The first 200 lines.
Memang kungfu abang lebih hebat.
Kedua kakak seperguruan
ada yang datang tangkap kalian,
cepat kalian pergi! Jangan ketahuan!
Terima kasih adik Yu Yao.
Xiao Ze, ayo pergi!
Berani sekali Yu Yao!
Beraninya kamu diam-diam kasih tahu!
Hanya dua orang murid dari luar,
berani sekali masuk tempat terlarang perguruan.
Kakak,
karena mereka sebagai murid Guru Petua Cangsong,
kamu ampuni mereka saja.
Ampuni mereka?
Apa adik anggap aturan perguruan kita
sebagai permainan?
Aku pasti akan lapor pada Ketua,
hukum seberatnya dengan aturan Kunlun.
Untung ada jimat ini.
Tapi...
berlatih di tempat terlarang
memang lebih cepat dibanding Puncak Yunxia.
Tunggu Guru kembali lihat kita meningkat banyak,
pasti akan terima kita jadi murid dalam.
Suara apa?
Kakak.
Jangan-jangan roh binatang kecil.
Aku tahu sekali dengan Kunlun.
Tidak pernah lihat di sini ada goa.
Jangan-jangan beneran ada roh binatang kecil.
Ayo! Lihat ke dalam!
Ayo.
Sekian tahun berlatih rumus bersajak kedewaan,
masih tidak dapat memahami
kebenaran dan kejahatan.
Kebenaran bagaikan penjahat.
Kejahatan bagaikan kesetiaan.
Apa itu kebenaran?
Apa itu kejahatan?
Benar itu benar. Jahat itu jahat
Tidak ada susahnya.
Kakak.
Iya.
Itu...
Binatang liar ganas...
Kedua orang ini tidak takut cahaya dewa 5 warna.
Jangan-jangan inilah orang yang perlu uji bencana?
Tidak apa-apa kan?
Bai Ze, Ling Feng
Masuk tempat terlarang tanpa izin.
Cepat datang terima hukuman.
Lapor Ketua.
Berlatih Taoisme kenapa harus terikat status?
Kalau bukan karena guru ku keliling dunia
masih belum dapat simbol Kunlun,
Aku dan Bai Ze sudah masuk ranah langit
jadi murid utama.
Berani sekali!
Maling seperti kalian jangan berharap ranah langit.
Aturan perguruan Kunlun
bukan untuk dibicarakan murid luar.
Lapor Guru.
Yang tidak tahu bertobat,
harus cabut pertapaan mereka berdua
dan keluarin dari Kunlun.
Pertapaan?
Mohon Guru timbangkan mereka ini pertama kali,
hukum yang ringan saja.
Meskipun pelanggaran pertama kali,
tapi tempat terlarang
tidak boleh dimasuki murid luar
adalah peraturan Kunlun sejak 29 generasi lalu.
Hanya status saja,
apa susahnya?
Kakak.
Sekarang mereka adalah murid dalam,
apakah hal ini sudah selesai?
Lapor Guru,
kalau hari ini tidak cabut pertapaan mereka,
akan melanggar aturan Kunlun yang sudah ribuan tahun.
Senior sedang berunding,
kamu tidak berhak ikut campur.
Kakak.
Sudahlah. Sudahlah.
Kali ini aku kembali
bukan untuk marah denganmu.
Adik,
ada yang mau aku rundingkan.
Kalian keluar semua.
Baik Ketua.
Adik,
kali ini Kunlun dalam bahaya.
Menurut informasi yang akurat,
Belakangan ini aliran iblis bersatu.
Ketua aliran iblis Yu Ku
sudah kumpulin jutaan umat.
Kalau sudah berhasil,
maka aliran iblis akan mulai perang.
Kunlun
harus bantu dunia hindari musibah ini.
Xiao Ze,
Menurut kamu ini apa?
Bahkan abang pun tidak tahu,
gimana aku bisa tahu?
Tapi
benda ini aneh sekali.
Dia bisa mencari tuannya sendiri.
Ini memang aneh.
Aku rasa mungkin ini hasil dari suatu pertapaan.
Kalau pertapaan...
juga lebih hebat dibanding
kaca rias yang tidak tahu
dari senior mana.
Kaca rias apa?
Guru.
Tidak latihan, sia-sia kan pertapaannya.
Guru.
Jangan panggil aku Guru!
Aku bertahun-tahun keliling dunia.
Guru...
Bahkan mengangkat murid dalam saja
harus aku yang urus.
Ketahuan sekali kalian ini tidak ada kemajuan.
Guru.
Kalau bukan Yan Bin,
kami dari dulu sudah...
Jangan omong kosong lagi!
Bulan depan pertandingan perguruan.
Waktu itu perlihatkan kehebatanmu.
Pertandingan perguruan?
Betul.
Sekarang aliran iblis sedang memancing kericuhan.
Perguruan memutuskan
murid yang hebat turun gunung
singkirkan aliran iblis.
Jadi
selama ini
kalian harus giat berlatih.
Jangan merusak nama baik aku.
Baik.
Mengerti.
Sampai jumpa Guru.
Ini sebenarnya apa?
Tidak tahu.
Abang. Abang.
Kenapa?
Bai Ze menang.
Kakak Ling Feng pasti bisa menang,
betul tidak Petua Cangsong?
Benda ini
adalah hasil pertapaan dari rumput liar buah iblis,
kapsul sumsum darah.
Bisa membantu kamu dalam waktu singkat
mendapat terobosan baru,
mencapai
ranah langit.
Tapi
takutnya seumur hidup ini pun
hanya berhenti di ranah ini,
tidak bisa maju lagi.
Menguasai kekuatan sendiri.
Ternyata ini lah ranah langit.
Mati lah Ling Feng!
Hei!
Pertandingan perguruan,
hidup mati adalah nasib.
Kamu dan aku bertarung,
itu melanggar aturan.
Kakak Yan Bin, kamu lepaskan Ling Feng saja.
Hm!
Adik,
kamu sudah lihat kan?
Hari ini aku masuk ranah langit,
aku berhak jadi petua.
Buta ya?
Bisa-bisanya suka orang yang tidak berguna seperti ini.
Tapi kamu sudah memohon,
aku tidak dapat menolak.
Kalau kamu setuju jadi pasangan aku,
aku akan melepasnya,
biarkan dia hidup.
Tidak mungkin!
Kakak Yan Bin,
pertandingan perguruan hanya sebatas bertanding.
Kamu jangan keterlaluan.
Memangnya kenapa kalau keterlaluan?
Ajalmu sudah dekat masih bersikeras.
Tidak!
Aku setuju!
Baik.
Kalau gitu aku biarkan dia hidup.
Meskipun tidak perlu mati,
tapi tidak bisa dilepas begitu saja.
Kembalikan semua pertapaanmu
pada Kunlun.
Gimana mungkin?
Gawat.
Ini jurus sesat aliran iblis
Ternyata memang jurus sesat aliran iblis.
Pedang penakluk iblis.
No comments yet. Be the first to leave one.