The first 200 lines.
"Sponsor produksi"
"Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, KOCCA"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Semua hewan direkam di bawah pengawasan ahli"
Pak Jin.
Aku tidak menyukainya lagi.
Adik Han Yu Na. Ini menarik.
Entah apa dia tahu
pacarnya monster.
"Wanita Ini Berubah Menjadi Anjing Setiap Malam?"
Kurasa aku mengenalinya.
Aku bekerja sebagai jurnalis sekarang.
Aku ingin meliput kisahmu di kanalku.
Tolong balas suratku.
Perasaanku saat ini berharga, hingga aku ingin melindunginya.
Tapi untuk itu, aku harus mengatakan yang sebenarnya.
Aku sangat takut.
- Seo Won. - Aku tidak tertarik
untuk mengobrol denganmu.
Kamu masih kesal dengan kejadian di masa lalu?
Aku melihat fotomu di internet.
Pacarmu sangat cantik.
Hentikan omong kosong ini dan pergilah.
Hei, kamu yakin ada di sini?
Apa seseorang mengambil pakaianku semalam?
Aku sudah menyembunyikannya.
Siapa di antara kalian?
Jadi, kalian tidak mau bicara.
Baiklah. Kalau begitu, aku bisa tunggu di sini sampai tengah malam.
Sudah kuduga.
- Bawa dia ke rumah besok. - Siapa?
Menurutmu siapa? Pacarnya!
Ibu, maafkan aku. Pria yang kucium
adalah orang lain.
Aku berniat meneleponmu secara pribadi.
Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Tunggu.
Boleh aku memberitahumu sesuatu dahulu?
Sebenarnya...
Jika sulit bagimu memberitahuku, kamu tidak perlu mengatakannya.
Apa? Mereka satu sekolah?
Astaga. Bagaimana aku harus mengatasi ini?
Hei, Yo Sub, bantu aku.
Sedang apa kamu di sini?
- Ada sesuatu di sini. - Apa?
Entahlah. Aku bisa merasakan sesuatu.
Bisakah kamu membuka ini?
Aku akan tanya Pak Lee.
- Pak Lee. - Ini tidak menyenangkan.
Ayo pergi.
Hei, apa kata pria itu?
Dia menanyakan Bu Han.
Bagaimana kamu tahu aku di sini?
Jangan pernah kembali ke sekolah tempatku bekerja.
Aku bukan ke sana untuk menemuimu.
Aku pergi menemui pacarmu.
Tapi jika melihatmu lagi,
aku tidak akan membiarkannya.
Waktumu tidak banyak.
Aku harus memberitahunya.
Apa dia bisa dipercaya?
Tebak apa warnaku saat aku berubah.
Apa pun warnamu, aku yakin kamu akan tetap terlihat cantik.
Kurasa dia layak mendapatkan kepercayaanku.
Aku takut.
Aku tidak ingin kamu mengalami apa yang kualami.
Tolong cium putriku dengan benar.
Malangnya...
Itu sungguhan?
Halo, aku reporter yang menghubungimu sebelumnya.
Kamu punya video?
Aku ingin membelinya darimu.
Tapi apa yang membuatmu menghabiskan uang sebanyak ini
untuk mengungkap semua ini?
Hanya karena
kurasa itu akan menyenangkan.
Hei.
Waktumu satu pekan lagi.
"Episode Delapan"
Kamu bisa bicara dengannya di sekolah?
Tidak.
Aku menghindarinya.
Han Hae Na.
Apa yang akan kamu lakukan?
Entahlah.
Minta dia menemuimu hari ini.
Aku tidak bisa.
Kamu sungguh akan memberitahunya di saat terakhir?
Aku sangat takut mengetahui pendapatnya tentangku.
Aku tahu apa yang kamu alami.
Tapi waktumu tidak banyak, Hae Na.
Dia akhirnya mulai tersenyum kepadaku.
Jika kuberi tahu, hubungan kami bisa hancur.
Satu hal yang bisa kamu lakukan
adalah percaya bahwa dia pria yang baik.
Kamu juga memercayai mantan pacarmu.
