setengah mati.

Kemudian butuh waktu seumur hidup untuk menjadi mayat seutuhnya.

Kau tau soal itu?

Tidak.

Kau tak tau?

Kakek ini sepertinya sudah hampir sempurna.

Oh, ini.

( Kepada Shinji, Pak Takeo Niki bersedia bertemu denganmu. )

( Aku takkan ada disana, tapi jika kau ingin tau lebih banyak tentang ayahmu, )

( Datanglah ke Kuil Tokufukuji tanggal 3 Juni, jam 10 pagi - Kyoko )

Aku Sawamura.

Paman.

Aku Niki.

Kau sendirian saja?

Ibuku tak mau melihatmu.

Aku punya kanker.

Waktu ku tidak banyak lagi.

Jadi, sampaikan pesanku pada ibumu.

Kalo dia tak keberatan setidaknya hanya menyapanya saja.

Aniki...

Apa putramu tau soal kankermu itu?

Kenji...

Kau kenal putraku?

Dia teman baikku. Seorang petinju pro. Barikan Kenji.

Petinju?

Kau pasti salah orang. Dia itu pengecut...

Kau benar-benar seperti yang kupikirkan.

Aku mau pulang.

Sawamura-kun...

Dia mencoba meninggalkan pos nya.

Kami mengambil tindakan disipliner.

Dua minggu dalam penahanan.

Kenapa ayahku melarikan diri?

Markas kami ditembaki.

Bukan cuma dia satu-satunya.

Semua menghadapi kematian...

Dia melakukannya dalam ketakutan.

Bisa kau beritau Kenji?

Soal kanker ini.

Katakan saja sendiri padanya!

Ah, Wilderness: Part 2 subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left