Kamu juga harus memercayainya.
Aku benci bedebah itu.
Tapi aku tidak menyesal memercayainya.
Yu Na.
Kurasa aku benar-benar akan berubah menjadi anak anjing.
Aku hanya menunggunya.
Saat dia menatapku, aku bahagia.
Jantungku berdebar saat dia memanggilku.
Selama dia mencintaiku,
aku tidak menginginkan hal lain,
seperti anak anjing.
Anggap ini
sebagai rumah kita.
Tempat paling damai dan aman
di dunia.
Bu Han!
Tebak apa warnaku saat aku berubah.
Apa pun warnamu,
aku yakin kamu akan tetap terlihat cantik.
Bu Han!
- Ayah? - Hae Na.
"Ayah?"
Maafkan aku.
Aku melihatmu mengikutinya dari sana. Kupikir kamu mencurigakan.
Aku salah paham.
Ayah mengikutiku?
Tidak. Ayah ingin mengejutkanmu.
Apa ini orangnya?
Apa?
Ibumu memberitahuku semuanya.
Kamu.
Apa alasan di balik mengulur waktu seperti ini?
Ayah. Jangan.
Aku ingin
kamu segera menerima putriku.
Jika kamu sudah memutuskan...
- Kamu tahu? - Ayah, ayolah.
Bersikaplah jantan! Mengerti?
- Cepat terima dia! - Sampai jumpa, Pak.
Maafkan aku. Aku tidak bisa bicara denganmu hari ini.
Sampai jumpa besok di sekolah.
Terima saja putriku!
- Dia tampan. Dia tipeku. - Ayah!
Dia tidak tahu apa-apa tentang kutukan itu.
Apa?
Apa yang akan kamu lakukan?
Kenapa kamu membiarkan ini terjadi?
Ini terjadi begitu saja.
Pokoknya, aku akan mengurus ini sendiri.
Jangan terlalu khawatir.
Aku harus mengatakan yang sebenarnya
dan mencabut kutukannya.
Anak anjingku.
Jangan memanggilku begitu.
Putriku.
Ayah tahu ini sulit.
Saat itu hanya beberapa hari setelah Ayah mulai mengencaninya?
Ayah
terus mendesaknya untuk menikahiku.
Tapi ibumu bahkan tidak bingung.
Dia hanya duduk tegak.
Lalu dia menatap ayah dengan tenang.
Jadi, ayah bertanya ada apa.
Lalu dia memberi tahu ayah tentang kutukan itu.
Awalnya, ayah tidak memercayainya.
Tidak, ayah tidak bisa.
Sejujurnya, ayah agak takut.
Ayah hanya menceritakan ini kepadamu.
Ayah juga berpikir untuk kabur.
Tapi saat itulah
ayah melihat tangan ibumu.
Ibumu duduk di sana, kepalanya tegak dan anggun.
Tapi tangannya di pangkuannya gemetar.
Jadi,
ayah pegang tangannya.
Dia berada di bawah kutukan menakutkan.
Tapi dia tidak menakutkan.
Dia mungkin lebih ketakutan
daripada ayah.
Dia takut orang akan mengejeknya dan menyebutnya monster.
Dia juga takut ayah akan meninggalkannya.
Wanita malang ini gemetar ketakutan.
Bagaimana bisa ayah kabur?
Apa Pak Jin
akan memikirkanku seperti Ayah memikirkan Ibu?
Tentu saja.
Dia tampak seperti pria yang baik.
Benar. Tapi kurasa dia tidak sekuat ayah.
Jadi,
jangan terlalu khawatir.
Ayah yakin dia akan
memercayaimu juga.
Ayah hanya ingin satu hal darimu.
Ayah hanya berharap kamu tidak perlu mengkhawatirkan ini
secepat mungkin.
Hanya itu yang ayah inginkan.
Putriku.
Selamat atas ciuman pertamamu.
Tadi baik-baik saja.
Apa ini?
Astaga.
Maaf soal tadi.
Tadi sangat kacau, jadi, aku tidak bisa berpamitan dengan benar.
No comments yet. Be the first to leave one.